;
Kategori

Ekonomi

( 40753 )

Beasiswa Vatikan, menjembatani Mahasiswa Lintas Iman

03 Sep 2024

Deni Iskandar (30) tak pernah bermimpi bisa berkuliah sampai Vatikan. Dengan latar belakang ekonomi keluarga yang pas-pasan, ia sudah puas meraih gelar sarjana studi agama dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Namun, tiba-tiba, ia ditawari seorang pastor Keuskupan Bogor untuk melanjutkan pendidikan di Vatikan. ”Waktu itu, saya mikirnya, ini tidak mungkin. Siapa saya? Saya enggak pernah terpikir sampai Vatikan, apalagi saya Muslim. Vatikan, kan, pusat Gereja Katolik seluruh dunia. Tapi, saya tersemangati karena banyak orang mendukung saya supaya kuliah di sana,” ujar Deni, Minggu (1/9). Deni merupakan salah satu penerima beasiswa dari Nostra Aetate Foundation, lembaga milik Dewan Kepausan untuk Dialog Antaragama, yang mempromosikan dialog antaragama untuk perdamaian melalui pendidikan.

Skripsi Deni berjudul Potret Kebebasan Hak Beribadah Umat Katolik di Labuan, Pandeglang, Banten. Ia memilih tema itu karena kekagumannya terhadap toleransi antarumat beragama di pandeglang, kota sejuta santri. Meski Pandeglang diisi mayoritas umat Muslim, mereka tetap hidup berdampingan dengan umat Katolik. Skripsi itu menjadi faktor dia mendapat beasiswa tersebut. Nilai-nilai toleransi antar umat beragama itu yang kemudian Deni dalami ketika belajar di Pontifical University of Saint Thomas Aquinas-Angelicum dan Pontificia Universitas Gregoriana. Di sana, ia belajar mulai dari Teologi Katolik hingga Ensiklik Gereja Konsili Vatikan II. Ia pun mulai memahami intra-religious dialogue dalam konsep Gereja Katolik.

Kebahagiaan Deni semakin memuncak setelah berhasil bertemu secara langsung dengan Paus Fransiskus di Basilika Santo Petrus, Vatikan, pada 28 Juni 2023. Dewi Kartika Maharani Praswida (28) sejak mengenyam bangku kuliah di Universitas Negeri Semarang di Jateng, pada 2013-2017, sudah aktif dalam dialog lintas agama. Setelah rampung kuliah, pertengahan Maret 2018, ia terpilih untuk mengikuti pertemuan anak muda dari sejumlah negara, Presynode Meeting, di Vatikan. Seluruh delegasi diminta mengumpulkan masukan yang nantinya akan disampaikan dalam Synodal Meeting pada Oktober 2018 dengan para uskup seluruh dunia dan diketuai oleh Paus.

Dewi kemudian mendapatkan informasi seleksi program beasiswa dari Nostra Aetate Foundation dan mengikuti proses seleksinya. Setelah dinyatakan lolos, ia mulai berkuliah di Pontifical University of Saint Thomas Aquinas-Angelicum dan Pontifical Institute for Arabic and Islamic Studies (PISAI), pada Juni 2019. Dewi bersyukur karena sekali waktu diberi kesempatan bertemu secara singkat dengan Paus Fransiskus di Alun-alun Santo Petrus, tepat di depan Basilika Santo Petrus, 2019 silam. Fotonya heboh di media sosial karena Dewi terlihat satu-satunya perempuan berhijab yang bersalaman dengan pemimpin Gereja Katolik Roma tersebut. (Yoga)


Warga Asing hingga Artis Teperdaya Penipuan Berkedok Investasi

03 Sep 2024

Dalam dua bulan terakhir, ada tiga kasus penipuan berkedok investasi yang terungkap di kawasan Jabodetabek. Korbannya beragam, mulai dari warga negara asing hingga artis. Warga diminta jeli dan berhati-hati terhadap tawaran investasi. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi, Senin (2/9) mengungkap, penipuan berkedok investasi marak terjadi akhir-akhir ini. Kasus terkini dialami JJ yang merugi Rp 565 juta karena tertipu praktik jual-beli tanah fiktif. Pelaku bernama Ihwan Subandi menawarkan tanah di Kabupaten Bogor, Jabar. Korban JJ membeli tanah tersebut seharga Rp 4,4 miliar. Sebagai tanda jadi, korban memberi uang muka Rp 565 juta. Sisanya dilunasi setelah sertifikat tanah selesai.

