;
Tags

Transportasi

( 1415 )

Delapan Jurus Pendongkrak Pertumbuhan Ekonomi Kuartal 1-2025

KT1 18 Feb 2025 Investor Daily (H)
Pemerintah merilis depan kebijakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kuartal 1-2025. Ini merupakan langkah strategis di tengah tren pelemahan daya beli masyarakat sejak 2024 dan perlambatan pertumbuhan ekonomi sejak 2023. Pelemahan daya beli terlihat pada penurunan penjualan produk manufaktur seperti mobil, motor, dan semen. Selain itu, indeks keyakinan  konsumen (IKK) pada Januari 2025 mencapai 127,2 lebih rendah dari perkiraan sebesar 128 dan Desember 2024 sebesar 127,7.  Berdasarkan Satuan  Gabungan Industri Kendaraan bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil secara bulanan (month on mom/mom) turun 22,5% dan secara tahunan 11,3% menjadi 61.843 unit pada Januari 2025, melanjutkan tren buruk sejak tahun lalu, yakni turun 13,5% menjadi 865 ribu unit. Sementara itu, data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menunjukkan, penjualan sepeda motor domestik turun 6% menjadi 557 ribu unit pada Januari 2025, dibandingkan bulan sama tahun lalu 592 ribu unit. Padahal, tahun lalu, penjualan sepeda motor masih naik tipis menjadi 6,3 juta unit dari tahun sebelumnya 6,2 juta unit. (Yetede)

Cara Pesan Connecting Train di KAI Access

KT1 18 Feb 2025 Tempo
PT Kereta Api Indonesia (KAI) terus berinovasi dalam memberikan layanan terbaik bagi penumpang, salah satunya dengan menghadirkan fitur Connecting Train di aplikasi KAI Access. Fitur ini menjadi solusi bagi penumpang yang kehabisan tiket kereta langsung atau mencari alternatif perjalanan dengan kombinasi jadwal kereta api. Dengan fitur ini, penumpang dapat menggunakan dua kereta dalam satu perjalanan dengan sistem persambungan, sehingga perjalanan tetap dapat dilakukan meskipun tiket langsung sudah habis. Connecting Train adalah fitur pencarian yang membantu penumpang menemukan jadwal kereta alternatif jika rute yang diinginkan tidak memiliki akses langsung, tiket sudah habis, atau jadwal kereta langsung tidak sesuai dengan kebutuhan perjalanan. Fitur ini hanya berlaku untuk perjalanan kereta antar kota dan dapat digunakan untuk kombinasi kelas kereta yang berbeda, seperti ekonomi dengan eksekutif atau eksekutif dengan eksekutif.

Dengan adanya fitur ini, penumpang memiliki kesempatan lebih besar untuk mendapatkan tiket perjalanan tanpa harus menunggu jadwal kereta langsung yang mungkin sudah penuh atau tidak tersedia pada tanggal yang diinginkan. Selain itu, fitur ini juga memberikan fleksibilitas bagi penumpang yang ingin menyesuaikan jadwal perjalanan mereka sesuai dengan kebutuhan. 1. Buka aplikasi KAI Access dan cari tiket seperti biasa. 2. Jika tiket langsung tidak tersedia, tombol "Connecting Trains" akan muncul secara otomatis. 3. Klik tombol tersebut untuk melihat opsi perjalanan dengan kereta sambungan. 4. Jika tersedia, informasi tiket akan ditampilkan, termasuk tarif, durasi perjalanan, serta stasiun transit. 5. Lanjutkan proses pemesanan hingga selesai dan lakukan pembayaran. 6. Setelah tiket berhasil dipesan, penumpang akan mendapatkan dua kode booking untuk dua kereta yang digunakan dalam perjalanan.

