;

Harga Beras Melambung, Saham Emitennya Kian Membumbung

Yuniati Turjandini 22 Feb 2024 Investor Daily (H)
Tren harga beras nasional yang terus meningkat, membawa berkah bagi saham emiten produsen beras seperti PT Wahana Inti Makmur Tbk (NASI) dan PT Buyung Poetra Sembada, Tbk (HOKI). Harga beras medium saat ini sudah jauh melambung diatas harga eceran tertinggi (HET) Rp 10.900 per kg. Kenaikan harga bahan pokok itu sejalan dengan harga saham produsen beras yang juga telah melesat dalam sepekan terakhir. Berdasarkan data RTI, saham NASI melesat hingga  10,14% dalam satu pekan terakhir  ke posisi Rp 76. Saham emiten beras  lainnya yakni HOKI juga menguat 6,4% dalam satu minggu terakhir ke level Rp183. Kalangan analis percaya, tren kenaikan tersebut masih akan  berlanjut dan membuka  peluang gain saham NASI dan HOKI. "Taget harga HOKI selanjutnya  berada di resistance Rp204, senada dengan kebutuhan pangan yang cenderung meningkat  mendekati bulan puasa. Sedangkan target harga NASI berpotensi menyentuh angka  Rp 86 dalam waktu dekat, karena terdapatnya akumulasi yang cukup kuat pada saham ini," kata Senior Vice Presiden Head of Retail Marketing & Product Development Division Henan Putihrai Asset Management Reza Fahmi. (Yetede)

BI tetap Optimistis Kredit Tumbuh 12%

Yuniati Turjandini 22 Feb 2024 Investor Daily (H)
Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan yang tinggi pada kredit perbankan nasional di Januari 2024 sebesar 11,83% secara year on year (yoy). Pencapaian tersebut menjadi salah satu katalis bank sentral yang optimistis secara keseluruhan tahun ini kredit bisa tumbuh 10-12% (yoy). Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, keyakinannya memasang target 10-12% disebabkan karena likuiditas dan permodalan bang yang lebih dari cukup, untuk turut menopang peningkatan kredit. Ketersediaan likuiditas perbankan tercermin pada tingginya rasio alat liquid/ dana pihak ketiga (AL/DPK) sebesar 27,79 pada Januari 2024. "Selain itu didukung pula oleh kebijakan insentif likuiditas makroprudensial (KLM) Bank Indonesia, khususnya bagi bank-bank yang menyalurkan kredit pada  sektor-sketor prioritas," tutur Perry. (Yetede)

Kenaikan Inflasi Volatile Food hanya Temporer

Yuniati Turjandini 22 Feb 2024 Investor Daily (H)
Bank Indonesia (BI) memandang naiknya inflasi komoditas pangan harga bergejoak (volatile food) pada januari 2024 hanya terjadi secara temporer dan masih terkendali. Hal itu secara keseluruhan tidak akan mengganggu arah kebijakan yang prostability. Adapun faktor terjadinya inflasi pangan adalah faktor El Nino, musiman, dan juga tertundanya musim panen. Dari sisi global, terjadi gangguan atau rantai yang bisa berisiko naiknya harga komoditas pangan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) komponen inflasi  harga bergejolak sebesar 7,22% dan memberikan andil 1,14% ke inflasi Januari 2024. Tekanan inflasi komponen harga bergejolak masih tinggi. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi Januari 2024. Tekanan inflasi komponen harga bergejolak masih tinggi. Komoditas yang memberikan andil inflasi adalah beras, bawang putih, tomat, cabe merah, dan daging ayam ras. (Yetede)

Kemenhub Gandeng Airbus Kembangkan Industri Aviasi RI

Yuniati Turjandini 22 Feb 2024 Investor Daily
Kementerian Perhubungan (Kemenhub)  membuka peluang kolaborasi  antara produsen pesawat asal Kota Toulouse, Prancis, Airbus dengan perusahaan penerbangan nasional guna pengembangan industri penerbangan di Indonesia. Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi  mengatakan, kolaborasi Airbus dengan industri penerbangan Tanah Air  terbuka lebar usai bertemu dengan President Airbus Commercial untuk wilayah Asia pacific dalam acara Singapore Airshow yang berlangusng di Changi Singapore. "Kami dengan senang hati membuka lebar kesempatan kerja sama dengan Airbus yang bisa dilakukan dalam berbagai bentuk," kata Budi. Kerja sama Indonesia dengan Airbus sudah dimulai sejak 1076. terbaru, Airbus telah bekerja sama dengan PT Dirgantara Indonesia  (PT DI) untuk memproduksi komponen aerostruktur helikopter. Apalagi, pemerintah saat ini telah membuka  berbagai bandara besar baru dengan landasan pacu (runway) sepanjang 3.000 meter, seperti Bandara Kertajati dan Bandara Dhohi Kediri. (Yetede)

