;

Aktivitas Ekonomi Pulih, CPO di Level Terkuat Tiga Bulan

R Hayuningtyas Putinda 10 Jul 2020 Kontan, 24 Juni 2020

Permintaan minyak kelapa sawit alas crude palm oil (CPO) kemball meningkat. Hal Ini membuat harga CPO bertahan di RM 2.400 per ton level terkuat sejak akhir Februari 2020. Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim menuturkan pasca pelonggaran lockdown, negara Importir kemudlan meningkatkan konsumsi CPO. Hal Ini sejalan dengan aktivitas ekonomi yang meningkat.

Analls Central Capital Futures Wahyu Laksono menambahkacadangan CPO para top importir CPO seperti india dan China sangat rendah. Sementara, laju produksi CPO di Malaysia dan Indonesia sedikit melambat. Permintaan Impor dari China, India, Korsel, dan Jepang meningkat tajam sementara suplai CPO terbatas harga perlahan naik. Tapi, ada potensi koreksi harga CPO sebab mulal muncul kekhawatiran gelombang kedua virus korona.

Ibrahim menuturkan, adanya kekhawatiran dan kehati-hatian para spekulan harga CPO dalam jangka pendek ini akan di RM 2.430-RM 2.465 per ton sementara Wahyu memproyeksikan di kisaran RM 2.300- RM 2.600 per metrik ton. Dengan kondisi tersebut jika harga CPO dekat atau di bawah RM 2300 per metrik ton investor bisa buy on weakness sedangkan jika dekat atau di atas RM 2500 per metrik ton maka bisa sell on strength. Hingga akhir tahun In Ibrahim optimistis. harga CPO bisa mencapai RM 3.000 per ton. Angka ini tidak teriepas dari jelang  akhir tahun akan memasuki musim dingin. Sehingga China Korea Selatan dan jepang menimbun CPO

Pasar Bahan Pokok Tetap Mendaki

R Hayuningtyas Putinda 10 Jul 2020 Kontan, 24 Juni 2020

Konsumsi bahan makanan pokok mentah maupun setengah jadi meningkat selama pandeml Covid-19 dan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Pelaku usaha makanan yakin tren itu masih berlanjut di semester kedua meski sudah masuk masa transisi.

Mita Ardian, Senior Brand Manager Noodles PT Sayap Mas Utama (Wings Group), mengatakan peningkatan permintaan terasa mulai pertengahan Maret. Hal ini diduga terpicu oleh kebiasaan baru masyarakat yang memilih tinggal di rumah saja dan mi instan merupakan salah satu bahan makanan yang paling praktis untuk dimasak. Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) mencatat penjualan produk sepert bumbu masak minyak goreng dan tepung terigu naik tinggi selama semester 1 2020. Adapun kenalkan penjualan Juga menyesuaikan dengan lokasi, di wilayah perkotaan berupa makanan siap olah sedangkan lainnya pada bumbu masak dan bahan pangan segar.

Pada paruh kedua 2020 seiring transisi PSBB Gapmmi menaksir pertumbuhan tidak akan setinggi paruh pertama tetapi tidak turun signifikan ungkap Wakil Ketua umum Bidang Kebijakan Publik Gapmmi, Rachmat Hidayat. Menkeu Sri Mulyani Indrawati, mengacu pada data BPS, mengatakan pola pengeluaran di dominasi oleh bahan makanan hingga 51%, 20% kesehatan, 14% pulsa, 14% makanan minuman, sisanya listrik.


Kenaikan NPL Bayangi Emiten Perbankan

R Hayuningtyas Putinda 10 Jul 2020 Kontan, 23 Juni 2020

Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) ke level 4.25% dari sebelumnya 4,5%. Ini merupakan penurunan ketiga suku bunga acuan. Di awal tahun suku bunga masih di angka 5%. Analis Sucor Sekuritas Hendriko Gani mengatakan, penurunan suku bunga ini memberikan dampak positif untuk emiten bank Kebijakan tersebut dapat menurunkan cost of funds atau biaya dana yang dikeluarkan bank. Tapi, la melihat penyaluran kredit akan menurun di tengah pandemi Covid-19.

