;

Garap Mega Proyek KI Kaltara Adaro Siapkan Capex Rp 10 T

Yuniati Turjandini 02 Mar 2024 Investor Daily (H)
PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) menganggarkan dana sebesar US$ 600-700 juta  atau setara Rp10,98 triliun untuk menopang bisnis perseroan ditahun ini. Alokasi belanja modal (capital expenditure/capex) itu, termasuk untuk investasi ekuitas pada proyek-proyek terkait kawasan industri (KI) di kalimantan Utara. Adaro memeiliki beberapa proyek yang akan dilaksanakan di kawasan industri tersebut, diantaranya adalah smelter aluminium dan PLTU yang menjadi sumber energinya, serta PLTA. Tahun ini Adaro mentargetkan penjualan batu bara hingga 67 juta ton atau naik dibandingkan tahun lalu 65,71 juta ton, dan 4,9-5,4 juta ton adalah batu bara  metalurgi dari PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR). Manajemen Adaro mengungkapkan, perseroan mencatatkan kenaikan produksi batu bara  sebanyak 5% pada 2023 menjadi 65,88 juta ton dan volume penjualan meningkat 7% menjadi 65,71 juta ton. (Yetede)

Anggaran Subsidi Listrik 2024 Tetap Rp 73,58 T

Yuniati Turjandini 02 Mar 2024 Investor Daily (H)
Pemerintah tidak akan mensubsidi anggaran listrik 2024 meski hingga akhir tahun akan ada pemadanan data pelanggan subsidi.  Evaluasi data hanya dilakukan terhadap golongan subsidi rumah  tangga daya 900 volt ampere (VA) setiap tiga bulan. Hal ini merujuk pada Peraturan  Menteri ESDM No.3 Tahun 2024 tentang Pemberian Subsidi Tenaga Listrik untuk Rumah Tangga Konsumsi PLN. Beleid yang ditekan Arifin Tasyrif pada 31 Januari 2024 ini mengatur mekanisme pemberian subsidi lebih tepat sasaran. Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial menjadi  acuan dalam penetapan golongan subsidi. Pemadanan DTKS dengan data konsumen PLN digelar pada Januari, April, Juli dan Oktober. (Yetede)

MK Tak Meniadakan Ambang Batas Parlemen

Yuniati Turjandini 02 Mar 2024 Investor Daily (H)
Mahkamah Konstitusi (MK) menegaskan pihaknya  tak meniadakan ketentuan parlementary threshold atau ambang batas parlemen yang diatur dalam Undang-Undang  Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu (UU Pemilu). Menurut MK, ambang batas parlemen tetap diperlukan, namun harus disusun dengan metode kajian yang jelas dan komprehenshif. Hal ini disampaikan Hakim MK Enny Nurbainingsih untuk memperjelas isi putusan perkara 116/PUU-XXI/2023 yang sudah dibacakan  oleh MK dalam rapat pleno di ruang sidang MK, Kamis (29/3/2024). Perkara ini diajukan Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem). "Putusan Nomor 116 tidak meniadakan treshold sebagaimana dapat dibaca  dari amar putusannya," ujar Enny. Dia menyatakan, MK menyerahkan pada pembuat undang-undnag untuk mengatur ambang batas parlemen dan menentukan besaran angka  persentasenya. (Yetede)

Kinerja Manufaktur Tetap Ekspansif

Yuniati Turjandini 02 Mar 2024 Investor Daily
Aktivitas manufaktur Indonesia  terus melanjutkan kinerja kuat. Adapun Purchasing Manager's Index (PMI) manufaktur Indonesia pada Februari 2024 masih berada di zona ekspansif pada level 52,7 (Januari:52,9). Beberapa negara mitra dagang Indonesia  yang masih mencatatkan ekspansi sektor manufakturnya antara lain India (56,7) dan Amerika Serikat (51,5). Sementara, PMI manufaktur  negara kawasan Asean seperti Malaysia dan Thailand masih terkontraksi, masing-masing ke level 49,5 dan 45,3. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menjelaskan, meskipun dihadapkan pada tren pelemahan aktivitas ekonomi global, permintaan domestik yang masih kuat serta permintaan dari beberapa mitra dagang utama yang masih  tumbuh kuat mampu menjaga momentum kinerja sektor manufatur nasional. (Yetede)