Tingkat Kekosongan Perkantoran di CBD Jakarta Masih Tinggi

Yuniati Turjandini 22 Feb 2024 Investor Daily
Knight Frank Indonesia menyatakan tingkat kekosongan ruangan kantor di Jakarta lebih tinggi dari rerata di Asia Paisifik. Hingga akhir 2023, tingkat kekosongan ruang perkantoran di bisnis (central business district/CBD) Jakarta mencapai 20% dari total pasokan. "Di Asia pasifik rerata tingkat kekosongan ruang perkantoran premium sebesar 10%. Tingkat kekosongan ruangan di jakarta lebih tinggi dari rerata  di Asia Pasifik. Hingga akhir 2023, ruang kantor yang kosong ada sekitar 1,8 juta meter persegi," ujar Syarifah Syaukat, senior Advisor Knight Frank Indonesia. Menurut Rina Martianti, associate director Occupier Strategy and  Solutions  Knight Frank Indonesia, kekosongan terjadi karena sebelum pandemi Covid-19, di CBD Jakarta angkanya rerata di atas 20%. (Yetede)

Dualisme Sikap AS Tentang Gencatan Senjata

Yuniati Turjandini 22 Feb 2024 Investor Daily
Jika selama berbulan-bulan sebelumnya Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menginginkan jeda pertempuran, sekarang retorikanya berubah jadi perlunya gencatan senjata sementara di jalur Gaza. Namun dalam sidang Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) pada Selasa (20/2/2024), AS kembali memveto draft resolusi yang disusun Aljazair,  untuk terciptanya gencatan senjata kemanusiaan segera di Gaza. Perubahan retorika Biden itu terjadi seiring rencana Israel yang sedang mempersiapkan serangan darat  ke Rafah di Gaza Selatan. Tapi di DK PBB, AS menolak permintaan gencatan senjata sementara terkait pembebasan sandera yang ditahan oleh Hamas. Seperti diberitakan, AS telah memveto tiga draft resolusi DK PBB soal perang di Gaza. Ada pun dua veto terakhir adalah tentang penolakan penggunaan kalimat. "menuntut gencatan senjata kemanusiaan segera." Tetapi, AS kini mengajukan  draft resolusi yang disusunnya sendiri, dengan mencantumkan kata "gencatan senjata". (Yetede)

Oktober 2024, ASN Mulai Bekerja di IKN

Yuniati Turjandini 22 Feb 2024 Investor Daily
Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur, dan Pengawas Kemenpan RB Erwan Agus Purwanto mengatakan pada bulan Oktober 2024 para aparatur sipil negara (ASN)  direncanakan sudah bekerja  di Ibukota Nusantara (IKN). Untuk kloter pertama ASN yang dipindahkan  ke IKN jumlahnya sekitar 6.000 orang dan berbasis prioritas pembangunan. "Kalau kita melihat itu, tentu pada saat pelantikan presiden  dan wakil presiden terpilih, pada Oktober, mestinya sudah ada ASN disana. Jadi nanti, tentu Oktober  mestinya sudah akan berjalan," kata Erwan. Dia mengatakan kepindahan ASN ke IKN tersebut menyesuaikan dengan agenda pergantian pemerintah lama ke pemerintah baru. Hingga kini, lanjutnya, pemerintah masih membahas pemberian tunjangan  khusus bagi ASN yang pindah ke IKN, tetap dengan pertimbangan fiskal negara. "nanti akan segera disampaikan terkait dengan tunjangan-tunjangan khusus bagi ASN bacth pertama yang akan pindah ke IKN," tambahnya. (Yetede)

Cuan Terbit dari Hak Penerbit

Yuniati Turjandini 22 Feb 2024 Tempo
Angin segar berembus ke arah industri media. Melalui intervensi pemerintah, perusahaan pers berpotensi memperoleh sumber pemasukan baru lewat hak penerbit atau publisher rights.  Pemerintah membantu dengan cara meminta perusahaan platform digital menghargai karya jurnalistik yang mereka sajikan buat pengguna. Selama ini, sejumlah penyelenggara sistem elektronik memanfaatkan berita dari perusahaan pers untuk tujuan komersial. Ketua Dewan Pers Ninik Rahayu menyatakan tak ada imbal hasil buat produsen konten dari kegiatan tersebut.  

