;
Kategori

Teknologi

( 1206 )

TEKNOLOGI KECERDASAN BUATAN : Momentum AI Indonesia untuk Asia Tenggara

23 Jan 2024

Besarnya potensi Indonesia dalam industri kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan menjamurnya pebisnis rintisan di Tanah Air dinilai menjadi momentum yang tepat bagi raksasa Asia Tenggara ini untuk mengembangkan teknologi tersebut. Optimisme potensi AI Indonesia itu datang dari perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, Microsoft Corporation. 

Direktur Legal, Korporasi, dan Hubungan Pemerintahan Microsoft ASEAN Jasmine Begum menilai bahwa potensi pengembangan AI di Indonesia ini tak terlepas dari banyaknya perusahaan rintisan (startup) berbasis AI, jumlah penduduk yang banyak, dan angkatan kerja yang banyak. Bahkan, Jasmine mengungkapkan bahwa dari 72 startup berbasis AI di Indonesia, 11 di antaranya termasuk dalam startup AI terbesar di Asia. Oleh sebab itu, ia sangat menantikan bagaimana startup itu dapat berkembang di Indonesia, termasuk ke wilayah terpencil di Tanah Air, serta ke luar Indonesia. 

“Saat saya melihat jumlah startup AI di seluruh wilayah. Kami juga melihat peluang untuk tidak hanya mengembangkan ekosistem, tetapi juga bagi masyarakat terpencil, masyarakat yang berada di wilayah yang jauh dapat memperoleh manfaat dari penggunaan AI,” jelasnya. Jasmine berkeyakinan bahwa kehadiran AI akan membuka banyak peluang baru. Oleh karena itu, Jasmine mengajak para talenta digital Indonesia untuk memanfaatkan AI untuk menciptakan peluang yang lebih besar, kemajuan sosial, serta ekonomi yang lebih cepat. 

Sementara itu, Presiden Direktur Microsoft Indonesia Dharma Simorangkir mengatakan bahwa saat ini semua negara memiliki titik mulai yang sama dengan akses yang sama dalam hal pengembangan AI. Oleh sebab itu, imbuhnya, dengan kolaborasi segenap ekosistem digital di Indonesia, maka Negara ini dapat menciptakan berbagai nilai ekonomi baru yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi digital secara inklusif, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. 

Dharma mengungkapkan bahwa melalui komitmen sukarela tersebut, pemerintah dan pelaku industri dapat berkolaborasi lebih kuat untuk memastikan sistem AI dapat selalu berada dalam kontrol manusia. Pengembangan serta pengimplementasiannya pun mampu membawa manfaat bagi masyarakat serta lingkungan. Dia menilai era AI merupakan zaman untuk kolaborasi dan membangun bersama. 

 Apabila sebuah negara bisa memaksimalkan penggunaan AI, negara ataupun perusahaan-perusahaan yang ada di dalamnya juga akan makin maju. Dengan demikian, Indonesia dapat berkontribusi dalam pertukaran informasi yang akan lebih menguntungkan negara ini. Dia menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu takut pada AI. Pasalnya, Dharma menilai bahwa AI hanya sebagai alat yang membantu manusia dan tidak akan menggantikan manusia.

Permintaan Pekerja Teknologi Masih Tinggi

22 Jan 2024
Co-Founder dan Group General Manager Glints, Steve Sutanto, pada hari Sabtu (20/1/2024), di Jakarta, mengatakan bahwa , pihaknya tetap mengantisipasi koreksi bagi perusahaan teknologi pada paruh pertama tahun 2024. Kendati demikian, perusahaan teknologi diperkirakan akan terus merekrut karyawan untuk peran yang menghasilkan pendapatan, seperti pengembangan bisnis dan penjualan. (Yoga)

Indosat Akan Memperkuat Bisnis Internet Rumah

19 Jan 2024
Usai mencaplok 300.000 pelanggan MNC Play, PT Indosat Tbk (ISAT) alias Indosat Ooredoo Hutchinson (IOH) akan fokus mengemabangan segmen bisnis Fiber To The Home (FTTH). SVP Head of Corporate Communications ISAT, Steve Saerang mengatakan, proses pengambilalihan pelanggan aset MNC Play telah selesai pada 15 November 2023. "Lebih dari 300.000 pelanggan MNC Play telah menggunakan layanan FTTH Indosat melalui merek baru, yakni MNC Play powered by Indosat Ooredoo Hutchinson," katanya kepada KONTAN, Kamis (18/1). Steve mengatakan, pelanggan dapat memilih antara FTTH atau Internet Protocol Television Services (IPTV) maupun kedua layanan dalam satu paket yang sama. Untuk layanan IPTV, disediakan oleh PT MNC Kabel Mediacom. Sebagai catatan, nilai penjualan dan pengalihan pelanggan MNC Play kepada ISAT mencapai Rp 875,86 miliar dan sudah dibayarkan. Saat ini, layanan FTTH Indosat akan diperkuat oleh Asianet, yang di akhir tahun 2023 memiliki jaringan fiber lebih dari 15.000 kilometer dan lebih dari 1,5 juta homepass di seluruh di Indonesia. Niko Margaronis, Research Analyst BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan, bakal ada peningkatan lebih lanjut dalam sinergi merger antara Indosat Ooredoo dan Hutchison 3 dalam memperluas pangsa pasar. Menurut Niko, ISAT akan menghasilkan pertumbuhan yang relatif lebih kuat dibandingkan perusahaan sejenis sebesar 7,3% CAGR pada 2023 sampai 2025. BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham ISAT dengan target harga Rp 11.000 per saham. Hingga akhir perdagangan Kamis (18/1), saham ISAT ditutup menguat sebesar 2,56% ke level Rp 10.000 per saham.