Hal senada dilontarkan Head of Research Analyst FAC Sekuritas Wisnu Prambudi Wibowo mengatakan, pemangkasan suku bunga biasanya akan berdampak positif untuk perbankan saat kondisi normal. Sebab, ada korelasi positif dengan penyaluran kredit. Berbeda dengan kondisi sekarang ini, perbankan akan lebih berhati-hati dan selektif dalam menyalurkan kredit Selain proyeksi penyaluran kredit yang melambat kinerja perbankan juga dibayangi oleh meningkatnya non performing loan (NPL).

Menurut Wisnu, saham perbankan pelat merah seperti BBRI cukup menarik dikoleks Meski BBRI menyalurkan kredit cukup besar terhadap usaha mikro kecil menengah atau UMKM, namun dari segi permodalan BBRI terbilang kuat ketimbang perbankan lainnya. Selain Itu, BBCA Juga patut dicermati Wisnu menilai selain memiliki modal kuat NPL BBCA Juga terbilang rendah.

Wisnu merekomendasikan pelaku pasar buy on weakness saham BBCA dan BBRI la menambahkan apabila terjadi penurunan harga BBCA di bawah hara Rp 25.000 dan BBRI turun ke harga Rp 2.200, Investor sudah dapat bisa masuk secara bertahap

Sedang Hendriko menuturkan, saham emiten perbankan sudah mengalami tren pelemahan dari fase uptrend dan saat ini cenderung s/deways Oleh karena itu la menilai pelaku pasar lebih baik wait and see. Sedang Analis Henan Putihrai Liza Camelia menyebut investor perlu mencermati kinerja kuartal 2-2020 dan melihat kembali dampak dari restrukturisasi. Liza menguraikan. jika melihat dari proporsi penyaluran kreditnya, BBCA menjadi bank yang terdiversifikasi dengan baik antara korporasi, komersial dan small medium enterprise (SME) serta kredit konsumen.

Pandemi mengubah wajah properti

R Hayuningtyas Putinda 10 Jul 2020 Kompas, 9 Juli 2020

Pasokan dan permintaan properti diprediksi masih akan melemah. Ditengah tekanan itu, sektor properti menerapkan fleksibilitas pembayaran, pemberian insentif, dan penyesuaian luas unit untuk menarik calon konsumen. Hal ini dipaparkan Senior Associate Director Colliers International Indonesia Ferry Salanto memaparkan, pasar properti masih akan terkoreksi. Koreksi akan terjadi di perkantoran, hotel, mal, serta apartemen.

Pasokan apartemen diperkirakan akan mengalami koreksi terbesar dalam 6 tahun terakhir. Pada 2020, pasokan yang semula diproyeksikan 11.834 unit diperkirakan hanya terealisasi 2.011 unit. Tingkat penyerapan apartemen juga terus merosot. Sejak 2015, tren serapan apartemen menurun. Pada semester I-2020, tingkat serapan apartemen stagnan di kisaran 87,7 persen dan mayoritas untuk apartemen kelas menengah ke bawah. Investor saat ini cenderung menahan investasi. Di tengah koreksi pasar, skema pembayaran yang ditawarkan kian fleksibel. Tarif sewa apartemen yang biasanya dibayar 2 tahun di muka, kini lebih fleksibel, menjadi per bulan atau per 3 bulan. Adapun pengembang apartemen kian membidik segmen menengah bawah dengan tawaran diskon, kemudahan pola pembayaran, dan tenor cicilan.

Sementara Senior Associate Director Residential Services Colliers International Indonesia Lenny Sinaga mengemukakan, pasar apartemen sewa kian menurun seiring jumlah ekspatriat di Indonesia yang berkurang akibat penutupan sejumlah perusahaan minyak dan dampak pandemi Covid-19. Sedang Kebijakan bekerja dari rumah yang diperpanjang mengubah wajah perkantoran. Kendati kian fleksibel, pasar perkantoran diproyeksikan tetap melemah hingga 2021. Penyewa ruang ritel cenderung menunda ekspansi, meminta penundaan pembayaran, dan keringanan tarif sewa di mal. Anggota Dewan Penasihat Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), Tutum Rahanta, menyatakan, pembukaan sejumlah pusat perbelanjaan sejak pertengahan Juni 2020 menumbuhkan peningkatan belanja.