Pelaku membuat akta perjanjian pengikatan jual beli (PPJB) no11 tertanggal 16 November 2022, dibuat oleh Aden Dahri, selaku notaris di Kabupaten Bogor. Namun, setelah setahun, sertifikat tanah itu tak kunjung rampung. Korban melalui kuasa hukumnya memeriksa, ternyata PPJB No 11 tanggal 16 November 2022 tak terdaftar dan bukan produk Kantor Notaris Aden Dahri. ”PPJB itu diduga palsu dan tanah tersebut hingga saat ini masih dikuasai pemilik,” ujar Ade. Penipuan berkedok investasi juga dialami artis Bunga Zainal yang merugi Rp 6,2 miliar. Suaminya pun turut tertipu. Total kerugian Bunga Zainal dan suami mencapai Rp 15 miliar. Saat datang ke Polda Metro Jaya, Jumat (30/8), Bunga mengaku trauma, sebab kerugian yang dia alami cukup besar. Bahkan, korban penipuan itu tak hanya di Jakarta, tapi sampai ke Bali.

Akibat kejadian ini, Bunga akan mengintrospeksi diri untuk tidak mudah percaya dengan orang yang menawarkan investasi. Penipuan berjenis investasi juga pernah mendera WNA. Direktorat Reskrimsus Polda Metro Jaya menangkap warga negara India yang terlibat penipuan berkedok investasi perdagangan valuta asing (foreign exchange/forex) emas pada Jumat (26/7). Korban, sesama warga negara India tertipu hingga Rp 3,5 miliar. Wakil Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Hendri Umar menuturkan, pelaku berinisial VVS diduga menggelapkan atau menipu rekannya sendiri, yakni GRN, yang juga warga negara India, berkedok investasi perdagangan valuta asing (forex) emas. VVS menjanjikan keuntungan 5 % untuk setiap modal yang ditanamkan. Namun, pada bulan kesembilan, keuntungan tidak pernah diberikan VVS. (Yoga)


Tarif KRL Jabodetabek Harus Disubsidi, Transportasi Penggerak Ekonomi

03 Sep 2024
RENCANA pemerintah menaikkan tarif kereta rel listrik (KRL) Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi dengan alasan agar subsidi tepat sasaran menunjukkan ketidakpahaman mengelola transportasi publik. Tarif KRL Jabodetabek jelas harus disubsidi karena moda transportasi ini merupakan angkutan massal yang menggerakkan ekonomi dan mengurangi emisi karbon. Apalagi jika menaikkan tarif KRL itu dilakukan dengan menyeleksinya lewat nomor induk kependudukan (NIK). Dalam rencana pencabutan subsidi di Buku II Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2025 itu, pemerintah berdalih subsidi tarif KRL selama ini dinikmati oleh golongan mampu.

Asumsi ini keliru sepenuhnya. KRL Jabodetabek dipakai oleh semua kalangan, sekitar 1 juta pekerja per hari yang tinggal di kota-kota aglomerasi Jakarta. Mereka adalah penggerak ekonomi. Karena itu, membedakan tarif berdasarkan golongan ekonomi justru menjadi tidak tepat sasaran. Seleksi memakai NIK juga akan membuat runyam karena mesin kartu kereta mesti mendeteksi NIK untuk distribusi tarif subsidi. Gagasan memakai NIK untuk seleksi subsidi ini pasti datang dari pejabat yang tidak pernah naik kereta, mereka yang tak pernah merasakan umpel-umpelan di gerbong, atau antre di mesin kedatangan dan keberangkatan. Tanpa saringan NIK seperti sekarang saja, pada jam sibuk, penumpang mesti antre untuk masuk dan keluar stasiun. (Yetede)


Daya Beli Masyarakat Semakin Tergerus

03 Sep 2024
Daya beli masyarakat kala kena pukulan bertubi-tubi mulai kuartal IV tahun ini hingga 2025. Ini dikhawatirkan menggerus laju pertumbuhan ekonomi hingga di bawah 5%.  Pukulan pertama akan datang dari pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang rencananya mulai Oktober 2024, tarif pajak penambahan nilai (PPN) naik menjadi 12% dan cukai minuman berpemanis dalam kemasan rencananya diberlakukan. Saat ini saja, sejumlah indikator menunjukkan daya beli masyarakat melemah. Pada Agustus 2024, deflasi kembali terjadi, yakni 0,03%, melanjutkan tren tiga bulanan sebelumnya. Beberapa ekonom menyebutkan,  ini merupakan penanda daya beli melemah, kendati Badan Pusat Statistik (BPS) menilai deflasi dipicu suplai berlebih komoditas pangan. (Yetede)

