Kategori
Ekonomi
( 40733 )Babak Baru Merger Maskapai Pelat Merah
04 Jan 2025
Rencana BUMN menggabungkan tiga maskapai pelat merah yakni Pelita Air, Garuda Indonesia, dan Citilink memasuki babak baru. Dengan tujuan efisiensi merger tiga perusahaan penerbangan tersebut ditargetkan rampung tahun ini. Menteri BUMN Erick Thohir menyebutkan bahwa rencana penggabungan atau merger maskapai penerbangan Garuda Indonesia, Citilink dan Pelita Air telah masuk dalam peta jalan (road map) enam bulan ke depan. Erick mengatakan bahwa pihaknya sudah mengumpulkan Direktur Utama PT Garuda Indonesia dan PT Pelita Air, termasuk Direktur Utama Citilink sebagai anak usaha Garuda Indonesia, guna membahas peta jalan enam bulan ke depan. "Ya ini kembali (pertemuan), ini bagian road map yang enam bulan ke depan. Kenapa saya kumpulkan hari ini? Itu menjadi bagian diskusinya (mengenai rencana penggabungan maskapai milik BUMN," kata Erick. Erick menyampaikan hal tersebut seusai rapat dengan berbagai BUMN aviasi yakni Direktur Utama Garuda Indonesia Wamildan Tsani Indonesia Air Dendy Kurniawan; Direktur Utama Citilink Indonesia Dewa Kadek Rai; pihak InJourney Airports, dan Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau Airnav Indonesia. (Yetede)
January Effect Diprediksi akan Memompa Penguatan Pasar Lebih Lanjut
04 Jan 2025
Pasar saham RI berpotensi menguat memasuki awal Januari 2025. Tercermin dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berada di teritori hijau plus dukungan data makro ekonomi yang terjaga positif. January Effect diprediksi akan memompa penguatan pasar lebih lanjut. IHSG menutup perdagangannya pada Jumat (3/1/2024) dengan ending yang manis. Terpantau, terjadi penguatan tipis sebanyak 1,22 poin (0,017) ke posisi 7.164 setelah dibuka di level 7,163. Nilai transaksi mencapai Rp7,8 triliun melibatkan 19,82 miliar saham yang beralih tangan tangan sebanyak 1.000,876 kali. Kenaikan tipis itu sekaligus mengakumulasi penguatan IHSG selama 10 hari terakhir menjadi 7,39% setelah terkoreksi 7,73% selama sembilan hari perdagangan terakhir. Direktur Utama PT Anugrah Mega Investasi Hans Kwee berkepanjangan bahwa pasar saham RI pada Januari 2025 memiliki peluang untuk rebound. Ini tidak lepas dari adanya potensi Wall Street yang kembali rally. Dengan catatan, presiden terpilih AS, Donald Trump, yang dilantik pada 20 Januari mendatang tidak menerbitkan kebijakan atau pernyataan-pernyataan ekstrim. (Yetede)
Prospek Positif di Awal Tahun 2025
04 Jan 2025
Kinerja Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers' Index/PMI) yang ekspansif pada desember 2024 menunjukkan dunia usaha tetap optimis dengan kondisi perekonomian nasional ke depan. PMI manufaktur Indonesia pada Desember 2024 rebound dan kembali mencatatkan level ekspansif di angka 51,2 setelah sebelumnya sempat berada di level kontraktif. Peningkatan ini didorong oleh kenaikan pesanan baru, baik domestik maupun ekspor, serta peningkatan aktivitas pembelian bahan baku oleh perusahaan. "Kondisi ini sekaligus mencerminkan prospek positif sektor manufaktur, dengan banyak perusahaan yang bersiap menghadapi peningkatan permintaan di tahun 2025," jelas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Pemerintah, jelas dia, konsisten meningkatkan sektor manufaktur nasional melalui penggunaan bahan baku lokal pemberian insentif, perlindungan industri dalam negeri, dan kerja sama ekonomi di tingkat internasional. Lebih lanjut, pemerintah mendorong penggunaan bahan baku lokal dibandingkan impor bagi yang telah tersedia di dalam negeri untuk mengurangi beban biaya produksi akibat melemahnya nilai tukar rupiah. (Yetede)
Bahlil Lahadalia Optimistis Indonesia akan Terbebas dari Impor Solar pada Tahun 2026
04 Jan 2025
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia optimistis Indonesia akan terbebas dari impor solar pada tahun 2026 jika berhasil mendorong penggunaan biodiesel hingga mencapai 50 persen atau B50. "Implementasi B40 di 2025 sambil mempersiapkan implementasi B50 di 2026," katanya dalam konferensi pers di Kementerian ESDM pada Jumat, 3 Januari 2025. Bahlil mengumumkan, pemberlakukan mandatori kebijakan pencampuran biodiesel sebesar 40 persen atau B40 sudah berlaku satu Januari 2025. Pada pelaksanaannya, pemerintah sekaligus menyiapkan implementasi B50 di 2026 untuk mengurangi konsumsi solar. "Sekaligus perintah Bapak Presiden tentang ketahanan energi dan mengurangi impor."
