Ekonomi
( 40753 )Kelas Menengah Berburu Diskon, untuk Hadapi Tekanan Ekonomi
Kelas menengah tengah gelisah. Gegabah sedikit soal alokasi belanja, seketika mereka bisa terperosok ke kelas bawah. Apalagi, kondisi ekonomi makro juga sedang lesu. Mereka pun bersiasat jitu agar hidup bisa terus maju. Akhir Juli lalu, Abidzar (27) menemukan lubang di bagian kelingking kaki kanan sepatunya. Karyawan pemasaran mobil ini sadar harus segera menutup lubang itu agar tetap tampil rapi dan profesional demi menarik pembeli. Namun, saat pergi ke tukang reparasi sepatu, ongkos perbaikannya Rp 200.000 atau separuh harga sepatu baru serupa. Menurut dia, lebih baik beli sepatu baru saja. Irina (26), istrinya yang juga karyawan, mengingatkan agar tidak lantas membeli sepatu baru, karena gaji mereka berdua pas-pasan untuk membiayai kebutuhan sehari-hari.
”Ada biaya KPR, makan, listrik, internet, bensin kendaraan, dan pulsa, belum biaya susu dan perlengkapan bayi kami yang baru berusia 1 tahun. Semua harus dihitung betul kalau ada biaya tambahan,” ujar Irina, Selasa (3/9). Irina lalu berselancar di toko daring. Pada 8 Agustus, 2 pekan setelah kejadian itu, ada periode diskon 8.8 di toko daring. Besaran diskonnya beragam, mulai 8 % hingga 50 %. Akhirnya, Irina dan Abidzar menemukan sepatu berwarna coklat gelap merek lokal seharga Rp 400.000. Namun, karena ada periode diskon 8.8, mereka memperoleh diskon 50 % sehingga harga sepatu itu menjadi Rp 200.000, sama dengan biaya reparasi sepatu lamanya. ”Kami menyebutnya ini taktik belanja cerdas,” ujar Irina.
Mengejar potongan harga juga dilakukan Ria (32) dengan belanja bulanan di pasar swalayan di Pondok Aren, Tangsel, yang memberi harga lebih murah 10-30 % disbanding swalayan lainnya. Toko tersebut juga kerap memberi promo beli 1 gratis 1 lagi untuk berbagai produk. Tak heran, hampir setiap hari, apalagi akhir pekan, pasar swalayan itu disesaki konsumen. Saking ramainya, Ria dan Beni, suaminya, kerap kali harus mengantre hingga 30 menit hanya untuk mendapat parkir mobil. Mereka juga harus berebut troli belanja dengan konsumen lainnya. ”Tetapi, saat membaca tulisan ’Anda telah berhemat Rp 100.000 atau Rp 200.000 atau Rp 300.000’ di struk, rasanya senang sekali,” ujar karyawan swasta bidang keuangan itu.
Baik Ria maupun Irina mengatakan, setiap bulan mereka harus bersiasat menganggarkan belanja bulanan. Sebab, kenaikan gaji mereka tak secepat kenaikan harga barang/jasa. Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia Budihardjo Iduansjah mengatakan, kecenderungan konsumen mal saat ini memang menahan belanja, khususnya untuk merek global. Biasanya mereka membeli barang saat diskon. Pasangan Irina-Abidzar dan Ria-Beni adalah gambaran kelas menengah Indonesia yang kini tengah goyah. Kendati keduanya bekerja di sektor formal dan sudah memiliki mobil, mereka harus bersiasat karena pendapatan yang stagnan. (Yoga)
Pemilu AS
Menggenjot Pangsa Pasar Syariah Lebih Meningkat
AFLN Meningkat Didorong Peningkatan Investasi
GoTo Angkat Koper dari Vietnam
Ponten Merah Jatuhnya Kelas Menengah
Teladan Kesederhanaan Paus Fransiskus
Setelah turun dari pesawat komersial berwarna biru, Paus Fransiskus naik mobil dan duduk di samping pengemudi sambil membuka jendela agar dapat melambaikan tangan. Bagi sejumlah tokoh di Indonesia, sikap Paus tersebut merupakan contoh nyata kesederhanaan. Paus Fransiskus tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (3/9). Paus Fransiskus tidak menggunakan tangga utama yang telah dipasang pada sisi depan A330-900 ITA Airways. Dia turun dari sisi kanan pesawat dengan bantuan lift, yang membantu Paus Fransiskus yang duduk di kursi roda untuk turun ke landasan. Didorong oleh salah satu anggota Garda Swiss, Paus Fransiskus menemui sejumlah pejabat yang menyambutnya. Saat menuju mobil yang akan membawanya, Paus Fransiskus disambut jajaran pasukan kehormatan dengan tetap duduk di kursi roda.
Ketika naik mobil Kijang Innova, dia memilih duduk di depan, di samping pengemudi. Jendela di bangkunya tampak terbuka sepanjang jalan. Dia kerap melambaikan tangannya sambil menatap ke luar jendela. Menurut Menag, Yaqut Cholil Qoumas, sikap Paus Fransiskus yang memilih naik mobil Kijang dapat dicontoh pejabat Indonesia. ”Luar biasa kesederhanaan beliau (Paus Fransiskus). Beliau contohkan bagaimana menjadi pemimpin agama dan pemimpin negara. Dengan kesederhanaannya, beliau tunjukkan. Beliau memilih kendaraan pun dengan cara yang sangat sederhana dan ini patut kita contoh,” tuturnya saat wawancara cegat setelah menyambut Paus Fransiskus. Mobil yang dinaiki Paus Fransiskus melaju menuju Kantor Kedubes Takhta Suci Vatikan di Indonesia, Jakpus, tempat Paus menginap.
