Investasi Aset, 'Perang' Kripto Ethereum vs Bitcoin
Konsumsi listrik dan jejak karbon yang tinggi dalam penggunaan Bitcoin, menimbulkan kritik yang masif. Menanggapi hal itu, Ethereum bersiap meluncurkan terobosan baru. Selama ini aset kripto, terutama Bitcoin mendapat kritikan yang cukup masif lantaran dinilai memiliki jejak karbon yang tinggi. Konsumsi listrik yang tinggi dalam proses penambangan dan transaksi Bitcoin, dikhawatirkan membuat penggunaan bahan bakar nonterbarukan untuk pembangkit listrik di beberapa negara meningkat. Kritik itu sempat dilontarkan oleh sejumlah tokoh seperti Bill Gates dan bahkan oleh Elon Musk.
Sekadar catatan, Musk awalnya adalah salah satu pendukung utama penggunaan Bitcoin sebagai alat transaksi dan investasi. Namun dukungannya ditarik baru-baru ini, setelah dia menyadari risiko yang ditimbulkan dari proses penambangan Bitcoin.Sadar akan risiko bayang-bayang sentimen negatif dari jejak karbon yang tinggi tersebut, bos Ethereum yakni Vitalik Buterin memutuskan mengeluarkan terobosan baru lewat aset kripto buatannya.Menurutnya, Ethereum akan menggunakan sistem proof of stake menggunakan energi yang jauh lebih sedikit, seperti halnya mata uang menggunakan teknologi yang disebut kisi blok, yang tidak memerlukan penambangan. Hal itu akan membuat Ethereum atau menjadi aset kripto yang lebih ramah lingkungan. Menurut Indeks Konsumsi Listrik Bitcoin Cambridge, jaringan Bitcoin saat ini menggunakan lebih banyak daya listrik per tahun di Pakistan atau Uni Emirat Arab.
(Oleh - HR1)
Presiden Kecewa Serapan Anggaran Rendah
JAKARTA, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan kekecewaan terkait minimnya penyerapan belanja Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), dan dana program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Selain itu, Presiden juga kecewa karena adanya kelemahan perencanaan pada sejumlah program pembangunan di APBN dan tidak jelas ukuran keberhasilannya. Kelemahan lain yang disoroti Presiden adalah basis data yang bermasalah, seperti data bantuan sosial (bansos) yang tidak akurat dan tumpang tindih, sehingga membuat penyaluran lambat dan tidak tepat sasaran. Tiga titik lemah APBN itu diungkapkan Presiden Jokowi saat membuka Rakornas Pengawasan Intern Pemerintah di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (27/5/2021). Presiden didampingi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko Polhukam Mahfud MD, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri.
Jika mengacu pada progres realisasi APBN per April 2021 yang diumumkan Menkeu Sri Mulyani, realisasi belanja negara mencapai Rp 723 triliun atau 26,3% dari target tahun ini Rp 2.750 triliun. Belanja negara itu terdiri atas belanja pemerintah pusat sebesar Rp 489,8 triliun atau 25,1% dari target. Ini meliputi belanja kementerian/ lembaga (K/L) sebesar Rp 278,6 triliun dan belanja non-K/L sebesar Rp 211,3 triliun. Adapun realisasi belanja transfer ke daerah dan Dana Desa (TKDD) tercatat sebesar Rp 233,2 triliun atau 29,3% dari target Rp 795,5 triliun. TKDD ini justru turun 3,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sedangkan realisasi anggaran program PEN hingga 21 Mei mencapai Rp 183,98 triliun atau setara 26,3% dari pagu sebesar Rp 699,43 triliun. Menyikapi rendahnya serapan anggaran, Presiden Jokowi meminta jajaran BPKP dan APIP terus mengawal untuk meningkatkan percepatan belanja pemerintah.
(Oleh - HR1)
Prancis, Jerman Mendorong Tarif Pajak Korporasi Global
Paris - Pemerintah Prancis dan Jerman mendorong kesepakatan bersejarah di antara negara-negara ekonomi besar tentang tarif pajak minimum untuk perusahaan multinasional. Kedua negara berharap dapat menggalang dukungan lebih lanjut, setelah negara-negara Eropa yang skeptis menyatakan penentangannya terhadap rencana tersebut. Pernyataan ini disampaikan sebelum pertemuan Dewan Ekonomi dan Keuangan Prancis - Jerman yang akan datang.
Menteri Keuangan Jerman optimis tentang kemungkinan mencapai kesepakatan. Hal tersebut akan mengakhiri persaingan fiskal yang menghancurkan antar negara. Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) menyerukan kesepakatan tentang tarif pajak terpadu minimal 15% dalam negosiasi dengan Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) dan kelompok G-20. Para pejabat tinggi keuangan dunia telah menyebut pajak minimum diperlukan untuk membendung persaingan antar negara.