Pemerintah sebelumnya memberlakukan secara penuh pencampuran B35 sejak Agustus 2022. Saat terjadi peningkatan, biodiesel pada Bahan Bakar Minyak (BBM) Solar naik 5 persen ke B40. Selain itu, aturan mengenai B40 dalam bentuk peraturan menteri sudah rampung. "Permennya sudah kami tandatangani, termasuk alokasi ke masing-masing perusahaan," tuturnya. Langkah ini membawa perubahan signifikan pada kuota biodiesel nasional. Pada 2025, kuota biodiesel diproyeksikan naik menjadi 15,62 juta kiloliter. "B35 itu menghasilkan produksi sekitar 12.98 juta kilo liter, dan ini meningkat menjadi 15.62 juta kilo liter," ucapnya. Pemerintah, kata Bahlil, akan terus memperbaiki kadar air dari implementasi pencampuran biodiesel ini agar optimal "Sekarang kadar airnya 320, masih ada langkah-langkah yang akan dilakukan terkait transportasi karena kita akan meningkatkan spek kapal, sehingga kadar airnya betul-betul seminimal mungkin." (Yetede)
Erick Thohir Bakal Tutup Stasiun Karet, KAI Commuter
04 Jan 2025
KAI Commuter Indonesia (KCI) selaku pengelola kereta Commuter Line Basoetta Tujuan Bandara Soekarno-Hatta menegaskan tidak langsung menutup operasional Stasiun Karet dalam waktu dekat. Hal ini disampaikan oleh VP Corporate Secretary KAI Commuter Joni Martinus. Joni menyebutkan rencana penutupan operasional Stasiun Karet sebagai konsekuensi integrasi stastiun tersebut dengan Stasiun BNI City sebagai bagian dari rencana peningkatan layanan kepada penumpang masih dalam proses kajian. Proses pengkajian ini masih membutuhkan pembahasan mendalam dengan regulator dan berbagai pihak terkait.
“Masyarakat maupun penumpang pengguna KRL masih dapat berhenti dan turun di Stasiun Karet,” kata Joni dalam keterangan resmi pada Jumat, 3 Januari 2025. Bank DKI Resmi Beli Hak Penamaan Stasiun MRT Bundaran HI Tak hanya itu, menurut Joni, saat ini KAI Commuter juga tengah meningkatkan kualitas fasilitas sarana dan prasarana untuk penumpang di Stasiun BNI City. Sejumlah hal yang dilakukan mulai dari memperbaiki dan meningkatkan kenyamanan selasar bagi pejalan kaki agar terlindung dari sengatan sinar matahari maupun hujan saat menuju ke stasiun. KAI juga membangun area bagi pelaku usaha, sehingga dapat mendukung pelaku UMKM.
