;
Kategori

Ekonomi

( 40733 )

Persaingan Kian Sengit di Tengah Pemain yang Menyusut

21 Apr 2025
Merger antara PT XL Axiata Tbk (EXCL) dan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) yang menghasilkan entitas baru PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (kode: EXCL), diyakini akan mengubah peta persaingan industri telekomunikasi Indonesia. Ekky Topan, Investment Analyst dari Infovesta Kapital Advisory, menilai bahwa kehadiran XLSmart dapat mengganggu dominasi operator lama seperti Telkomsel (TLKM) dan Indosat Ooredoo Hutchison (ISAT), terutama dalam konteks persaingan harga dan paket bundling.

XLSmart diprediksi akan fokus pada pasar menengah-bawah dengan menawarkan paket data murah, berbeda dari Telkomsel yang menyasar pasar premium dan Indosat yang aktif di segmen urban. Menurut Ekky, langkah strategis seperti diversifikasi produk dan inovasi layanan digital akan sangat penting bagi operator incumbent agar tetap kompetitif.

Niko Margaronis dan Kafi Ananta, analis dari BRI Danareksa Sekuritas, menyatakan bahwa merger ini bisa membuat struktur persaingan industri menjadi lebih teratur, dengan XLSmart mengandalkan optimalisasi pendapatan rata-rata per pengguna (ARPU) dari total 95,3 juta pelanggan.

Namun, Aurelia Barus dan Belva Monica dari Indo Premier Sekuritas mengingatkan bahwa tantangan tetap ada. Strategi menaikkan harga kartu perdana belum cukup efektif mendongkrak kinerja perusahaan hingga kuartal II 2025. Sementara itu, perang tarif dan beban investasi jaringan 5G masih menjadi tekanan utama bagi operator.

Di sisi lain, segmen Fiber to the Home (FTTH) menjadi harapan baru, dengan Telkom dan XL Axiata diproyeksikan mampu menunjukkan pertumbuhan pelanggan di segmen ini pada kuartal I 2025. Meski sektor ini diperkirakan hanya tumbuh sekitar 3% per kuartal sepanjang 2025 menurut Niko, prospeknya tetap menjanjikan seiring turunnya risiko persaingan kartu SIM baru.

Ekky menyebut valuasi saham di sektor ini cukup menarik. Ia menargetkan harga saham EXCL di Rp 2.300–2.400, TLKM di Rp 2.700–3.000, dan ISAT di Rp 2.000–2.400, dengan peluang kenaikan apabila terjadi rebound penggunaan data dan bundling serta momentum pasar yang positif.

Secara keseluruhan, merger ini memberi harapan baru bagi konsolidasi industri telekomunikasi, namun tetap harus dihadapi dengan strategi yang tepat oleh seluruh pelaku pasar untuk menjaga daya saing dan profitabilitas.

Masa Depan QRIS dan GPN Bergantung pada Hasil Negosiasi

21 Apr 2025
Negosiasi tarif antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) kini merambah sektor keuangan, khususnya terkait kebijakan sistem pembayaran domestik Indonesia seperti Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) dan QRIS. Dalam laporan Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR), kedua sistem ini dinilai sebagai hambatan perdagangan karena membatasi peran penyedia layanan pembayaran asing seperti Visa dan Mastercard, terutama akibat batas kepemilikan asing maksimal 20% di lembaga switching domestik.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa pemerintah akan menindaklanjuti keluhan dari pihak AS dengan berkoordinasi dengan OJK dan Bank Indonesia (BI), terutama mengenai isu-isu di sektor pembayaran digital.

Namun dari dalam negeri, tokoh industri keuangan seperti Santoso Liem (Direktur BCA dan Ketua ASPI) menilai bahwa Visa dan Mastercard masih sangat dominan, terutama untuk transaksi internasional, meski penggunaan QRIS makin meluas karena lebih murah bagi konsumen. Ia menekankan bahwa pada akhirnya, pilihan sistem pembayaran ditentukan oleh preferensi konsumen.

Agus Hendra Purnama dari Bank Mandiri dan Grace Situmeang dari BNI juga menyampaikan bahwa transaksi menggunakan Visa dan Mastercard tetap tumbuh di kuartal I-2025, meski secara paralel transaksi QRIS juga meningkat.