Adu visi calon petinggi BI

R Hayuningtyas Putinda 10 Jul 2020 Kompas, 9 Juli 2020

Tantangan BI cukup berat, terutama dalam pemulihan ekonomi yang terimbas Covid-19.Kandidat deputi gubernur BI yang terpilih nanti tetap perlu menjaga independensi BI.Tiga calon deputi gubernur BI menyelesaikan uji kelayakan dan kepatutan. Ketiganya membawa sejumlah visi dan misi dengan tujuan yang sama, yakni tercapainya pemulihan ekonomi dan terjaganya stabilitas ekonomi pasca pandemi Covid-19. Direktur Eksekutif Kepala Departemen Sumber Daya Manusia Bank Indonesia (BI) Doni Primianto Joewono menjadi calon deputi gubernur BI ketiga yang menyelesaikan uji kelayakan setelah dua kandidat lain, Juda Agung dan Aida S Budiman. Saat ini, Juda menjabat sebagai Kepala Departemen Kebijakan Makro prudensial BI dan Aida sebagai Kepala Departemen Kebijakan Ekonomidan Moneter BI.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah mengatakan, tugas utama dari figure terpilih adalah membantu meningkatkan peran BI dalam menanggulangi dampak Covid-19. Menurut Piter, independensi BI perlu dijaga, terutama dalam konteks berbagi beban (burden sharing) BI dan Kementerian Keuangan. Kebijakan moneter dan kolaborasi yang dilakukan BI kala Covid-19 tidak berbeda dari berbagai bank sentral negara lain. Bahkan, apayang dilakukan BI jauh lebih konservatif, khususnya dari sisikuantitas. Langkah monetisas iutang yang dilakukan BI dianggap sama sekali tidak mengganggu stabilitas nilai tukar. Yang relatif stabil dan cenderung menguat.

OJK Hentikan 589 Pinjaman Daring Ilegal

R Hayuningtyas Putinda 10 Jul 2020 Tempo, 09 Jul 2020

Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik OJK Anto Prabowo mengatakan, OJK menghentikan usaha 589 pinjaman dalam jaringan (daring/online) ilegal selama semester pertama 2020 berdasarkan hasil penindakan bersama Satuan Tugas Waspada Investasi. 

Selama periode itu, regulator ini juga menghentikan usaha 61 investasi ilegal dan 25 usaha gadai ilegal. 

Selain itu, Anto mengatakan, OJK membekukan dua izin wakil penjamin emisi efek (WPEE) serta mencabut izin usaha tujuh perantara pedagang efek (PPE), penjamin emisi efek (PEE), dan enam wakil perantara pedagang efek (WPPE).

OJK mencatat kinerja pasar modal dalam penghimpunan dana naik dari posisi Mei lalu sebesar Rp 32,6 triliun menjadi Rp 39,6 triliun pada Juni 2020.

Beban Bunga Utang RI Bengkak Jadi 17%

Benny 10 Jul 2020 Kontan, 1 Juli 2020

Lewat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2020, pemerintah resmi memperlebar defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2020 menjadi 6,34% dari produk domestic bruto (PDB) . Sebelumnya dalam Perpres 54 Tahun 2020 pemerintah mematok defisit 5,07% dari PDB. Menurut Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), dengan menggunakan acuan defisit terbaru, outlook rasio utang terhadap PDB ditahun ini akan meningkat menjadi 37,6% dari PDB, hal ini merupakan kenaikan yang tidak normal, karena memang kita berada di kondisi tidak normal. Dengan meningkatnya utang tersebut, rasio pembayaran bunga utang dari total pengeluaran pemerintah juga akan meningkat menjadi 17%. Padahal selama ini rasio pembayaran Bunga utang sudah berada di sekitar 12% dari pengeluaran pemerintah. Menteri Keuangan juga menyebutkan bahwa defisit anggaran tahun 2020 ini mencatatkan kenaikan yang besar. Pelebaran defisit tersebut akan menjadi beban pemerintah, paling tidak untuk 10 tahun kedepan.


Investor Asing Merelokasi Pabrik ke Indonesia

Benny 10 Jul 2020 Kontan, 1 Juli 2020

Presiden Joko Widodo mengaku senang dengan masuknya tujuh investor untuk berbisnis di Indonesia. Ketujuh investor asing tersebut akan merelokasi pabrik mereka dari China ke Indonesia. Ketujuh investor tersebut antara lain adalah PT Meiloon Technology Indonesia, PT Sagami Indonesia, PT CDS Asia (Alpan), PT Kenda Ruber Indonesia, PT Denso Indonesia, PT Panasonic Manufacturing Indonesia, PT LG Electronics Indonesia. Presiden memerintahkan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) agar memberikan pelayanan dan mengejar komitmen investasi mereka.  

