;
Tags

Bursa

( 810 )

BEI Ingin Gairahkan Produk Derivatif

HR1 13 Mar 2024 Kontan
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mempersiapkan peluncuran Single Stock Futures (SSF) dalam waktu dekat ini. SSF termasuk dalam produk derivatif. Pada dasarnya, produk derivatif merupakan efek atau kontrak yang nilainya tergantung pada nilai dari aset yang mendasarinya atau underlying. SSF menggunakan underlying saham. BEI telah memiliki produk derivatif dengan aset dasar indeks dan surat utang. Yakni IDX LQ45 Futures, IDX30 Futures, Indonesia Government Bond Futures dan Basket Bond Futures. Sepanjang tahun 2023, transaksi di keuangan derivatif hanya mencapai Rp 47,43 miliar dengan total frekuensi 0,7 kali. Angka itu bahkan kalah dibandingkan transaksi waran terstruktur yang mencapai Rp 841,50 miliar. Jeffrey Hendrik, Direktur Pengembangan BEI menjelaskan, berdasarkan analisisnya, produk derivatif selama ini tidak likuid. Penyebabnya ada dua hal utama. Pertama, selama ini hanya ada satu anggota bursa (AB) yang mengantongi izin transaksi derivatif. Yakni, PT Universal Broker Indonesia Sekuritas. Kedua, proses pembukaan rekening derivatif belum bisa sepenuhnya dilakukan secara daring, seperti pembukaan rekening saham. Alhasil, investor harus membuka Rekening Dana Derivatif (RDD) secara manual. Berkaca dari produk yang sudah ada, Jeffrey bilang pihaknya akan mengajak lebih banyak anggota bursa untuk berpartisipasi. Hingga saat ini, sudah ada 16 AB yang menyatakan minat mereka. "Dengan aturan tersebut, maka Sub Rekening Efek (SRE) di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dapat berfungsi sebagai penampung dana sebagai alternatif rekening dana nasabah (RDN)," katanya. Kehadiran SSF, sebutnya, juga memberikan kesempatan bagi investor untuk melindungi nilai portofolio dan mendapatkan keuntungan pada saat market bearish. Nantinya SSF akan menggunakan underlying saham dari konstituen indeks LQ45 dengan periode kontrak bervariasi dari satu bulan hingga tiga bulan. Chief Executive Officer (CEO) Edvisor Profina Visindo, Praska Putrantyo menilai, SSF masih relatif lebih menarik ketimbang indeks futures yang sudah diterbitkan oleh BEI sebelumnya.

Risiko Turun, Saatnya Mengintip Blue Chip

HR1 01 Mar 2024 Kontan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup bulan Februari dengan pelemahan 0,17%, Kamis (29/2). Hasil ini membawa IHSG ke posisi 7.316,11. Meski melandai sepekan terakhir, tapi IHSG mampu mengakumulasi penguatan 2,22% dalam periode bulanan. Jika dihitung sejak awal tahun 2023, IHSG masih naik tipis 0,60%. Gerak menanjak IHSG ikut terdorong oleh arus dana dari investor asing yang secara year to date berada di posisi net buy Rp 18,43 triliun. Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mengamati, katalis yang menggerakkan IHSG pada Februari berasal dari dalam negeri. Pertama, indikator ekonomi nasional masih menunjukkan fundamental yang kuat. Situasi ini membuka peluang bagi Bank Indonesia untuk memangkas suku bunga pada kuartal II atau kuartal III-2024. Kedua, penyelenggaraan pemilu berlangsung dengan kondusif, dengan hasil yang relatif sesuai perkiraan. Ketiga, musim rilis laporan keuangan menjadi sentimen penggerak pasar, terutama dari saham bank berkapitalisasi pasar jumbo (big caps) yang membukukan pertumbuhan kinerja. Sebaliknya, sentimen eksternal cenderung belum kondusif dengan adanya ketegangan geopolitik di Laut Merah, kontraksi dan resesi ekonomi di sejumlah negara, dan kehati-hatian The Fed memangkas suku bunga acuan.

