Penjualan Mobil Chery Mendekati Target
Sales Director PT Chery Sales indonesia (CSI) Budhi Dharmawan menerangkan, pihaknya tetap optimistis di tengah kondisi dan situasi yang menantang. Hal ini karena Chery adalah salah satu jenama yang masih menunjukkan trend positif di saat market lagi negatif. "Hingga saat ini kita sudah achieve lebih dari 80% dari target penjualan kita di tahun ini," jelas dia. Sebelumnya Asisstant President Director CSI Zeng Shou menargetkan penjualan mobil Chery di tahun ini sebesar 10.000 sampai 11.000 unit. Budi menjelaskan, kontribusi terbesar dari penjualan mobil yaitu pada kendaraan listrik dan ICE. "Saat ini kontribusinya hampir sama. Tapi sedikit lebih besar EV-nya yaitu 55% bandingkan ICE sebesar 45%," Untuk menghadapi pelemahan daya beli dan peningkatan penjualan, Chery menghadirkan sejumlah strategi penjualan. Salah satunya memberikan alternatif produk yang lebih variatif kepada konsumen. "Yang baru kita launching itu Tiggo 8 kan menggebrak market. Saat kelesu-lesuan ini kita memberikan kayak suatu rangsangan baru," kata Budi. (Yetede)
Keanehan dalam Pembiayaan Sindikasi
Kredit perbankan nasional mengalami pertumbuhan, kredit sindikasi justru mengalami penurunan signifikan. Data Bloomberg menunjukkan bahwa nilai kredit sindikasi pada September 2024 hanya mencapai US$14,14 miliar, turun 43% dibandingkan tahun lalu. Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, menjelaskan bahwa penurunan ini disebabkan oleh kondisi proyek besar yang stagnan dan tingginya suku bunga yang menambah beban debitur.
Meskipun bank-bank BUMN, seperti PT Bank Mandiri dan PT Bank Rakyat Indonesia, mendominasi pasar kredit sindikasi, mereka juga mengalami penurunan dalam penyalurannya. Royke Tumilaar, Direktur Utama BNI, optimis kredit sindikasi akan pulih pada tahun depan, terutama dengan harapan turunnya suku bunga acuan. Para pemimpin bank tetap berusaha menggali potensi di sektor-sektor strategis meskipun menghadapi tantangan likuiditas yang ketat.
Prospek Properti Melonjak Berkat Penghapusan Pajak
Rencana pemerintahan baru Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka untuk membebaskan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dalam pembelian hunian diharapkan mampu meningkatkan penjualan properti di Indonesia. Wakil Presiden Komersial Sinar Mas Land, Christine N. Tanjungan, menjelaskan bahwa pembebasan pajak ini dapat mengurangi biaya hingga 16% dari total nilai pembelian rumah, sehingga masyarakat bisa memperoleh hunian dengan harga lebih terjangkau. Hal ini juga diyakini akan mendorong lebih banyak konsumen mengurus Akta Jual Beli (AJB), yang sebelumnya terkendala biaya BPHTB.
Wakil Ketua Umum Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI), Bambang Eka Jaya, menyambut baik kebijakan ini tetapi menyoroti perlunya koordinasi dengan pemerintah daerah, mengingat BPHTB adalah pajak daerah. Hashim S. Djojohadikusumo, Ketua Satgas Perumahan Presiden Terpilih, menegaskan komitmen Prabowo untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memudahkan kepemilikan hunian, termasuk lewat rekomendasi pembebasan BPHTB. Selain itu, rencana kebijakan ini telah memberikan katalis positif pada saham properti, dengan indeks saham properti naik 3,04% pada 11 Oktober 2024.
Analis Bareksa memperkirakan stimulus ini dapat berdampak baik bagi sektor properti, terutama untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), tetapi mereka menyarankan investor untuk tetap berhati-hati dan menunggu perkembangan lebih lanjut terkait kebijakan ini.
