;

Daging Ayam Rp 40.000 Per Kg di Indramayu

Yoga 17 Jan 2022 Kompas

Sejumlah pedagang di Kabupaten Indramayu, Jabar, mengeluhkan lonjakan harga daging  ayam  hingga Rp 40.000 per kg, yang selain memberatkan konsumen, juga merugikan pedagang. ”Bingung juga, kalau ayam dijual di atas Rp 40.000 per kg, tidak ada yang beli. Mau mengurangi belanja, nanti pelanggan tidak kebagian,” kata Ahmad Aris (27), pedagang di Pasar Karangampel, Indramayu, Minggu (16/1). Para pedagang berharap harga ayam di distributor bisa sekitar Rp 15.000 per kg. (Yoga)


Pasar Saham Menanti Arah Kebijakan Suku Bunga

Hairul Rizal 17 Jan 2022 Kontan

Fokus pelaku pasar di pekan ini akan tertuju pada Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang akan digelar pada 19-20 Januari 2022. Sementara itu bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve baru akan menggelar pertemuan pada pekan depan. The Fed telah memberi sinyal kuat akan menaikkan suku bunga lebih agresif pada tahun ini. Meski demikian, analis memprediksi BI masih akan menahan suku bunga acuan BI 7-day reverse repo rate dalam RDG kali ini. Daya beli masyarakat juga dinilai masih belum pulih. Sehingga, suku bunga akan tetap dipertahankan rendah, dengan harapan bisa mendorong pemulihan ekonomi ke depan.

Tapi, Ivan tak menampik bahwa ada peluang kenaikan suku bunga BI pada tahun ini, sejalan dengan rencana kebijakan suku bunga AS. Jika BI menaikkan suku bunga di RDG bulan ini, saham-saham perbankan dan properti kemungkinan bakal terkoreksi. Sebaliknya, jika suku bunga BI belum berubah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak positif.


Pungutan Batubara Terus Memantik Protes

Hairul Rizal 17 Jan 2022 Kontan

Pembenahan tata niaga batubara nasional terus mengalir. Pemerintah menyodorkan skema Badan Layanan Umum (BLU) Batubara untuk mengatasi seretnya pasokan batubara di pasar domestik. Namun, parlemen dan sejumlah kalangan menolak skema BLU Batubara, yang dianggap sebagai jalan liberalisasi tata niaga batubara. Direktur Eksekutif Indonesia Resouces Studies (IRESS) Marwan Batubara juga bilang, skema BLU Batubara berpotensi lebih menguntungkan pelaku usaha ketimbang PLN.  Skema ini bisa membebani keuangan PLN. Apalagi, Marwan menilai iuran pelaku usaha bisa saja tidak mampu menutupi disparitas harga batubara antara harga pasar dan baseline DMO sebesar US$ 70 per ton. "Setiap kenaikan (harga) US$ 10 per ton. Jika bicara kenaikan (selisih) US$ 50 per ton, berarti BPP naik Rp 50 triliun," ungkap dia. 

Impor Mulai Menggerus Surplus Neraca Dagang

Hairul Rizal 17 Jan 2022 Kontan

Kinerja ekspor dan  impor Indonesia tahun  lalu diperkirakan tetap tinggi. Namun, impor naik lebih tinggi sehingga surplus neraca perdagangan Desember 2021 mulai menyusut. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede memperkirakan, surplus neraca perdagangan bulan lalu sebesar US$ 3,28 miliar, sedikit turun dibanding surplus bulan November 2021 yang sebesar US$ 3,51 miliar. Menurut Josua, hal ini sejalan dengan penurunan tipis nilai ekspor, yang diikuti dengan peningkatan nilai impor.