"Ketika berita disebarkan platform digital, di situ ada ikutan iklan yang pendapatannya hanya diperoleh platform sebesar algoritma yang berputar, tanpa teman-teman yang memiliki berita mendapat pembagian keuntungan," ujarnya kepada Tempo, kemarin, 21 Februari 2024. Produsen berita juga tak pernah mengetahui besaran penerimaan tersebut. Di Indonesia, data Statista menyebutkan belanja iklan digital pada 2022 mencapai US$ 2,28 miliar atau sekitar Rp 34,5 triliun. Adapun tahun lalu nilainya diperkirakan meningkat menjadi US$ 2,55 miliar atau sekitar Rp 38,6 triliun.

Ninik menekankan pentingnya apresiasi terhadap karya jurnalistik secara adil dan transparan. Industri media sedang menghadapi tantangan dari berkembangnya teknologi digital. Bisnis mulai beralih mengandalkan impresi atau capaian traffic. Kondisi ini berkontribusi memicu konten clickbait yang dirancang untuk menarik perhatian pembaca, tapi kurang akurat, kurang lengkap faktanya, atau tidak sesuai dengan aturan jurnalistik. Makin clickbait, makin laku algoritmanya. Ninik yakin aliran pendapatan yang baru bisa mendorong peningkatan kualitas jurnalisme. (Yetede)

”Leuit”, Simbol Ketahanan Pangan dan Lambang Kemakmuran

Yoga 21 Feb 2024 Kompas (H)

Bagi masyarakat suku Baduy, leuit atau lumbung padi bukan sekadar tempat menyimpan hasil panen. Bangunan bertiang kayu, berdinding anyaman bambu, dan beratap daun rumbia atau kirai itu menjadi simbol ketahanan pangan sekaligus lambang kemakmuran urang Kanekes, di Baduy Dalam, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten. ”Hampir semua warga Baduy memiliki leuit. Hasil panen padi dari puluhan tahun lalu disimpan di situ,” ujar Sarif (38), warga Kampung Cibeo, Baduy Dalam (10/2). Selain Cibeo, di Baduy Dalam terdapat dua kampong lain, yaitu Cikartawana dan Cikeusik. Namun, leuit juga dimiliki oleh warga Baduy Luar yang tersebar di lebih dari 50 kampung. Dalam buku Potret Kehidupan Masyarakat Baduy yang ditulis Djoewisno MS (1987), leuit merupakan cermin kehidupan kepala keluarga yang sudah mapan membangun rumah tangga. Leuit merupakan wujud ketahanan pangan orang Baduy yang diwariskan oleh leluhur mereka. Leuit memiliki ukuran beragam, bergantung pada hasil panen padi huma para pemiliknya. Kapasitasnya bisa mencapai 1.000 pocong (ikat) atau 2,5 ton sampai 3 ton. Padi huma ditanam di ladang tadah hujan. Masyarakat Baduy menanam padi sekali setahun tanpa pupuk kimia.

Padi dipanen setelah berumur enam bulan. Setelah dipanen menggunakan etem atau ani-ani, padi dijemur dan dibersihkan kelopak-kelopak jerami dari tangkainya. Padi kemudian diikat dengan rapi dan diangin-anginkan beberapa hari untuk menghilangkan debu atau kotoran yang melekat pada butiran gabah. Setelah itu, dimasukkan ke lumbung dengan disusun secara rapi. Letak tangkai di bagian dalam untuk menghindari kelembaban. Cara menyimpan padi yang diwariskan turun-temurun ini mampu membuat padi tidak rusak dan tetap layak dikonsumsi meski disimpan bertahun-tahun. Sarif menuturkan, padi di dalam leuit berfungsi sebagai cadangan makanan. Jadi, tidak boleh digunakan sembarangan, apalagi dijual. Beras dari padi leuit biasanya dipakai ketika hajatan dan acara adat serta sebagai tabungan pangan untuk berjaga-jaga jika terjadi musibah.