(Oleh - IDS)
Airlangga: Kelemahan Tata Kelola Pemicu Krisis Ekonomi
JAKARTA – Menteri Koordinator
Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan sejumlah faktor
yang menyebabkan terjadinya krisis
ekonomi di Indonesia dengan benang
merah pada tata kelola yang tidak
berjalan dengan baik. Oleh karena
itu, pemerintah terus menekankan
pentingnya tata kelola perusahaan
yang baik (good corporate governance/
GCG).
“Kelemahan tata kelola perusahaan
merupakan salah satu penyebab krisis
ekonomi 1998 dan kelemahan tersebut antara lain kualitas investasi yang
buruk serta diversifikasi usaha yang
sangat luas,” ucap Airlangga dalam
acara The 10th ACGS Implementation:
Road to ESG in Indonesia - Webinar
IICD CG Conference, Kamis (27/5).
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga
telah membuat peta arah tata kelola
perusahaan Indonesia di awal 2014.
Pedoman ini terutama ditujukan untuk
emiten dan perusahaan publik. Upaya
reformasi tata kelola ini selanjutnya
mendorong timbulnya insentif lain dari
berbagai lembaga. Kesadaran reformasi tata kelola juga menjadi kolektif
secara regional sehingga Asean melalui
Asean Capital Market Forum memperkenalkan Asean Corporate Governance
Scorecard (ACGS) di 2011.
Airlangga mengatakan, pada 2019
ada 10 perusahaan di Indonesia tercatat
masuk dalam kategori Asean Aset Class
berdasarkan ACGS. Hal ini menjadi
prestasi bagi Indonesia. “Jumlah perusahaan tercatat yang masuk dalam
ACGS setiap tahun juga mengalami
peningkatan, artinya sudah banyak
perusahaan memiliki tata kelola yang
baik,” kata Airlangga.
(Oleh - HR1)
Investasi Asing di Sektor Pertanian Sulit Dihindari
JAKARTA – Masuknya investasi penanaman modal asing (PMA) di sektor pertanian,
terutama dalam penyediaan sarana produksi
(saprodi), sulit dihindari, karena masih terbatasnya kemampuan investor domestik. Kedepan, pemerintah harus meningkatkan kapasitas investor lokal sehingga secara perlahan
bisa mandiri atau paling tidak mengurangi
peran asing di sektor pertanian nasional.
Berdasarkan data yang
dipublikasikan Badan Koordinasi Penanaman Modal
(BKPM), realisasi investasi
PMA dan penanaman modal
dalam negeri (PMDN) di sektor pertanian (tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan) pada 2016 mencapai
Rp 43,90 triliun, pada 2017
sebesar Rp 44,20 triliun, pada
2018 sebesar Rp 54,20 triliun,
pada 2019 menjadi Rp 57,80
triliun, pada 2020 sebesar Rp
49,10 triliun, dan pada triwulan
I-2021 sebesar Rp 13,90 triliun.
Khusus realisasi investasi
PMA pada 2016 sebesar US$
1,65 miliar, pada 2017 sebesar
US$ 1,60 miliar, pada 2018
sebesar US$ 1,70 miliar, pada
2019 sebesar US$ 0,90 miliar,
pada 2020 sebesar US$ 1,20
miliar, dan pada triwulan I-2021
sebesar US$ 0,30 miliar.
(Oleh - HR1)
Harus Hasilkan Solusi bagi Petani
BANYUASIN - Tak lama lagi, Muara Enim akan menjadi tuan rumah Pekan Daerah Kontak Tani Nelayan Andalan (PEDA KTNA). Dalam kegiatan ini, setiap stakeholder akan membahas peningkatan kesejahteraan petani dan nelayan melalui peningkatan kuantitas dan kualitas produk pangan tersebut.
Sejumlah persiapan pun gencar dilakukan agar kegiatan tersebut menghasilkan manfaat besar bagi pertanian di Sumsel. Termasuk dengan melakukan rembug pemantapan PEDA KTNA XIV Tahun 2021 tersebut.
Gubernur Sumsel H Herman Deru, menyebut rembug yang dilakukan harus menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dari pemikiran dan perencanaan yang sebelumnya telah dilakukan untuk kegiatan tersebut. Artinya, rembug tersebut tidak lagi untuk merencanakan.
“Rembug ini harus sudah merumuskan teknis pelaksanaan bukan lagi rencana, guna suksesnya kegiatan produk yang dihasilkan dari PEDA tersebut. Yang jelas harus memberikan manfaat bagi para petani di Sumsel,” katanya saat membuka Rembug Pemantapan PEDA KTNA XIV Tahun 2021 di kediaman Ketua KTNA Sumsel, Muhammad Basir, di Tanah Mas Banyuasin.
