;
Kategori

Ekonomi

( 40733 )

Investasi dan Ekspor Mesin Pendorong Perekonomian RI

30 Dec 2024
Indonesia saat ini menjadi salah satu destinasi investasi yang sangat menjanjikan bagi pengusaha asing dan domestik. Investasi sudah menjadi tulang punggung utama (backbone) pertumbuhan perekonomian nasional, penciptaan lapangan kerja, peningkatan nilai tambah dan ekspor, serta penerimanaan negara. Adapun pemerintah menargetkan realisasi investasi sebesar Rp1.650 triliun pada 2024. Perhitungan proyek tersebut bukan tanpa sebab. Pasalnya, pemerintah harus mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2% pada 2024. Dalam hal ini investasi menjadi salah satu pendorong terbesar pertumbuhan ekonomi di Tanah Air. 

Sementara itu, kegiatan ekspor turut memberikan kontribusi besar terhadao perekonomian nasional pada 2024. Namun demikian, kinerja ekspor tidak terlepas dari fluktuasi harga komoditas di pasar dunia. Oleh karena itu, pemerintah konsisten melakukan diversifikasi ekspor untuk mengurangi ketergantungan terhadap komoditas sumber daya alam. Pemerintah juga terus memperluas hubungan ekspor ke negara-negara tujuan ekspornon tradisional, sehingga pasar Indonesia bisa lebih ekpansif. 

Untuk Menjaga Stabilitas BI Memborong SBN

30 Dec 2024
UNTUK menjaga stabilitas fiskal dan moneter tahun depan, Bank Indonesia bersama Kementerian Keuangan sepakat menerbitkan dan membeli Surat Berharga Negara (SBN). Melalui kebijakan ini, BI akan memegang obligasi pemerintah, sedangkan pemerintah memperoleh dana untuk menutupi defisit anggaran. Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan langkah ini bertujuan menstabilkan nilai tukar rupiah di tengah tekanan ekonomi global. Pemerintah dan BI mengambil keputusan ini setelah melakukan pembahasan intensif. Perry menyebutkan langkah tersebut telah disepakati bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. "Secara prinsip, kami sudah sepakat mengenai rencana penerbitan dan pembelian SBN dari pasar sekunder sebagai bagian dari operasi moneter," ujarnya dalam pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur BI, Rabu, 18 Desember 2024.

Melalui skema ini, pemerintah akan meminjam langsung dari bank sentral dengan menerbitkan obligasi yang diborong BI. SBN tersebut akan menjadi alat pendanaan penting bagi pemerintah untuk menutupi celah fiskal, sembari menjaga kepercayaan pasar terhadap stabilitas keuangan negara. Perry menuturkan BI akan membeli lebih banyak SBN dari pasar sebagai strategi pengelolaan utang menjelang jatuh tempo pada 2025. Pada 2025, utang pemerintah yang jatuh tempo mencapai Rp 800,33 triliun. Angka ini terdiri atas SBN atau obligasi pemerintah senilai Rp 705,5 triliun. Sebanyak 92,7 persen dari obligasi tersebut terbit setelah 2014 atau pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo. Ada juga utang yang jatuh tempo tahun depan berupa pinjaman sebesar Rp 94,83 triliun.

Selain itu, sebelumnya Sri Mulyani memperlebar defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara menjadi 2,53 persen dari produk domestik bruto (PDB) atau sebesar Rp 616 triliun. Pembiayaan defisit APBN 2025 akan dipenuhi melalui pembiayaan utang yang secara neto sebesar Rp 775,8 triliun dan pembiayaan nonutang yang secara neto sebesar minus Rp 159,7 triliun. Pembiayaan utang ini akan dilakukan melalui penerbitan global bond, penarikan pinjaman luar negeri dan dalam negeri, serta penerbitan SBN di pasar domestik. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (ketiga dari kiri) didampingi Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti (ketiga dari kanan) serta para Deputi Gubernur BI, Doni P. Joewono (kedua dari kiri), Juda Agung (kedua dari kanan), Aida S. Budiman (kiri), dan Filianingsih Hendarta (kanan), berbincang sebelum menyampaikan keterangan pers hasil Rapat Dewan Gubernur BI di Jakarta, 18 Desember 2024. (Yetede)