Jumlah Maksimal Kereta: Penumpang dapat menggunakan maksimal dua kereta dalam satu perjalanan, sehingga akan mendapatkan dua kode booking yang berbeda. Jarak Waktu Transit: Waktu tunggu antara kereta pertama dan kedua minimal 1 jam dan maksimal 24 jam, sehingga penumpang memiliki cukup waktu untuk berpindah ke kereta berikutnya. Perubahan Jadwal dan Pembatalan: Penumpang memiliki fleksibilitas untuk mengubah jadwal atau membatalkan tiket, baik untuk salah satu kereta atau keduanya sesuai dengan kebijakan KAI. Layanan Tambahan (Add-ons): Penumpang dapat menambahkan berbagai layanan tambahan dalam perjalanan mereka, seperti asuransi perjalanan dan taksi Bluebird. Asuransi: Pemesanan asuransi dilakukan secara otomatis untuk seluruh penumpang dalam satu perjalanan Connecting Train dan berlaku untuk kedua kereta. (Yetede)


Pengemudi Ojek Online Unjuk Rasa

KT1 17 Feb 2025 Tempo

Serikat pengemudi online kembali memprotes hubungan kerja kemitraan dengan perusahaan penyedia aplikasi layanan transportasi daring. Para pengemudi ojek online (ojol), taksi online (taksol), hingga kurir akan menggelar demo dan aksi off bid atau mematikan aplikasi massal pada Senin hari ini, 17 Februari 2025.

Serikat Pekerja Angkutan Indonesia (SPAI) menganggap sistem kemitraan dengan perusahaan telah gagal memberi kepastian hukum bagi pengemudi sebagai pekerja. "Fleksibilitas dalam kemitraan adalah dalih platform untuk menghindar dari kewajiban membayar THR dan hak-hak pekerja kepada pengemudi ojol, taksol, dan kurir," kata Ketua SPAI Lily Pujiati melalui keterangan tertulis pada Senin, 17 Februari 2025.


Lily berujar fleksibilitas dalam hubungan kemitraan menciptakan persaingan usaha yang tidak sehat. Sebabnya, setiap platform berlomba untuk menerapkan tarif murah, sehingga yang menjadi korban adalah pengemudi yang hanya mengantongi sebagian dari tarif tersebut. Adapun berbagai insentif yang diberikan platform untuk pengemudi juga Lily rasa belum berhasil mensejahterakan para ojol. "Karena itu semua ternyata memaksa pengemudi untuk terus-menerus bekerja tanpa istirahat melebihi ketentuan jam kerja 8 jam," ujar Lily. Lily mengklaim masih ada pengemudi ojol yang terpaksa bekerja 17 jam bahkan lebih. Alasannya, pendapatan mereka dihitung per pesanan di aplikasi sehingga harus bekerja ekstra agar bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari.


Menurut Lily, pengemudi online selama ini telah memberikan kontribusi yang signifikan bagi ekonomi dan bisnis layanan transportasi daring. Namun, kata dia, selama ini platform bisnis sangat diuntungkan dengan profit yang tinggi dengan mengorbankan kesejahteraan pengemudi ojol. Lily menyatakan keuntungan platform salah satunya meningkat karena perusahaan tidak membayar upah minimum dan hak pekerja lainnya. "Seperti upah lembur, cuti haid dan melahirkan, jam kerja 8 jam," ucap Lily. Lily menyebut kondisi tersebut sebagai ketidakadilan ekonomi. Dibanding kemitraan, kata dia, perusahaan seharusnya menyediakan perjanjian kerja yang bisa menjamin hak-hak para pengemudi seperti diatur Undang-Undang Ketenagakerjaan. (Yetede)



Pengembang Perumahan Desak Pemerintah Selesaikan Blueprint Peta Jalan Program 3 Juta Rumah.

KT1 17 Feb 2025 Tempo
Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Junaidi Abdillah berharap Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait segera menyelesaikan blueprint peta jalan program 3 juta rumah. Pasalnya, Apersi perlu mengetahui rumusan program pembangunan rumah di desa, kota, dan pesisir, berikut aturan dan ketentuannya. Dengan begitu, Apersi bisa ambil peran yang tepat dalam program tersebut. “Harusnya kementerian ini sudah punya blueprint 3 juta rumah di pedesaan dan di perkotaan. Itu sampai sekarang kami belum tahu,” kata Junaidi saat dihubungi Tempo pada Jumat, 14 Februari 2025. “Belum ada blueprint, kami bekerja belum jelas. Tidak ada acuan.”