Dia menuturkan, PEDA KTNA di Muara Enim juga harus menghasilkan produk rekomendasi dalam mencari solusi untuk menghadapi tantangan di bidang pertanian. “Tantangan yang terjadi di bidang pertanian ini sangat dinamis sehingga PEDA tersebut harus menghasilkan rekomendasi untuk menentukan solusi untuk menghadapi tantangan mulai dari lahan, benih, pupuk, hingga masalah harga,” ucapnya.
Lebih lanjut dikatakannya, salah satu yang akan direkomendasinya adalah soal subsidi di bidang pertanian. Dimana diketahui, saat ini pemerintah pusat memberikan subsidi pupuk kepada para petani.
“Nantinya kita akan merekomendasikan subsidi pupuk itu dialihkan untuk subsidi harga beras saja. Ini akan lebih dirasakan petani. Lalu, saya juga merekomendasikan kepada KTNA untuk mengangkat tanaman khas tradisional seperti duku komering. Kalau tidak dijaga tentu tanaman khas ini akan punah dan hilang,” terangnya.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Bupati Muara Enim H Nasrun Umar memastikan kesiapan Kabupaten Muara Enim dalam pelaksanaan PEDA KTNA tersebut. Kegiatan tersebut akan terpusat di Semendo Raya yakni Kecamatan Semendo Darat Laut (SDL), Kecamatan Semendo Darat Tengah (SDT) dan Kecamatan Semendo Darat Ulu (SDU).
“Sejumlah persiapan sudah dilakukan. Termasuk akses menuju lokasi. Kegiatan ini bukan hanya kita jadikan sebagai ajang silahturahmi, namun juga upaya untuk meningkatkan produktivitas pertanian,” katanya.
Selain itu, kegiatan itu juga diketahui akan berbagai acara seperti gelaran teknologi, ekspo, pentas seni, lomba keakraban, lomba olahan ikan, lomba pangan olahan, dan sebagainya. “Melalui kegiatan ini, kita menginginkan para petani Sumsel memiliki jiwa entrepreneur sehingga para petani tersebut akan semakin sejahtera,” pungkasnya.
Hak Karyawan Sesuai UU Cipta Kerja
PALEMBANG - Penutupan gerai Giant dipastikan akan berlangsung Juli. Itu juga termasuk dua gerai yang ada di kota Palembang. “Seluruh gerai dipastikan tutup. Termasuk Sumsel,” kata Communication Team Corporate and Consumer Affairs PT Hero Supermarket Tbk, Dicky Risbianto kemarin.
Menurutnya, penutupan ini ditetapkan berdasarkan tinjauan strategi untuk memfokuskan investasi. Pihaknya fokus mengembangkan IKEA, Guardian, dan Hero Supermarket yang memiliki potensi pertumbuhan yang tinggi.
Dia menambahkan, penutupan juga dilakukan karena manajemen melihat peralihan konsumen Indonesia dari format hypermarket. “Sebuah tren yang juga terlihat di pasar global lainnya yang semakin dipercepat oleh pandemi,” ujarnya.
Ia mengatakan, sejauh ini, pihaknya berencana mengkonversi lima gerai IKEA dan tengah menegosiasikan potensi pengalihan kepemilikan sejumlah gerai Giant dengan pihak ketiga.
Dia memastikan keputusan penutupan Giant akan berdampak keseluruh karyawan. Namun dia memastikan hak akan diberikan sesuai yang direkomendasikan di UU Cipta Kerja. “Ini merupakan ungkapan terima kasih kami atas dukungan mereka selama ini serta untuk membantu transisi mereka menuju kesempatan kerja yang baru,” ucap dia.
Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga memastikan proses komunikasi yang transparan kepada tiap karyawan. “Kami telah melakukan yang terbaik guna memastikan masa transisi yang lancar, serta memperlakukan semua pihak dengan adil dan hormat,” tukasnya.
Tutupnya sejumlah gerai ritel raksasa tak dipungkiri Wakit Ketua DPRD Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPB) Sumsel, Agus Ekawani. Menurutnya, penutupan itu karena beberapa faktor. Termasuk biaya operasional yang tinggi.
“Seperti untuk sewa tempat, ini sampai memakan biaya 30 %,” katanya. Diakuinya, jika dibandingkan tahun lalu kondisi ekonomi masih sedikit lebih baik. Namun, sejauh ini masih banyak usaha yang belum bergerak dan masih terseok-seok di masa pandemi. Bahkan tak sedikt yang tumbang dan memilih tutup usaha.
“Banyak usaha yang tutup, termasuk ritel. Walaupun sebenarnya peluang untuk bertahan di kondisi saat ini tetap ada,” tukasnya.
Bakso Juragan Buka Cabang Ketiga
PALEMBANG - Bakso Juragan membuka cabang ketiganya. Kali ini, lokasi yang di pilih ada dikawasan Plaju. Tepatnya di belakang Kampus Universitas Bina Darma (UBD) Palembang.