Kinerja Keuangan BSI Cetak Laba Rp 3,4 T

03 Sep 2024
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) membukukan kinerja keuangan yang sangat impresif pada kuartal II 2024. Per Juni 2024, laba bersih BSI mencapai Rp 3,4 triliun, tumbuh 20,28% secara tahunan, menjadikan perseroan menorehkan pertumbuhan tertinggi di antara Top 10 bank di Indonesia. Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan Perseroan berhasil menjaga kinerja keuangan dan bisnis secara sehat dan berkualitas sepanjang kuartal II tahun 2024, di tengah makro ekonomi cukup menantang yang dintandai dengan naiknya suku bunga acuan seperti BI Rate yang naik ke level 6,25% pada kuartal II 2024 untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. "Alhamdulillah pertumbuhan BSI dalam berbagai indikator kunci, seperti aset, DPK, laba bersih, dan rasio CASA, merupakan yang tertinggi di industri perbankan nasional. Prestasi ini adalah  bukti bahwa BSI sebagai bank syariah mampu bersaing dan unggul ditengah  dinamika industri yang semakin kompetitif. Pertumbuhan yang konsisten di berbagai  aspek ini juga mencerminkan solidnya kinerja BSI yang berkelanjutan," kata Herry. (Yetede)

Simpanan Jumbo di Perbankan Mengalami Pertumbuhan yang Lebih Rendah

03 Sep 2024
Lembaga Penjamin Simpana (LPS) mencatatkan simpanan jumbo di perbankan mulai mengalami pertumbuhan yang lebih rendah pada Juli 2024, sebesar 10,4% secara tahunan  (year on year/yoy). Melambat dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang masih tumbuh 11,7% (yoy). Adapun, tiering nominal  simpanan di atas Rp 5 miliar per akhir Juli 2024 mencapai Rp4.671,31 triliun dari bulan sebelumnya yang sebesar Rp4.738,71 triliun, atau terkontraksi 1,4% secara  yoy. Penyusutan simpanan nasabah kelas kakap tersebut sudah diprediksi sebelumnya. Sebab, pada semester I-2024 nasabah korporasi yang memiliki simpanan jumbo di perbankan masih wait and see, sehingga dananya masih disimpan di bank. Namun, memasuki semester II, yakni pada Juli mulai terlihat ada penarikan simpanan pada tiering di atas Rp 5 miliar. (Yetede)

Indonesia Siap Menjadi Mitra Afrika

03 Sep 2024
Presiden Jokowi secara resmi membuka  Indonesia-Africa Forum (IAF) ke-2 dan High-Level Forum on Multi-Stakeholder Partnership (HLF-MSP) di Nusa Dua, Badung, Bali, Senin, (2/9/2024). Indonesia siap menjadi mitra yang andal bagi Afrika berbagai agenda pembangunan. Selain itu, Indonesia terus memperkuat kerja sama Utara-Selatan sebagai solidaritas global. "IAF membawa semangat baru Afrika. Indonesia siap bermitra dengan siapa pun di kawasan Afrika untuk mengangkat agenda pembangunan  ke tingkat yang lebih tinggi," kata Jokowi. Presiden Jokowi juga menyampaikan pencapaian  penting dari forum ini, yaitu peningkatan nilai kesepakatan bisnis antar Indonesia dan negara-negara Afrika. "Dalam IAF kali ini, kita telah mencatat kesepakatan bisnis yang nilainya  mencapai US$ 3,5 miliar. Jumlah tersebut jauh meningkat 6 kali lipat dibanding IAF pertama yang diselenggarakan pada tahun 2018," ungkapnya. (Yetede)

Emiten Grup Djarum Jajaki Penambahan Modal

03 Sep 2024
Emiten menara telekomunikasi (tower) Grup Djarum, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) atau SMN dikabarkan ditengah menjajaki aksi penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau right issue. TOWR dalam riset terbaru BRI Danareksa Sekuritas disebutkan, berpotensi menghimpun dana rights issue sekitar Rp 8 triliun, di antaranya untuk mengakuisisi aset kabel milik PT Indosat Tbk (ISAT). Analis BRI Danareksa Sekuritas Niko Margonis dan Christian Sitorus dalam riset yang dipublikasikan Senin (2/9/2024) mengungkapkan, TOWR sedang mempertimbangkan  untuk melaksanakan rights issue dengan potensi nilai sekitar Rp 8 triliun untuk mengatasi terjadinya tekanan finansial. Right issue tersebut bertujuan untuk menjaga kepemilikan mayoritas Grup Djarum pada harga saham TOWR saat ini, serta mengurangi rasio Net Debt/Ebitda perseroan menjadi di bawah 4x. (Yetede)