Secara keseluruhan, meskipun tekanan dari AS terkait GPN dan QRIS menyoroti aspek pembatasan bagi perusahaan asing, para pelaku industri domestik melihat bahwa sistem ini justru memberikan efisiensi dan inklusi bagi masyarakat. Pemerintah Indonesia berada dalam posisi menjaga kedaulatan sistem pembayaran nasional sambil tetap menjaga hubungan dagang strategis dengan AS.

Warga Mengeluh Harga Kelapa Melambung

21 Apr 2025

Kenaikan harga kelapa terjadi sejumlah wilayah di Jabar, Jateng, hingga Kaltim, akibat banyaknya kelapa yang dialihkan untuk ekspor kelapa bulat sehingga pasokan dalam negeri menipis. Pembeli dan penjual kelapa mengeluhkan kondisi ini. Harga kelapa di Kota Bandung, Jabar, naik dua kali lipat sebulan terakhir. Chiko (40), pedagang kelapa parut di Pasar Balubur, Kota Bandung, mengatakan, harga kelapa mencapai Rp 12.000 per butir. Sebelum Lebaran, harga kelapa hanya Rp 6.000 per butir. ”Ini tergolong murah, di pasar lain, bisa Rp 16.000 per butir. Tidak apa hanya ambil untung Rp 1.000-Rp 2.000 per butir, kasihan pelanggan. Kebetulan, pemasoknya keluarga sendiri di Tasikmalaya,” katanya, Minggu (20/4). Chiko mengatakan, kenaikan harga ini karena stoknya terbatas. Lonjakan harga ini membuatnya sulit menjual kelapa.

Juki (71), pedagang kelapa di Pasar Bulu, Semarang Selatan, Kota Semarang, menyebut, harga kelapa yang ia jual mencapai Rp 17.000 per butir, jauh lebih tinggi dari harga normal di bawah Rp 10.000 per butir. ”Saat ini, harga dari petani Rp 16.000 per butir, jadi cuma untung Rp 1.000. Itu juga untuk menutup biaya parut, plastik, dan bensin, hampir tidak untung,” tutur Juki. Kadis Pertanian dan Perkebunan Jateng Supriyanto mengatakan, harga kelapa di wilayahnya terus naik sejak akhir 2024. ”Kenaikan harga kelapa di Jateng terjadi karena terbukanya keran ekspor yang menawarkan harga lebih tinggi dibanding harga penjualan di dalam negeri. Para pengusaha lebih banyak menjual kelapanya untuk keperluan ekspor daripada menjualnya di dalam negeri,” kata Supriyanto. (Yoga)


Konsumsi Kian Menantang, Lebaran Sepi Belanja

21 Apr 2025

Suasana Lebaran sedikit berbeda pada 2025, meskip tanpa pandemi Covid-19 yang sempat melenyapkan momen sakral silaturahmi Lebaran beberapa tahun lalu. Lengangnya perjalanan mudik dalam masa cuti bersama delapan hari menunjukkan sisi lain pelemahan mobilitas dan ekonomi masyarakat. Kemenhub melaporkan, jumlah pergerakan selama periode Lebaran 2025 turun 4,69 % disbanding tahun lalu. Jumlah perjalanan intra dan antar-provinsi selama Lebaran 2025 tercatat 154,6 juta orang, lebih rendah dari 162,2 juta orang yang melakukan perjalanan pada 2024. Penurunan tingkat perjalanan masyarakat berdampak terhadap konsumsi BBM. Data BPH Migas mencatat, dibanding tahun 2024, konsumsi BBM pada periode dua pekan sebelum dan setelah Lebaran 2025 tercatat menurun.

Konsumsi BBM jenis bensin turun 6 %, avtur untuk pesawat juga 4 % dan kerosin atau minyak tanah turun 9 %. Sementara, penyaluran BBM jenis solar untuk mesin diesel naik 11 %. Bukti itu menguatkan proyeksi penurunan perputaran uang selama masa Lebaran. Tim Peneliti Bank Mandiri juga membedah indikator konsumsi musiman ini dalam publikasi Econ Mark April 2025 yang berjudul ”Konsumen Indonesia: Mengatasi Tantangan,” yang menguliti kebiasaan konsumsi masyarakat selama Ramadhan dan Lebaran, tingkat tabungan, hingga pola mobilitas selama masa libur panjang. Disimpulkan bahwa tren konsumsi Ramadhan 2025 menunjukkan adanya perubahan perilaku, seperti penundaan belanja, peningkatan ketergantungan pada THR, dan peralihan ke barang yang lebih terjangkau.