Head of Research Mirae Asset Sekuritas Robertus Hardy mengatakan, pergerakan positif IHSG di bulan Februari sebagian besar ditopang oleh saham-saham perbankan (lihat tabel). Sebelumnya, sejumlah bank besar mengatakan pertumbuhan kredit tahun ini bisa lebih rendah akibat tingginya suku bunga dan ketidakpastian politik dalam negeri. Memasuki bulan Maret, Robertus menyarankan investor kembali mencermati saham-saham blue chip. Meskipun terdapat potensi peningkatan inflasi yang disebabkan oleh faktor musiman di bulan Ramadan, Robertus meyakini tren penurunan inflasi inti diperkirakan akan berlanjut dan memberikan ruang yang terbatas bagi BI untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat. Analis Stocknow.id Dinda Resty Angira mengatakan, musim pembagian dividen bakal menjadi katalis penting yang mendongkrak saham big caps, terutama perbankan. Sedangkan Ramadan akan menambah daya tarik bagi sektor barang konsumsi dan ritel. Certified Elliott Wave Analyst Master Kanaka Hita Solvera, Daniel Agustinus menilai, IHSG masih punya kecenderungan bergerak sideways pada rentang 7.000-7.350 dalam beberapa minggu ke depan. Sedangkan Valdy memprediksi IHSG akan mengalami fluktuasi dalam jangka pendek, tapi dengan kecenderungan menguat dalam rentang 7.200-7.400.

Pasar Respons Positif Hasil Pemilu

KT1 16 Feb 2024 Investor Daily (H)
Pelaksanaan pemilu pada Rabu (14/2/2024) yang berlangsung aman dan lancar, mendapat respon positif dari pasar. Hal ini terlihat dari penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) serta aliran modal asing  yang terjadi pada Kamis (15/2/2024). Penguatan tersebut juga terjadi seiring optimisme pelaku pasar usai hasil hitung cepat (quick count)  sejumlah lembaga survei yang mengunggulkan pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 93,54 poin atau  1,30% ke level 7.303,28. Dengan nilai transaksi Rp16,6 triliun. Hampir seluruh sektor saham  meningkat pada penutupan IHSG hari ini. Saham sektor barang baku naik tajam, karena melonjak 2,2%. Diikuti kenaikan sektor barang konsumsi primer 2,2%, sektor keuangan 1,6%, sektor infrastruktur 1,5%, dan sektor kesehatan 1,2%. Hanya sektor teknologi yang sedikit terpangkas 0,7%.

Otoritas Bursa Perlu Perbaiki Aturan IPO

HR1 15 Feb 2024 Kontan

Para penghuni papan akselerasi memiliki anomali di antara papan pencatatan lain Bursa Efek Indonesia (BEI), yakni papan utama, papan new economy dan papan pengembangan. Papan akselerasi dikhususkan bagi perusahaan dengan aset skala kecil dan menengah (UKM). Harapannya, lebih banyak UKM yang bisa menggelar penawaran umum perdana alias initial public offering (IPO).  Hingga saat ini, sudah ada 42 emiten yang tercatat di papan pemantauan khusus. Menariknya indeks yang mengukur papan akselerasi tersebut melesat sepanjang 2024 berjalan ini. Bahkan laju indeks papan dengan emiten skala mini ini lebih tinggi dibanding Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Per Selasa (13/2), IHSG masih terkoreksi 0,87% ke level 7.209,74. Namun ada anomali lainnya yang terjadi. Banyak saham pendatang baru langsung tumbang. Dari 17 emiten yang melantai di BEI dan tercatat di papan akselerasi pada tahun 2023. Iman Rachman, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia mengatakan harga merupakan sebuah kesepakatan pasar sehingga peran BEI jauh lebih dari itu, yakni menjaga kelayakan. Iman mengklaim mayoritas emiten di papan akselerasi berhasil mencetak pertumbuhan pendapatan yang tinggi di tahun 2022. Sampai saat ini baru ada satu emiten yang berhasil naik kelas dari papan akselerasi. Yakni, PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) yang berhasil masuk ke papan pengembangan. Founder CTA Saham, Andri Zakaria mengatakan sebaiknya investor dan pelaku pasar untuk menghindari saham dengan harga di bawah Rp 50 karena kecilnya likuiditas dan secara fundamental belum tentu bagus. Andri menyarankan, investor bisa memburu saham yang berhubungan dengan isu kemenangan hitung cepat pasangan Prabowo-Gibran atau emiten yang berencana membagikan dividen. Saham terafiliasi Prabowo-Gibran, seperti Grup Adaro, Grup Bakrie dan PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP). Pengamat Pasar Modal & Direktur Avere Investama, Teguh Hidayat menilai uji coba otoritas bursa untuk mendorong perusahaan kecil untuk melantai di BEI tidak berhasil.

