;
Kategori

Ekonomi

( 40733 )

BI Memutuskan untuk Memangkas Bunga Acuan Jadi 5,75 Persen

16 Jan 2025
Bank Indonesia memutuskan untuk memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen. Keputusan tersebut mempertimbangkan tingkat inflasi mendatang yang diperkirakan tetap terjaga rendah dan dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi. Hal itu disampaikan Guber- nur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulanan BI di Jakarta, Rabu (15/1/2025). RDG yang berlangsung selama 14-1 Januari 2025 ini juga memutuskan untuk menurunkan suku bunga deposit facility dan suku bunga lending facility sebesar 25 basis poin (bps) sehingga masing-masing menjadi 5 persen dan 6,5 persen. ”Rapat Dewan Gubernur BI pada 14-15 Januari 2025 memutuskan untuk menurunkan BI Rate (suku bunga acuan BI) menjadi 5,57 persen,” kata Perry. Perry menjelaskan, keputusan ini konsisten dengan tetap rendahnya perkiraan inflasi pada 2025 dan 2026 yang terkendali dalam sasaran 1,5-3,5 persen dan terjaganya nilai tukar rupiah sesuai dengan fundamental.

Di sisi lain, BI memandang perlunya upaya untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Selanjutnya, BI turut menempuh kebijakan makroprudensial longgar guna meningkatkan kredit perbankan kesektor-sektor prioritas pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ekonomi hijau. Kemudian, kebijakan sistem pembayaran juga diarahkan untuk turut menopang pertumbuhan. ”Ke depan, Bank Indonesia akan terus mengarahkan kebijakanmoneter untukmenjaga inflasi dalam sasarannya dan nilai tukar yang sesuai dengan fundamental, dengan tetap mencermati ruang untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi sesuai dinamika yang terjadi pada perekonomian global dan nasional,” tutur Perry. Pada Desember 2024, inflasi tercatat sebesar 1,57 persen secara tahunan atau berada dalam kisaran target BI.

Perkembangan ini dipengaruhi oleh inflasi inti yang terkendali pada level 2,26 persen secara tahunan, sejalan dengan konsistensi suku bunga kebijakan BI untuk mengarahkan ekspektasi inflasi sesuai dengan sasarannya. Sementara itu, inflasi kelompok harga bergejolak (volatile food) tercatat sebesar 0,12 persen secara tahunan didukung oleh peningkatan pasokan pangan seiring berlanjutnya musim panen, serta eratnya sinergi pengendalian inflasi oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Perry menambahkan, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS hingga 14 Januari 2025 hanya melemah 1 persen dibandingkan nilai tukar akhir 2024. Perkembangan tersebut relatif lebih baik dibandingkan dengan mata uang regional lainnya, seperti rupee India yang melemah 1,2 persen, peso Filipina sebesar 1,33 persen, dan baht Thailand sebesar 1,92 persen. Dinamika global Sementara itu, ekonom Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Teuku Riefky, berpendapat, perkembangan dinamika global membuat BI tidak memiliki banyak fleksibilitas untuk memangkas suku bunga acuannya dalam jangka pendek. (Yoga)

Cadangan Strategis Bitcoin AS Membaca Arah Kebijakan

16 Jan 2025
Rencana Amerika Serikat (AS) membentuk cadangan strategis Bitcoin tengah menjadi sorotan global. Kebijakan yang diusulkan melalui Bitcoin Act ini bertujuan menempatkan Bitcoin sebagai aset strategis nasional. Hal ini juga serupa dengan cadangan strategis minyak yang dimiliki AS. Dampaknya juga terasa instan. Harga Bitcoin telah melonjak ke level 107.000 dollar AS, mencapai rekor tertingginya. Namun, di balik euforia ini, muncul pertanyaan mendalam tentang rasionalitas, implikasi global, dan bagaimana respons negara berkembang. Kebijakan ini tampaknya tidak lepas dari keinginan Donald Trump untuk menerapkan strategi inward-looking policy dalam ekonomi domestik AS. Dengan menjadikan Bitcoin cadangan strategis, AS berusaha memperkuat dominasinya di ekonomi global. Langkah ini juga dipandang sebagai antisipasi terhadap upaya dedolarisasi yang didorong negara BRICS seperti China dan Rusia. Paradoks stabilitas harga Bitcoin Di sisi lain, kebijakan ini juga menjadi respons terhadap tekanan inflasi dan utang fiskal yang diprakirakan meningkat. Diversifikasi aset ke Bitcoin dinilai mampu melindungi ekonomi AS dari risiko volatilitas global.

