Negara-Negara Didesak Membatasi Bahan Bakar Fosil
Rancangan pernyataan konferensi tingkat tinggi COP-26 meminta negara-negara untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Setelah dua minggu sepanjang waktu, para delegasi menghasilkan ringkasan kemajuan. Yang mendesak pemerintah negara-negara untuk mempercepat penghapusan secara bertahap pembangkit listrik tenaga batu bara.
Satu hari sebelum penutupan, negara-negara hampir tidak mendekati kesepakatan apakah rencana pengurangan emisi nasional harus ditingkatkan dalam jangka pendek. “Yang benar adalah bahwa atmosfir tidak peduli dengan komitmen. Atmosfir hanya peduli dengan apa yang kita masukkan kedalamnya. Kemanusiaan tidak akan diselamatkan oleh janji.”Kata Vanessa aktivis pemuda Uganda.
Negara-negara kaya memperlakukan pendanaan iklim sebagai amal atau bantuan untuk menenangkan negara-negara berkembang, agar menandatangani paket keputusan yang dikompromikan. Sementara Negara yang sudah dilanda bencana iklim seperti kekeringan dan banjir yang memecah rekor, menuntut agar mereka diberikan kompensasi secara terpisah untuk kerugian dan kerusakan. (Yetede)
Ekonomi Malaysia Kontraksi 4,5% di Kuartal III
Ekonomi Malaysia Kontraksi 4,5% di kuartal III-2021, berkebalikan dengan rebound di kuartal II. Namun kontraksi ini jauh lebih buruk dari pada perkiraan rerata para ekonom yang disurvei Reuters, yang memprediksikan kontraksi 1,3%. Meski demikian Bank Negara Malaysia mengatakan indikator baru-baru ini menunjukkan momentum yang lebih positif.
“Propek pertumbuhan tetap tunduk pada factor risiko Covid-19 secara global dan domestik, stabilitas di pasar keuangan global, serta pelonggaran gangguan rantai asok secara bertahap,” Kata Gubernur BNK Nor Shamsiah Mohd Yunus dalam konferensi pers, Jumat (12/11). Ekonomi Malaysia telah pulih dari kemerosotan yang disebabkan pandemic pada kuartal II-2021.
Namun, tingkat infeksi virus corona telah melambat secara drastis dalam beberapa pekan terakhir ditengah program vaksinasi yang ditingkatkan. Hal ini meningkatkan harapan akan perubahan haluan. Saat ini lebih dari tiga perempat dari 32 juta penduduk Malaysia telah divaksin lengkap. (Yetede)
Menghadang Petaka Pinjol dengan Bunga Nol
Pinjaman online atau lazin disebut pinjol, akhir-akhir ini menjadi isu yang menarik perhatian banyak pihak. Bahkan orang nomor satu negara ini, Presiden Jokowi sampai mengeluarkan pernyataan perang terhadap pinjol. Menawarkan pinjaman dengan menyebar promosi secara acak melalui layanan pesan singkat via SMS, WA atau applikasi lain, pelaku menyebar jerat para korbannya.
Ketika nasabah tidak mampu membayar, data pribadi mereka disebar, foto pribadi disunting menjadi foto porno. Sampai-sampai nomor telpon yang terkoneksi dengan pengguna pinjol memperoleh pesan masal “Teman Anda yang bernama Fulani tidak membayar pinjaman dari PT Anus. Tolong sampaikan agar ybs melunasi hutangnya. Jika tidak data pribadinya akan kami sebar,” ancam pelaku.
Sebenarnya, pemerintah melalui lembaga keungannya telah menyediakan solusi untuk membantu masyarakat menghadapi dampak ekonomi karena pandemic melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional. Pemerintah berusaha melindungi, mempertahankan dan meningkatkan kemampuan konomi pelaku usaha selama masa pandemi Covid-19. (Yetede)
Penataan Ruang dan Penanggulangan Bencana
Masyarakat Indonesia memperingati Hari Tata Ruang Nasional (Hantaru) setiap 8 November. Tema tahun ini ialah “Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional melalui Pelayanan Tata Ruang dan Pertanahan yang Profesional”. Tujuan Hantaru adalah mewujudkan Ruang Nusantara yang aman dan nyaman, produktif dan berkelanjutan.
Peringatan Hantaru merupakan upaya untuk terus membangun dan meningkatkan kesadaran serta peran seluruh pihak. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat bencana alam di Indonesia (per Oktober 2021) sebanyak 2.208 kejadian dan banjir yang diperkirakan akan meningkat tajam seiring memasuki musim penghujan di Tanah Air.