Rupiah Gagah di Akhir Tahun

30 Dec 2024
Mata uang rupiah menguat pada penutupan perdagangan hari ini. Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah bakal kembali menunjukkan penguatan menjelang tutup tahun. Data rupiah spot Bloomberg memaparkan pada penutupan sebelumnya rupiah berada pada level Rp 16.235 per dolar Amerika Serikat. Kali ini kurs menguat 92 poin ke level Rp 16.142 per dolar AS. Ibrahim memprediksi penguatan bakal berlanjut. “Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup menguat di rentang Rp 16.100 - Rp 16.150 per dolar,” kata Ibrahim dalam analisis rutinnya, Senin, 30 Desember 2024.  Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia juga mencatat mata uang Indonesia menguat. Pada penutupan akhir pekan, mata uang Indonesia senilai Rp16.251 per dolar AS dan hari ini menjadi Rp16.162 per dolar.

Penguatan rupiah seiring dengan merosotnya indeks dolar AS. Menurut Ibrahim, beberapa faktor eksternal juga memengaruhi pergerakan kurs, seperti volume perdagangan rendah karena liburan tahun baru yang membayangi dan data harian yang kosong minggu ini. China akan merilis data ekonomi penting, yakni survei pabrik PMI pada Selasa, sedangkan survei indikator manufaktur Amerika untuk bulan Desember akan dirilis pada Jumat nanti. Faktor lain adalah inflasi indeks harga konsumen di ibu kota Jepang tumbuh lebih dari yang diharapkan pada Desember, disebabkan karena meningkatnya tekanan harga. Data pemerintah menunjukkan tetap ada peluang kenaikan suku bunga jangka pendek oleh Bank of Japan (BoJ). Beberapa pembuat kebijakan Bank of Japan, kata Ibrahim, melihat kondisi yang mendukung kenaikan suku bunga.

Pada Jumat pejabat presiden Korea Selatan, Perdana Menteri Han Duck-soo, menghadapi pemungutan suara pemakzulan di tengah krisis politik. Hal ini dipicu oleh sidang pertama Mahkamah Konstitusi tentang darurat militer Presiden Yoon Suk Yeol yang berlaku singkat. “Dorongan untuk memakzulkan Han telah memperdalam krisis, menempatkan demokrasi negara dalam ketidakpastian dan menimbulkan kekhawatiran dari para sekutu,” kata Ibrahim. Secara terpisah, Bank Dunia telah menaikkan perkiraannya untuk pertumbuhan ekonomi Tiongkok pada 2024 dan 2025. Namun Bank Dunia memperingatkan kepercayaan rumah tangga, bisnis yang lesu, serta hambatan di sektor properti akan tetap menjadi tantangan tahun depan. (Yetede)

Tiket KA Masih Tersedia

28 Dec 2024

Lebih dari 500.000 tiket kereta api jarak menengah dan jauh untuk periode Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 masih tersedia. Puncak keberangkatan kereta api selama periode tersebut sudah terlewati pada 24 Desember lalu. Hingga Jumat (27/12/2024), tiket kereta api jarak menengah dan jauh yang terjual sudah mencapai 81 persen dari total tempat duduk yang tersedia sebanyak 2.770.864 kursi. Artinya, masih ada 531.881 tempat duduk atau sekitar 19 persen yang bisa dipesan calon penumpang. Mengacu data PT Kereta Api Indonesia (KAI), penjualan tiket kereta api jarak menengah dan jauh hingga hari Jumat pukul 06.00 sebanyak 2.238.983 tempat duduk. Sementara penjualan tiket KA lokal sudah mencapai 407.477 tiket atau 51 persen dari total tempat duduk yang disediakan sebanyak 801.724 tiket.

