;
Tags

Bursa

( 810 )

Kualitas Saham IPO Masih di Bawah Harapan

HR1 29 Aug 2024 Kontan (H)

Kredibilitas Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam meloloskan perusahaan untuk mencatatkan saham di bursa menuai sorotan publik. Mencuat kabar adanya gratifikasi senilai Rp 20 miliar dalam proses pengurusan penawaran umum perdana saham alias initial public offering (IPO). Kasus suap ini melibatkan lima karyawan BEI. Kabar beredar di grup-grup investor saham, praktik seperti ini sudah berlangsung lama. Imbasnya, banyak saham emiten baru di BEI yang kinerjanya tidak perform. Kondisi itu tercermin dari banyaknya harga saham emiten yang baru IPO terjun bebas. Bahkan ada yang sudah masuk ke dalam papan pemantauan khusus dan diperdagangkan secara periodic call auction . Catatan KONTAN, dari 34 emiten yang IPO di sepanjang tahun 2024 berjalan, sudah ada 16 emiten yang harga sahamnya anjlok dari penawaran IPO. Hingga menutup perdagangan bursa Rabu (28/8), penurunan harga paling tajam terjadi pada saham PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) sebesar 76,98%. Emiten ayam goreng yang melantai di BEI pada 15 Februari 2024 ini menetapkan harga penawaran IPO di Rp 278 per saham. Kemarin, saham BAIK tinggal Rp 64.  

Guru Besar Keuangan dan Pasar Modal Universitas Indonesia, Budi Frensidy berpendapat, jumlah emiten baru yang terus naik tidak diiringi peningkatan kualitas perusahaan yang IPO. "Ini karena jumlah pertumbuhan perusahaan IPO setiap tahunnya jadi target BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)," kata dia ke KONTAN, kemarin. Setali tiga uang, Pengamat Pasar Modal, Satrio Utomo mengatakan, selama ini pihak regulator pasar modal hanya terkesan mengejar kuantitas IPO, bukan melindungi masyarakat dan investor. "BEI dan OJK harus lebih jujur, selama ini mereka hanya melindungi beneficial owner alias bandar," katanya. I Gede Nyoman Yetna, Direktur Penilaian BEI menegaskan, selama ini tidak terjadi pelanggaran peraturan oleh calon perusahaan tercatat untuk bisa melantai di BEI. Aman Santosa, Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK menjelaskan, terkait adanya dugaan gratifikasi proses IPO, BEI sudah melakukan koordinasi dengan OJK.

Melihat Peluang di IHSG yang Menawan

HR1 29 Aug 2024 Kontan

Setelah sempat mengalami koreksi pada penutupan perdagangan Selasa (27/8), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tancap gas. Bahkan, menutup perdagangan pada Rabu kemarin (28/8), IHSG kembali memperbarui rekor sepanjang masanya alias all time high (ATH) ke 7.658,87, naik 0,80% dibanding hari sebelumnya. Terakhir, IHSG mencetak rekor baru pada penutupan perdagangan Senin (26/8), dengan menembus level 7.606,19. Indeks bursa nasional juga berhasil menembus rekor intraday tertinggi sepanjang masa di level 7.672,28. Sementara rekor sebelumnya berada di level 7.619 yang terjadi pada 26 Agustus lalu. Meski ada sedikit penurunan hingga penutupan perdagangan, tetapi IHSG masih mampu berada di level 7.600. 

