Gairah Pariwisata Olahraga Kita
Indonesia jadi tuan rumah Kejuaraan Dunia F1 H2O, pergelaran balap perahu motor kelas dunia. Tren pariwisata olahraga meluas, dan kita menjadi bagian dari itu. Babak kualifikasi Kejuaraan Dunia Perahu Motor Formula 1 atau F1 H2O akhirnya tergelar di perairan Danau Toba, Balige, Kabupaten Toba, Sumut, Minggu (26/2) pagi. Babak itu seharusnya digelar pada Sabtu (25/2) sore, tetapi ditunda karena angin kencang dan gelombang tinggi. Balapan di Danau Toba cukup menantang karena cuaca tak menentu. Sebanyak 20 pebalap dari 10 tim bersiap di start dock di tengah cuaca cerah di perairan Balige, Minggu pukul 08.00. Dalam hitungan detik mesin lantas meraung, membawa perahu melesat kencang menjajal lintasan sepanjang 2.218 meter di Danau Toba (Kompas, 26/2).
Perjalanan Indonesia sebagai tuan rumah pergelaran besar dalam tahun-tahun terakhir diawali dari Asian Games Jakarta dan Palembang 2018. Terlepas dari adanya kekurangan di sana-sini, termasuk di awalnya diragukan, penyelenggaraan Asian Games, serta Asian Para Games, tergolong sukses. Perhelatan lain yang juga diadakan di Indonesia: World Superbike (WSBK) 2021 dan MotoGP 2022, keduanya di Sirkuit Internasional Jalan Raya Pertamina Mandalika, di Mandalika, Lombok, NTB. Ditambah, keindahan alam Sirkuit Mandalika yang tersohor, kejuaraan olahraga yang menyedot banyak penonton menjadi salah satu tujuan pariwisata olahraga. Tujuan lainnya, tentu memopulerkan negara ke kancah internasional. (Yoga)
Menakar Kerugian Keracunan Pangan
Problem keamanan pangan di Indonesia, terlihat dari sejumlah kasus kejadian keracunan pangan di beberapa daerah. Berdasarkan data BPOM, pada 2021 ada 50 kejadian luar biasa atau KLB keracunan pangan. Pada tahun yang sama, data Kemenkes mengungkapkan, ada 70 KLB keracunan pangan. Disebut KLB karena ada dua orang atau lebih mengalami keracunan yang sama setelah mengonsumsi sumber makanan atau minuman yang sama. Keracunan pangan yang terjadi tidak hanya menyebabkan korban mengalami gejala muntah dan diare. Namun, sebagian berdampak fatal karena sejumlah kasus keracunan makanan berujung maut. Di sisi lain, ada kerugian ekonomi yang kerap tidak dihitung sebagai dampak kasus keracunan makanan. Harian Kompas menghitung estimasi kerugian ekonomi akibat kasus KLB keracunan pangan di Indonesia pada tahun 2021 mencapai Rp 109,68 miliar, setara pembangunan sembilan puskesmas dengan asumsi biaya pembangunan setiap puskesmas sekitar Rp 12 miliar. Bisa juga setara dengan membangun 50 SD dengan asumsi kebutuhan dana per SD Rp 2,19 miliar.
Menurut WHO, kasus keracunan makanan di negara berkembang merupakan puncak gunung es. Diperkirakan, kasus KLB keracunan makanan yang dilaporkan hanya 1 % dari total kasus. Dengan asumsi WHO itu, kemungkinan KLB keracunan makanan sesungguhnya yang terjadi di Indonesia pada 2021 mencapai 5.000 kasus. Jadi, kemungkinan ada 256.900 orang terpapar, 178.300 orang sakit, dan 1.000 orang meninggal. Data dasar itu lalu dipakai sebagai pengali biaya yang dikeluarkan untuk menangani kasus KLB keracunan pangan. Komponen biayanya terdiri atas tiga kelompok, yaitu biaya kesehatan langsung, biaya non-kesehatan langsung, dan biaya non-kesehatan tidak langsung. Besarnya kerugian ekonomi akibat kasus KLB keracunan pangan ini menunjukkan sisi lain dampak dari lemahnya keamanan pangan di Indonesia. Kerugian tersebut tidak hanya berimbas pada anggaran kesehatan pemerintah, tetapi juga berdampak pada pengeluaran masyarakat. (Yoga)
Sinyal Pemulihan Ekonomi China Jadi Peluang bagi RI
Aktivitas perekonomian China menunjukkan sinyal pemulihan. Indonesia dapat mengambil ancang-ancang mengoptimalkan peluang dari sinyal tersebut, khususnya dalam meningkatkan investasi yang berorientasi hilirisasi serta ekspor. Sinyal pemulihan China muncul dari Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers’ Index/PMI) komposit yang dipublikasikan S&P Global dan Caixin pada Februari 2023. Data itu menyebutkan, PMI komposit China naik dari 48,3 pada Desember 2022 menjadi 51,1 pada Januari 2023. Posisi yang menandakan bisnis tengah berekspansi ini merupakan pertama kalinya setelah lima bulan berturut-turut PMI komposit China ada di zona kontraktif. Keyakinan pelaku bisnis di China terhadap prospek dalam 12 bulan ke depan juga meningkat.