Mandiri Spending Index, yang mengukur pola konsumsi masyarakat menggunakan kanal pembayaran Bank Mandiri di seluruh Indonesia, mencatat, belanja masyarakat lesu di dua minggu pertama Ramadhan diikuti kenaikan tajam di paruh kedua, melampaui laju pertumbuhan yang terlihat pada tahun 2024. Namun, momentum ini kembali melambat selama periode liburan Lebaran. ”Sementara belanja meningkat pada paruh kedua Ramadhan, pertumbuhan keseluruhan mencapai 11,2 %, sedikit di bawah capaian 12,1 % tahun lalu,” kata mereka. Pola konsumsi Lebaran 2025 masih bergantung pada THR, sedangkan tingkat tabungan individu lebih rendah dari tahun 2024 dan terus menurun seusai Idul Fitri.

Mobilitas liburan bergeser ke destinasi jarak pendek dan transportasi umum, mencerminkan konsumen yang lebih hemat dan selektif. Temuan itu diperkirakan menekan pertumbuhan aktivitas ritel. Dengan penjualan yang stagnan, persaingan yang semakin ketat, pedagang juga berjuang untuk beradaptasi dengan permintaan yang berubah. Pada saat yang sama, risiko yang muncul dari potensi tarif Trump dapat membebani ekspor, penyerapan tenaga kerja, dan akhirnya konsumsi, terutama di segmen menengah ke bawah. ”Tren belanja yang hati-hati dan dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi harus diantisipasi,” kata mereka. (Yoga)


Skenario Kompensasi untuk Melunakkan Kebijakan Tarif Trump

19 Apr 2025

Pemerintah Indonesia memulai misi diplomatik untuk menegosiasikan tarif bea masuk impor tinggi yang diberlakukan AS terhadap sejumlah produk ekspor nasional. Delegasi menyiapkan skenario kompensasi agar AS melonggarkan bea masuk barang Indonesia dari rencana tarif 32 %. ”Indonesia merupakan salah satu negara yang diterima lebih awal. Beberapa negara sudah berbicara dengan AS, antara lain Vietnam, Jepang, dan Italia,” kata Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto yang memimpin delegasi Indonesia dalam perundingan dengan AS dalam konferensi pers virtual, Jumat (18/4) pagi waktu Jakarta. Airlangga menjelaskan, dalam 60 hari ke depan, serangkaian pertemuan dijadwalkan berlangsung antara delegasi Indonesia dan pejabat tinggi AS. Targetnya untuk menghasilkan perjanjian dagang bilateral.

Delegasi Indonesia telah bertemu dengan Mendag AS, Howard Lutnick dan Kepala Kantor Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer. Menlu Indonesia, Sugiono juga telah mengadakan pertemuan dengan Menlu AS Marco Rubio. Dalam pertemuan tersebut, Indonesia menyampaikan keinginan membangun kerja sama perdagangan yang adil dan berimbang dengan AS. Fokus utamanya menegosiasikan pengenaan tarif impor yang lebih kompetitif terhadap produk-produk ekspor unggulan Indonesia. Indonesia menawarkan beberapa langkah untuk menyeimbangkan neraca perdagangan dengan AS, termasuk meningkatkan volume impor dari AS. Produk-produk yang ditawarkan untuk diimpor antara lain minyak dan gas serta produk agrikultur, seperti gandum dan kedelai.

Pemerintah, kata Airlangga, juga berkomitmen memberikan kemudahan kepada perusahaan-perusahaan AS yang beroperasi di Indonesia, termasuk insentif dan penyederhanaan perizinan usaha. Indonesia juga menawarkan produk mineral kritis dan membuka peluang mempermudah regulasi impor, termasuk produk hortikultura, dari AS. Di bidang investasi, kerja sama akan didorong melalui skema bisnis ke bisnis (B2B). Dalam negosiasi yang akan berlangsung beberapa hari ke depan, delegasi Indonesia akan memperjuangkan agar produk ekspor utama Indonesia ke pasar AS dikenai tarif yang lebih rendah dibanding negara pesaing, terutama dari kawasan ASEAN. Produk yang dimaksud, misalnya, garmen, alas kaki, dan furnitur. (Yoga)