Bukan di hotel. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menyoroti pilihan Paus untuk terbang ke Indonesia dengan pesawat komersial serta tidak menginap di hotel. ”Hal itu menunjukkan keteladanan yang menjadi inspirasi penting bagi para pemimpin bangsa di tingkat nasional dan ranah global,” ujarnya, Selasa. Suharyo berpendapat, Paus Fransiskus tak ingin dipandang sebagai pejabat tinggi yang harus dilindungi dan harus disediakan segala macam hal, beliau juga tak pernah khawatir terhadap keselamatannya. ”Beliau itu, kan, pewarta damai. Jadi tidak berpikir macam-macam tentang keselamatan. Beliau ingin menjadi sesama, termasuk salah satu syaratnya minta mobil yang bisa dibuka lebar jendelanya, untuk menyapa masyarakat yang hadir menyambut beliau,” tuturnya. (Yoga)
Strategi Indonesia Menembus Pasar Afrika dengan Transfer Teknologi
Pupuk berbahan batubara buatan warga Indonesia, Raden Umar Hasan Saputra, diminati di Afrika. Enam negara di Afrika telah meminta transfer teknologi pembuatan pupuk tersebut, diikuti pembangunan pabrik berkapasitas jutaan ton per tahun. Transfer teknologi dinilai sebagai celah besar untuk masuk pasar Afrika yang saat ini dikuasai China. Tingginya minat Afrika terhadap pupuk batubara itu terlihat dalam ajang Forum Indonesia Afrika (IAF) 2024. Dari lima kepala negara yang hadir di IAF, dua di antaranya langsung menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk transfer teknologi pembuatan pupuk batubara tersebut. Kedua negara itu adalah Liberia dan Zimbabwe. Adapun Eswatini langsung meminta pembangunan pabrik di lokasi. Penandatanganan MoU dilakukan oleh Kementan Liberia, PT Saputra Global Harvest sebagai produsen pupuk batubara, dan Dubes RI untuk Nigeria, Selasa (3/9) di Nusa Dua, Badung, Bali.
Kerja sama ini merupakan bagian dari IAF 2024 yang berlangsung 1-3 September 2024. ”Potensi nilai kesepakatan bisnis dari IAF ini 5 juta USD,” kata Saputra, pencipta pupuk batubara sekaligus Komisaris Utama PT Saputra Global Harvest. Di Indonesia, pupuk batubara itu menggunakan merek Futura. Sementara di luar negeri, pupuk yang telah dipatenkan di AS itu disebut coal fertilizer. Pupuk ini hasil penelitian tentang aktivasi unsur hara dalam batubara yang dilakukan Saputra selama tujuh tahun. Pupuk itu disebutkan mempunyai keunggulan memperbaiki unsur hara. Saat ini, pabrik pupuk batubara telah berjalan di tiga negara di Afrika, yaitu Nigeria, Botswana, dan Malawi. (Yoga)
Inggris Menangguhkan Ekspor Senjata
Pemerintah Inggris menangguhkan 30 dari 350 izin ekspor persenjataan ke Israel. Namun, izin ekspor suku cadang jet F-35, yang dipakai Israel untuk mengebom Gaza dan Tepi Barat, tidak termasuk yang ditangguhkan. Menlu Inggris David Lammy mengumumkan penangguhan di parlemen, Senin (2/9) di London. Suku cadang jet tempur, pesawat nirawak, dan helikopter akan terdampak. ”Ini bukan larangan total, bukan embargo senjata,” ujarnya. Menurut BBC, pengumuman itu lebih bersifat politis daripada berdampak secara militer. Porsi ekspor senjata Inggris ke Israel hanya 1 % dari seluruh impor pertahanan Israel. Hingga 69 % persenjataan Israel dipasok AS.
Pemerintah Inggris juga tidak menjual langsung persenjataan ke Israel. Inggris hanya menerbitkan izin ekspor bagi produsen untuk menjual senjata ke Israel. Menurut Lammy, penangguhan akan dicabut jika Inggris menilai risiko berkurang. ”Penilaian membuat saya tidak bisa menyimpulkan selain bahwa untuk sebagian ekspor senjata Inggris ke Israel, ada risiko jelas senjata itu dipakai untuk melakukan atau memfasilitasi pelanggaran serius hukum kemanusiaan internasional,” ujarnya. Meski menangguhkan izin ekspor, London tidak menyimpulkan ada pelanggaran hukum internasional oleh Israel di Gaza dan Tepi Barat. (Yoga)
Mencari Pasar untuk Sepatu Lokal
Pramuniaga terlihat sedang menawarkan produk sepatu lokal merek PVN melalui siaran langsung media sosial di gerainya yang berada di pusat perbelanjaan kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Selasa (3/9/2024). Sepatu yang menyasar pelajar itu dijual dengan harga Rp 99.000 hingga Rp 169.000 per pasang. Penjualan secara langsung di gerai, media sosial, hingga lokapasar menjadi upaya jenama lokal untuk mendapatkan pasar dan pembeli di dalam negeri. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









