PERDAGANGAN INTERNASIONAL : PERCAYA DIRI MENATAP 2025
Kementerian Perdagangan berani menetapkan target surplus neraca perdagangan sepanjang 2025 pada kisaran US$21,6 miliar hingga US$54,5 miliar setelah selesainya pelaksanaan pemilihan umum 2024. Rapat Kerja Kementerian Perdagangan 2024 memang telah berakhir pada Jumat (23/2), tetapi optimisme menyambut 2025 sudah terasa. Terlebih, ajang pemilihan umum (Pemilu) selesai digelar pada 14 Februari 2024. Akan tetapi, pimpinan teras Kementerian Perdagangan (Kemendag) lebih realistis menetapkan target surplus neraca perdagangan pada tahun depan.Hal tersebut merujuk data surplus neraca perdagangan pada 2023 yang hanya sebesar US$36,93 miliar atau lebih rendah dibandingkan dengan perolehan surplus neraca dagang pada setahun sebelumnya sebesar US$54,46 miliar.Akhirnya, Kemendag menurunkan target batas bawah surplus neraca dagang pada 2025 menjadi sebesar US$21,6 miliar sedangkan batas atas sebesar US$54,5 miliar. Sebaliknya, nilai ekspor nonmigas pada 2025 juga ditetapkan pada kisaran US$258,7 miliar hingga US$265,2 miliar.Hal yang sama juga berlaku pada tahun ini, Kementerian Perdagangan (Kemendag) menurunkan target batas bawah surplus neraca dagang pada 2024 sebesar US$31,6 miliar hingga US$53,4 miliar. Meski target batas bawah sedikit lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya, Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga menilai target surplus neraca dagang itu sangat rasional.
Plt. Sekretaris Jenderal Kemendag Suhanto menambahkan ada sejumlah strategi guna tetap mempertahankan surplus neraca dagang pada tahun ini hingga tahun depan. Menurutnya, Kemendag siap merealisasikan penguatan fondasi transformasi dengan tiga agenda atau yang dikenal sebagai Tri Karsa Transformasi Perdagangan untuk mencapai target tersebut. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W. Kamdani menyampaikan bahwa tercapai atau tidaknya target tersebut sangat bergantung pada regulasi pemerintah dalam mendukung dan menstimulasi ekspor. Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Sarman Simanjorang juga menilai pencapaian target surplus perdagangan tergantung pada kondisi geopolitik. Makin cepat masalah perang di Rusia-Ukraina hingga Hamas-Israel selesai, dia menilai pangsa ekspor akan kian cepat kembali bergairah. Di sisi impor, pengusaha mendorong pemerintah untuk memperketat pengawasan terhadap impor ilegal, penggunaan instrumen trade remedies yang lebih proaktif, mempercepat subtitusi BBM, serta lebih serius meningkatkan produktivitas dan kualitas sektor pangan/agrikultur nasional sehingga mengurangi beban penciptaan surplus perdagangan dari sisi impor.
Pandangan berbeda datang dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM UI). Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI Teuku Riefky menyatakan target surplus neraca dagang pada 2024 dan 2025 yang ditetapkan pemerintah cukup realistis mengacu range surplus yang cukup besar yakni pada kisaran US$31,6 miliar hingga US$53,4 miliar pada 2024.
Direktur Eksekutif Indef Es ther Sri Astuti juga menyebutkan target tersebut dapat tercapai apabila terjadi windfall pada sejumlah komoditas unggulan Indonesia seperti minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO).
Sebaliknya, Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira Adhinegara berpendapat berbeda. Dia melihat target pemerintah tersebut overoptimistis. Alih-alih mematok target di kisaran US$31,6 miliar hingga US$53,4 miliar, menurutnya angka yang paling realistis yakni pada kisaran US$25 miliar hingga US$29 miliar di 2024 dan US$16 miliar hingga US$20 miliar di 2025.