Semakin Strategisnya Kerja Sama Indonesia-Jepang

19 Apr 2025

Indonesia dan Jepang perlu mengembangkan lebih lanjut hubungan kerja sama yang telah terbangun 68 tahun menjadi semakin strategis guna menghadapi tantangan global. Indonesia dan Jepang memiliki banyak kesamaan filosofi budaya sehingga bisa saling menguntungkan. Ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Jepang Rachmat Gobel di sela kunjungannya ke World Expo 2025 Osaka mengingatkan, Jepang merupakan negara yang sangat strategis bagi Indonesia. Indonesia memiliki pasar dan sumber daya alam besar. Namun, potensi ini belum dikelola dengan maksimal untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang kuat.

Sementara, Jepang memiliki teknologi, tapi tak punya banyak penduduk atau tenaga kerja. Penduduk Indonesia yang berjumlah banyak semestinya dapat dikirim berlatih bekerja di Jepang. Di sisi lain, Jepang sebagai investor akan lebih mendapat kepastian karena tenaga kerja Indonesia lebih siap. ”Hal ini juga yang dilakukan China atau Vietnam. Sebelum membuka pasarnya, mereka sudah mengirim anak-anak mudanya belajar ke Jepang. Begitu investor Jepang masuk ke Vietnam, mereka sudah siap dan bahkan bisa melakukan transfer teknologi,” papar Gobel, Jumat (18/4).

Presdir PT Gobel International, Hiramsyah Sambudhy Thaib mengatakan, laporan Japan Bank for International Cooperation (JBIC) atau Bank Jepang untuk Kerja Sama Internasional menyebutkan, Indonesia pada saat ini merupakan negara peringkat lima yang paling menjanjikan untuk berinvestasi bagi perusahaan Jepang. Ketua Harian Japan Indonesia Association (Japinda) Tatsuo Fukuda berpandangan, kerja sama Jepang dengan Indonesia bisa dilakukan di banyak sektor, seperti pertanian dan juga penguatan UMKM yang sangat penting bagi penguatan ekonomi Indonesia, karena akan membuat pertumbuhan ekonomi yang tinggi mengalir ke  rakyat. UMKM di Jepang pun mencapai 80 %. (Yoga)


Pilihan Masyarakat Hadapi Ketidakpastian dengan Emas hingga Bank Digital

19 Apr 2025

Logam mulia emas tengah menjadi primadona. Sebagian masyarakat berbondong-bondong menuju gerai penjualan logam mulia untuk membeli emas yang kerap disebut sebagai safe haven. Harga emas pun terus melejit. Berdasarkan data PT Aneka Tambang (Persero) Tbk dalam laman logammulia.com, harga emas per 18 April 2025 hampir mencapai Rp 2 juta, tepatnya Rp 1,96 juta per gram, melejit empat kali lipat dibanding 10 tahun silam ketika harga emas masih Rp 567.000 per gram. Tak hanya emas dalam rupa logam mulia, emas perhiasan pun kondang di masyarakat. BPS mencatat, emas perhiasan pada Maret 2025 mengalami inflasi sebesar 41,71 % secara tahunan dengan andil 0,44 %. Menurut ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Eko Listiyanto, emas memang sudah menjadi safe haven sejak dulu.

Bagi masyarakat luas, investasi dalam bentuk emas secara umum cenderung lebih mudah dicerna dibanding instrumen investasi lainnya. ”Kalau emas, masyarakat bawah atau kelas menengah punya tabungan (dalam bentuk emas). Selain lebih mudah mencernanya, emas harganya bisa naik, bisa turun. Aksesnya juga lebih mudah dan familier,” katanya dalam diskusi secara daring, Kamis (17/4). Emas dapat menjadi pilihan investasi dalam jangka waktu menengah panjang, sedang investasi di mata uang bersifat jangka pendek. Para investor global pun meninggalkan USD yang sebelumnya dianggap sebagai safe haven dan beralih ke emas serta mata uang lain seiring ketidakpastian akibat kebijakan tarif Presiden AS, Donald Trump. Mengutip data World Gold Council, harga emas dunia pada 17 April 2025 menyentuh 3.305,65 USD per troy ons atau naik 26,69 % secara tahun kalender berjalan.

