Energi
( 493 )Lima Tahun Pertama Akan Dibangun Pembangkit Sebesar 27,9 GW Berbasis Gas
Energi Jadi Pilar Pertumbuhan Baru
Pemerintah melalui Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) 2025–2034 tengah membangun fondasi kuat di sektor energi guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang ditargetkan mencapai 8% sesuai janji kampanye Presiden Prabowo Subianto. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa RUPTL terbaru ini memuat penambahan kapasitas pembangkit listrik sebesar 69,6 gigawatt (GW), jauh lebih besar dibanding RUPTL sebelumnya. Sebanyak 61% kapasitas baru akan berbasis energi baru terbarukan (EBT), dengan investasi total mencapai hampir Rp3.000 triliun selama 10 tahun. Strategi ini diharapkan memenuhi kebutuhan listrik industri dan mendukung penghiliran serta industrialisasi tanpa perlu investasi pembangkit oleh pelaku industri.
Namun, Direktur Pelaksana Energy Shift Institute, Putra Adhiguna, mengingatkan agar pemerintah berhati-hati mengingat risiko oversupply listrik yang pernah terjadi akibat proyeksi pertumbuhan ekonomi berlebihan, sehingga penting mempercepat realisasi program PLN. Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Produsen Listrik Swasta (APLS), Arthur Simatupang, menyambut baik RUPTL ini karena memberi ruang bagi swasta, tetapi mengingatkan perlunya kejelasan proyek agar investasi bisa berjalan lancar tanpa hambatan perizinan dan pembebasan lahan.
Di sisi lain, Direktur Eksekutif CELIOS, Bhima Yudhistira, menyoroti bahwa RUPTL 2025–2034 masih terlalu mengakomodasi energi fosil, yang berpotensi menghambat iklim investasi energi terbarukan dan transisi energi di Indonesia. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bagi investor yang mengharapkan arah transisi energi yang lebih ambisius.
Secara keseluruhan, RUPTL ini menjadi langkah strategis membangun infrastruktur energi nasional sebagai pondasi pertumbuhan ekonomi yang tinggi, namun keberhasilan implementasi dan keseimbangan antara energi fosil dan terbarukan menjadi kunci utama keberlanjutan rencana tersebut.
RI Bersiap Ekspor Mobil Listrik
Reformasi Mendorong Industri Migas Kembali Panas Membara
Pertamina Waspadai Fluktuasi Global
PT Sumber Global Energy Teken Kontak Batu Bara US$ 10 Juta
Emiten perdagangan komoditas, PT Sumber Global Energy Tbk (SGER) menandatangani kontrak ekspor batu bara bernilai US$ 10 juta atau setara Rp165,25 miliarm bersama COALIMEX, perusahaan di bawah Kementerian Listrik dan Batu Bara Vietnam. Kontrak tersebut diteken pada Senin (5.5.2025 oleh konsorsium TGS yang dipimpin oleh SGER. Adapaun jenis batu bara yang dikapalkan merupakan antrasit berkualitas tinggi sesuai paket pengadaan No 01/2024/TNK-CLM. "Kontrak ini merupakan hasil proses pengadaan yang telah melalui evaluasi dan disetujui Keputusan No 30T tertanggal 23 Januari 2025," kata Direktur Utama SGER Welly Thomas. Welly menjelaskan, nilai kontrak sebesar US$ 10 juta tersebut berpotensi terus bertambah seiring permintaan energi yang tinggi dari Vietnam. Dia juga menyebutkan bahwa kontrak ini adalah bagian dari upaya memperkuat kerja sama energi antara Indonesia dan Vietnam. COALIMEX sendiri merupakan pemain lama dalam batu bara dunia dengan pengalaman lebih dari 40 tahun. Sejak didirikan pada 1982, perusahaan ini telah mengalami transformasi kelembagaan dan kini berada di bawah naungan Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Vietnam. (Yetede)
Kementerian ESDM Mendorong Bali untuk Mengembangkan Pembangkit Listrik PLTP
Energi Terbarukan Jadi Pilar Cegah Krisis Listrik
PLN Tanggap Perbaiki Jaringan Listrik Bali
Potensi Besar dari Sumur Ilegal Belum Tertangani
Pilihan Editor
-
Parkir Devisa Perlu Diiringi Insentif
15 Jul 2023 -
Transisi Energi Membutuhkan Biaya Besar
13 Jul 2023 -
Izin Satu Pintu Diuji Coba
13 Jul 2023 -
Ekspansi Nikel Picu Deforestasi 25.000 Hektar
14 Jul 2023 -
Masih Kokoh Berkat Proyek IKN
13 Jul 2023