Bank Dunia : Ekonomi RI Melambat Lagi di 2023

Hairul Rizal 17 Jan 2022 Kontan

Bank Dunia (World Bank) optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini bisa mencapai 5,2%. Namun, pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2023 diperkirakan melambat lagi ke level 5,1%. Dalam laporan bertajuk Global Economic Prospects, World Bank menyebut ada tiga risiko utama yang berpotensi menekan ekonomi global, termasuk Indonesia, pada 2022 dan 2023. Pertama, risiko pandemi Covid-19 makin kuat di negara-negara yang memiliki tingkat vaksinasi dan tingkat pengetesan Covid-19 yang rendah. Kedua, risiko inflasi yang tinggi di berbagai negara karena gangguan rantai pasok dan kekurangan pasar tenaga kerja yang mendorong lonjakan inflasi pangan dan energi. Ketiga, risiko melambatnya pertumbuhan ekspor karena permintaan global yang lebih lemah, gangguan pasokan, kekurangan tenaga kerja, sehingga ada peningkatan biaya pengiriman.


Masih Ada 30 Perusahaan Mengantre IPO di BEI

Hairul Rizal 17 Jan 2022 Kontan

Sejak awal tahun ini, dua emiten baru telah mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan total nilai emisi Rp 723 miliar. Direktur Penilaian BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, masih ada 30 perusahaan dalam antrean initial public offering (IPO). "Dari 30 perusahaan tersebut, sebanyak empat perusahaan termasuk kategori aset skala kecil, 14 perusahaan masuk aset skala menengah, dan 12 perusahaan merupakan aset skala besar," kata Nyoman, Jumat (14/1).

Perusahaan dengan skala kecil adalah yang memiliki aset tidak lebih dari Rp 50 miliar, sedangkan perusahaan skala menengah memiliki aset lebih dari Rp 50 miliar sampai dengan Rp 250 miliar. Lalu perusahaan kategori aset skala besar memiliki aset di atas Rp 250 miliar. Secara sektoral, perusahaan dari sektor barang konsumsi non-primer mendominasi pipeline tersebut, yakni sebanyak sembilan perusahaan. Kemudian, empat perusahaan berasal dari sektor perindustrian, empat dari setor barang konsumsi primer, dan empat dari sektor teknologi.



Momentum Bank Dulang Cuan

Hairul Rizal 17 Jan 2022 Bisnis Indonesia

Capaian kinerja pada 2021 yang diramal moncer bakal menjadi modal kuat bagi bank dalam memacu bisnis pada 2022. Demikian pula dengan tren positif sejumlah indikator ekonomi yang diyakini menjadi katalis positif bagi bank dalam mengerek kredit di tengah situasi menantang akibat pandemi Covid-19. Pelaku industri perbankan optimistis kinerja pada 2022 akan baik kendati tetap mewaspadai dampak dari penurunan kualitas kredit.

Alhasil, meriahnya permintaan kredit yang diimbangi dengan tingkat suku bunga rendah, serta berbagai terobosan inovasi perbankan, mengungkit laba yang dibukukan bank. Bahkan, saat dana pihak ketiga (DPK) menumpuk lantaran laju kredit belum naik tinggi, bank masih bisa mendulang cuan dari penempatan dananya di surat berharga negara. Berdasarkan data Bisnis Indonesia Resources Center (BIRC), laba bersih bank sampai dengan kuartal III/2021 mencapai Rp103,52 triliun. Nilai itu telah melampaui kinerja laba pada akhir 2020 yang tercatat Rp98,32 triliun. Sementara itu, konsensus analis di Bloomberg memperkirakan laba bersih sebanyak sembilan bank papan atas pada 2021 sekitar Rp106,91 triliun. Kelompok bank itu rata-rata mewakili 74% dari total laba industri perbankan nasional. (Lihat infografik) Mengacu pada asumsi tersebut, laba di industri perbankan nasional pada 2021 dapat menyentuh Rp130 triliun—Rp140 triliun.