Vice President Public Relations PT KAI Anne Purba mengatakan, jumlah tiket kereta api jarak jauh (KAJJ) dan KA lokal yang terjual selama periode libur Natal dan Tahun Baru mencapai 2.646.460 tempat duduk. Adapun total kapasitas tempat duduk yang disediakan sebanyak 3.572.588 penumpang. Selama 19-26 Desember 2024, PT KAI telah memberangkatkan 1.647.746 penumpang di Pulau Jawa dan Sumatera. Anne mengungkapkan, puncak keberangkatan kereta api selama periode Natal dan Tahun Baru sudah terlewati pada 24 Desember 2024 dengan tiket yang terjual mencapai 223.443 kursi. Adapun pada Sabtu (28/12), PT KAI akan memberangkatkan setidaknya 146.324 penumpang. ”Jumlah penjualan tiket masih akan terus berubah dinamis dan bertambah karena penjualan masih berlangsung,” katanya. Beberapa kereta api menjadi primadona karena okupansinya sudah melebihi 100 persen, seperti KA Airlangga, KA Joglosemarkerto, KA Sritanjung, KAB Blambangan Ekspres, KA Pariaman Ekspres, KA Rajabasa, dan KA Putri Deli. (Yoga)

Biaya Haji 2025 Pemerintah Upayakan Turun

28 Dec 2024

Pemerintah mengupayakan agar biaya yang dibayarkan oleh anggota jemaah haji pada tahun depan bisa diturunkan. Penurunan itu dipastikan tidak sampai mengganggu kualitas penyelenggaraan haji. Penurunan ongkos haji itu dibahas dalam rapat tertutup antara Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, yang juga pengawas penyelenggaraan ibadah haji 2025, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Agama Nasaruddin Umar, dan Wakil Menag Muhammad Syafi’i, serta Penasihat Presiden Urusan Haji Muhadjir Effendy di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (27/12/2024). Nasaruddin, seusai rapat, mengatakan, banyak hal yang dibahas. ”Kira-kira apa yang bisa membuatjemaah haji kita ini lebih nyaman, lebih tenang, dan yang paling penting juga adalah lebih murah. Tapi, murahnya bukan berarti mengurangi kualitas pelayanan. Jadi, tetap ada efisiensi, tapi juga tidak mengurangi kualitas,” tuturnya. Nasaruddin mencontohkan, efisiensi melalui biaya penerbangan murah, tak berarti jemaah haji akan menggunakan pesawat tua. Selain itu, dibahas pula kemungkinan untuk memperpendek masa perjalanan ibadah haji ketimbang tahun-tahun sebelumnya. Namun, banyak halterkait dengan efisiensi ini akan dibahas lebih lanjut bersama otoritas Arab Saudi. ”Ini menyangkut masalahArab Saudijuga,tidak bisa kita memutuskansepihak,” ujarnya. Dengan efisiensi di berbagai elemen penyelenggaraan haji itu, Syafi’i memastikan biaya haji yang dibebankan kepada jemaah akan turun. ”Yang pasti lebih murah,” ujarnya. (Yoga)

Petani Padi, Karpet Merah

28 Dec 2024

Pemerintah menyiapkan karpet merah bagi petani padi tahun depan. Karpet merah itu, antara lain, berupa harga pembelian dan jaminan serapan gabah serta ketersediaan pupuk bersubsidi tepat waktu, jumlah, dan sasaran. Pemerintah sudah mengantongi kisaran harga pembelian pemerintah (HPP) gabah kering panen (GKP) di tingkat petani untuk tahun depan. Pemerintah juga telah menandatangani kontrak pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi dengan PT Pupuk Indonesia (Persero) lebih awal dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Ada sejumlah pertimbangan. Pertama, panen raya padi tahun depan diperkirakan maju. Kedua, pemerintah tidak ingin harga gabah petani jatuh saat panen raya. Ketiga, pemerintah membutuhkan tambahan cadangan beras untuk tahun depan. Cadangan beras itu untuk memitigasi potensi risiko menyetop impor beras pada 2025.Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, tahun depan, panen raya padi diperkirakan maju dari Maret-April ke Februari Maret. Hal itu merujuk hasil Kerangka Sampel Area (KSA) Padi Badan Pusat Statistik (BPS).