Adapun rencana mengintegrasikan Stasiun Karet dengan Stasiun BNI City, di Kawasan Dukuh Atas, Jakarta, di antaranya mempertimbangkan faktor keselamatan. Selain itu penutupan Stasiun Karet juga untuk memangkas waktu tempuh kereta Commuter Line Basoetta dari Manggarai menuju Bandara Soekarno-Hatta.Waktu tempuh dari yang sebelumnya mendekati 1 jam menjadi hanya sekitar 40 menit. Sejarah Kereta Api Semarang Surakarta-Yogyakarta: Tonggak Awal Pembangunan Rel dan Stasiun Pertama Rencana ini sempat disampaikan oleh Menteri BUMN Erick Thohir saat meninjau kereta bandara di Stasiun BNI Jakarta, Rabu lalu, 1 Januari 2025. Kala itu, ia mengungkapkan rencana penutupan Stasiun Karet pada tahun ini karena dinilai berdekatan dengan Stasiun BNI City. Oleh karena itu integrasi Stasiun Karet dan Stasiun BNI City dinilai sangat mendesak sebagai upaya efisiensi pengembangan ekosistem perkeretaapian agar lebih optimal. (Yetede)
Mengerek Daya Beli Lewat Momentum Ekonomi
04 Jan 2025
Pemerintah Indonesia pada tahun 2025 meluncurkan berbagai kebijakan insentif ekonomi untuk mendorong daya beli masyarakat, khususnya rumah tangga berpenghasilan rendah, kelas menengah, dan pelaku usaha. Kebijakan ini dinilai mampu memperkuat perekonomian nasional di tengah ketidakpastian global. Deni Surjantoro, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan, menyebutkan bahwa APBN dimaksimalkan sebagai peredam ketidakpastian global melalui perlindungan sosial, stabilisasi harga pangan, kredit usaha rakyat, dan insentif bagi sektor padat karya.
Selain itu, Edi Susianto, Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia (BI), menegaskan bahwa BI terus menjaga keseimbangan moneter dengan mempertahankan suku bunga di level 6%, menjaga stabilitas rupiah, dan berkoordinasi dengan otoritas lain. Meski demikian, ia mengingatkan adanya risiko dari perlambatan ekonomi global dan ketegangan geopolitik.
Menurut Teuku Riefky, ekonom dari Universitas Indonesia, langkah-langkah pemerintah dan BI sudah optimal, meskipun tekanan eksternal, seperti kebijakan The Fed, masih menjadi tantangan besar. Sementara itu, Hosianna Evalita Situmorang, ekonom Bank Danamon, memprediksi pemulihan daya beli akan terjadi pada semester I/2025 berkat insentif fiskal.
Ketua Umum Apindo, Shinta W. Kamdani, menekankan pentingnya efisiensi operasional, optimalisasi rantai pasok, dan diversifikasi pasar bagi pelaku usaha untuk menghadapi tekanan ekonomi global. Secara keseluruhan, kebijakan pemerintah diharapkan dapat meningkatkan konsumsi domestik, menjaga stabilitas ekonomi, dan menciptakan momentum pemulihan ekonomi.
Reksadana Pendapatan Tetap: Pilihan Investasi yang Menjanjikan
04 Jan 2025
Penurunan suku bunga pada 2025 diyakini akan mendukung kinerja positif reksa dana pendapatan tetap, meskipun terdapat tantangan dari sentimen geopolitik dan kebijakan proteksionis Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Sepanjang 2024, reksa dana pendapatan tetap mencatat kenaikan imbal hasil sebesar 3,3% secara year-to-date (YtD), sementara reksa dana campuran turun 1,05% dan reksa dana saham terkoreksi hingga 8,87% YtD.
Direktur Infovesta Utama, Parto Kawito, memperkirakan reksa dana pendapatan tetap tetap unggul pada 2025, didukung oleh tren penurunan suku bunga meskipun tidak sebesar ekspektasi awal. Investor institusi seperti dana pensiun dan asuransi masih cenderung menghindari saham, memberikan peluang lebih besar bagi reksa dana jenis ini.
Sentimen global yang memengaruhi kinerja reksa dana tahun ini mencakup kebijakan protektif Trump, melambatnya penguatan dolar AS, dan pelemahan minat terhadap saham teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI). Di sisi lain, pasar saham Eropa dan negara maju selain AS menunjukkan peningkatan permintaan.
Secara domestik, faktor seperti hasil kerja kabinet, kebijakan ekspor komoditas, dan daya beli masyarakat yang melemah juga menjadi penentu arah pasar reksa dana. Dengan tantangan global dan domestik tersebut, reksa dana pendapatan tetap diproyeksikan tetap menjadi pilihan utama bagi investor yang mencari stabilitas.