Dengan pasokan Bitcoin yang terbatas, hanya 21 juta koin, AS dapat memonopoli sebagian aset ini untuk mengontrol dinamika pasar global. Dalam skenario ini, Bitcoin akan berfungsi layaknya ”dollar digital”, memperluas pengaruh AS di luar sistem keuangan tradisional. Kendati demikian, dominasi AS atas Bitcoin juga memicu kekhawatiran. Langkah ini bisa memicu resistensi dari negara-negara lain yang merasa terancam oleh upaya monopolistik ini. Secara teoretis, apabila Bitcoin menjadi cadangan strategis Pemerintah AS, permintaan Bitcoin akan melonjak drastis. Lonjakan ini dapat terus mendongkrak harga Bitcoin ke level yang belum pernah terjadi sebelumnya. Namun, pertanyaannya: apakah harga Bitcoin akan stabil? Karena Bitcoin selama ini dikenal sebagai aset dengan volatilitas yang tinggi. Data historis menunjukkan volatilitas Bitcoin memang jauh melampaui emas dan dollar AS. Langkah ini mungkin akan meningkatkan adopsi global Bitcoin, tapi belum tentu menjamin volatilitas Bitcoin berkurang signifikan. (Yoga)

Layanan Bus Kota Butuh Kemauan Politik Pemerintah Daerah

16 Jan 2025
Kementerian Perhubungan akhirnya menggelontorkan subsidi untuk program pembeli layanan atau buy the service. Keterbatasan fiskal masih menjadi dalih pemerintah daerah untuk berharap pemberian subsidi. Kemauan politik pemda menentukan keberlanjutan transportasi umum di setiap kota.Padahal, manfaat bus kota ini telah dirasakan banyak orang.  Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan, misalnya, menghentikan dua dari tiga koridor Trans Mamminasata yang beroperasi. Sebab, kontrak atas subsidi dari Kemenhub telah berakhir. Alhasil, banyak warga menyayangkan berhentinya moda transportasi tersebut. ”Moda transportasi ini membuat kami dapat menikmati moda transportasi umum yang nyaman dan murah. Apalagi, tersedia rute dari Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, ke pusat kota yang dianggap berbiaya mahal,” ujar dosen sekaligus salah satu pengguna Trans Mamminasata, Eko Saputro (30), saat dihubungi dari Jakarta, Rabu (15/1/2025).

Dengan bus Trans Mamminasata, ia hanya perlu merogoh kocek Rp 5.000 dari bandara ke pusat kota. Besarannya terpaut hingga 40 kali lipat jika ia menggunakan taksi daring yang mencapai Rp 200.000. Dalam laporan Kemenhub, program buy the service (BTS) terbesar terdapat di 11 kota pada 2024. Dari kota-kota tersebut, Makassar menjadi kota ketiga dengan tingkat keterisian (load factor) terbesar yang mencapai 58,9 persen. Sepanjang 2024, BTS itu mengakomodasi tiga koridor yang memfasilitasi rata-rata 3.204 penumpang per hari. Nota kesepahaman Kemenhub dengan pemda yang telah berakhir semestinya menjadi acuan pemda mengambil alih dengan melanjutkan program dengan mandiri. Namun, banyak pemda yang tidak siap melanjutkan program dengan dalih keterbatasan fiskal. Pada 2024, pemerintah pusat menganggarkan Rp 437,9 miliar. Kemudian, angkanya menyusut 59,5 persen menjadi Rp 177,5 miliar.