Produksi beras pada Januari dan Februari 2025 diperkirakan masing-masing mencapai 1,2 juta ton dan 2,08 juta ton. Potensi produksi beras itu lebih tinggi dibandingkan dengan Januari dan Februari 2024 yang masing-masing 0,87 juta ton dan 1,39 juta ton. ”Pada Januari dan Februari saja kenaikannya cukup tinggi, hampir 1 juta ton. Apalagi nanti pada Maret yang diperkirakan sebagai puncak panen,” ujarnya melalui siaran pers di Jakarta, Rabu (25/12/2024). Merujuk hasil KSA Padi pada November 2024, BPS menunjukkan, neraca produksi konsumsi beras pada Januari 2025 berpotensi defisit 1,39 juta ton. Adapun pada Februari 2025, neraca tersebut diperkirakan mulai surplus 0,51 juta ton. Pada Januari dan Februari 2024, neraca produksi-konsumsi beras nasional defisit masing-masing 1,69 juta ton dan 1,18 juta ton. Untuk itu, Zulkifli meminta pemerintah daerah dan Perum Bulog memantau panen raya padi. Jangan sampai panen padi yang berlimpah membuat harga gabah petani anjlok dan tidak terserap. (Yoga)

Kasus Uang Palsu di UIN Makassar Diduga Pengusaha yang Terlibat

28 Dec 2024

Penyidikan kasus pencetakan dan peredaran uang palsu di Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Sulawesi Selatan, terus bergulir. Setelah dua kali melayangkan surat panggilan, polisi akhirnya memeriksa ASS, pengusaha yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. ASS diperiksa di Markas Polres Gowa karena tempat kejadian perkara kasus tersebut masuk wilayah Kabupaten Gowa, Sulsel. Pemeriksaan dilakukan sejak Kamis (26/12/2024) malam hingga Jumat (27/12) pukul 04.00 Wita. Setelah jeda beberapa saat, pemeriksaan itu kemudian dilanjutkan pada Jumat siang. Sebelumnya, ASS dua kali mangkir dari panggilan kepolisian. Kepala Polres Gowa Ajun Komisaris Besar Reonald TS Simanjuntak menyatakan, ASS masih berstatus saksi. ”Saat ini masih kita periksa sebagai saksi. Nanti kita lihat bagaimana perkembangan selanjutnya, apakah ada peningkatan status atau bagaimana, tergantung dari hasil gelar perkara,” katanya, kemarin. Dalam konferensi pers terkait kasus ini pada Kamis (19/12), Kepala Polda Sulsel Inspektur Jenderal Yudhiawan Wibisono mengatakan, pembuatan uang palsu itu pertama kali dilakukan di rumah ASS di Makassar. Namun, karena kebutuhan yang kian besar, produksi uang palsu itu pindah ke perpustakaan UIN Alauddin Makassar di kawasan Samata, Kabupaten Gowa. Selama ini, ASS dikenal sebagai pengusaha. Dalam berkas terkait tim pemenangan Pilkada 2024 yang dimasukkan ke Komisi Pemilihan Umum Sulsel, nama ASS ada di jajaran tim salah satu pasangan calon gubernur-calon wakil gubernur Sulsel. (Yoga)

