Gagal Mencoblosnya Ribuan Korban Bencana
Ribuan korban bencana alam di sejumlah daerah gagal mencoblos pada hari pemungutan suara Pilkada 2024, Rabu (27/11). KPU memutuskan untuk menggelar pemungutan suara susulan dan lanjutan di sejumlah daerah terdampak bencana tersebut. Pemilih yang gagal menggunakan hak pilihnya ditemukan di Kabupaten Flores Timur, NTT. Sekitar 600 penyintas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki yang memiliki hak pilih batal mencoblos karena kesulitan mengakses tempat pemungutan suara (TPS). ”Dari total daftar pemilih tetap 1.119 orang, yang memilih tidak sampai setengahnya,” ujar Kades Pululera, Paulus Tukan, Rabu. KPU NTT memutuskan untuk tidak mendirikan TPS di Pululera dengan alasan desa itu terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.
Karena itu, 1.119 warga Pululera yang terdaftar sebagai pemilih Pilkada 2024 diarahkan untuk menyalurkan hak pilih mereka di TPS desa terdekat, yakni Nileknoheng. Paulus menjelaskan,tidak semua pemilih dari Pululera bisa ke TPS di Nileknoheng karena tak memiliki kendaraan. Jarak Pululera ke Nileknoheng, 3 kilometer dengan kondisi jalan menanjak. Padahal, banyak pemilih termasuk kelompok lanjut usia dan ada yang sakit-sakitan. ”Ada juga yang jalan kaki ke sana (TPS). Mereka dating membawa undangan memilih. Namun, setelah tiba di sana, mereka diminta menunjukkan KTP. Banyak yang KTP-nya tercecer saat mengungsi. Mereka akhirnya tidak bisa memilih,” tuturnya.
Ketua KPU NTT Jemris Fointuna menjelaskan, sebenarnya pemda dan KPU sudah menyiapkan kendaraan untuk mengangkut para pemilih. Namun, kehadiran mobil bantuan itu tidak dikoordinasikan dengan pemerintah desa terlebih dahulu sehingga banyak masyarakat tidak tahu. Sebelum mobil datang, sebagian masyarakat sudah jalan kaki ke TPS di Desa Nileknoheng dan sebagian lagi batal ke sana. Demi menjamin hak pilih para penyintas bencana, KPU NTT merelokasi sejumlah TPS. Sedikitnya 22 TPS didirikan di tujuh pos pengungsian. Sebanyak 4.145 penyintas akan menyalurkan hak pilih mereka di tempat itu. (Yoga)
Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya Menetapkan 28 Tersangka Beking Judol yang Melibatkan Pegawai Kementerian Komdigi
Imbas Regulasi Upah Minimum Buruh yang Berubah-ubah
Oleh-oleh Hashim Djojohadikusumo dari COP29 Azerbaijan
Penentu Kemenangan Pramono Anung-Rano Karno di Pilkada Jakarta
Pemerintah Dinilai Tak Tegas Soal Urusan PPN 12%
Pilkada Berjaan Lancar, Tertib, dan Aman
BI Mencatatkan Kredit Pertumbuhan Kedit Konsumsi Per Oktober 2024 Sebesar 10,8%
Pilkada Diperkirakaan Tidak Berdampak Signifikan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi
Gojek, Unit Bisnis On-Demand Service dari Grup GoTo
Gojek, unit bisnis on-demand service dari Grup GoTo, melalui layanan pengiriman barang GoSend, terus mendorong pelaku UMKM di Indonesia untuk tumbuh dan naik kelas dengan memanfaatkan platform digital. Gojek, melalui layanan GoSend, pun membantu mitra UMKM untuk mengakses pasar lebih luas serta menjadi kualitas dan kecepatan pengiriman produk, sehingga berkontribusi terhadap pengalaman dan kepuasan pelanggan. Head of Transport and Logistics Gojek Steven Halim mengatakan, dalam mempersiapkan para UMKM menjadi best seller tahun 2024 dan 2025, Gojek, melalui layanan GoSend, fokus pada tiga amunisi utama.
"Pertama, kami berkomitmen ntuk terus berinovasu. Salah satunya, baru-baru ini, kami meluncurkan layanan GoSend Instant Hemat secara bertahap," ungkap Steven. Menurut dia, opsi layanan GoSend Instant Hemat menawarkan pengiriman cepat bagi UMKM dan dengan harga yang lebih terjangkau. Inisiatif ini bisa terwujud berkat optimasi teknologi Gojek. Kedua, GoSend juga memberikan ragam penawaran spesial untuk mendongkrak penjualan dan visibilitas UMKM, terutama pada moment akhir 2024 di mana tren belanja konsumen meningkat. (Yetede)