CEO Bakso Juragan, Alfarizi, mengatakan, dengan lokasi yang strategis pihaknya mengusung tiga konsep usaha. Yakni bakso, kopi, dan tanaman. “Selama masa opening kami diskon 50 %. Lalu, bakso cumi porsian dengan harga Rp 35 ribu dan bakso cumi bakar Rp 30 ribu,” katanya.
Lalu, pihaknya juga menyediakan promo cumi kombo. Menu ini lengkap ada bakso cumi porsian, bakso cumi bakar, dua es teh, nasi, dengan harga normal Rp 85 ribu kita diskon jadi Rp 75 ribu saja. “Promo ini berlansung samapai 30 Mei mendatang,” ujarnya.
Sementara untuk menu andalan yang menjadi favorit pengunjung adalah bakso urat pedas dan bakso lava. “Memang dua menu ini selalu dicari pengunjung si semua cabang kita termasuk cabang baru di Plaju, buktinya dua menu ini belum sampai sore sudah ludes,” ucapnya.
Tempat dengan kapasitas 100 orang ini juga menghadirkan suasana yang nyaman dan sejuk dipandang mata agar pengunjung merasa betah menikmati menu-menu yang tersedia. Bakso Juragan buka mulai pukul 10.00 hingga 21.30 WIB.
Funworld PIM Beri Potongan 40%
Palembang – Funworld PIM Palembang Indah Mall (PIM) menggelar program Cross Promo dengan Le Garden Gallery Food. Dalam kerja sama ini, ada potongan harga sebesar 40 persen bermain di funworld yang diberikan.
Koordinator Wilayah Sumatera-Jakarta, Aldy, mengatakan, promo ini merupakan salah satu cara memanjakan customer. “Customer bisa melakukan pembelian di semua tenant yang ada di sana. Kemudian tunjukkan struk belanja LeGarden minimal Rp 15 ribu dengan minimal transaksi terlebih dahulu di Funworld dengan minimal pembelian Rp 60 tibu,” katanya.
Untuk mekanisme pemberian bonus, customer cukup melakukan pembelian Rp 60 ribu terlebih dahulu di Funworld bagi pengunjung yang membawa struk belanja di Le Garden. Satu struk hanya berlaku dihari yang sama untuk satu kali transaksi dan tidak dapat digabungkan.
“Untuk bonus ini tidak dapat ditukar dengan uang,” imbuhnya.
Kasir kemudian akan memotong atau menggunting pada bagian voucher bonus 40 persen dan menyimpan potongan tersebut serta memberikan stamp lokasi pada struk yang dibawa oleh customer agar tidak dapat digunakan kembali. “Promo ini tidak daapat digabung dengan promo lainnya,’ tutupnya.
Tanpa Pengawet, Pasar Tembus sampai Qatar
Dimana ada kemauan disitu ada jalan. Pepatah lama ini tepat disematkan kepada RM Kurniaturrohman (39), Pelestari kumbu pengananan bingen khas Palembang. Kini, pria asli Palembang ini menekuni usaha yang dinamai Maman Kumbu. Bagaimana kiprahnya?
INSPIRASI bisnis tak jarang muncul dari hobi. Tak terkecuali maman (sapaan karib RM Kurniaturrohman, red). Keluarganya kerap menyajikan hidangan kumbu, terutama saat Ramadhan. Dari situ juga ide bisnis Maman muncul. Dia memutuskan jualan makanan khas itu.
Ya, usaha yang mulai dirintis sejak lebih kurang 9 tahun yang lalu ini kini menjadi sumber pemasukan utama maman dan keluarga. “Saat itu sekitar tahun 2012, selepas berhenti menjadi karyawan disalah satu restoran cepat saji. Berbekal dari resep keluarga coba-coba buat kumbu untuk dititipkan ke warung dekat rumah.”ucap maman memulai kisahnya saat dibincangi di rumahnya jl H Faqih Usman, Lr Kampung Kemas, Kelurahan 2 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU)-1, kemarin.
Dia mengatakan cara membuat kumbu sebetulnya tidak sulit, namun butuh ketelitian dan kehati-hatian untuk mendapatkan kumbu dengan cita rasa gurih dan lezat. Bahan utamannya berupa kacang merah, kelapa yang sudah diparut giling serta gula merah.
“kacang merah yang sudah dibersihkan direndam lebih dulu selama kurang lebih tiga jam. Baru setelah itu direbus dengan menggunakan panci presto selama kurang 45 menit.” Katanya. Setelah itu barulah karcang merah yang selesai direbus itu dicampurkan dengan kelapa dan gula merah hingga berbentuk adonan barulah dicetak dengan cetakan persegi.