Menjemput Bantuan Berujung Kematian

Yuniati Turjandini 02 Mar 2024 Investor Daily (H)
Kecaman meluas terhadap tindakan pasukan Israel yang menembaki warga Palestina yang sedang menunggu pengiriman bantuan. Turki menyusul Arab Saudi, Mesir, dan Yordania yang mengutuk aksi tersebut. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Turki menyebut peristiwa berdarah itu kejahatan terhadap kemausiaan. Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada Kamis (29/02/2024) malam waktu setempat, Kemlu Turki menuduh Israel memanfaatkan kelaparan sebagai senjata perang ke Jalur Gaza. Dapertemen Luar Negeri Amerika  Serikat (AS) malah mengatakan bakal segera mencari informasi mengenai insiden tersebut. Sama hal nya dengan Kemlu Prancis. Sementara menurut Israel, pasukannya hanya melepas tembakan  karena merasa terancam dengan kerumunan massa yang berebut bantuan makanan. Israel juga berdalih banyak korban yang juga tewas akibat terinjak-injak  dalam kericuhan itu. (Yetede)

Susut Panen Akibat Banjir

Yuniati Turjandini 02 Mar 2024 Tempo

MUHAIMIN, petani padi asal Desa Cangkring Rembang, Kabupaten Demak, Jateng, harus mengais sisa padi yang telah terendam banjir. Gabah yang masih bisa diselamatkan ia jemur. Setelah kadar air menyusut, gabah dipisahkan dari tangkainya, lalu dijual. Lahan pertanian milik pria 35 tahun itu terendam banjir yang melanda sejak 9 Februari 2024. Akibat banjir tersebut, padi yang telah menguning rusak. “Ada yang busuk, tukul cambah (tumbuh kecambah). Rusak pokoknya,” katanya, Rabu, 28 Februari 2024. Melihat kondisi tanamannya itu, Muhaimin memperkirakan harganya anjlok. Dia memprediksi nilai gabah yang terendam banjir tidak sampai separuh harga normal.

Kondisi itu diperparah dengan tidak semua gabah layak jual karena rusak. “Dalam kondisi normal satu bahu (setengah hektare lebih) hasilnya 3,5 ton. Ini paling-paling 1 ton.” Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah, sawah seluas 9.368,5 hektare di provinsi tersebut terendam banjir selama dua bulan pertama 2024. Banjir juga menggenangi lahan pertanian komoditas lain, seperti jagung dan bawang merah. "Banjir berpotensi menurunkan hasil panen,” ujar Kepala Dinas Pertanian Jawa Tengah, Supriyanto, kemarin, 1 Maret 2024. (Yetede)

Ahlan Wa Sahlan Ekonomi Ramadan

Hairul Rizal 02 Mar 2024 Kontan (H)
Ahlan wa sahlan Ramadan. Bulan puasa bakal berlangsung sepekan lagi. Selama ini periode perayaan Ramadan dan  Idul Fitri berandil besar mengerek belanja masyarakat sehingga memacu laju ekonomi dalam negeri. Tapi laju ekonomi periode Ramadan dan Lebaran tahun ini terancam tertahan, bahkan melambat. Kombinasi kenaikan harga pangan hingga ancaman kenaikan harga energi, jadi pangkal persoalannya. Sebagai gambaran, ekonomi saat momentum bulan puasa dan Lebaran biasanya mencetak pertumbuhan tertinggi sepanjang tahun berjalan. Tapi dua tahun terakhir, laju pertumbuhannya melambat. Tahun 2021, ekonomi saat puasa dan Lebaran yang jatuh pada kuartal kedua masih bisa tumbuh 7,07% secara tahunan atau year on year (yoy). Tapi laju ekonomi di kuartal II-2022 melambat menjadi 5,44%, dan 5,17% pada kuartal II-2023. Tahun lalu, peredaran uang selama Ramadan di bulan Maret sekitar Rp 8.293,6 triliun, tumbuh 6,2% yoy. Sementara peredaran uang saat Lebaran yang jatuh pada April, tercatat Rp 8.350,4 triliun, melambat 5,5% yoy (lihat infografik). Bukan tidak mungkin, kendati  ada momentum pemilihan umum (pemilu), ekonomi Ramadan dan Idul Fitri tahun ini makin melambat karena  lonjakan harga pangan. 

Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda memperkirakan, perputaran uang selama puasa dan Lebaran tahun ini tidak setinggi tahun sebelumnya, meski tetap lebih tinggi dibandingkan dengan bulan-bulan lain. Meski begitu, Huda memproyeksikan, pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2023 masih berada di angka 5%. Sedikit banyak didorong  momentum pemilu yang berefek ke konsumsi rumahtangga. Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Mohammad Faisal melihat, ada perlambatan pertumbuhan perputaran uang selama Ramadan dan Idul Fitri tahun ini. Ekonom Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) Teuku Riefky optimistis, perputaran uang selama periode Ramadan dan Idul Fitri tahun ini masih akan naik. Sebab, jika harga-harga naik, duit yang dikeluarkan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok juga ikut naik. "Justru uang beredar semakin naik," kata Reifky. 

Rezeki Bertambah di Bulan Penuh Berkah

Hairul Rizal 02 Mar 2024 Kontan
Momentum Ramadan bisa menjadi katalis yang menyebabkan kinerja emiten restoran semakin sedap. Namun investor perlu cermat menyaring saham-saham emiten restoran yang mayoritas masih bergerak landai. Analis Stocknow.id, Sinta Dwi Untari menilai, emiten yang bergerak di bisnis gerai makanan dan minuman atau food and beverage (F&B)  memiliki ruang untuk menumbuhkan kinerja. Katalis utamanya datang dari stabilitas ekonomi dan tingkat konsumsi masyarakat. Hal itu tercermin dari kenaikan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada awal tahun ini. IKK Januari 2024 tercatat di level 125, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di level 123,8. Katalis berikutnya, emiten restoran berpeluang  menggenjot kinerja mereka pada bulan Ramadan. Bulan suci biasanya menggerakkan bisnis restoran seperti dari acara buka puasa bersama. Emiten restoran merespons dengan membuat berbagai program promosi demi menggenjot penjualan. Tapi ia mengingatkan sejumlah emiten restoran masih dibayangi sentimen negatif pada kinerja. Terutama setelah ramai aksi boikot terhadap jaringan restoran tertentu yang dipersepsikan mendukung Israel. Sedangkan Head of Research Mega Capital Sekuritas, Cheril Tanuwijaya menyoroti, bisnis restoran yang semakin kompetitif. Maka emiten restoran perlu kreatif menerapkan strategi pemasaran supaya bisa bertahan dalam ketatnya persaingan dengan restoran non-emiten. Sinta punya pandangan serupa, mayoritas masih dalam fase sideways bahkan cenderung turun. Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana juga mengamini hal tersebut, dimana secara teknikal belum menjadi momentum yang tepat untuk mengoleksi saham emiten restoran. Equity Analyst Kanaka Hita Solvera, William Wibowo menyarankan speculative buy FAST dan MAPB. Support Rp 645 dan resistance Rp 780 untuk FAST, serta support Rp 1.850 dan resistance Rp 2.150 bagi MAPB.