Program 3 juta rumah per tahun merupakan program yang dijanjikan Presiden Prabowo Subianto sejak kampanye Pilpres 2024. Prabowo akan membangun satu juta rumah di perkotaan dan dua juta rumah di pedesaan. Karena itu, Prabowo membentuk Kementerian PKP. Sebelumnya, urusan perumahan di era  Presiden  Jokowi berada di bawah komando Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Belum terbitnya blueprint peta jalan program 3 juta rumah hingga lewat 100 hari kerja pemerintahan Prabowo yang jatuh pada 28 Januari lalu menjadi sorotan Dosen Tata Kota Universitas Trisakti Nirwono Joga. Terlebih, sejak awal Nirwono sudah mengingatkan agar rencana induk program 3 juta rumah dimatangkan agar program ini terealisasi. Menurut dia, rencana induk diperlukan untuk menyamakan persepsi tentang program 3 juta rumah, terutama antara pemerintah pusat dengan daerah.

“Bagaimana mau kerja kalau rencana induk belum ada? Ini kan terkait dengan informasi ke daerah yang mau dibangun,” kata Nirwono kepada Tempo. Menurut Nirwono, seharusnya program 3 juta rumah—terutama program 2 juta rumah di pedesaan—sudah dimulai masuk tahap sosialisasi. “Disosialisasikan, dicek benar-benar butuh tidak? Di kota mana, berapa jumlahnya? Itu akan tergambar kalau ada rencana induk,” kata dia. Komisi V DPR RI  sudah menagih dokumen peta jalan ataupun blueprint  program 3 juta rumah kepada Kementerian PKP saat rapat kerja di DPR pada Selasa, 3 Desember 2024. Dalam forum tersebut,  Wakil Ketua Komisi V Syaiful Huda mengatakan blueprint menjadi hal penting untuk memberi kepastian kepada masyarakat. (Yetede)


Sri Mulyani Keluarkan Aturan Insentif PPh 21 bagi Karyawan Industri Tekstil hingga Furnitur

KT1 17 Feb 2025 Tempo
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati telah mengeluarkan aturan insentif Pajak Penghasilan Pasal 21 (PPh 21) pada 4 Februari 2025 lalu. Peraturan tersebut memuat keringanan PPh 21 bagi pegawai di industri alas kaki, tekstil dan pakaian jadi, furnitur, kulit dan barang dari kulit. Kebijakan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 10 Tahun 2025 tentang Pajak Penghasilan Pasal 21 atas Penghasilan Tertentu yang Ditanggung Pemerintah dalam Rangka Stimulus Ekonomi Tahun Anggaran 2025 Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pajak Dwi Astuti mengatakan aturan ini merupakan bagian dari stimulus ekonomi.  “Penerbitan PMK ini merupakan wujud komitmen pemerintah untuk tetap menjaga daya beli masyarakat melalui paket-paket stimulus yang diberikan,” ujarnya lewat keterangan resmi,

Senin, 17 Februari 2025. Insentif PPh 21 Ditanggung Pemerintah (PPh 21 DTP) ini berlaku mulai masa pajak Januari 2025 atau masa pajak bulan pertama bekerja di tahun 2025. Aturan ini telah resmi berlaku sejak ditetapkan pada 4 Februari 2025.  Keringanan ini diberikan kepada pegawai dengan penghasilan bruto yang diterima tidak lebih dari Rp 10 juta per bulan atau Rp 500 ribu per hari. Pemberi kerja harus memiliki kode klasifikasi lapangan usaha sebagaimana tercantum dalam Lampiran A PMK ini. Terdapat 56 kode industri yang terlampir seperti Industri Persiapan Serat Tekstil dengan kode 13111, Industri Pemintalan Benang dan lainnya dengan kode 13112, hingga Industri Furnitur dari Logam dengan kode 31004.Dwi mengatakan latar belakang penerbitan PMK ini adalah sebagai upaya mempertahankan daya beli masyarakat. Selain itu, kebijakan ini juga bertujuan menjaga stabilitas perekonomian nasional. Aturan ini merupakan tindak lanjut dari kenaikan tarif PPN sebesar 1 persen menjadi 12 persen pada 1 Januari 2025 lalu.