Equity Research Kiwoom Sekuritas Abdul Azis mencermati, penguatan IHSG mencapai rekor disebabkan potensi pemangkasan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS), The Fed, pada September mendatang. Jika terwujud, Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan mengekor langkah The Fed untuk memotong suku bunganya. Andrey Wijaya, Head of Research RHB Sekuritas menambahkan, katalis utama pergerakan IHSG saat ini adalah pergerakan nilai tukar rupiah. Pasalnya, nilai tukar rupiah terus menguat terhadap dolar AS. Kemarin, rupiah di pasar spot ditutup Rp 15.422 per dolar AS, menguat 0,47% dari sehari sebelumnya di Rp 15.495 per dolar AS. Setali tiga uang, Kiwoom Sekuritas juga mengatrol naik target IHSG di sisa tahun 2024. Sekuritas ini masih mempertahankan target IHSG di posisi 7.800. Di tengah penguatan IHSG, Azis menyarankan IHSG bisa melirik saham-saham big caps yang valuasinya masih murah. Head of Equity Research Mandiri Sekuritas, Adrian Joezer menjelaskan, saat ini pasar memproyeksikan adanya pemotongan suku bunga The Fed sebesar 100 basis poin (bps) di kuartal terakhir 2024. Sebelumnya, Mandiri Sekuritas hanya memprediksi pemangkasan suku bunga The Fed sebesar 25 bps.

Bursa Terhuyung oleh Dugaan Skandal IPO

HR1 28 Aug 2024 Kontan (H)

Dunia pasar modal Indonesia kembali geger. Secarik kertas tanpa identitas nama pengirim diterima sejumlah awak media, Senin (26/8). Isinya cukup mengejutkan: lima orang karyawan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dipecat pada periode Juli-Agustus 2024. Pemecatan itu diduga buntut dari pelanggaran yang dilakukan lima orang oknum karyawan BEI terkait permintaan imbalan dan gratifikasi jasa agar saham emiten bisa tercatat di BEI. Kelima oknum BEI itu diduga membentuk sebuah perusahaan jasa penasihat, yang dijadikan tempat penampungan dana gratifikasi sebesar Rp 20 miliar. Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia Kautsar Primadi Nurahmad mengakui, telah terjadi pelanggaran etika yang melibatkan oknum karyawan BEI. Namun, I Gede Nyoman Yetna, 

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia enggan merinci soal alasan pemecatan oknum karyawan BEI yang telah melanggar etika tersebut. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif & Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Inarno Djajadi, membenarkan, ke lima karyawan BEI yang diduga melanggar kode etik sudah dipecat. Dugaan suap karyawan BEI menambah daftar kasus kelam di pasar modal Indonesia. Memprihatinkan, ini terjadi ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berulang kali mencetak rekor barunya sepanjang masa atau all time high (ATH). Pengamat pasar modal sekaligus Direktur Avere Investama, Teguh Hidayat menilai, kasus gratifikasi IPO bermasalah bisa menyebabkan minat investasi di pasar modal semakin merosot. Sepanjang tahun berjalan ini, emiten-emiten yang menggelar IPO juga hanya mencari dana 'recehan'. Di sepanjang Juli lalu, misalnya, bursa saham Indonesia dibanjiri emiten-emiten berskala kecil yang mencari pendanaan lewat IPO di bawah Rp 100 miliar. Pengamat pasar modal dan mantan Direktur Utama BEI Hasan Zein Mahmud menyatakan, BEI perlu menjalankan transparansi dalam memilih calon emiten baru.

Ekspansi ke Pasar Ekspor

HR1 28 Aug 2024 Kontan

Emiten farmasi PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) terus melebarkan sayap ke pasar ekspor. Kali ini, KLBF tengah menyasar Afrika dan Timur Tengah, sembari tetap memperkuat kehadirannya di pasar Asia Tenggara. Direktur Kalbe Farma, Kartika Setiabudy mengatakan, sebagai langkah awal, KLBF perlu mendapatkan persetujuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di masing-masing negara. KLBF juga gencar memperkuat posisi di Asia Tenggara. Khususnya di Filipina, Myanmar dan Malaysia. Ketiga negara ini memberikan pertumbuhan yang baik terhadap penjualan KLBF di kawasan ASEAN. Untuk pasar ASEAN, KLBF mulai memperkuat posisi di Thailand. Pada pertengahan 2024, KLBF melalui anak usahanya Kalbe International Pt Ltd. telah mengakuisisi 49% saham Alliance Pharma Co Ltd. 