”Kami tetap membimbing dan saling berkoordinasi agar BTS tetap berlanjut. Komitmen pemda juga dibutuhkan karena ada kewajiban untuk menyisihkan anggaran daerah untuk transportasi publik. Ada pemda bisa dan komitmen. Pemda lainnya harus bisa juga,” ujar Direktur Angkutan Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Ernita Titis Dewi (Kompas.id, 14/1/2025). Pemerintah menggelontorkan subsidi untuk enam kota pada periode 2025-2028. Besaran dan periode setiap kota berbeda-beda, bergantung pada kesepakatan. Persebaran subsidi ini mencakup Surakarta (Jawa Tengah), Surabaya (JawaTimur), Banyumas (Jawa Tengah), Makassar (Sulawesi Selatan), Palembang (Sumatera Selatan), dan Balikpapan (Kalimantan Timur). Ada pula dua tambahan kota penerima subsidi, yaituManado (Sulawesi Utara) dan Pontianak (Kalimantan Barat). Pemda yang berhasil mengambil alih layanan bus umum ini adalah Kota Bandung (Jawa Barat), Banjarmasin (Kalimantan Selatan), dan Medan (Sumatera Utara). (Yoga)

Pemerintah Rencanakan KUR untuk UMKM

16 Jan 2025
Pemerintah berencana mengeluarkan kebijakan kredit usaha rakyat atau KUR khusus peralatan produksi. Rencana kebijakan ini membutuhkan daftar spesifikasi peralatan yang benar-benar dibutuhkan serta upaya pendampingan bisnis kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Menteri Usaha Mikro, Kecil,dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman, seusai acara pelantikan pejabattinggi pratama, madya, serta peluncuran logo kementerian, Rabu (15/1/2025), di Pasar Tanah Abang, Jakarta, mengatakan, pihaknya saat ini masih menggodok peraturan menteri untuk teknis implementasi kebijakan itu. Pembahasan peraturan akan berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan beberapa kementerian teknis lainnya.

”KUR peralatan memang diberikan kepada UMKM sektor produktif, tetapi wujudnya bukan uang tunai. Bentuknya adalah alat untuk menunjang kebutuhan usaha mereka,” kata Maman Alokasi anggaran KUR peralatan, menurut rencana, sebesar Rp 20 triliun. Rencana kebijakan ini bertujuan membantu pelaku UMKM, seperti petani, peternak, dan pengusaha UMKM di sektor perikanan, dalam mendapatkan alat usaha dengan plafon hingga Rp 2 miliar. ”Para UMKM di sektor tekstil juga sedang kami kaji (bisa menerima KUR peralatan).Kami sedang menyusun bagaimana skema penyalurannya,” ucapnya. Maman juga mengungkapkan bahwa saat ini dari 46 lembaga penyalur KUR, sebanyak 75 persen di antaranya Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara). Namun, untuk memperluas jangkauan ke UMKM di daerah, dia berharap agar peran bank pembangunan daerah bisa ditingkatkan.

Secara terpisah, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Katolik Atma Jaya, Benedictus Elnath Aldi, mengatakan, rencana kebijakan pemerintah untuk menyalurkan KUR peralatan adalah positif. Namun, hal yang perlu menjadi catatan pemerintah ialah bagaimana menyeleksi UMKM yang akan mendapatkan pinjaman alat. Apalagi, rencana kebijakan ini bertujuan membantu UMKM sektor produktif untuk mendapatkan alat usaha dengan plafon hingga Rp 2 miliar. Pemberian KUR peralatan harus dilengkapi dengan kemampuan pemerintah, terutama kementerian UMKM, untuk memberikan pengembangan kapasitas bagi UMKM. Diharapkan, pinjaman peralatan bisa membantu meningkatkan produktivitas UMKM. ”Saya berharap pemerintah mempunyai mekanisme yang transparan untuk proses seleksi dalam merealisasikan rencana kebijakan itu. (Yoga)

Pemerintah Bungkam Proyek Kereta Cepat

15 Jan 2025

Kasus dugaan persekongkolan tender dalam proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) yang tengah diselidiki oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) telah memunculkan respon yang hati-hati dari berbagai pihak terkait. Banyak pejabat di Kementerian BUMN, seperti Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo dan Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga, yang memilih untuk tidak memberikan keterangan mengenai kasus ini. Mereka menegaskan bahwa Kementerian BUMN dan perusahaan BUMN tidak terlibat langsung dalam proses tender yang dikelola oleh PT CRRC Sifang Indonesia dan dimenangkan oleh PT Anugerah Logistik Prestasindo (ALP).