BANDARA LOMBOK : AP I Bidik Layanan ke Arab Saudi
PT Angkasa Pura I membidik perluasan layanan penerbangan internasional langsung dari Lombok menuju Jeddah, Arab Saudi pada tahun ini. General Manager PT Angkasa Pura (AP) I Bandara Internasional Lombok Minggues ET Gandeduai mengatakan rencana pengembangan rute internasional itu dilakukan berdasarkan jumlah kunjungan wisatawan asal Arab Saudi sekaligus layanan penerbangan umrah dan penerbangan haji. “Pengembangan ini untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan mengakomodasi potensi jemaah umrah di NTB [Nusa Tenggara Barat],” katanya seperti dikutip Antara, Selasa (27/2).
Berdasarkan data jumlah jemaah umrah pada 2023 mencapai 18.480 orang yang tersebar dari Lombok, Sumbawa, Sumbawa Barat, Bima, dan Dompu. Menurutnya, ada tiga negara besar yang cukup potensial sebagai penjualan jasa penerbangan yaitu Kuala Lumpur di Malaysia, Australia, dan Brunei Darussalam.
Dia menilai potensi ekonomi di Nusa Tenggara Barat cukup tinggi dengan pembangunan Sirkuit MotoGP di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Dalam pengembangan pariwisata di NTB ini membutuhkan kolaborasi semua pihak termasuk masyarakat.
Selain penerbangan ke Arab Saudi, Minggues juga mengungkapkan AP I juga memperluas penerbangan ke Australia. Pada 2023, wisatawan Australia ke Lombok sebanyak 5.688 orang berdasarkan sampel dari beberapa hotel yang ada di Lombok.
TRANSPORTASI MASSAL : Urat Nadi Baru Penyambung Ekonomi Mataram—Sumbawa
Inovasi baru dari Perum Damri bakal menjadi penopang perjalanan antarwilayah bagi masyarakat di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Hal ini lantaran aksi Damri untuk menambah armada angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dengan rute Mataram—Terminal Empang, Kabupaten Sumbawa yang telah berjalan sejak 23 Februari 2024. Corporate Secretary Damri Chrystian R.M Pohan menjelaskan bahwa rute ini beroperasi setiap hari. Rute Mataram—Sumbawa akan berangkat pukul 21.00 WITA dan rute sebaliknya akan berangkat pukul 19.00 WITA setiap hari. Peluncuran armada baru ini dilakukan lantaran melihat pergerakan penumpang yang terus meningkat di rute tersebut.
Dengan harga tiket yang dibandrol Rp170.000 oleh Damri, moda transportasi ini merupakan pilihan terbaik dibandingkan moda transportasi lain seperti sepeda motor, mobil pribadi, apalagi pesawat yang biaya perjalanannya jauh lebih mahal. Dia mengatakan bahwa rute ini merupakan rute AKDP terpanjang di NTB, setelah rute bus Mataram—Bima yang menempuh jarak 437 km.
ESG untuk Bisnis Berkelanjutan
Airlangga: Jokowi Akan Dapat Peran di Pemerintahan Baru
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menyebutkan Presiden Joko Widodo akan mengambil peran di pemerintahan berikutnya jika pasangan Prabowo dan Gibran menang dalam Pilpres 2024. Golkar sebagai salah satu partai pengusung mengajak semua pihak menunggu keputusan KPU RI atau hasil resmi perhitungan suara Pilpres 2024. "Tentu akan ada perannya tapi kita tunggu saja," kata Airlangga. Diketahui, hasil hitungan sementara KPU yang dikutip dari situs resmi KPU pada Selasa pukul 13.34 WIB menunjukkan pasangan capres dan cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka mengantongi perolehan suara 58,84%. Di posisi kedua ada pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dengan perolehan suara sebanyak 24,46% dan pasangan nomor urut 3 Ganjar Pranomowo-Mahfud Md dengan perolehan suara 16,7% di poisisi terakhir. (Yetede)