Dengan aksi korporasi itu, peluang melakukan penetrasi pasar di Negeri Gajah Putih telah terbuka lebar. Kartika mengatakan, pasar Thailand khususnya obat resep sangat positif, khususnya obat-obatan khusus, onkologi dan kanker. Demi menjaga margin, KLBF juga berupaya melepas ketergantungan dari bahan baku impor yang rentan dipengaruhi fluktuasi rupiah. KLBF pun berupaya meningkatkan kemampuan untuk memproduksi bahan baku obat sendiri. Terbaru, KLBF telah menjalin kerja sama dengan Livzon Pharmaceutical Group Inc dengan mendirikan perusahaan patungan untuk memproduksi bahan baku obat yang akan dimanfaatkan untuk pasar dalam dan luar negeri. Equity Research BRI Danareksa Sekuritas, Natalia Sutanto memperkirakan, segmen obat speciality KLBF seperti onkologi dan biosimilar akan meningkat secara bertahap di masa mendatang. Natalia mempertahankan rekomendasi beli KLBF dengan target harga di Rp 1.800 per saham.

Mengincar Keuntungan di Saham Indeks Global

HR1 26 Aug 2024 Kontan

Dua indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan Financial Times Stock Exchange (FTSE) kembali melakukan rebalancing saham penghuni indeksnya. Terbaru, Jumat pekan lalu (23/8), FTSE mengumumkan Global Equity Index Series Semi-Annual Review September 2024. Kocok ulang saham konstituen FTSE Global Equity Index dengan tinjauan kuartalan ini akan berlaku efektif pada Senin (23/9). Sebelumnya, MSCI telah mengumumkan rebalancing indeks pada 12 Agustus 2024. Indeks FTSE melakukan rebalancing saham pada empat kategori, yakni large cap, middle cap, small cap dan micro cap. CEO Pinnacle Persada Investama, Guntur Putra menilai, rebalancing indeks global, terutama FTSE kategori large cap cukup sesuai ekspektasi. Guntur mengamati, saham-saham yang masuk ke FTSE dan MSCI umumnya memiliki prospek positif. "Terutama karena mereka berpotensi menarik minat dari manajer investasi global yang akan menyesuaikan portofolionya dengan indeks baru," ungkap Guntur kepada KONTAN, Minggu (25/8). Sepanjang pekan lalu, investor melakukan akumulasi beli bersih (net buy) dengan total nilai Rp 8,25 triliun. Sejak awal tahun ini, total net buy asing mencapai Rp 12,63 triliun per Jum'at (23/8). 

Direktur Reliance Sekuritas Indonesia Reza Priyambada turut melihat, ada persepsi aliran dana asing akan mengalir ke dalam transaksi saham-saham yang masuk indeks global tersebut. Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi memprediksi, rebalancing indeks global bisa berdampak positif bagi pasar. Kocok ulang ini bakal memberikan dorongan konstituen baru dengan peningkatan likuiditas untuk mendongkrak saham. Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengingatkan, ada kemungkinan sejumlah saham yang masuk ke dalam indeks global tidak bergerak naik secara signifikan. Kondisi itu bisa terjadi karena pelaku pasar telah mengantisipasi terlebih dulu sebelum pengumuman rebalancing indeks.

BEI Dorong Transaksi SSF dengan Insentif

HR1 23 Aug 2024 Kontan

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan volume transaksi Single Stock Futures (SSF) bisa menembus 1 juta kontrak di 2025. Namun pada tahap awal, BEI akan lebih gencar melakukan sosialisasi atas produk investasi derivatif baru ini. Kepala Divisi Pengembangan Bisnis BEI 1, Firza Rizqi Putra menjelaskan, produk SSF akan dirilis resmi pada September mendatang. Sebelumnya, BEI telah melakukan soft launching SSF pada 12 Agustus 2024. "Target kami tahun ini lebih pengenalan produk SSF ke investor," katanya, dalam edukasi wartawan secara daring, Kamis (22/8). Untuk menggencarkan transaksi SSF, BEI juga aktif melakukan sosialisasi dengan menggelar roadshow bersama anggota bursa (AB) derivatif dan kantor perwakilan BEI yang tersebar di berbagai kawasan. BEI turut memasukan produk SSF dalam materi Sekolah Pasar Modal (SPM) untuk calon investor. Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik menambahkan, untuk menarik minat investor melakukan transaksi SSF, BEI akan memberikan sejumlah insentif. 