Selain itu, PT Wijaya Karya (Persero) dan PT KCIC juga mengelak dari keterlibatan langsung dalam pengadaan kereta atau tender yang dipermasalahkan, dengan alasan bahwa mereka hanya terlibat dalam konstruksi dan sebagai penerima barang, bukan dalam proses tender pengadaan kereta. PT KCIC, sebagai operator KCJB, menegaskan bahwa mereka tidak terlibat dalam pengadaan atau proses pengangkutan Electric Multiple Unit (EMU) yang tengah diselidiki.

Sementara itu, Ketua KPPU M. Fanshurullah Asa mengungkapkan bahwa kasus ini kini berada dalam tahap penyelidikan untuk mengumpulkan bukti lebih lanjut dan KPPU telah memanggil berbagai pihak, termasuk PT CRRC Sifang Indonesia, ALP, dan PT KCIC untuk dimintai keterangan. Meskipun penyelidikan ini terus berjalan, hasilnya belum dapat dipublikasikan.




Perbankan Ambil Bagian dalam Program 3 Juta Rumah

15 Jan 2025
Program pembangunan tiga juta rumah diproyeksikan mampu mendongkrak bisnis Kredit Pemilikan Rumah (KPR), meskipun sektor perbankan menghadapi tantangan seperti suku bunga tinggi dan pelemahan daya beli. Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, mencatat penyaluran KPR pada November 2024 mencapai Rp 781,7 triliun, tumbuh 10,3% secara tahunan, meskipun pertumbuhannya melambat dibandingkan bulan sebelumnya. Dian mengingatkan pentingnya menjaga likuiditas perbankan agar tetap stabil dalam menghadapi risiko.

Pemerintah, melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), mengusulkan perubahan skema pendanaan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dari 25% menjadi 50% tanggungan perbankan. Budi Permana, Subsidized Mortgage Division Head Bank BTN, menyatakan bahwa skema baru FLPP masih dalam tahap pembahasan dan diharapkan dapat meningkatkan realisasi unit rumah subsidi. Bank BTN telah membuat simulasi bersama stakeholder untuk memastikan skema ini tetap menguntungkan, termasuk melibatkan Sarana Multigriya Finansial (SMF) untuk mendukung likuiditas.

Sementara itu, Teddy Kurniawan, Pimpinan Divisi Kredit Retail Bank Sumsel Babel, menyebut banknya masih mengkaji kemampuan untuk ikut menanggung 50% pendanaan FLPP. Bank Sumsel Babel telah menyalurkan 23 unit FLPP sejak awal Januari 2025 dari kuota 2.781 unit tahun ini.

Inovasi seperti penggunaan Efek Beragun Aset – Surat Partisipasi (EBA-SP), dengan total nilai Rp 2,21 triliun menurut data BEI, juga disebut Dian sebagai opsi pendanaan untuk mendukung penyaluran KPR. Skema ini bertujuan agar perbankan tetap memiliki margin keuntungan sekaligus mendukung keterjangkauan masyarakat berpenghasilan rendah.

Distribusi Kuat Menahan Margin Tetap Stabil

15 Jan 2025
PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY), meskipun menghadapi tantangan seperti kenaikan cukai minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) dan ketatnya persaingan pasar, tetap mempertahankan kinerja positif berkat strategi pemasaran dan distribusinya. Abdul Azis Setyo Wibowo, analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, menyebut bahwa kebijakan kenaikan cukai dapat meningkatkan biaya produksi, namun optimis kinerja CMRY masih bisa tumbuh karena strategi distribusi yang kuat melalui modern trade, general trade, Miss Cimory, serta penjualan langsung ke hotel, restoran, dan kafe.