Potensi bencana disetiap daerah berbeda sehingga langkah pengurangan risiko bencana dan penanggulangan bencana harus disesuaikan dengan kondisi lokal. Di pemukiman dan pusat perkotaan dikembangkan jalan (Jalur evakuasi) dilengkapi rambu, marka, sirene peringatan dini dan posko pengungsian yang dilengkapi fasilitas pembangkit listrik mandiri bertenaga surya, ketersedian telpon satelit, pompa hidran, sanitasi, dan sarana air bersih. (Yetede)
Laba Bersih Cisadane Sawit Raya Melesat 179,2%
PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) membukukan lonjakan laba sebanyak 179,26% menjadi Rp 178,74 miliar, dibandingkan periode sama tahun lalu senilai Rp64,02 miliar. Perseroan mencatat harga jual rata-rata minyak sawit mentah perseroan mencapai Rp 10.658 per kilo gram hingga kuartal III-2021. Sedangkan harga rata-rata harga tandan buah segar naik menjadi Rp 2.290 per kg.
Selain faktor lonjakan harga, managemen perseroan menyebutkan pertumbuhan kinerja keuangan didukung atas konsitensi lini produksi yang kuat dengan yield produksi TBS yang tergolong ideal. Pencapaian profitibilitas yang solid tersebut mencerminkan strategi inovasi tata kelola perusahaan yang baik serta managemen biaya strategis untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan.
Adapun total aset pada tanggal 30 September 2021 berada pada level Rp1,63 triliun, meningkat 16,4% dari posisi akhir full year 2020 sebesar Rp1,40 Triliun. Total liabilitas meningkat 31,2% dibandingkan posisi akhir tahun 2020 dikarenakan adanya peningkatan hutang berbunga jangka panjang. Sementara ekuitas perseroan berada di level Rp751,02 miliar pada 30 September. (Yetede)
Adhi Properti Bidik Dana IPO Saham Rp 1,6 Triliun
Anak usaha PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Adhi Commuter Property (ADCP), berencana menggelar penawaran umum perdana saham dengan target dana maksimal Rp1,6 triliun. Perseroan bakal menerbitkan sebanyaj 8 miliar saham baru atau 28,6% dari modal ditempatkan disetor penuh penawaran dibanderol pada kisaran Rp 130-200 per saham.
Menurut Direktur Utama ADCP Rizkan Firman,pengembangan hunian yang terintegrasi dengan transportasi masal cepat merupakan jawaban atau solusi dari problematika kehidupan dikawasan Jakarta. ADCP akan mengantongi penerimaan dari unit-unit yang telah dipesan konsumen atau future progress dealing sebesar Rp 1,7 miliar triliun dan pendapatan yang belum diakui sebesar Rp2,7 triliun.
“Kami dapat melihat adanya pendapatan yang subtansi kedepan bagi ADCP dari dua sumber. Pertama, pendapatan yang belum dibukukan. Kedua, sisa gross development value dari persediaan yang masih ada pada fase pengembangan yang pertama. ADCP juga memiliki total potensi pendapatan masa depan sebesar Rp 60,9 triliun dari proyek-proyek yang telah diluncurkan,” kata Direktur Pengembangan Bisnis ADCP Rozi Sparta. (Yetede)
Airnav Siapkan Prosedur Helikopter
Airnav Indonesia memiliki jurus jitu mendukung gelaran World
Superbike Mandalika International Street Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat
yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Jumat (12/11). Kelima prosedur
tersebut adalah implementasi prosedur helikopter, dukungan personal layanan
navigasi penerbangan, pengoperasian
intrusment landing system.
“Prosedur helikopeter yang kami siapkan utuk mendukung gelaran Wrold Superbike Mandalika adalah rute Bandar Udara Internasional Lombok Zainudin Abdul Majdid ke sirkuit Mandalika dan sebaliknya. Rute ini dapat digunakan untuk helicopter yang akan ditumpangi oleh pembalap, official team, panitia World Superbike, penonton, atau tamu VIP lainnya.” Kata Direktur Utama Airnav Indonesia M Pramintohadi Sukarno.
Dalam mendukung oparasional penerbangan helicopter di Sirkuit Mandalika, Airnav pun menyiapkan personil layanan navigasi penerbangan yang bertugas selama perhelatan World Superbike berlangsung. “Kami akan menempatkan personal air traffic controller di sirkuit Mandalika untuk memberikan layanan informasi penerbangan termasuk kondisi cuaca terkini dan alerting service memastikan lalu lintas penerbangan berjalan selamat, aman dan efisien.“ujar Pramintohadi. (Yetede)
Pengusaha Dukung Pencapaian Net Sink Sektor Kehutanan
Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) siap mendukung target penyerapan karbon lebih tinggi dibanding emisi gas rumah kaca (GRK) dari sektor hutan dan penggunaan lahan (Net Sink FoLU). Pada 2030 sebagaimana ditetapkan pemerintah untuk mendukung pencapain Net Sink, pelaku usaha mengimplementasikan skema multiusaha kehutanan. Ketua APHI Indroyono Soesilo menyatakan, berdasarkan skema tersebut, usaha perhutanan tidak hanya fokus pada hasil hutan kayu tetapi juga pada pemanfaatan hasil hutan bukan kayu.