Dana IPO Untuk Ekspansi Usaha

HR1 13 Feb 2024 Kontan
Bertambah lagi emiten anyar yang menggelar initial public offering (IPO). Yakni PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk (MKAP), PT Homeco Victoria Makmur Tbk (LIVE) dan PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA). Direktur Utama MKAP, Eric Handoko berjanji, setelah menjadi perusahaan terbuka, pihaknya bakal meningkatkan profesionalisme dan transparansi manajemen. Emiten jasa migas dan pertambangan ini membidik dana maksimal sebesar Rp 74,75 miliar dari aksi itu. MKAP akan menggunakan dana IPO untuk modal kerja. Antara lain biaya operasional, pembayaran kepada pemasok dan  perbaikan alat-alat berat. Dengan upaya ini, Eric menargetkan kinerja MKAP tumbuh 70% dari tahun lalu. Sedangkan perusahaan holding perdagangan PT Homeco Victoria Makmur Tbk (LIVE) berpotensi meraup dana segar dari bursa sebanyak Rp 119,63 miliar dari hajatan IPO. Untuk penggunaan dananya, sebanyak Rp 25 miliar akan dipakai untuk melunasi sebagian utang kepada Bank Central Asia (BCA) yang akan jatuh tempo pada 1 Agustus 2024. Direktur Utama LIVE, Ellies Kiswoto berharap, dengan menyandang sebagai perusahaan terbuka, pihaknya menargetkan pertumbuhan pendapatan hingga 100% di akhir tahun ini. Salah satu langkah utamanya, dengan memperluas kategori produk yang bisa diperdagangkan. Sayang, dia tidak merinci jenisnya. Per Juli 2023 perseroan ini mengantongi laba tahun berjalan sebesar Rp 19,64 miliar. Angka itu naik hingga 214,52% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 6,24 miliar. Di sisi lain, LIVE mencatatkan pendapatan sebesar Rp 134,22 miliar, atau turun 7,92%. Emiten berikutnya adalah  PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA). Ini adalah emiten bidang desain interior. Di hajatan IPO kemarin, MEJA meraup dana segar Rp 49,44 miliar. Rencananya, dana hasil IPO MEJA akan digunakan untuk beberapa hal. Sekitar 72% atau Rp 32,716 miliar akan digunakan untuk modal kerja. Dan sisanya untuk pembelian aset tetap berupa peralatan kerja kantor peralatan kerja proyek dan kendaraan. Direktur Utama MEJA, Richie Adrian Hartanto mengatakan, MEJA mengincar pendapatan sebesar Rp 63 miliar di tahun 2024. Direktur Utama MEJA, Richie Adrian Hartanto mengatakan, MEJA mengincar pendapatan sebesar Rp 63 miliar di tahun 2024.

Bursa Tetap Tenang di Pekan Pencoblosan

HR1 12 Feb 2024 Kontan (H)
Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) bakal jeda di tengah pekan, Rabu 14 Februari 2024. Di hari itu bakal ada pemilihan umum (pemilu) untuk memilih presiden (pilpres) dan memilih anggota legislatif. Head of Institutional Research Sinarmas Sekuritas Isfhan Helmy menjelaskan, pemilu menjadi sentimen penting Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Dalam skenario pilpres berlangsung satu putaran, ia memprediksikan bisa menjadi katalis yang mendorong penguatan IHSG. Sementara, dalam skenario dua putaran, tekanan jual memang berpotensi terjadi. IHSG berpotensi ke bawah 7.000. Namun hal ini hanya berlangsung sementara, setidaknya hingga Mei. Biasanya pasar akan berbalik arah menjelang pelaksanaan pilpres putaran kedua pada 26 Juni 2024. Deputi Head of Research Sinarmas Sekuritas, Ike Widiawati menilai, investor sebaiknya tidak perlu panik terhadap dinamika di tahun politik. Tidak masalah pilpres berlangsung satu putaran atau dua putaran. Kepala Riset Praus Capital, Marolop Alfred Nainggolan memperkirakan, pada pekan pilpres ini, IHSG akan bergerak mixed pada rentang 7.150-7.290. 
Awal pekan, IHSG bakal merespons hasil pergerakan bursa global saat Bursa Efek Indonesia (BEI) libur panjang akhir pekan lalu. Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mengingatkan, katalis penting yang akan menjadi penggerak pasar pada pekan ini bukan hanya Pemilu. Dari eksternal, investor bakal mencermati rilis data ekonomi dari Amerika Serikat, Eropa dan Jepang. Ia prediksi IHSG fluktuatif dalam rentang 7.175- 7.330. Pengamat Pasar Modal & Founder WH-Project William Hartanto sepakat. Dari dalam negeri, musim rilis laporan keuangan emiten dan antisipasi terhadap pembagian dividen,  akan turut menjadi sentimen penting bursa. Strategi adalah kunci. Maka,  Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih menjelaskan, strategi investor pada momentum pilpres adalah mempertimbangkan sektor yang lebih defensif. Sedangkan CEO Edvisor Profina Visindo, Praska Putrantyo menyarankan, sebelum pelaksanaan pemilu dan pilpres, pelaku pasar bisa memilih trading jangka pendek atau buy on weakness.