Antara lain, potongan biaya transaksi derivatif kepada broker sebesar 75% dari Rp 1.000 per kontrak. Artinya, anggota bursa derivatif hanya dikenakan biaya Rp 250 per kontrak. "Kami memberikan insentif dalam bentuk biaya transaksi yang lebih murah. Ada diskon di tahap awal ini sebesar Rp 250 per kontrak. Insentif biaya ini belum ditetapkan batas akhirnya," jelas Jeffrey. BEI juga memberikan insentif berupa dukungan sistem kepada calon AB derivatif baik, sistem trading maupun online trading. Harapannya, dapat menekan biaya investasi yang dikeluarkan AB jika ingin terjun ke produk derivatif. Dengan begitu, jumlah AB derivatif bisa bertambah. Produk SSF mulai ditransaksikan Binaartha Sekuritas pada 22 Juli 2024. Sebagai catatan, per Rabu (21/8), nilai transaksi futures di BEI mencapai Rp 123,29 juta dengan volume sebanyak 348 kontrak. BEI telah memilih saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) sebagai underlying atau aset dasar produk SSF.

Bursa Tetap Bersinar

HR1 23 Aug 2024 Bisnis Indonesia (H)

Meskipun mengalami koreksi pada perdagangan Kamis, 22 Agustus, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan kembali menguat di sisa tahun 2024. Pada perdagangan sebelumnya, IHSG mencapai rekor tertinggi sepanjang masa (all time high) di level 7.554,59. Penurunan sebesar 0,87% yang terjadi pada Kamis ini disebabkan oleh aksi ambil untung dan situasi politik yang memanas, terkait demonstrasi besar-besaran menolak pengesahan RUU Pilkada. Namun, para pelaku pasar tetap optimistis bahwa tren positif IHSG akan berlanjut, didorong oleh masuknya aliran dana investor asing.

Menurut Satria Sambijantoro, Head of Research Bahana Sekuritas, "Aksi beli investor asing ke pasar saham Indonesia berpotensi berlanjut karena masih banyak katalis positif." Ia menambahkan bahwa meskipun IHSG sempat tertekan akibat demonstrasi, stabilitas politik Indonesia dinilai masih lebih kondusif dibandingkan negara-negara lain.

Fath Aliansyah Budiman, Senior Research Analyst Lotus Andalan Sekuritas, menambahkan bahwa IHSG masih dapat reli dan mencapai level 7.800-8.000. Menurutnya, "Masuknya arus modal asing membuat pasar percaya diri sehingga IHSG kerap mencapai rekor baru."

Sementara itu, Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, juga melihat peluang akumulasi saham oleh investor asing yang masih terbuka, dengan target IHSG mencapai 7.640-7.720 di akhir tahun 2024.

IHSG Menghijau ke Rekor Baru di 7.500

KT3 21 Aug 2024 Kompas

Indeks Harga Saham Gabungan kembali memecahkan rekor terbaru pada Selasa (20/8). Penguatan bersama bursa saham global menunjukkan optimism pasar pada penurunan suku bunga September mendatang. IHSG yang sehari sebelumnya melonjak ke level 7.466 melanjutkan pertumbuhan pada awal perdagangan hari ini hingga menembus level 7.500. Penguatan itu ditopang kenaikan harga saham di indeks keuangan, bahan baku, dan konsumer siklikal. Investor tercatat melakukan pembelian bersih senilai Rp 353 miliar, awal pekan ini. Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai, pergerakan IHSG masih berada di fase kenaikan.