Ribuan Guru Honorer Peroleh Apresiasi BUMN

Hairul Rizal 17 Jan 2022 Bisnis Indonesia

Saat ini di tengah perjuangan para guru dalam mengajar dan mendidik siswa di sekolah-sekolah di Tanah Air, terdapat guru-guru yang berjuang di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal atau biasa disebut daerah 3T, yang mana sebagian di antara mereka bahkan masih berstatus guru honorer. Atas perjuangan para guru honorer tersebut, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memberikan apresiasi atas dedikasi mereka dalam mencerdaskan anak bangsa. BNI menilai bahwa peran tenaga pendidik ini sangat krusial karena pengabdiannya sangat bernilai dalam meningkatkan pengetahuan serta nilai dan etika dari generasi muda Indonesia. Pada program ini, sebanyak 3.638 guru honorer telah terpilih untuk mendapatkan apresiasi dari BNI dalam bentuk tabungan. Guru honorer ini mulai dari jenjang Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Program ini pun mencakup guru honorer baik dari sekolah negeri maupun swasta dengan total alokasi anggaran senilai Rp18,19 miliar. Apresiasi tersebut diserahkan langsung secara simbolis oleh Menteri BUMN Erick Thohir kepada beberapa guru honorer di Malang, Jawa Timur, Sabtu (15/1).

Bergegas Menggapai Bauran Energi

Hairul Rizal 17 Jan 2022 Bisnis Indonesia

Momentum transisi energi yang mendorong negara-negara di dunia bergerak ke arah yang sama dengan mulai meninggalkan sumber fosil menuju ke energi hijau yang ramah lingkungan, direspons pemerintah melalui langkah strategis di dalam negeri. Tepatnya seusai kesepakatan transisi energi dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Iklim COP26 di Glasgow, Inggris pada akhir tahun lalu, pemerintah makin mematangkan berbagai regulasi di sektor energi baru terbarukan (EBT) untuk menekan emisi dan pemanasan global. Langkah awal yang ditempuh adalah mengundangkan Peraturan Presiden (Perpres) No. 98/2021 tentang Nilai Ekonomi Karbon. Regulasi ini menjadi payung untuk menggerakkan pembiayaan dan investasi hijau hingga berdampak besar terhadap transisi energi.

Saat ini, Indonesia tengah memacu bauran energi baru terbarukan yang kapasitasnya telah mencapai 1.900 Megawatt. Hingga 2030, pemerintah menargetkan ada tambahan kapasitas pembangkit listrik sebesar 20 Gigawatt, yang 2.000 Mw di antaranya berasal dari energi hijau. Berdasarkan Data Badan Geologi, yang tercantum dalam Peta Distribusi Potensi Panas Bumi Indonesia, pada Desember 2020 setidaknya Indonesia mempunyai 357 lokasi potensi panas bumi dengan total potensi sebesar 23.765,5 MWe. Dari total potensi panas bumi 23.765,5 MWe, Indonesia sudah memanfaatkan 2.175,7 MWe atau 9% untuk Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) dan menjadi negara di peringkat 2 dunia dalam pemanfaatan listrik dari energi panas bumi.  Selama ini upaya mencapai target bauran energi masih lambat karena perlu dukungan para pemangku kepentingan, investasi, dan pembangunan infrastruktur pendukung.

Disiplin Hadapi Omicron

Hairul Rizal 17 Jan 2022 Bisnis Indonesia

Memasuki tahun 2022, ancaman pandemi dengan varian barunya, Omicron belum berlalu. Tapi dengan penguatan vaksinasi hingga ke dosis ketiga, semoga saja kita makin kuat untuk keluar dari lingkaran pandemi. Tentu dengan sikap disiplin semua pihak. Jangan abai bahwa kondisi bangsa kita masih penuh tantangan karena ancaman utama tersebut terus mengintai. Membaiknya kondisi saat ini jangan sampai membuat kita lengah, sehingga malah membuang jauh protokol kesehatan demi mengejar kegembiraan.


Pilihan Editor