Kredit untuk Anak Usaha ENRG

HR1 07 Feb 2024 Kontan
Anak perusahaan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) yakni EMP Bentu Limited menerima pinjaman dengan total nilai sampai dengan US$ 150 juta. Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Selasa (6/2), kredit ini dari sejumlah pihak. Antara lain Deutsche Bank AG, Singapore Branch, Indies Special Opportunities III Ltd, dan Indies Special Opportunities IV Ltd. Pinjaman ini berbunga 5,5% + secured overnight financing rate (SOFR) 1 bulan, per tahun. Tanggal pelunasan akhir dari pinjaman ini jatuh pada 3 Desember 2027.

Ramai Penerbit Baru Waran Terstruktur

HR1 06 Feb 2024 Kontan

Produk turunan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) terutama waran terstruktur semakin ramai. Terutama setelah kehadiran penerbit alias issuer baru. Senin (5/2) kemarin, CGS-CIMB Sekuritas mencatatkan waran terstrukturnya. Pada penawaran perdana ini, CGS-CIMB Sekuritas menawarkan enam seri dengan underlying saham dari indeks IDX30. Di antaranya, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dan PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Keenam waran terstruktur memiliki kode BBCAYUCX4A, BMRIYUCX4A, MDKAYUCX4A, UNVRYUCX4A, TLKMYUCX4A dan GOTOYUCX4A dengan jangka waktu sembilan bulan dan akan jatuh tempo pada 5 November 2024. Presiden Direktur CGS-CIMB Sekuritas Indonesia, Lim Kim Siah mengatakan, waran terstruktur bisa menjadi pilihan alternatif investasi di pasar modal Indonesia. "Terutama bagi mereka yang memiliki profil risiko investasi agresif," jelas dia, Senin (5/2). Dalam penerbitan perdana ini, CGS-CIMB Sekuritas menggandeng tiga sekuritas lain, yakni PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM), MNC Sekuritas dan KB Valbury Sekuritas sebagai agen penjual.

Kehadiran tiga mitra tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar waran terstruktur dan meningkatkan total nilai harian transaksi waran terstruktur di pasar modal. PT RHB Sekuritas Indonesia sebagai penerbit pertama waran terstruktur di Indonesia turut menyambut baik kehadiran CGS-CIMB Sekuritas di pasar turunan saham. Head Sales & Marketing Equity Derivative RHB Sekuritas, Steinly Atmanagara mengatakan, kehadiran penerbit waran terstruktur yang baru di BEI membuktikan bahwa pasar produk turunan saham akan terus berkembang. Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik mengatakan, dengan penambahan jumlah penerbit, nilai transaksi di pasar waran terstruktur bisa naik. Saat ini waran terstruktur masih terbatas menggunakan underlying saham di indeks IDX30. Seluruh saham di indeks itu seluruhnya telah diterbitkan oleh RHB Sekuritas Indonesia dan PT Maybank Sekuritas Indonesia. Perluasan indeks ini bakal menambah pilihan bagi investor. RHB Sekuritas menargetkan bisa menerbitkan 120 seri waran terstruktur pada tahun ini. Jika underlying indeks diperluas, target jumlah penerbitan RHB Sekuritas juga akan bertambah.

