Dongkrak Penjualan, Trisula Diversifikasi Produk
Perusahaan Tekstil dan garmen terintegrasi, PT Trisula Internasional Tbk (TRIS) dan PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL), melakukan diversifikasi produk untuk mendongkrak penjualan. Direktur Utama TRIS Santoso Widjoyo menyampaikan, pihaknya juga berinovasi dengan meluncurkan situs web e-commerce bernama Yukshopping.com untuk menjual produk-produk Trisula Group secara terintegrasi. Di sisi lain TRIS juga telah menyusun berbagai rencana dan strategi yang akan dijalankan pada 2022 untuk meningkatkan kinerja, "Kami berharap dapat terus berinovasi dan beradaptasi untuk meningkatkan kinerja perusahaan ke depannya. "Seiring dengan keberhasilan BELL, dalam meraih penghargaan tersebut, semakin memperlihatkan bahwa hasil inovasi perseroan dapat membantu baik dalam penerapan era teknologi 4,0 maupun efisiensi dalam proses produksi. (Yetede)
Hutama Karya Garap Tol Semarang-Demak 1A Senilai Rp 2,08 Triliun
PT Hutama Karya (Persero) meraih kontrak baru untuk menggarap proyek konstruksi Jalan Tol Semarang-Demak 1A sepanjang 4 Km. Berkolaborasi dengan Beijing Urban Construction Group (BUCG), Hutama Karya memegang porsi 40% pada proyek bernilai Rp 2,08 triliun tersebut. "Di tol Semarang-Demak 1A ini, kami akan mengerjakan peninggian Jembatan Kaliwage, penyambungan approach bridge dan pekerja evelasi pada 14 titik yang semuanya berada di daerah Kota Semarang," Papar Direktur Operasi I Hutama Karya Novias Nurendra. Ia menambahkan, proyek Tol Semarang-Demak 1A dibangun diatas tanah lunak dari ketinggian 0 hingga 20 meter, sehingga dalam konstruksinya perseroan bakal menggunakan teknologi Mortar Busa untuk mengatasi kondisi tanah lunak tersebut. (Yetede)
Januari, Ekspor Minyak Sawit Hanya 2,18 Juta Ton
Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki)
menyatakan, ekspor minyak sawit nasional pada Januari 2022 mencapai 2,18
juta ton atau turun 11,4% dari Desember 2021 sebesar 2,46 juta ton dan
lebih rendah 23,8% dari ekspor Januari 2021 yang sebesar 2,86 juta ton.
Penurunan ekspor Januari 2022 dari Desember 2021 itu merupakan pola musiman,
ditambah faktor produksi yang sangat terbatas dan harga yang sangat tinggi.
Sedangkan untuk konsumsi dalam negeri Januari 2022 sebesar 1,51 juta ton
atau 160 ribun ton lebih rendah dari Desember 2021 sebesar 1,67 juta ton atau
turun 9,6%. Konsumsi terbesar untuk biodiesel 732 ribu ton, diikuti industri
pangan 592 ribu ton, dan oleokimia 183 ribu ton. Konsumsi minyak sawit untuk
biodiesel yang melampaui untuk pangan telah terjadi sejak November 2021.
Di sisi lain stok minyak sawit dan inti sawit Indonesia pada akhir Januari naik
menjadi 4,68 juta ton dari awal Januari 4,13 juta ton. (Yetede)
Sinyal Poros Baru Dari Gondangdia
Sebelas orang pengurus pusat Partai NasDem dan Partai Golkar duduk meriung di kantor pusat NasDem. Mereka membahas sejumlah persoalan selama hampir tiga jam, salah satunya rencana kedua partai untuk berkoalisi dalam pemilihan presiden mendatang. Koalisi ini bisa menjadi poros baru koalisi Golkar-NasDem. Wakil Ketua Umum DPP Partai NasDem, Ahmad Ali, mengatakan pertemuan itu menjadi gambaran kedua partai tengah menjalin hubungan yang romantis dan upaya saling mendekati, termasuk penjajakan koalisi menghadapi pemilihan presiden. "Jadi diskusi lebih kepada isu kebangsaan, penjajakan koalisi. Semua kemungkinan ada,"kata Ahmad Ali, Jumat, 11 Maret 2022. Sebelum penjajakan koalisi ini, NasDem awalnya merancang akan memilih calon Presiden lewat konvensi. Tapi agenda itu buyar lantaran NasDem di DPR hanya 59 atau 10,26%. NasDem perlu berkoalisi dengan partai politik lain agar memenuhi syarat 20% kursi di DPR untuk mengusung calon Presiden. (Yetede)