Program Dana Desa Hasilnya Timpang Satu Dekade

KT3 17 Feb 2025 Kompas (H)
Sepuluh tahun penyaluran dana desa dampaknya belum dirasakan merata di seluruh Indonesia. Data Indeks Desa Membangun yang digunakan untuk mengukur kemajuan desa menyebut ada kesenjangan antara wilayah barat dan timur Indonesia. Analisis Tim Jurnalisme Data Kompas menunjukkan, dana desa belum sepenuhnya mendukung pencapaian target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024, yaitu 10.559 desa mandiri dan 3.232 desa tertinggal pada 2024. Jumlah desa mandiri memang meningkat menjadi 17.203, tetapi desa tertinggal masih 6.100, jauh di bawah target. Berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM), pemerintah mengklasifikasikan desa dalam lima status, yakni desa mandiri (skor di atas 0,8155), maju, berkembang, tertinggal, dan sangat tertinggal (skor 0,4907-0,5989). Desa mandiri memiliki ketahanan sosial, ekonomi, dan ekologi yang kuat, sedangkan desa sangat tertinggal rentan terhadap bencana, ekonomi lemah, dan konflik sosial.

Dari data IDM terlihat, skor desa-desa di wilayah Indonesia barat tumbuh 27,3 persen, di Indonesia timur hanya 22,3 persen atau di bawah rata-rata nasional yang tumbuh 25,8 persen. Ketimpangan dalam pembangunan desa antarwilayah barat dan timur terlihat salah satunya dengan lebih banyaknya pertambahan desa yang memiliki jalan layak dan sistem limbah cair di wilayah barat. Untuk menelaah lebih dalam ketimpangan pembangunan desa, Kompas menganalisis mikrodata survei Potensi Desa BPS 2014 dan 2021, lalu memilih empat indikator yang mencerminkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam IDM. Keempat indikator adalah jalan aspal, sistem pengolahan limbah cair rumah tangga, pos kesehatan desa (poskesdes), dan pos pendidikan anak usia dini (PAUD).

Pada 2014–2021, jumlah desa dengan jalan aspal yang dapat dilalui sepanjang tahun bertambah 8.520 desa di Indonesia barat. Data ini timpang dengan yang ada di Indonesia timur, yakni 3.785 desa. Sementara desa dengan sistem instalasi pengolahan air limbah layak bertambah 8.925 desa di Indonesia barat, sedangkan di Indonesia timur ada 2.913 desa. Peningkatan serupa terjadi pada pos PAUD, yang bertambah 2.530 desa di kawasan timur dan 11.357 desa di barat. Indonesia timur unggul tipis untuk indikator poskesdes. Pertambahan poskesdes di Indonesia timur mencapai 1.400 unit, sedangkan di barat 1.812 unit. Namun, sebelum adanya dana desa, 48 persen desa dibarat sudah memiliki poskesdes, sedangkan di timur baru 28 persen desa yang memiliki poskesdes. Sosiolog perdesaan dari IPB University, Ivanovich Agusta, menilai, meskipun sudah berjalan 10 tahun, program Dana Desa belum berhasil membangun desa-desa di wilayah Indonesia timur, khususnya Papua. (Yoga)


Resep Lompatan Untuk MBG

KT3 17 Feb 2025 Kompas
Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto. Meskipun program itu sempat diragukan sebagian pihak karena keterbatasan anggaran negara, penerima manfaat program ini terus meningkat. Bahkan, ditargetkan 6 juta penerima pada Juli nanti. Program MBG yang dimulai pada6Januari lalu awalnya memiliki jumlah penerima manfaat sebanyak 600.000 siswa yang tersebar di 26 provinsi. Sebagai salah satu janji politik, Presiden Prabowo pun berupaya mengakselerasi program unggulan tersebut. Sekitar satu bulan kemudian, jumlah penerima manfaat bisa mencapai 770.000 siswa atau meningkat 28 persen. Penambahan jumlah penerima manfaat itu pun diungkapkan Presiden Prabowo dalam acara puncak perayaan HUT Ke-17 Partai Gerindra di Sentul International Convention Center, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (15/2/2025). ”Saya diberi tahu bahwa beberapa hari ini sudah sampai 770.000 anak dan akhir bulan Februari sudah sampai1juta. Diharapkan akhir Juli sudah sampai 6 juta, minimal,” ujar Prabowo yang juga Ketua Umum Partai Gerindra.