Goldman Sachs memperkirakan harga emas dunia dalam jangka menengah-panjang bisa menembus 4.500 USD per troy ons pada pengujung 2025. Presdir PT Krom Bank Indonesia Tbk, Anton Hermawan berpendapat, masyarakat cenderung mencari instrumen keuangan yang memberi imbal hasil yang pasti dan kompetitif di tengah kondisi pasar keuangan saat ini. Adapun bank digital menawarkan bunga tabungan dan deposito yang lebih kompetitif dibandingkan instrumen keuangan lainnya. ”Kami menawarkan bunga tabungan 6 % per tahun dan bunga deposito hingga 8,75 % per tahun, yang dapat menjadi salah satu alternatif bagi nasabah yang ingin mendapatkan kepastian imbal hasil yang menguntungkan. Nasabah tidak perlu khawatir akan kondisi pasar yang cenderung dinamis dan fluktuatif,” katanya, Selasa (15/4). (Yoga)


Petani Lebih Tenang karena Pupuk Bersubsidi Tersedia Cepat

19 Apr 2025

Kabupaten Malang merupakan salah satu sentra sayur dan buah terkemuka di Indonesia. BPS Kabupaten Malang menyebutkan, tanaman sayur dan buah semusim dengan produksi terbanyak di Kabupaten Malang tahun 2023 adalah kubis. Produksinya mencapai 109.500 ton, disusul cabai rawit (88.900 ton), bawang merah (52.300 ton), terung (50.900 ton), dan tomat (47.400 ton). Faktor penentu produksi sayur dan buah, selain ketersediaan pupuk dan sarana prasarana, juga kondisi cuaca yang mendukung. Kebijakan Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan memangkas rantai birokrasi pupuk bersubsidi kini dinikmati petani. Mereka bisa mendapat pupuk bersubsidi pada awal tahun 2025 tepat saat musim tanam dimulai. Di Kabupaten Malang, jumlah petani mendapatkan pupuk bersubsidi pada tahun 2025 sebanyak 110.446 petani, dengan total luas lahan rencana tanam 127.718 hektar (ha).

Jumlah pupuk urea diusulkan 23.653,9 ton, NPK 60.759 ton, dan pupuk organik 3.150 ton. Biasanya realisasi pupuk urea disetujui 84 % dan NPK 59 %. Dengan tersedianya pupuk bersubsidi lebih cepat, petani lebih tenang dalam menanam sayur mayur. ”Kalau cuaca dan tanaman sedang bagus, dari 2.500 batang tanaman cabai bisa menghasilkan 1,5 kuintal. Namun, pada musim tanam ini, bisa dibilang gagal panen. Sebab, cabai sebelum panen sudah layu kena hama penyakit. Jadi, tidak panen sama sekali, hanya diambil sedikit pas masih hijau,” kata Lilik (40), petani cabai rawit dari Desa Codo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Januari 2025. Wajak merupakan salah satu sentra tanaman hortikultura di Malang. Memang cuaca kali ini tidak baik sehingga gagal panen,” kata perempuan petani yang juga pemilik kios pupuk tersebut. Usia tanaman cabai 95 hari, membutuhkan pupuk 10 hari sekali 5-10 kg setiap pemupukan.

Account Executive PT Pupuk Indonesia Wilayah Malang, Andi Susianto menjelaskan, cepatnya proses penyaluran pupuk bersubsidi mulai tahun ini, karena pemerintah telah memangkas jalur birokrasi penyaluran yang panjang. ”Sebelumnya, usulan itu harus melalui Kemendagri, turun menjadi SK Pemprov dan SK pemkab. Dengan demikian, pupuk bersubsidi baru disalurkan Maret tahun berikutnya. Tapi, tahun ini berbeda karena SK alokasi pupuk langsung di bawah Kementan, sehingga turun langsung SK alokasi dinas pertanian provinsi dan SK alokasi dinas pertanian kabupaten/kota sehingga prosesnya bisa cepat. Jadi, memangkas rantai birokrasi cukup banyak, tidak perlu lewat SK Gubernur dan bupati sehingga pupuk lebih cepat tersalurkan ke petani,” katanya.  (Yoga)