Sektor Batubara Masih Sengsara

HR1 29 Jan 2024 Kontan
Sektor batubara masih dibayangi sejumlah sentimen pemberat. Perayaan tahun baru Imlek di China yang biasanya mengangkat permintaan batubara, diperkirakan tak terlalu berdampak ke harga komoditas ini. Secara historis konsumsi energi biasanya akan meningkat pada tahun baru China. Sebagai gambaran, Imlek 2575 Kongzili akan jatuh sebentar lagi, yakni pada 10 Februari 2024. Namun, menjelang tahun baru kalender lunar itu, harga batubara masih cenderung terkoreksi. Head of Business Development FAC Sekuritas Indonesia, Kenji Putera Tjahaja menilai, faktor perayaan imlek masih belum cukup mendongkrak harga batubara.Pasalnya, sentimen yang menjadi penekan harga masih cenderung dominan. Dari dalam negeri, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sedang menyusun peta jalan pensiun dini Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Yang pasti, ada dua PLTU yang akan dipensiunkan dini, yakni PLTU Cirebon-1 dan Pelabuhan Ratu. Di sisi lain, Kepala Riset Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas menilai, sentimen datangnya Imlek bisa saja mendongkrak harga batubara. Tapi, sifatnya cuma jangka pendek atau minimal hanya bisa menstabilkan harga batubara dari kejatuhan secara langsung. Analis Ciptadana Sekuritas Asia, Thomas Radityo meyakini harga batubara akan tetap berada di atas US$ 100 per ton untuk tahun ini, dengan perkiraan rata-rata US$ 130 per ton. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) diyakini menghasilkan yield dividend sebesar 9,5%, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) dengan estimasi yield sebesar 15,3%, dan PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) dengan perkiraan yield sebesar 9,0%.

Ada Saham Lapis Tiga Masuk LQ45

HR1 27 Jan 2024 Kontan (H)
Bursa Efek Indonesia (BEI) mengocok ulang sejumlah indeks konstituen, salah satunya indeks LQ45. Penilaian BEI kali cukup mengagetkan pelaku pasar. Ada empat penghuni baru Indeks LQ45. Mereka emiten yang baru melantai di bursa tiga tahun terakhir. Mereka adalah PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) dan PT Mitra Pack Tbk (PTMP). Nama terakhir ini menjadi perhatian pasar. Perdagangan saham PTMP tak terlalu istimewa. Kriteria pemilihan saham LQ45 di antaranya mempertimbangkan likuiditas, kapitalisasi pasar, minimal 3 bulan terdaftar di BEI, serta aktivitas transaksi di pasar reguler, yang dilihat dari volume, nilai, dan jumlah transaksi. 

Dihitung kasar, nilai kapitalisasi pasar PTMP tak sampai Rp 1 triliun, tepatnya cuma Rp 900,05 miliar per 26 Januari 2024. Artinya, emiten yang bergerak di bisnis kemasan ini masuk kategori saham third liner. Setahun terakhir (25 Januari 2023 - 25 Januari 2024) nilai perdagangan saham PTMP hanya Rp 2,2 triliun. Jumlah yang diperdagangkan sekitar 12,7 miliar saham. Otoritas bursa bersikukuh dengan keputusannya. 

Jeffrey Hendrik, Direktur Pengembangan BEI menyebut, BEI menggunakan parameter kuantitatif dan kualitatif termasuk nilai, volume, frekuensi, rasio fundamental dan parameter lain dalam penetapan konstituen suatu indeks. Ia enggan membeberkan metodologi rebalancing indeks. Hal ini untuk mencegah penyalahgunaan dari pihak-pihak tertentu. "BEI tidak bisa buka secara penuh, supaya tidak ada pihak yang melakukan upaya tertentu untuk bisa mengikuti rumus perhitungannya," katanya, Jumat (26/1). 

Perubahan susunan LQ45 biasanya diikuti rebalancing portofolio manajer investasi. Tapi, Guntur Putra, CEO Pinnacle Investment Indonesia mengatakan, belakangan, karakteristik LQ45 berbeda dengan IHSG, karena ada perubahan metode pembobotan. "Masuknya PTMP cukup membuat kaget pasar, market cap yang kecil," katanya. Belum memenuhi kriteria masuk reksadana Pinnacle.