Pada kesempatan yang sama Kepala BKPM menyampaikan, total keseluruhan nilai investasi dari tujuh perusahaan tersebut sebesar US$ 850 juta atau sekitar Rp 11,9 triliun. Sementara, potensi penyerapan tenaga kerja hingga 30.000 orang. Selain itu, menurut kepala BKPM selain tujuh perusahaan tersebut, masih ada 17 investor lain yang telah menyampaikan minatnya untuk melakukan relokasi atau diversifikasi industrinya ke Indonesia. Salah satunya yaitu investor asal Korea Selatan yakni LG Chemicals yang menyampaikan komitmennya akan membangun industry baterai kendaraan terintegrasi dengan smelter. Rencana nilai investasi LG Chemicals diperkirakan US$ 9,8 Miliar dan menyerap 14.000 tenaga kerja.


Belum Ada Tanda Pemulihan Daya Beli

Benny 10 Jul 2020 Kontan, 2 Juli 2020

Badan Pusat Statisti (BPS) mencatat, Inflasi Juni 2020 sebesar 0,18% inflasi ini lebih tinggi dibandingkan inflasi pada Ramadan dan Idul Fitri pada April dan Mei, yang masing-masing 0,08% dan 0,07%. Kepala BPS menyatakan, pola pergerakan inflasi tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.  Tahun-tahun sebelumnya puncak inflasi terjadi pada Ramadan dan Idul Fitri. Hal ini tidak terjadi ditahun ini, karena Ramadan dan Idul Fitri ada pandemi Covid -19 sehingga inflasi flat. Baru naik lagi di bulan Juni 2020. Kenaikan inflasi tersebut lantaran kenaikan harga daging ayam ras dengan andil inflasi 0,14% serta telur ayam ras dengan andil 0,04% . Selain itu, peningkatan tarif angkutan udara yang memberi andil inflasi 0,02% juga tarif angkutan antarkota dan kendaraan roda dua online yang masing-masing memberi andil inflasi sebesar 0,01%. Pada kelompok pengeluaran Kesehatan juga masih mencatatkan inflasi 0,13%, meski mulai menurun dari bulan sebelumnya yang tercatat 0,27% .   Disisi lain, ada juga beberapa komoditas yang menjadi penghambat inflasi, yakni bawang putih dengan andil deflasi 0,04% cabai merah 0,03% serta bumbu-bumbuan seperti cabai rawit, minyak goreng, dan gula pasir dengan andil deflasi 0,01%.  Dengan pergerakan tersebut, inflasi tahun kalender sebesar 1,09% year to date (ytd). Sementara inflasi tahunan bergerak di level 1,96% year on year (yoy).

Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual melihat, kenaikan inflasi Juni dipengaruhi oleh relaksasi kebijakan PSBB yang dilakukan sejumlah daerah. Ekonom Institut Kajian Strategis Universitas Kebangsaan Eric Sugandi mengatakan, inflasi Juni disebabkan oleh tekanan dari sisi supply terutama terkait dengan transportasi dan distribusi beberapa komoditas yang terganggu karena pembatasan mobilitas orang dan barang antar provinsi.

Bisnis Perhotelan Mulai Kedatangan Tamu

Benny 10 Jul 2020 Kontan, 2 Juli 2020

Relaksasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di fase transisi new normal pandemi korona (Covid-19) menjadi angin segar bagi bisnis perhotelan. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menyebutkan, tingkat okupansi hotel di daerah penyangga DKI Jakarta mulai mengalami peningkatan sekitar 30% pada akhir pekan setelah pemberlakuan adaptasi kebiasaan baru.  Namun Wakil Ketua PHRI Maulana Yusran menilai, kenaikan saat ini belum dapat memperbaiki kinerja sector perhotelan secara keseluruhan. PHRI masih meragukan sector perhotelan dapat pulih dengan cepat karena okupansi di hari biasa masih rendah. Okupansi pertemuan-pertemuan bisnis saat ini sama sekali tidak bergerak. Kalau hanya mengandalkan orang liburan, PHRI tidak yakin tingkat okupansi bakal lebih tinggi. Bahkan rata-rata okupansi 20%-30% itu sudah sangat tinggi untuk pencapaian saat ini.


Pilihan Editor