Target yang dicanangkan Presiden, yakni 6 juta penerima manfaat hingga Juli nanti, terbilang sangat tinggi. Hal itu berarti Badan Gizi Nasional (BGN) selaku badan yang mengelola pelaksanaan MBG harus meningkatkan jumlah penerima manfaat hingga 10 kali lipat dari jumlah penerima pada Februari ini, dalam waktu lima bulan. Lantas, apa resep Prabowo untuk akselerasi program ini? Di sejumlah sekolah, program ini dapat disaksikan dengan hadirnya distribusi makanan sehat dan bergizi bagi para pelajar pada pagi atau siang hari. Makanan itu diproduksi oleh 190 satuan pelayanan pemenuhan gizi. Presiden menuturkan, program MBG merupakan salah satu program yang eksekusinya cepat. Hal ini lantaran masa transisi dari Presiden ke-7 RI Joko Widodo ke dirinya berjalan mulus. Apalagi, BGN yang bertanggung jawab atas program ini telah dibentuk di era pemerintahan Jokowi. Alhasil, program MBG dapat dimulai pada 79 hari setelah Prabowo dilantik sebagai Presiden ke-8 RI. ”Beliau (Jokowi) yang bentuk (BGN) sehingga kita sudah kerja sebelum Oktober dan Januari kita sudah gelar,” kata Prabowo. Didukung penambahan anggaran dari efisiensi Presiden pun terus berupaya menambah anggaran untuk MBG.

Di awal pemerintahan, anggaran untuk MBG sekitar Rp 71 triliun. Kemudian, jumlahnya terus bertambah menjadi Rp 171 triliun. Penambahan anggaran itu berasal dari kebijakan efisiensi anggaran, lewat Inpres Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam APBN dan APBD 2025. Presiden menuturkan, akan ada tiga kali penghematan anggaran negara. Pada putaran pertama, negara menargetkan penghematan sebesar Rp 306 triliun. Putaran kedua ditargetkan mencapai Rp 308 triliun. Penambahan anggaran untuk MBG juga akan datang dari dividen badan usaha milik negara (BUMN). Dengan demikian, Presiden menargetkan ada penghematan anggaran sekitar Rp 750 triliun. Sebagian dari hasil penghematan itu, sekitar 24 miliar dollar AS atau setara Rp 390 triliun, akan digunakan untuk membiayai program MBG. ”Biasa ada yang nyinyir, mana bisa kasih makan. Mana bisa, uangnya enggak ada. Uangnya ada, Bung,” ujarnya. Presiden mengatakan, rakyat dan anak-anak tidak boleh kelaparan. Apabila ada anak dari kelompok masyarakat kaya sudah kenyang dan makan enak, makanan dari program MBG dapat diberikan kepada orang lain. Namun, Presiden mengingatkan agar jangan menghina makanan yang diberikan oleh negara. (Yoga)

Daerah Kewalahan Menangani TPA

KT3 17 Feb 2025 Kompas
Sejumlah pemerintah daerah kewalahan menangani sampah di wilayahnya. Penanganan sampah memerlukan upaya bersama pemerintah pusat-daerah. Persoalan sampah di sejumlah daerah umumnya seputar masalah tempat pemrosesan akhir (TPA). TPA seharusnya memproses sampah menjadi material ramah lingkungan, seperti diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Namun, berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), 306 dari 550 TPA masih menggunakan sistem pembuangan terbuka (open dumping) yang mencemari lingkungan. Contoh terakhir terjadi di TPA Basirih di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. KLH menjatuhkan sanksi administratif kepada Unit Pelaksana Teknis Daerah TPA Basirih karena tidak mengelola sampah sesuai UU Pengelolaan Sampah. TPA Basirih masih menggunakan metode pembuangan terbuka. Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup KLH menyegel TPA Basirih per 1 Februari 2025. Sanksi yang diberikan pemerintah pusat ini berdampak pada masalah sampah Kota Banjarmasin.