Mempercepat Langkah Menuju Energi Bersih
Pertemuan Pemimpin Asia Zero Emission Community (AZEC) ke-2 di Vientiane, Laos, menyoroti komitmen negara-negara Asia untuk menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) dan mendorong dekarbonisasi, terutama melalui kolaborasi lintas batas di kawasan Indo-Pasifik. Indonesia, yang diwakili oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, memainkan peran penting dalam memajukan inisiatif Joint Crediting Mechanism Jepang, yang mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon.
Para pemimpin AZEC menyetujui “tiga terobosan” yang menargetkan perubahan iklim, pertumbuhan ekonomi inklusif, dan ketahanan energi, serta meluncurkan rencana aksi untuk dekade mendatang. Fokus utama dalam pertemuan ini adalah diversifikasi energi, peningkatan efisiensi energi, dan penggunaan teknologi energi terbarukan seperti sel surya perovskit, panas bumi, hidrogen, dan Carbon Capture, Utilisation, and Storage (CCUS). Indonesia, dengan proyek pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kayan dan konversi minyak kelapa menjadi bahan bakar pesawat, juga akan mendapatkan keuntungan langsung.
Dalam konteks pendanaan, Australia mengumumkan dukungan senilai 2 miliar Dolar Australia untuk AZEC, sementara AZEC terus mengupayakan pembiayaan transisi energi. Indonesia berencana memperkuat pasar karbonnya untuk menarik investasi, mempromosikan integritas tinggi dalam perdagangan karbon, dan berkontribusi pada ketahanan energi regional.
Rencana Prabowo untuk Mengembangkan Transportasi Terpadu
Presiden terpilih Prabowo Subianto berencana melanjutkan program Presiden Joko Widodo terkait pengembangan kawasan berbasis transit-oriented development (TOD) untuk memadukan permukiman dan transportasi massal. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan bahwa pembangunan rumah susun di titik-titik TOD akan memudahkan masyarakat dalam beraktivitas dengan akses langsung ke transportasi publik, seperti di Stasiun Jurangmangu, Tangerang Selatan. Di lokasi ini, developer PT Jaya Realti Property Tbk. (JRPT) telah menyediakan bus keliling untuk memfasilitasi mobilitas dari rumah ke stasiun.
Budi Karya juga mendorong developer lain untuk menyediakan fasilitas serupa guna mengurangi kebutuhan parkir dan mengarahkan masyarakat beralih ke transportasi massal. Wakil Direktur Utama JRPT, Yohannes Hengky Wijaya, menyatakan bahwa walaupun permintaan rumah susun saat ini cenderung stabil, ia mendukung inisiatif Jokowi dan Prabowo untuk mendorong penggunaan transportasi umum. Selain itu, Kemenhub, PT Kereta Api Indonesia (PT KAI), dan JRPT bekerja sama dalam meningkatkan standar layanan di Stasiun Jurangmangu melalui skema KPBU.
Yang Dibutuhkan Rakyat AS yang "Terlihat" Kuat Serta Tegas
Transaksi Judi Daring Berkembang, dari Perbankan Hingga Melalui Minimarket dan Dompet Elektronik
Pamor Kecantikan Yang Berdampak Buruk
Kosmetik dalam negeri juga makin diminati. Hal ini tidak terlepas dari berkembangnya produk cosmeuticals. Cosmeuticals adalah produk yang memiliki efek kosmetik serta terapeutik yang berdampak positif bagi kesehatan dan kecantikan kulit. Selain itu, inovasi produk dan desain kemasan juga semakin menarik sehingga meningkatkan penjualan. Sertifikat halal melengkapinya. Tren positif itu terjadi secara global. Dalam laporan McKinsey & Company berjudul ”The State of Fashion Beauty” pada Mei 2023, industri kecantikan diprediksi menghasilkan sekitar 460 miliar dollar AS atau sekitar Rp 7.180,14 triliun tahun ini. Adapun pada 2027, penjualan ritel produk kecantikan diproyeksikan tembus angka 580 miliar dollar AS atau Rp 9.053,22 triliun. (Yoga)









