Januari-September Penjualan Mobil Merosot
gabungan Industri Kendaraan Bermotor indonesia (Gaikindo) mencatat sepanjang Januari-September 2024 penjualan mobil nasional secara wholesales atau dari pabrik ke dealer turun 16,2% year on year (yoy) menjadi 633.218 unit. Pada periode sama tahun sebelumnya, penjualan wholesales mobil nasional mencapai 755.788 unit. Tren serupa terjadi untuk penjualan retail mobil nasional yang meorost 11,9% yoy dari 746.246 menjadi tersisa 657.223 unit pada Januari-September 2024.
Penjualan pada September juga menunjukkan perlambatan, dimana pada September penjualan secara wholesales mencapai 72.336 unit. begitu juga penjualan secara retail yang melemah 5,8% secara bulanan jadi 72.366 unit pada September 2024 dari bulan sebelumnya mencapai 72.808 unit. Penurunan daya beli pada industri otomotif yang tidak kunjung mereda membuat harapan besar tertuju pada pemerintah baru yang dipimpin Prabowo Subianto. Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam berharap pemerintah baru dapat segera memulihkan daya beli masyarakat. (Yetede)
Grup Astra Akuisisi RS Jantung Heartology Cardiovascular
Jalur Licin Asuransi
Memperbesar Kontribusi Koperasi ke Perekonomian
Pemerintah mendorong peningkatan kontribusi usaha koperasi terhadap PDB nasional dari 5,7% menjadi 6,2% pada tahun ini. Untuk itu, pemerintah menerapkan program koperasi modern mulai tahun 2020 hingga 2023 yang menghasilkan 400 koperasi, dan target tahun ini menjadi 500 koperasi modern. Kontribusi koperasi terhadap PDB telah mencapai target yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Dalam rencana tersebut, target kontribusi koperasi mencapai 5,5% terhadap PDB nasional pada 2024.
Deputi Bidang Perkoperasian Kementerian Koperasi dan UKM (Kemekop UKM) Ahmad Zabadi mengatakan, program korporatisasi petani yang menghadirkan ekosistem hulu hilir dengan menciptakan nilai tambah ekonomi bagi petani anggota koperasi. Dalam program ini petani menjadi penyedia bahan baku/supplyer dan koperasi menjadi konsolidator dan agregator produk pertanian dengan mencari pasar/offtaker. "Kami ingin koperasi menjadi bagian dari rantai pasok dan ekosistem bisnis dan terhubung dengan dunia usaha lain atau industri. Program hilirisasi koprasi kita dorong agar terintegrasi dari hulu ke hilir dalam konteks koperasi di sektor riil," jelas Ahmad. (Yetede)