Dua pekan sejak penutupan TPA Basirih, Jumat (14/2/2025), sampah terlihat menumpuk di beberapa sudut Kota Banjarmasin karena tidak terangkut (Kompas.id, 14/2/2025). Persoalan sampah di Kota Banjarmasin ini juga dialami dan bakal dialami sejumlah kota dan kabupaten lain, seperti TPA Piyungan di Yogyakarta tahun 2024. Hal itu karena Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq akan menindak 306 TPA yang masih menerapkan sistem pembuangan terbuka. UU Pengelolaan Sampah memang mengamanatkan pengelolaan sampah yang ramah lingkungan, bukan dengan sistem pembuangan terbuka. Dalam UU tersebut, pemerintah kabupaten dan kota juga diminta memantau dan mengevaluasi secara berkala setiap enam bulan selama 20 tahun terhadap TPA dengan sistem pembuangan terbuka yang telah ditutup. Kita mendukung kebijakan pemerintah pusat yang menyegel 306 TPA tersebut agar pemerintah daerah serius mengelola sampahnya. Sanksi penyegelan TPA Basirih, misalnya, membuat Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina membuat kebijakan menindaklanjuti penyegelan TPA Basirih.  (Yoga)

Efisiensi Anggaran Jangan Sampai Menjalar pada Ganggu Investasi ke Pendidikan

KT3 17 Feb 2025 Kompas
Sejak akhir pekan lalu, jagat dunia maya gencar dengan tagar yang menyerukan kondisi darurat pendidikan Indonesia terkait pemangkasan anggaran pendidikan, baik di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah maupun Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Selain tanda peringatan darurat dengan gambar Garuda merah, tagar #SaveKIPKuliah dan #Darurat Pendidikan juga ramai diperbincangkan di media sosial. Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), Ubaid Matraji, mengatakan, pendidikan adalah investasi masa depan bangsa. ”Jangan biarkan anak-anak dan mahasiswa Indonesia menjadi korban kebijakan yang tidak berpihak kepada mereka,” kata Ubaid, Minggu (16/2/2025), di Jakarta. Ubaid menilai, kebijakan anggaran pendidikan saat ini mengindikasikan lemahnya komitmen pemerintah terhadap pendidikan.

Pemotongan anggaran, inkonsistensi pernyataan antarkementerian, dan berkurangnya jumlah penerima bantuan pendidikan merupakan bentuk nyata dari ketidakseriusan pemerintah dalam memastikan akses pendidikan bagi seluruh warga negara. Pemangkasan anggaran pemerintah seharusnya untuk semakin mendukung penguatan sektor pendidikan. Apalagi, ada mandatory spending minimal 20 persen yang wajib ditunaikan oleh pemerintah sebagaimana termaktub dalam Pasal 31 UUD 1945. Dari total anggaran pendidikan tahun 2025 yang mencapai Rp 724 triliun, Kemendikdasmen mendapat alokasi 4,63 persen atau Rp33,5 triliun. Ini menjadi pertanyaan besar mengingat Kemendikdasmen memiliki tanggung jawab utama dalam memastikan hak pendidikan bagi anak- anak Indonesia sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 31 UUD 1945 dan menjalankan program Wajib Belajar 13 tahun.