Kontraksi Manufaktur Berdampak Pengurangan Tenaga Kerja

03 Sep 2024
Kontraksi yang dialami manufaktur terus berlanjut menjadi 2 bulan berturut-turut. Berdasarkan laporan terbaru S&P Global, Purchasing manager's Index (PMI) manufaktur Indonesia untuk Agustus mencapai 48,9 atau turun 0,4 poin dari Juli yang sebesar 49,3. Menurut rilis S&P Global, kontraksi PMI manufaktur Indonesia pada Agustus 2024 dipengaruhi oleh penurunan pada output dan permintaan baru yang paling tajam sejak Agustus 2021. Permintaan asing juga turun semakin cepat hingga paling tajam sejak januari 2023. Economics Director S&P Global Market Intellegence Paul Smith memaparkan, penurunan pada perekonomian sektor manufaktur Indonesia pada Agustus lalu mengakibatkan perusahaan menanggapi dengan mengurangi kariawan.  "Tidak mengherankan, perusahaan merespons dengan mengurangi jumlah tenaga kerja, meskipun banyak yang menekankan bahwa ini bersifat sementara," kata dia. (Yetede)

Manufaktur Makin Lemah Dihantam Banyak Masalah

03 Sep 2024

Kinerja industri manufaktur makin terseok. Mereka kelimpungan mempertahankan bisnis di tengahnya beratnya masalah yang harus dihadapi. Selain dihadapkan pada pelemahan daya beli masyarakat, pelaku industri manufaktur harus berjibaku melawan dominasi produk impor di pasar lokal. Sementara industri berorientasi ekspor juga harus gigit jari lantaran permintaan di pasar global juga sedang lesu darah. Kombinasi masalah itu menyeret aktivitas produksi manufaktur terjerembab ke titik terendah sejak Agustus 2021. Indikasi kemunduran manufaktur ini terekam di survei S&P Global tentang Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur Indonesia pada Agustus 2024. S&P Global melaporkan, PMI Indonesia Agustus 2024 di level 48,9, turun 0,4 poin dari bulan sebelumnya di 49,3. Artinya, dua bulan beruntun industri manufaktur nasional di zona kontraksi. PMI sebenarnya telah mengalami tren penurunan selepas Maret 2024 hingga kini. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W. Kamdani menilai, penurunan PMI manufaktur disebabkan melemahnya permintaan pasar domestik. Sudah lemah, pasar domestik pun terus digempur produk-produk impor ilegal. Wakil Ketua Bidang Perindustrian Kadin Indonesia Bobby Gafur Umar memperkirakan, penurunan PMI akan berlanjut. Banyak fasilitas produksi beroperasi dengan utilisasi kurang dari 40%. "Ini berbahaya dan dapat menyebabkan gelombang PHK lebih lanjut," jelasnya, Senin (2/9). Kementerian Ketenagakerjaan menyebut, pekerja Indonesia yang terkena PHK mencapai 46.240 orang pada Januari-Agustus 2024, naik 23,71% secara tahunan. 

Industri padat karya seperti tekstil dan produk tekstil (TPT) jadi subsektor manufaktur yang paling banyak melakukan PHK. Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI) Redma Gita Wirawasta menambahkan, sampai saat ini pasar domestik terus dibanjiri produk impor TPT ilegal.Para produsen lokal sulit bersaing karena produk impor dijual dengan harga miring tanpa dikenakan pajak. Industri otomotif juga terdampak pelemahan daya beli. Ini tercermin pada tren penjualan wholesales (pabrik ke diler) dan retail mobil nasional yang masing-masing turun 17,5% dan 12,2% secara tahunan hingga Juli 2024. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengusulkan kebijakan relaksasi atau penghapusan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk mobil produksi lokal dengan kandungan dalam negeri (TKDN) yang tinggi. Apindo minta stimulasi produksi. Wujudnya bisa kemudahan mendapat bahan baku, kemudahan pembiayaan, akses pembiayaan ekspor, pencegahan tumpang tindih kebijakan, hingga fasilitas izin investasi.