Asuransi ASO Tidak Proteksi Dana Lender

Hairul Rizal 02 Mar 2024 Kontan
Fintech peer to peer lending banyak yang menggunakan asuransi administrative service only (ASO) sebagai asuransi. Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menyebut, asuransi ASO di fintech lending sebenarnya tidak dianjurkan. Sebab penggunaan ASO menjadikan perusahaan asuransi hanya sebagai administrasi saja dan tidak menanggung risiko. Jadi, ada perusahaan atau lembaga lain yang menjalankan atau menutup risiko. "Kami tidak mendorong untuk menggunakan ASO," ungkap Ketua AAUI Budi Herawan. 

Direktur Eksekutif AAUI Bern Dwiyanto mengatakan, ASO dijadikan solusi untuk menjamin kredit di industri fintech peer to peer (P2P) lending. Sebab, rate yang dikenakan asuransi dibandingkan tingkat bunga yang dibebankan ke debitur relatif kecil. "Beberapa fintech P2P lending mengenakan bunga tinggi. Adapun bunga tinggi itu menandakan tingginya risiko kredit tersebut," ujar dia. 

Deputi Komisioner Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK Iwan Pasila juga mengatakan, ASO tak bisa digunakan untuk melindungi kredit di fintech lending, melainkan untuk asuransi kesehatan. Kasus fintech yang menggunakan ASO terkuak setelah gagal bayar PT Investree Radhika Jaya dan Modal Rakyat. 

Kuasa hukum lender Investree Grace Sihotang menyampaikan, Investree mengakui menggunakan asuransi ASO. Padahal selama ini, Investree menawarkan kepada lender menggunakan asuransi kredit, tetapi asuransi yang digunakan adalah ASO.

KIJA Incar Penjualan Rp 2,5 Triliun

Hairul Rizal 02 Mar 2024 Kontan
PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) membidik target prapejualan atau marketing sales sebesar Rp 2,5 triliun di tahun 2024. Dari target tersebut, KIJA   membidik marketing sales dari  Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal Rp 1,35 triliun. Sementara penjualan tanah matang dan bangunan industri di Cikarang ditargetkan menyumbang sebesar Rp 650 miliar. Kemudian Rp 500 miliar sisanya masih dari lahan industri Cikarang, yakni dari penjualan produk residensial dan komersial. Muljadi Suganda, Sekretaris Perusahaan KIJA menyampaikan, prospek penjualan kawasan industri akan lebih baik di tahun ini. Saat ini, konsumen dari seluruh lahan industri KIJA masih dikuasai investor domestik, terutama di Cikarang. Muljadi bilang, investor domestik menyumbang sekitar 52% tenant lahan industrinya. Mereka berasal dari industri fesyen, elektronik, otomotif, makanan dan minuman, pengemasan, furnitur, logistik, produk kesehatan, dan industri keramik. Sedangkan 48% sisanya berasal dari investor asing. Mereka banyak mendiami KEK Kendal. Para investor asing ini datang dari beberapa negara, seperti Hong Kong, China, Taiwan, Jerman, Malaysia, India, dan Korea Selatan. Investor asing ini mendominasi KEK Kendal dengan kontribusi sebesar 81% di tahun 2023. 

Merujuk keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dirilis pada Selasa (13/2), marketing sales dari Cikarang mencapai Rp 913,7 miliar dari lahan seluas 28 hektare (ha). Kontributor utamanya adalah penjualan tanah matang 26,2 hektare senilai Rp 558,3 miliar. Adapun total penjualan tanah matang dan bangunan pabrik mencapai Rp 612,2 miliar. Investor domestik menyumbangkan 52% dari nilai tersebut, sedangkan 48% sisanya berasal dari investor asing,  terutama dari China. Untuk memacu kinerja penjualan, KIJA terus berupaya meningkatkan fasilitas dan infrastruktur di kawasan, khususnya di kawasan industri Cikarang. Menyusul infrastruktur yang semakin lengkap, Muljadi mengklaim, belakangan ini kawasan industri Cikarang yang mereka kembangkan juga mulai dilirik perusahaan data center.

Pilihan Editor