Chief Sustainability Officer APP Sinar Mas Elim Sritaba menyatakan, APP Sinar Mas dan mitranya dengan dukungan Pemerintah Indonesia berkomitmen berkontribusi dalam pencapaian target pengurakan emisi GRK seperti tertuang dalam Nationally Determined Contribution. Sementara itu, Direktur Usaha Hutan Produksi KLHK Istanto menambahkan, saat ini ada sekitar 33.20 juta ha hektar produksi yang dibebani konsep PBPH.
Sedangkan Sekretaris Ditjen Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (karhutla) KLHK Sugeng Priyanto mengatakan, mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan sudah menjadi prioritas pemerintah dan merupakan salah satu upaya dalam menurunkan emisi GRK dari sektor FoLU. Pencegahan karhutla harus melibatkan pihak swasta dan masyrakat sekitar hutan , agar pencegahan berjalan optimal maka diperlukan penegakan hukum sehingga menimbulkan efek jera kepada pelaku. (Yetede)
Proyek Jambaran Tiung Biru Berpotensi Molor ke 2022
Proyek Jambaran Tiung Biru (JTB) berpotensi molor hingga pada tahun depan, pada awalnya ditergetkan rampung akhir 2021. Namun Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) masih berupaya agar proyek selesai. Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno menuturkan, pihaknya masih mengejar penyelesaian tiga proyek hulu migas tambahan di tahun ini, salah satunya proyek Utinisasi Lapangan Jambaran-Tiung Biru.
"JTB yang keliatan sangat berat untuk onstream (operasi) tahun ini. Ada kemungkinan (mundur)," kata dia di Jakarta, Jumat (12/11). Saat ini jelasnya, perkembangan Proyek Jambaran Tiung Biru sudah mencapai 95%. Akan tetapi sekalipun kemajuan proyek ini dapat menyentuh 98-99% pun, kemungkinan untuk bisa memulai operasi pada tahun ini masih cukup sulit. "Tetapi tetap kami usahakan semaksimal mungkin," tegas Julis.
Selain JTB, dua proyek lain yang juga ditargetkan selesai tahun ini adlaah Proyek SP Bambu Besar (Asso)oleh PT Pertamina EP dan BukitTua Phase 3 oleh Petronas Carigali Ketapang II Ltd. Proyek SP Bambu Besar diperkirakan memberikan tambahan produksi gas sebesar 7 MMscfd gas. Termasuk JBT, ketiga proyek ini akan memberikan tambahan produksi minyak sebesar14 ribu bph dan gas 367 MMscd (Yetede)
Harga minyak Indonesia Tembus US$ 81,8 Per Barel
Terjadi krisis pasokan gas dan melonjaknya harga batu bara turut mendongkrak rata-rata harga minyak mentah Indonesia (Indonesian (Crude Price/ICP) periode Oktober menjadi US$ 81,8 per barell, atau naik US$ 9,6 per barel dari bulan sebelumnya yakni US$ 72,2 per barel. Tim harga minyak Indonesia menuturkan, terdapat beberapa faktor yang mendongkrak harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional pada Oktober.
Faktor lain,kesepakatan OPEC+ yang hanya akan melanjutkan rencana kenaikan produksi 400 barel perbulan meskipun terjadi peningkatan permintaan minyak mentah. Dalam laporannya pada Oktober kemarin. OPEC memproyeksikan permintaan minyak global naik 120 ribu barel per hari (bph) menjadi 99,82 juta bph. Selain itu,produksi minyak negara selain non-OPEC diperkirakan turun 3,2 juta bph menjadi 65,24 juta bph pada kuartal terakhir 2021.
"Peningkatan harga minyak juga dipengaruhi oleh pemulihan kondisi ekonomi dan pertumbuhan industri yang sebelumya terdampak Covid-19 yang meningkatkan permintaan akan energi, terutama minyak mentah." Tambah Tim harga minyak Indonesia. Untuk harga kemasan Asia-Pasifik, lanjut Tim harga minyak Indonesia kenaikan harga minyak mentah juga dipengaruhi oleh musim dingin yang datang lebih awal di Tiongkok. (Yetede)