Akankah Resolusi Keuangan di Tahun 2024

28 Dec 2024

Tidak terasa, kita sudah berada di pengujung tahun 2024. Banyak cerita yang terukir selama 2024, termasuk cerita perencanaan dan pengelolaan keuangan yang dilakukan. Apakah resolusi keuangan Anda pada 2024 sudah tercapai atau hanya sebatas resolusi? Ada beberapa manfaat yang akan diperoleh dengan melakukan pengecekan kondisi keuangan di akhir tahun.Pertama, Anda akan melihat kondisi keuangan yang dimiliki selama satu tahun, termasuk aset dan utang yang dimiliki. Kedua, Anda akan mampu mengidentifikasi keberhasilan dan kegagalan yang dialami ketika melakukan pengelolaan keuangan di tahun 2024. Identifikasi kegagalan diperlukan untuk merumuskan langkah antisipatif yang akan dilakukan jika menghadapi kondisi serupa di masa depan. Ketiga, dengan mengidentifikasikan kondisi keuangan terkini, penyusunan resolusi perencanaan keuangan tahun 2025 akan dapat dilakukan dengan lebih baik dalam mencapai tujuan keuangan. Pengecekan keuangan disarankan untuk dilakukan oleh setiap orang yang sudah memiliki penghasilan tidak memandang umur, status pernikahan, atau pekerjaan. Ketika mengecek kondisi pengelolaan keuangan diakhir tahun dapat dilakukan secara efektif dan efisien, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan, Perpisahan merupakan peristiwa yang penting, meskipun terkadang kita menghindarinya karena merasa sulit atau canggung.

Sesungguhnya perlu juga kita memahami gaya perpisahan dan bagaimana mengucapkan selamat tinggal secara baik kepada orang lain. Jo-Ann Finkelstein (2020), psikolog klinis di Chicago, mengatakan bahwa mengucapkan selamat tinggal memungkinkan kita untuk mengungkapkan perasaan, membentuk cara mengingat seseorang, menyusun pilihan, dan membingkai periode waktu yang berbeda. Singkatnya, perpisahan memberi kita rasa akhir saat melangkah ke fase kehidupan berikutnya. Schwörer, Krott, dan Oettingen (2020) menemukan dalam penelitian yang berbeda-beda bahwa ”akhir yang menyeluruh”, yang ditandai dengan rasa penyelesaian, berkaitan dengan afek positif, penyesalan yang relatif sedikit, dan transisi yang lebih mudah ke fase kehidupan selanjutnya. Jika kita tidak mengucapkan selamat tinggal, resolusi akan lebih sulit didapat. Kita mungkin tidak akan pernah sepenuhnya menyelesaikan perpisahan, dan mungkin mendapati diri dalam keadaan berkabung terus-menerus, bertanya-tanya apa yang mungkin terjadi. Kita mungkin dibiarkan dengan perasaan menyesal, marah, bingung, dan bersalah. Ketika seorang teman dekat pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal, kita mungkin bertanya-tanya apakah dia benar-benar peduli pada kita dan menyimpulkan bahwa dia tidak menganggap penting pertemanan selama ini. Dengan kata lain, akhir itu, baik formal maupun informal, adalah sesuatu yang penting dan sering kali merupakan hal yang kita bawa terus dalam ingatan.  (Yoga)

Ini Catatan Ekonom UPN Veteran Jakarta soal Kondisi Makro Ekonomi 2024

28 Dec 2024
Kalender tahun 2024 akan segera berakhir dalam beberapa hari lagi. Selama tahun 2024 terjadi banyak peristiwa maupun fenomena penting terkait dengan kondisi makro ekonomi di Indonesia. Mulai dari menurunnya kelas menengah hingga kenaikan beberapa tarif pajak. Ekonom UPN Veteran Jakarta Achmad Nur Hidayat menilai tahun ini menjadi salah satu tahun yang penuh dinamika di sektor ekonomi Indonesia. Sejumlah kebijakan ekonomi yang ditetapkan pemerintah dianggap kontroversial dan menjadi sorotan masyarakat, pelaku usaha, dan dunia internasional.

“Berbagai kebijakan yang diterapkan pada tahun ini tidak hanya membawa dampak signifikan pada perekonomian nasional, tetapi juga diprediksi memperburuk daya beli masyarakat kelas menengah pada 2025,” kata Achmad dalam jawaban tertulisnya ketika dihubungi oleh Tempo, Sabtu, 28 Desember 2024. Kadin Segera Rampungkan Penyusunan White Paper untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Menurut catatan Achmad, tahun 2024 dibuka dengan pengesahan dari Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP). Regulasi ini yang di kemudian hari menjadi dasar pijakan dari pemerintah untuk menetapkan kenaikan Pajak Pertambahan Nilai atau PPN menjadi 12 persen di tahun 2025.