Rifdah Fatin Hasanah dari Ina Sekuritas menyoroti kontribusi program Miss Cimory terhadap pendapatan yang meningkat dari 9,5% pada 2023 menjadi 13% pada 2024. Model penjualan ini dinilai hemat biaya dan mendukung pertumbuhan pasar. Selain itu, pemasaran digital, termasuk melalui Tiktok dan kolaborasi dengan influencer, turut memperkuat merek CMRY seperti Kanzler, yang kini berada di peringkat ketiga Top Brand Index.

Menurut Rifdah, pendapatan CMRY pada 2025 diproyeksikan mencapai Rp 10,34 triliun dengan laba bersih Rp 1,93 triliun, menghasilkan laba per saham Rp 243,5. Vita Lestari, analis Sinarmas Sekuritas, menambahkan bahwa produk baru, pemulihan yogurt, dan kenaikan harga susu UHT akan mendorong kinerja CMRY, meski persaingan harga di segmen yogurt cukup ketat.

Analis berbeda dalam rekomendasi saham CMRY. Rifdah menyarankan "buy" dengan target harga Rp 6.150, Vita merekomendasikan "add" dengan target Rp 6.100, sementara Patricia Gabriela dari BNI Sekuritas merekomendasikan "hold" dengan target harga Rp 5.000. Hal ini mencerminkan optimisme terhadap potensi pertumbuhan, meski dengan kewaspadaan terhadap tantangan pasar.

Raih Peluang dari Kenaikan Harga Minyak

15 Jan 2025
Harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan signifikan pada awal 2025, dengan minyak Brent mencapai US$ 80,7 per barel (naik 8%) dan WTI di level US$ 78,6 per barel (melonjak 9,6% dalam sebulan terakhir). Sanksi Amerika Serikat terhadap Rusia, yang melibatkan perusahaan seperti Gazprom Neft dan Surgutneftegas, menjadi salah satu penyebab utama kenaikan ini. Analis Ryan Winipta dan Reggie Parengkuan dari Indo Premier Sekuritas memprediksi, jika sanksi terus berlanjut, harga Brent dapat mencapai US$ 90 per barel.

Namun, terdapat tiga faktor yang berpotensi mengubah dinamika harga minyak, yaitu pelonggaran sanksi Rusia oleh pemerintahan Donald Trump, peningkatan kapasitas produksi OPEC+, dan rekonsiliasi antara Rusia dan Ukraina. Di sisi lain, M. Thoriq Fadilla dari Lotus Andalan Sekuritas menyoroti bahwa potensi stimulus ekonomi dari China juga dapat mendukung kenaikan permintaan energi global.

Meski kenaikan harga minyak menjadi peluang ekspor bagi emiten migas, Indonesia tetap rentan terhadap kenaikan harga minyak karena ketergantungannya pada impor, yang dapat meningkatkan biaya operasional perusahaan migas domestik.

Rekomendasi saham, Christian Sitorus dari MNC Sekuritas memproyeksikan harga Brent di kisaran US$ 82–US$ 84 per barel pada kuartal I-2025 dan merekomendasikan strategi trading jangka pendek. Sukarno Alatas dari Kiwoom Sekuritas menyarankan trading buy pada saham-saham seperti ENRG, ELSA, MEDC, dan RAJA. Thoriq Fadilla merekomendasikan buy untuk MEDC (target harga Rp 1.290) dan ELSA (Rp 458–Rp 476).

Namun, investor disarankan tetap berhati-hati terhadap fluktuasi harga minyak dan mempertimbangkan strategi wait and see, mengingat volatilitas pasar saham dan ketidakpastian global.