Pasar Energi Global Tetap Tertekan
Kebuntuan perundingan Rusia-Ukraina yang difasilitasi Turki, Kamis (10/3) membuat pasar energi tetap tertekan. Tekanan juga timbul dari ketidakjelasan perundingan AS dengan Iran dan Venezuela. Setelah sempat menyentuh level 130 USD per barel, harga minyak mentah jenis Brent pada Kamis malam, berdasar Bloomberg dan Trading Economics, di level 115 dollar AS per barel. Merespons tingginya harga minyak mentah, Badan Energi Internasional (IEA) mengumumkan akan melepaskan sebagian cadangan strategisnya untuk meringankan tekanan. Gairah pasar semakin meningkat karena UEA mengumumkan siap memacu produksi di atas kesepakatan OPEC, melebihi 800.000 barel per hari. Padahal, OPEC bersama Rusia sepakat, kenaikan tidak melebihi 400.000 barel per hari. ”Kami mendukung kenaikan produksi dan mendorong OPEC meningkatkan produksi,” kata Duta Besar UEA untuk AS Yousuf Al
Sekjen OPEC Mohammed Barkindo meragukan produsen lain bisa menggantikan pasokan dari Rusia. Ia berkeras kenaikan harga saat ini dipicu masalah geopolitik, bukan masalah pasokan. Sanksi membuat transaksi apa pun dengan Rusia, termasuk untuk pembayaran komoditas energi, sulit dilakukan. Hal serupa sudah terjadi bertahun-tahun pada Venezuela dan Iran, pemilik cadangan minyak terbesar pertama dan ketiga di dunia. (Yoga)
Boti yang Bertahan dari Krisis dan Pagebluk
Di tengah kelangkaan minyak goreng dan merangkaknya harga bahan pangan, masyarakat Boti seperti tak terusik. Masyarakat adat yang tinggal di Pulau Timor, di Kecamatan Kie, Timor Tengah Selatan (TTS), NTT ini mampu memenuhi hampir semua kebutuhan hidup dan itu membuat mereka bertahan dari krisis, termasuk pagebluk Covid-19. ”Kami menutup pintu masuk sejak Februari 2020,” kata Namah Benu (8/12/). Bebie Benu (29), bidan desa di Puskesmas Pembantu Boti, yang juga keponakan Raja Boti, mengatakan, di awal pandemi, dia menunjukkan video kondisi Wuhan di China, yang saat itu terdampak Covid-19. ”Ini kemungkinan memperkuat keputusan Usif untuk menutup Boti,” katanya.
Sebelum melakukan karantina wilayah, Raja Boti meminta masyarakatnya untuk mempersiapkan segala kebutuhan dasar, terutama kecukupan pangan dan mengontrol ketersediaannya di lumbung. ”Hanya garam yang kami beli dari luar dan itu kami beli sebelum menutup desa,” kata Molo Benu, adik Raja Boti. Dengan karantina wilayah yang ketat, Boti bisa selamat dari wabah. Hingga akhir 2021, tak ada laporan kasus Covid-19 di Boti Dalam. Meski dilaporkan dugaan Covid-19 di Boti Luar, itu tidak sampai terjadi penularan meluas. Kajian tentang ”Mitigasi dan Adaptasi Masyarakat Adat terhadap Pandemi Covid-19” oleh Dirjen Kebudayaan, Kemendikbudristek menunjukkan, Boti termasuk di antara masyarakat adat yang punya ketahanan selama pandemi. Selain minim kasus penularan, Boti juga tak terdampak secara sosial atau ekonomi. (Yoga)
Harga Nikel Spekulatif
Lonjakan harga nikel dunia secara signifikan perlu diwaspadai karena akan berdampak pada industry terkait nikel beserta ekosistemnya. Dalam periode perdagangan nikel Selasa (8/3), harganya sempat melebihi 100.000 USD per ton yang membuat otoritas London Metal Exchange menangguhkan perdagangannya. Lonjakan harga disebut bersifat spekulatif. Lonjakan harga nikel, termasuk lonjakan harga komoditas energi lainnya, seperti minyak, gas alam, dan batubara, dikaitkan dengan konflik bersenjata Rusia-Ukraina. Harga resmi nikel, berdasarkan London Metal Exchange, pada Selasa 48.201 USD per ton. Pada 1 Maret 2022, nikel diperdagangkan dengan harga 25.450 dollar AS per ton.