Siasat Petani Karo di Antara Harga Pupuk dan Sayur

19 Apr 2025

Pembelian pupuk menjadi belanja terbesar petani hortikultura. Hampir semua tanaman hortikultura tidak mendapat pupuk bersubsidi, kecuali cabai, bawang merah, dan bawang putih. Para petani harus pandai bersiasat di tengah harga pupuk nonsubsidi yang mahal dan fluktuasi harga panen. Tamson Ginting (50) lega ketika mengetahui harga kentang di Pasar Sayur-Mayur Roga, Kabupaten Karo, Sumut, Selasa (14/1), masih Rp 9.000 per kg. Petani dari Desa Sada Perarih, itu masih mendapat untung dari penjualan 700 kg kentang yang baru dia panen. ”Kalau harga sayur petani masih bagus, kami enggak terlalu pikirkan harga pupuk yang mahal. Tapi, kalau harga panen anjlok, kami pusing bagaimana harus membeli pupuk yang semakin lama semakin mahal,” kata Tamson.

Sehari sebelumnya, Tamson sudah menjual 2,5 ton kentang dengan harga Rp 11.000 per kg. ”Untung saja kemarin sebagian besar kentang sudah saya jual. Seandainya saya jual dengan harga hari ini, keuntungan saya berkurang Rp 5 juta. Itu sangat lumayan untuk menambah pembelian pupuk,” kata Tamson. Petani hortikultura memang harus bersiasat di tengah tingginya harga pupuk. Tamson biasanya menanam 12.000 pokok kentang di lahan seluas 5.000 meter persegi atau setengah hektar. Untuk pupuk, dia harus menyiapkan uang Rp 15 juta, pestisida Rp 15.000, dan biaya tenaga kerja Rp 20 juta. Dia harus menyiapkan dana segar Rp 50 juta setiap musim tanam kentang yang berlangsung selama tiga bulan. Pembelian pupuk harus disiasati agar biaya tak membengkak karena kentang tidak mendapat pupuk bersubsidi pemerintah.

Tamson harus menyediakan beberapa jenis pupuk, antara lain pupuk ZA (amonium sulfat), NPK (nitrogen, fosfor, dan kalium), kalium butir, NPS (nitrogen, fosfat, sulfur), dan TSP (pupuk fosfor tinggi). Berdasarkan perhitungan Tamson, harga pupuk setelah dicampur sesuai perbandingan berkisar Rp 15.000 per kg. Harga itu jauh lebih mahal daripada pupuk bersubsidi, seperti NPK yang harga eceran tertingginya Rp 2.300 per kg. ”Penerima pupuk bersubsidi sangat beruntung. Setiap membeli 1 zak (50 kg) pupuk, mereka mendapat bantuan Rp 600.000. Saya biasa beli 20 zak pupuk setiap musim tanam. Seandainya itu pupuk bersubsidi, saya dapat Rp 12 juta setiap musim tanam,” kata Tamson. (Yoga)


Ada Harapan dari Kompromi Soal Tarif

19 Apr 2025

Perundingan dagang Indonesia-Amerika Serikat (AS) memasuki fase lanjutan dengan harapan tercapainya kesepakatan sebelum batas waktu 90 hari penundaan tarif dari Presiden Donald Trump berakhir pada awal Juli. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa kerangka acuan telah disepakati bersama pihak USTR dan US Secretary of Commerce, dengan target penyelesaian dalam 60 hari.

Airlangga menekankan pentingnya penghapusan tarif tinggi atas 20 produk unggulan ekspor Indonesia seperti garmen, alas kaki, dan udang, agar setara atau lebih rendah dari negara pesaing. Dukungan juga datang dari pelaku usaha seperti Hariyadi Sukamdani dan Shinta Kamdani dari Apindo yang mendorong kehati-hatian dalam negosiasi, sekaligus penguatan mekanisme perlindungan pasar domestik seperti antidumping dan safeguard measures.

Sementara itu, peneliti CORE Indonesia Yusuf Rendy Manilet menekankan pentingnya kebijakan domestik yang adaptif serta percepatan diversifikasi pasar ekspor, mengingat tingginya ketergantungan pada AS. Untuk mengurangi risiko, pemerintah juga sedang mempercepat negosiasi dagang dengan Uni Eropa dan kawasan Eurasia.

Wakil Ketua DEN Mari Elka Pangestu menyoroti potensi sektor padat karya seperti garmen dan footwear sebagai titik masuk untuk memanfaatkan pergeseran arus perdagangan global. Pemerintah pun menyiapkan strategi deregulasi impor, OSS, dan pembentukan Satgas PHK guna melindungi industri dalam negeri dari dampak kebijakan tarif AS.