Dana Asing Pergi, IHSG Tergelincir

15 Jan 2025
Pada 14 Januari 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah ke level 6.956,66, turun 0,86% dalam sehari dan 2,88% secara year-to-date. Ini adalah pertama kalinya IHSG berada di bawah 7.000 pada 2025, dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal dan aksi jual asing.

Faktor-faktor utama pelemahan IHSG,  Aksi jual asing Menurut Felix Darmawan dari Panin Sekuritas, asing melepas saham-saham big four perbankan (BBCA, BBRI, BMRI, BBNI) dengan total penjualan terbesar pada BBCA senilai Rp 286,4 miliar. Saham-saham big cap lain seperti BREN, AMMN, dan TLKM juga tertekan.

Kenaikan imbal hasil obligasi AS Mendorong arus modal keluar dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. Pelemahan kurs rupiah akibat tingginya kebutuhan dolar AS, dengan utang luar negeri jatuh tempo mencapai US$ 6,8 miliar pada Januari 2025. Kebijakan moneter dapat menyebabkan Pengetatan suku bunga oleh The Fed dan Bank Indonesia menimbulkan kekhawatiran terhadap likuiditas, terutama di sektor perbankan.

Kenaikan saham konstruksi BUMN, di tengah pelemahan IHSG, saham-saham konstruksi BUMN seperti WIKA (+14,02%), ADHI (+6,25%), dan PTPP (+6,06%) justru melejit. Daniel Agustinus dari Kanaka Hita Solvera menilai kenaikan ini tidak didorong fundamental, tetapi karena aksi jenuh jual.

Proyeksi ke depan menurut Oktavianus Audi dari Kiwoom Sekuritas memperkirakan tekanan IHSG akan mulai mereda seiring rilis kinerja emiten tahun buku 2024. Sukarno Alatas, Head of Research Kiwoom Sekuritas, menyatakan tekanan IHSG dapat bertahan hingga musim pembagian dividen kuartal I-2025, dengan potensi penurunan IHSG ke 6.698. Daniel Agustinus memproyeksikan IHSG berada di level 7.000–7.100 pada akhir Januari 2025, tergantung pada hasil kinerja emiten dan stabilitas ekonomi.

Investor disarankan berhati-hati dengan fluktuasi pasar hingga valuasi saham big cap mencapai harga ideal.

Dinamika Proyek Kereta Cepat

15 Jan 2025

Kasus dugaan persekongkolan tender pengadaan transportasi darat untuk proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) yang melibatkan PT CRRC Sifang Indonesia dan PT Anugerah Logistik Prestasindo (ALP) tengah diperiksa oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Pada saat persidangan berlangsung, suasana terlihat tegang dengan beberapa pihak, termasuk kuasa hukum PT CRRC Sifang Indonesia, yang mengajukan permohonan agar proses sidang dilakukan tertutup. Namun, Majelis Hakim yang dipimpin oleh Aru Armando menolak permohonan tersebut.

KPPU menyelidiki dugaan pelanggaran Pasal 22 UU No. 5/1999 terkait praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat. PT CRRC Sifang Indonesia diduga membatasi peserta tender dan tidak transparan dalam evaluasi dokumen penawaran, sementara ALP dianggap tidak memenuhi syarat modal disetor yang ditetapkan. Hal ini berpotensi menyebabkan terjadinya persekongkolan tender. Sanksi yang mungkin diterima jika terbukti bersalah adalah penghentian kegiatan dan denda yang cukup besar.

Salah satu tokoh kunci yang muncul dalam kasus ini adalah Gao Chao, yang diduga menjadi perantara antara PT CRRC Sifang Indonesia dan ALP dalam proses tender. Meskipun PT CRRC Sifang Indonesia membantah bahwa Gao merupakan karyawan mereka, pihak ALP mengonfirmasi bahwa Gao adalah karyawan mereka dan terlibat dalam pengiriman dokumen tender.

Proses penyelidikan ini masih berjalan, dan meskipun berbagai pihak terkait memberikan pembelaan, KPPU terus menggali bukti lebih lanjut untuk menentukan apakah telah terjadi persekongkolan dalam proses tender tersebut.