Namun disayangkan, pemangksan anggaran pendidikan yang mengemuka justru meresahkan. Utamanya terkait dengan berkurangnya alokasi pada penerimaan beasiswa yang dibutuhkan masyarakat dan pendidik, dari beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah dan beasiswa lainnya hingga beasiswa studi lanjut dosen. Termasuk juga dukungan kesejahteraan bagi dosen non-PNS. Harus selektif Ubaid mendesak pemerintah untuk merevisi kebijakan anggaran pendidikan agar lebih berpihak pada sektor yang benar-benar membutuhkan, khususnya Kemendikdasmen dan Kemendiktisaintek yang memiliki tanggung jawab langsung terhadap pendidikan dasar, menengah, dan pendidikan tinggi Guru Besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada R Agus Sartono mengemukakan, langkah efisiensi harus dilakukan secara hati-hati agar tak berdampak negatif terhadap kualitas pendidikan di Indonesia. Pemangkasan harus dilakukan secara selektif. Pengurangan anggaran sebaiknya menyasar pada program yang bersifat administratif, seperti pengurangan anggaran untuk perjalanan dinas, studi banding, seminar, serta tidak berdampak langsung pada mutu pendidikan. (Yoga)

Pembentukan Brigade Pangan dan Pendapatan Petani Indonesia

KT3 17 Feb 2025 Kompas
Pemerintah menargetkan swasembada beras dapat terealisasi pada 2027. Bersamaan dengan itu, pemerintah berupaya menarik generasi muda bekerja di sektor pertanian melalui pembentukan brigade pangan. Apakah penghasilan menjadi petani itu menggiurkan? Kementerian Pertanian (Kementan) bekerja sama dengan TNI menargetkan dapat membentuk 1.755 brigade pangan dengan anggaran sekitar Rp 30 triliun. Setiap brigade terdiri dari 15 pemuda-pemudi yang akan mengelola lahan seluas 200 hektar. Mereka akan bekerja bersama petani lokal dan didampingi pegawai Kementan, TNI, widyaiswara, penyuluh, dosen, dan guru. Brigade pangan itu bertugas mengoptimalkan lahan pertanian, termasuk lahan tidur dan rawa. Lahan-lahan itu tersebar di sejumlah daerah di 11 provinsi, yakni Aceh, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Papua Selatan, Riau, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara.

Pendapatan setiap petani milenial yang tergabung dalam brigade pangan diperkirakan Rp 10 juta per bulan. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan, brigade pangan ini menjadi wadah penciptaan lapangan kerja di sektor pertanian, termasuk menumbuhkan petani-petani milenial. Mereka dapat menggarap lahan pertanian dengan menerapkan teknologi tepat guna. Dalam hitungan Amran, pendapatan setiap petani milenial tersebut diperkirakan Rp 10 juta per bulan. Menggiurkan bukan? Sensus Pertanian 2023 Badan Pusat Statistik (BPS) mengategorikan petani milenial sebagai petani berusia 19-39 tahun yang adaptif terhadap teknologi digital dan inovasi pertanian. Pada 2023 terdapat 6,18 juta petani milenial atau 21,93 persen dari 28,19 juta petani di Indonesia. Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah petani milenial terbanyak, yakni 971.102 orang. Diikuti Jawa Tengah dan Jawa Barat dengan jumlah petani milenial masing-masing 625.807 orang dan 543.044 orang.

Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan TNI Brigadir Jenderal Ito Hediarto mengatakan, per 10 Februari 2025, TNI bersama Kementan telah menyelesaikan pembentukan brigade pangan sebanyak 1.824 brigade di 11 provinsi. Realisasi pembentukan itu melebihi target, yakni 103,9 persen. Mitra Dari jumlah brigade pangan yang terbentuk, sebanyak 60 persen telah menjalin mitra dengan pemilik lahan. Kelak, sebesar 30 persen hasil panen akan diberikan kepada pemilik lahan, sedangkan 70 persen dikelola brigade pangan. Dari jumlah itu pula, lanjut Ito, sebanyak 92,67 persen brigade pangan telah membuat jadwal tanam, termasuk rencana kebutuhan benih, pupuk, dan sarana-prasarana produksi pertanian. Sebanyak 42 persen brigade pangan juga telah membuat skema usaha tani. ”Kami juga telah memverifikasi daftar kebutuhan mereka. Kami juga mendorong brigade pangan untuk mengakses kredit usaha rakyat (KUR) dari sejumlah bank milik negara, seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk,” kata Ito. (Yoga)