Selain PPN, Achmad mengatakan pada Mei, pemerintah memutuskan untuk menaikkan tarif pajak barang mewah (PPnBM) sebagai bagian dari upaya menciptakan keadilan fiskal dan meningkatkan penerimaan negara. Sedangkan di bulan Juni, pemerintah melakukan penurunan tarif Pajak Penghasilan (PPh) badan untuk menarik lebih banyak investasi asing. Ekspor Pasir Laut Dinilai Tambah Permasalahan Baru, ucapnya. Achmad juga menyoroti beberapa kebijakan kontroversial lainnya yang digulirkan oleh pemerintah. Mulai dari program Food Estate di Papua dengan target membuka 2 juta hektare sawah dalam lima tahun untuk mendukung swasembada pangan. Hingga wacana program iuran Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) dan pembatasan subsidi bahan bakar minyak (BBM).

Apakah Korporasi Bertanggung Jawab Atas Rusaknya Lingkungan?

28 Dec 2024
SEJAK ada perusahaan, sejak itulah ada kabut asap.” Roili melontarkan pengalaman hidup di kampungnya, Desa Lebung Itam, Kecamatan Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Kabut asap yang ia maksudkan berasal dari kebakaran di konsesi perusahaan yang beroperasi di lahan gambut. Saban tahun, pada waktu-waktu tertentu, lelaki 64 tahun itu terpaksa menghirup udara beracun akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berulang sejak 1997. Pengalaman pahit itulah yang meneguhkan tekad Roili menjadi salah satu penggugat dalam perkara kabut asap di Pengadilan Negeri Palembang. Bersama 10 penggugat lain, yang juga warga Sumatera Selatan, ia melawan tiga perusahaan hutan tanaman industri (HTI) pemasok pabrik pulp and paper Sinar Mas Group.

Isu karhutla belakangan ini tak menarik perhatian dan cenderung terabaikan. Maklum, fenomena iklim La Niña mulai datang sehingga menyebabkan sebagian wilayah Indonesia basah diguyur hujan. Kebakaran hutan seakan-akan tak masuk di akal bakal terjadi pada musim-musim seperti sekarang ini. Padahal data mengatakan sebaliknya. Setidaknya, hingga akhir Oktober 2024, platform Sistem Pemantauan Karhutla milik pemerintah mencatat luas area terbakar pada tahun ini telah mencapai 361.229 hektare. Angka ini merupakan yang terluas jika dibanding kejadian serupa pada tahun-tahun yang dipengaruhi La Niña sedekade terakhir. Celakanya, hampir 123 ribu hektare atau lebih dari sepertiga dari total area terbakar pada tahun ini berada di Sumatera dan Kalimantan, dua pulau kaya gambut yang semestinya basah.

Artinya, karhutla jelas bukan disebabkan oleh cuaca, melainkan oleh ulah manusia. Begitu pula dampaknya terhadap krisis iklim sudah di depan mata. Karena itu, setiape waktu kini menjadi momen krusial untuk memperhatikan karhutla dan menuntut tanggung jawab korporasi yang memantiknya. Pertanggungjawaban korporasi juga perlu diterapkan dalam praktik kerusakan lingkungan lain. Kerusakan Kolektif, Kerusakan Individu Persoalan krusakan lingkungan berada di persimpangan ketika unsur-unsur hukum perdata bertemu dengan rasionalitas yang mendasari hukum lingkungan. Persoalan ini muncul dari terintegrasinya ketentuan konstitusional: hak atas lingkungan hidup yang bersih dan sehat, serta hukum yang membahas kerusakan lingkungan. Semula, penanganannya difokuskan pada kompensasi kerugian. Namun sekarang telah berkembang hingga mencakup fungsi pencegahan dan kehati-hatian—yang menantang kerangka sistem tradisional (E. Costa Cordella & P. Moraga Sariego, eds., 2024). (Yetede)