Menurut Kepala Pusat Industri, Perdagangan, dan Investasi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Andry Satrio Nugroho, Indonesia dapat memanfaatkan momen kebangkitan China tersebut. ”Terdapat peluang ekspansi permodalan dan produksi (dari China) yang menyasar negara-negara berkembang. Indonesia mestinya bisa menjadi salah satu sasaran,” katanya saat dihubungi, Minggu (26/2). Berdasarkan tren sebelum pandemi, Andry menilai, China masih akan mencari negara tujuan investasi baru agar dapat mengalirkan produknya ke AS secara tidak langsung. Apalagi, Indonesia sedang fokus dalam program hilirisasi atau peningkatan nilai tambah. Investor dari China dapat berpartisipasi dalam program hiliriasi tersebut. Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Sanny Iskandar mengatakan, China menguasai dana, teknologi, serta peran sebagai offtaker (pembeli) produk-produk hilirisasi sumber daya mineral. Oleh sebab itu, Indonesia dapat menjadi incaran investor China. (Yoga)
Inflasi Ubah Pola Konsumsi Masyarakat
Inflasi yang melambung pada 2022 telah mendorong perubahan pola konsumsi masyarakat. Masyarakat lebih memprioritaskan belanja kebutuhan sehari-hari ketimbang belanja barang keinginan. Riset Asian Insight SparX: Indonesia Consumption Basket, yang dirilis DBS Group Research, pekan lalu, menyebutkan, dengan inflasi yang tinggi, 96 % responden akan mengubah pola konsumsinya. (Yoga)
Transaksi Kripto 2022 Sebesar Rp 306,4 Triliun
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan mencatat, nilai transaksi aset kripto di Indonesia pada 2022 mencapai Rp 306,4 triliun. Hingga bulan lalu, terdapat 16,9 juta pelanggan terdaftar. Menurut Ketua Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia Teguh Kurniawan Harmanda, Jumat (24/2), industri ini terus tumbuh dua tahun terakhir. (Yoga)
Berjualan secara Daring di Kios
Lestari, berjualan tas secara daring melalui fasilitas siaran langsung di media sosial Facebook di kios miliknya di Pasar Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, , Minggu (26/2). Berjualan secara daring menjadi salah satu strategi untuk menjangkau konsumen yang lebih luas dengan tidak mengharuskan pembeli datang langsung ke pasar. (Yoga)
Natuna Kembangkan Wisata Gunung Ranai
Pemkab Natuna, Kepulauan Riau, mengucurkan anggaran Rp 1 miliar dari dana alokasi khusus untuk mengembangkan wisata di Gunung Ranai. Namun, upaya itu masih terkendala aksesibilitas menuju Natuna. Kadis Pariwisata Natuna Hardinansyah, Minggu (26/2) mengatakan, wisata Gunung Ranai amat berpotensi dikembangkan menjadi salah satu destinasi unggulan di kabupaten tersebut. Di Gunung Ranai terdapat air terjun, hutan gaharu, dan juga monyet endemik Natuna yang disebut kekah.