Warga Baduy juga menanam palawija dan buah-buahan, seperti durian, cempedak, dan rambutan. Sebagian warga juga membuat gula aren dari pohon kawung. Hasil penjualannya digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Dengan begitu, mereka tetap memiliki penghasilan tanpa harus menjual padi. Selain itu, beberapa warga juga menjadi pemandu bagi pengunjung yang ingin bersilaturahmi ke Baduy Dalam. Pengunjung mesti berjalan kaki sekitar 9 km dari Terminal Ciboleger. Orang Baduy memiliki lambang kemakmuran sendiri, salah satunya leuit. ”Semakin banyak leuit, berarti semakin makmur pemiliknya,” ujar Ayah Naldi (43), warga Kampung Cibeo. Setiap kepala keluarga biasanya memiliki lebih dari satu leuit. Bahkan, ada yang mempunyai 10 leuit. Namun, banyaknya jumlah leuit tidak untuk dipamerkan. Apalagi, letaknya tidak berada di dekat rumah, tetapi di pinggir perkampungan. (Yoga) 

Ekonomi Remang-remang

Yoga 21 Feb 2024 Kompas

Menyingkap tabir ekonomi remang-remang dapat menambah penerimaan negara. Langkah ini bisa dipilih ketimbang menaikkan pendapatan tidak kena pajak. APBN yang tangguh dan berdaya tahan berperan strategis dalam menghadapi berbagai situasi, seperti pandemi dan guncangan perekonomian global. Tak terkecuali APBN 2024, yang meliputi pendapatan negara Rp 2.802,3 triliun dan belanja negara Rp 3.325,1 triliun. Isu yang kerap mencuat ke permukaan adalah penerimaan perpajakan sebagai bagian pendapatan negara. Tahun ini, penerimaan perpajakan, yang terdiri dari penerimaan pajak serta kepabeanan dan cukai, ditargetkan Rp 2.309,9 triliun. Jumlah itu diproyeksikan tumbuh 9 % dibanding 2023. Adapun rasionya terhadap PDB 10,12 %. Meski demikian, tak bisa dimungkiri, ada kegiatan ekonomi ”di bawah tanah” yang belum tercatat sebagai penyumbang pajak.

Kegiatan yang disebut shadow economy atau ekonomi remang-remang itu sesungguhnya ada, tetapi tidak terdata dalam perekonomian dan tidak dikenai pajak. Publikasi Dana Moneter Internasional (IMF) pada 2002 menyebutkan, ekonomi remang-remang meliputi aktivitas ilegal serta pendapatan tak dilaporkan dari produksi barang dan jasa legal dari transaksi moneter dan barter. IMF menekankan, aktivitas yang juga disebut sebagai ekonomi parallel tersebut dapat memberi gambaran statistik yang keliru, misalnya dari sisi pendapatan, konsumsi, dan angkatan kerja. Akibatnya, kebijakan yang disusun pun menjadi tidak tepat. Dalam laporan yang dipublikasikan IMF pada 2010 disebutkan, dari 162 negara di dunia, persentase ekonomi remang-remang terhadap PDB pada 2007 sebesar 31 %. Kesadaran perihal aktivitas ini juga diungkapkan dalam Nota Keuangan Rencana APBN 2024.

Disebutkan, peningkatan ekonomi remang-remang merupakan konsekuensi perubahan struktur perekonomian yang mengarah pada digitalisasi dan sektor informal. Proses bisnis yang semakin mudah dan sederhana, yang tidak dibarengi kesiapan sistem perpajakan dalam menangkap aktivitas ekonomi digital, akan meningkatkan potensi menghindari kewajiban perpajakan. Akibatnya, penerimaan perpajakan tak optimal. Padahal, potensi sektor informal dan ekonomi digital di Indonesia cukup besar. Berdasarkan data BPS, pada Agustus 2023, sekitar 59,11 % penduduk bekerja di Indonesia bekerja di sektor informal. Sementara E-conomy SEA yang dirilis Google, Temasek, dan Bain & Company menunjukkan, gross merchandise value (GMV) terus meningkat. GMV, yang menunjukkan nilai transaksi barang, diprediksi mencapai 109 miliar USD pada 2025 atau tumbuh 15 % dibandingkan dengan 2023. (Yoga) 

Pilihan Editor