Optimisme Terhadap Lonjakan Wisatawan 2024
04 Jan 2025
Pada Januari-November 2024, jumlah wisatawan internasional meningkat hingga 20%, mencapai 12,66 juta kunjungan. Untuk sektor pariwisata domestik, Indonesia juga menargetkan 1,08 miliar pergerakan wisatawan nusantara sepanjang 2025.
“Dengan semangat kolaborasi, mari kita wujudkan pariwisata Indonesia sebagai destinasi wisata yang berkelanjutan, memberikan dampak positif bagi masyarakat, serta inklusif, dan mampu bersaing di tingkat global,” kata Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana dalam siaran pers, Jumat (3/1).
Penyambutan wisatawan mancanegara pertama 2025 diadakan di Kepulauan Riau, Bali, dan Jakarta sebagai simbol kesiapan Indonesia menyambut lebih banyak wisatawan.
Kesiapan Strategis Hadapi Tekanan Apple
04 Jan 2025
Pemerintah Indonesia tengah bersiap untuk melakukan negosiasi dengan Apple Inc. terkait realisasi investasi perusahaan tersebut di Indonesia. Negosiasi yang dijadwalkan pada 7—8 Januari 2024 di Amerika Serikat diprediksi akan berlangsung sulit. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa pemerintah akan mempertahankan prinsip keadilan berusaha dan menciptakan nilai tambah di dalam negeri, meskipun Apple diperkirakan akan mengutamakan kepentingan bisnisnya.
Agus menekankan bahwa pemerintah juga menginginkan Apple membangun fasilitas produksi di Indonesia untuk menciptakan lapangan kerja. Namun, hingga saat ini, Kementerian Perindustrian belum menerima proposal resmi dari Apple terkait rencana investasi senilai US$1 miliar.
Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani menyatakan bahwa pengumuman resmi terkait kelanjutan investasi Apple di Indonesia akan disampaikan pada 7 Januari 2025. Rosan mengungkapkan bahwa Apple telah mengirimkan surat resmi terkait rencana investasi tersebut, dan perwakilan perusahaan akan datang ke Indonesia untuk membahasnya lebih lanjut.
Negosiasi ini menjadi upaya pemerintah untuk menarik investasi strategis sekaligus memastikan bahwa kerja sama tersebut memberikan manfaat signifikan bagi perekonomian dan tenaga kerja dalam negeri.
Fenomena Lipstick Effect: Strategi Bertahan di Tengah Tekanan Ekonomi
04 Jan 2025
Indonesia saat ini menghadapi perubahan pola konsumsi yang ditandai dengan fenomena lipstick effect dan doom spending, yaitu perilaku konsumtif yang berfokus pada gengsi dan tren. Menurut Andry Asmoro, Kepala Ekonom Bank Mandiri, kelompok muda seperti Gen Z menjadi kelompok paling konsumtif, yang mengorbankan tabungan mereka. Data Mandiri Spending Index (MSI) menunjukkan penurunan indeks tabungan masyarakat berpendapatan rendah sebesar 1,2% (yoy) pada Desember 2024, sementara belanja produk gaya hidup meningkat tajam menjadi 20,7% pada periode yang sama.
Fenomena ini diperparah dengan tingginya penggunaan pinjaman online (pinjol) oleh Gen Z dan milenial, yang menyumbang 37,17% dari kredit macet pada Juli 2024. Yusuf Rendy Manilet, ekonom Core Indonesia, menjelaskan bahwa tren konsumtif ini didorong oleh pengaruh media sosial, FOMO (fear of missing out), dan kemudahan fasilitas kredit seperti BNPL (buy now pay later). Ia memperingatkan bahwa gaya hidup konsumtif ini berisiko menimbulkan kesulitan finansial jangka panjang, terutama jika terjadi penurunan ekonomi.
Sementara itu, M Rizal Taufikurahman, ekonom Indef, menyoroti bahwa pergeseran konsumsi ke barang mewah dan belanja impulsif dapat menyebabkan alokasi sumber daya yang kurang produktif, yang berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di masa depan.
Jika tidak diantisipasi, perilaku ini dapat menjadi "bom waktu" bagi stabilitas ekonomi, mengingat tren ini cenderung membebani kondisi keuangan masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