”Anggaran Rp 1 miliar itu akan kami gunakan untuk menyiapkan lokasi parkir, membangun loket dan gerbang, serta fasilitas mandi, cuci, dan kakus. Terkait rencana pembangunan untuk kepentingan wisata itu, kami sudah mengantongi izin dari Kesatuan Pengelolaan Hutan Kepri,” kata Hardinansyah saat dihubungi dari Batam. Gunung Ranai merupakan salah satu dari sembilan destinasi wisata di Geopark atau Taman Bumi Nasional Natuna. Saat ini, Taman Bumi Natuna diusulkan kepada UNESCO untuk diakui menjadi taman bumi dunia. ”Daya tarik destinasi,Natuna tidak kalah dengan daerah lain. Namun, kunjungan wisatawan ke Natuna masih rendah karena biaya transportasi yang mahal,” ujarnya. (Yoga)
Kesenjangan Ekonomi Cukup Serius
JAKARTA, ID —Kesenjangan ekonomi yang cukup lebar perlu direspons dengan lebih sistematis oleh pemerintah dan para penyelenggara negara. Pemerintah diimbau untuk memastikan bahwa setiap petani harus memiliki lahan yang cukup. Tenaga kerja yang terus meningkat harus dialihkan ke sektor industri dan jasa. Pertumbuhan ekonomi harus lebih inklusif, menyentuh sektor padat karya, sektor yang menyerap banyak tenaga kerja. Dalam jangka pendek, laju inflasi, terutama sektor pangan, harus dikendalikan. Di tengah kesenjangan ekonomi yang melebar, para penyelenggara negara dan keluarganya tidak pantas memamerkan kekayaan, apalagi mempertontonkan tata hidup hedonis. Kasus putra pejabat Ditjen Pajak yang memamerkan mobil jeep Rubicon saat melakukan penganiayaan terhadap pemuda berusia 15 tahun sama sekali tidak mencerminkan sensitivitas sebagai warga negara dan putra pejabat. Seperti tercermin pada rasio gini 0,381, September 2022, tingkat kesenjangan ekonomi di Indonesia cukup lebar dan tidak ada penurunan signifikan sejak September 2019 saat rasio gini 0,380. Dalam rentang waktu dua dekade, rasio gini cenderung membesar. Pada tahun 2002, rasio gini Indonesia 0,344. Semakin mendekati nol, pemerataan semakin baik. Sebaliknya, rasio gini yang membesar menunjukkan peningkatan kesenjangan dan rasio gini 1,000 artinya 100% kesenjangan. (Yetede)
Penerapan ESG Makin Diakui Dunia, BRI Raih 2 Penghargaan Internasional The Asset Triple A
JAKARTA – Komitmen kuat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. menerapkan praktik keuangan berkelanjutan di industri perbankan dalam negeri semakin diakui dunia. Terbaru, BRI meraih dua penghargaan bergengsi dalam ajang The Asset Triple A Country Awards 2022 For Sustainable Finance yang diselenggarakan di Hong Kong (23/02). The Asset sebagai pemberi penghargaan adalah lembaga riset dan penerbit berita bisnis serta industri keuangan Asia yang berdiri sejak 1999 dan berbasis di Hongkong. Sedangkan penghargaan The Asset Triple A Awards adalah pengakuan utama bagi mereka yang unggul di industrinya masing-masing. Adapun BRI menerima 2 penghargaan sekaligus sebagai ‘The Best Issuer for Sustainable Finance’ dan ‘Best Sustainability Linked Loan’. Penghargaan diterima langsung oleh Direktur Kepatuhan BRI Ahmad Solichin Lutfiyanto dan SEVP Treasury & Global Services BRI Achmad Royadi. Dalam menerima penghargaan tersebut, BRI juga mengajak perwakilan Insan BRILiaN (pekerja BRI) secara langsung ke Hong Kong untuk menyaksikan dan menerima penghargaan. Insan BRILiaN yang ikut serta merupakan pekerja berprestasi, perwakilan tersebut diantaranya meliputi Kepala Unit (Kaunit), Mantri, Relationship Manager (RM) Kecil, RM Menengah, dan RM Konsumer. (Yetede)
45 Unit Link Raih Award
JAKARTA, ID - Sebanyak 45 produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unit link mampu menunjukkan kinerja apik sehingga layak menerima penghargaan pada ajang Unit Link Award 2023. Ke-45 produk dari 18 perusahaan asuransi tersebut mampu menyisihkan seluruh peserta, berjumlah 457 produk, yang diikutsertakan dalam pemeringkatan. Unit Link Award ini digelar oleh Majalah Investor—media di bawah Grup B-Universe -- bekerja sama dengan PT Infovesta Utama. Penganugerahan award dilakukan secara daring, Jumat (24/2/2023) di Jakarta. Direktur PT Infovesta Utama Parto Kawito mengungkapkan, awalnya ada 564 PAYDI yang diseleksi. Namun hanya 457 produk yang layak diikutsertakan dalam proses perhitungan pemeringkatan. Dia menyatakan, penyusutan jumlah produk terjadi karena pertimbangan eliminasi dengan beberapa ketentuan. Di antaranya, kinerja produk unit link yang belum mencukupi periode minimal tiga tahun, kinerja dan/atau data historis produk yang tidak wajar, maupun produk-produk dari perusahaan asuransi yang sedang atau pernah mengalami permasalahan reputasi dalam lima tahun terakhir. Akhirnya Dewan Juri memutuskan sebanyak 45 PAYDI dengan kinerja apik yang layak menerima penghargaan. (Yetede)