Hal tersebut sejalan dengan laporan teknikal mereka yang memprediksi IHSG akan menguji level 7.513 jika berhasil melewati harga 7.488. ”Ke depan, kami perkirakan penguatan IHSG relatif terbatas dan rawan terkoreksi,” katanya hari ini. Pengamat pasar modal, Lanjar Nafi, mengatakan, IHSG di level 7.500 belum sepenuhnya terdorong dari saham-saham berkapitalisasi besar. Peningkatan ini lebih dipengaruhi kenyamanan investor akan masa depan arah suku bunga BI dan bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed). Sentimen positif dalam negeri lainnya juga dipicu RAPBN 2025 yang diumumkan pekan lalu.

Dengan RAPBN antara yang ada, Lanjar menilai, peralihan presiden di Oktober besok diperkirakan terjadi lebih terukur. Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro, dalam analisisnya mencatat, sejumlah bursa global mengalami penguatan di akhir perdagangan kemarin, Senin (19/8). Indeks di pasar saham AS menguat, seperti Dow Jones menguat 0,58 % ke 40.896,53 dan indeks S&P 500 naik 0,97 % ke 5.608,25. Indeks pasar modal Eropa juga mengalami tren kenaikan. Bursa CAC Perancis naik 0,70 % ke 7.502,01 dan DAX Jerman tumbuh 0,54 % ke 1.8421,69. ”Optimisme investor tinggi karena mereka mengantisipasi potensi pemangkasan suku bunga oleh The Federal Reserve dengan pidato kunci Kepala The Fed Jerome Powell di Simposium Jackson Hole,” ujarnya. (Yoga)


IHSG BEI Mengukir Rekor Penutupan Tertinggi

KT1 21 Aug 2024 Investor Daily (H)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengukir rekor penutupan tertinggi sepanjang masa atau all time high (ATH), Selasa (20/8/2024), naik 0,9% dari hari sebelumnya. Ini merupakan ATH indeks kesembilan sepanjang 2024. Tidak hanya itu, IHSG hari ini mengukir ATH intraday di level 7.538, kemarin. Sebelumnya rekor tertinggi intraday IHSG terjadi pada Senin (19/9/2-24) di level 7.466,8. Sepanjang 2024, indeks menguat 3,59%, setelah sebelumnya sempat terpuruk hingga ke level 6.726. Penguatan indeks diyakini terus berlanjut hingga akhir 2024. Sejumlah broker kini mematok target IHSG berkisar 7.700-8.000. Katalistnya adalah ekspektasi penurunan suku bunga acuan AS Federal Funds Rate (FFR) pada September 2024. Kini probabilitas penurunan FFR bulan depan sudah mencapai 100%. (Yetede)

Tanda-Tanda Saham Potensial Untung

HR1 21 Aug 2024 Bisnis Indonesia (H)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada Selasa (20/8), yang memberikan sinyal kuat bagi investor untuk kembali berburu saham pilihan. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, mengungkapkan bahwa IHSG mencapai level 7.533,98, meningkat 3,59% secara year-to-date (YtD). Pihaknya merevisi target IHSG ke level 7.640-7.720, dengan prediksi potensi bullish hingga akhir tahun 2024.

Nico menilai bahwa kenaikan IHSG didorong oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve AS dan valuasi menarik di sektor keuangan serta consumer non-cyclical. Ia menyarankan investor untuk memperhatikan saham lapis kedua yang memiliki fundamental kuat. Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan saham-saham seperti BBCA, BMRI, BBRI, dan AMRT.

Fath Aliansyah Budiman, Senior Research Analyst Lotus Andalan Sekuritas, menambahkan bahwa IHSG berpotensi mencapai level 7.800—8.000 pada 2024, didorong oleh sentimen positif global dan domestik. Sementara itu, Ike Widiawati, Head of Retail Research Sinarmas Sekuritas, melihat peluang IHSG melanjutkan penguatan hingga 7.900, dengan dukungan dari penurunan suku bunga The Fed, stabilitas politik, dan inflow asing.

Saham lapis kedua yang tergabung dalam indeks SMC Likuid dinilai lebih atraktif karena peluang rebound yang tinggi, dengan potensi dividen interim dari saham-saham seperti BBCA, BBRI, dan UNTR.