Head of Industry and Regional Research PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Dendi Ramdani (10/3), mengatakan, lonjakan itu merupakan hasil aksi spekulatif. Lantaran penuh ketidakpastian, sejumlah trader memanfaatkan situasi. Angka tersebut sangat jauh dari harga fundamental dan tidak logis. Saking berharganya nikel, harga komoditas tersebut di bursa komoditas logam LME dipermainkan spekulan Selasa (8/3), perusahaan nikel dan baja nirkarat raksasa China, Tshingsan Holding Group, yang juga merupakan investor Indonesia di Sulawesi, rugi besar. ”Perusahaan itu berhadapan dengan ’bajak laut’ pialang pasar modal karena imbas kenaikan harga nikel dari 20.000 USD per ton menjadi 100.000 USD” kata Mendag Muhammad Lutfi. (Yoga)
Perindustrian, Habis Wabah, Terbit Perang
Dunia semakin diwarnai ketidakpastian. Baru menavigasi ketidakpastian pandemi, disrupsi lain muncul, yaitu ketegangan geopolitik akibat invasi Rusia ke Ukraina. Dunia industri harus menghadapi ujian baru di tengah rantai pasok yang semakin rentan. Dalam 2 minggu, risiko terbesar rantai pasok global bergeser dari dampak wabah Covid-19 menjadi perang Rusia-Ukraina, yang berimbas melonjaknya harga sejumlah komoditas, yang ikut meningkatkan harga bahan baku dan biaya produksi di beberapa sektor andalan, seperti makanan dan minuman (mamin), tekstil, besi, dan baja. Di sektor mamin, dampak langsung dirasakan karena Ukraina merupakan eksportir gandum terbesar kedua diunia setelah Australia. Pada 2021, impor gandum dari Ukraina 26,8 % total impor gandum Indonesia sebanyak 11,4 juta ton. Industri besi dan baja yang bergantung impor dari Rusia turut terdampak. Per 2021, impor terbesar Indonesia dari Rusia adalah ingot besi baja sebagai bahan baku senilai 326,63 juta USD. Selain besi baja, impor terbesar kedua dari Rusia adalah pupuk buatan pabrik senilai 326,03 juta USD, yang akan berdampak ke sektor pertanian dan mamin. (Yoga)
Minyak Goreng, Kebijakan Pemenuhan Kebutuhan Domestik
Penambahan kuota DMO dari 20 % menjadi 30 % total ekspor, mulai 10 Maret 2022, dinilai semakin menambah kusut persoalan. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Joko Supriyono (10/3), mengatakan, DMO CPO dan olein 20 % sebenarnya sudah mencukupi kebutuhan bahan baku minyak goreng dalam negeri. Namun, pemerintah justru menambah kuota DMO jadi 30 %, padahal, sebelum penambahan itu, kebijakan DMO masih menyisakan persoalan. Ada pabrik minyak goreng yang belum mendapat pasokan dari DMO CPO dan olein secara memadai. Ada juga industri menengah dan besar yang mendapat rembesan DMO, bahkan minyak goreng curah. Penyelundupan CPO dan olein juga terjadi dan distribusi minyak goreng di pasar belum merata. Kebijakan kuota DMO CPO dan olein 30 % total ekspor akan berakhir saat harga CPO global normal atau mencapai keseimbangan baru. Kebijakan itu membuat harga CPO global naik. (Yoga)
Perlu Titik Temu Soal JHT
Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengusulkan agar porsi pencairan JHT dibedakan antara pekerja rentan dan non rentan. Sementara perwakilan pekerja memegang janji pemerintah untuk kembali mengizinkan seluruh pekerja mengklaim JHT saat putus kerja. Revisi Permenaker No 2 Tahun 2022 tentang Tata Cara dan Persyaratan Pembayaran Manfaat JHT masih dibahas internal pemerintah dengan menampung masukan dari berbagai elemen.
Mengutip kata-kata Menaker Ida Fauziyah seusai pertemuan daring dengan forum Lembaga Kerja Sama Tripartit Nasional (LKS Tripnas), ketentuan tentang klaim dana JHT pekerja saat kehilangan pekerjaan akan dikembalikan ke aturan lama, bahkan syaratnya akan dipermudah (Kompas, 10/3). Kendati demikian, Apindo mengajukan opsi lain, walau mendukung revisi Permenaker No 2/2022 dilakukan untuk memudahkan pekerja mendapat manfaat JHT sebelum usia pensiun. Namun, kemudahan itu diharapkan tidak mengusik pengembangan dana JHT pekerja sebagai bekal perlindungan di hari tua, kata anggota Bidang Ketenagakerjaan DPP Apindo, Subchan Gatot, yang juga anggota Dewan Pengawas BP Jamsostek. (Yoga)