Mitratel Akuisisi Emiten Tower Grup Sinar Mas di Semester I-2024

19 Jan 2024
PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel mengatakan akan mengakuisi saham  emiten penyewaan menara telekomunikasi (tower Grup Sinar Mas, PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) pada semester I-2024. Akuisisi IBST akan menjadi transaksi  terbesar perseroan pada tahun ini. IBST merupakan perusahaan yang bergerak di industri jasa telekomunikasi nirkabel yang hampir memiliki 16.642 km serat optik di fiber to the building  (FTTB) fiber to the home (FTTH), fiber to the tower (FTTT), bersama dengan 3.383 menara telekomunikasi. Saat ini, sebanyak 79,88% saham dimiliki PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (Grup Sinar Mas), dan 11,62% saham dimiliki publik. Direktur investasi sekaligus  Sekretaris Perusahaan Mitratel menyampaikan bahwa rencana transaksi tersebut sampai saat ini masih dalam proses, sehingga perseroan belum dapat mengumumkan besaran nilai transaksinya. (Yetede)

Telkom Garap Infrastruktur Telekomunikasi di IKN

16 Jan 2024
PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) resmi terpilih sebagai penyedia infrastruktur bersama untuk telekomunikasi (shared infrastructur of telecommunication) di Ibu Kota Nusantara (IKN) bersama PT Indonesia Comnets Plus (PLN Icon Plus). Keduanya akan menjadi penyedia jaringan fiber optic (FO) dan menara based transciever station (BTS) di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) 1A IKN. Telkom telah menyiapkan dana awal sebesar Rp 280 miliar untuk menggarap proyek tersebut. VP Data Protection PT Telkom Indonesia Tbk Rizal Akbar menjelaskan bahwa angka Rp 280 miliar tersebut merupakan investasi  perseroan pada tahap awal  dengan menyesuaikan trafik di KIPP 1A. Otorita IKN (OIKN) mengestimasi penduduk KIPP 1A pada tahun awal sebanyak 400 ribu orang, dan bakal terus bertambah dalam tiga tahun kedepan. (Yetede)

Pemerintah Janjikan Insentif Biaya Frekuensi

15 Jan 2024
Pemerintah akan memberikan insentif untuk membantu penyehatan industri telekomunikasi seluler. Insentif tersebut menyasar ke biaya hak penggunaan spektrum frekuensi yang wajib dibayar operator. Demikian disampaikan Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ismail di sela-sela acara Ngopi Bareng Kominfo, akhir pekan lalu, di Jakarta. (Yoga)

Internet Kabel RI Tak Banyak Berubah pada 2023

13 Jan 2024
Kecepatan internet berbasis jaringan kabel serta optik (fixed broadbrand) di Indonesia (RI) tak banyak berubah karena  masuk dalam katagori lambat pada posisi ke-8 dari 11 negara yang diukur dikawasan Asia Tenggara pada akhir 2023. Kecepatan internet kabel untuk unduh (download) di tanah Air hanya sedikit  membaik dalam skala mega byte per second (Mbps) dan hanya menang dibandingkan tiga negara di kawasan, yakni Kamboja, Myanmar, dan Timor Leste. Menurut data Speedtest Global Indeks by Ookla, kecepatan internet kabel Indonesia sedikit membaik menjadi 28,34 Mbps pada November 2023 dari periode Desember 2022 sebelumnya 25,45 Mbps. Namun peringkatnya justru  memburuk pada posisi ke-124 dari setahun yang lalu masih diurutan 119 global dari 181 negara yang diukur. (Yetede)

Sumber Bisnis Baru di Fiber Optik

11 Jan 2024
Performa PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TOWR) kembali pulih di kuartal ketiga 2023. Kinerja emiten yang dikendalikan Saratoga (SRTG) ini diharapkan semakin membaik di 2024, sejalan dengan digitalisasi di Indonesia. Selama periode Januari hingga September 2023, TBIG mencetak pendapatan senilai Rp 4,95 triliun. Pendapatan TBIG hanya naik tipis 0,63% secara tahunan alias year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 4,92 triliun. Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Sukarno Alatas mengatakan, penurunan kinerja TBIG karena membengkaknya biaya operasional selama sembilan bulan pertama di 2023. Namun, Sukarno mengamati sudah mulai ada perbaikan yang dialami TBIG. "Prospek kinerja emiten menara telekomunikasi seperti TBIG di tahun 2024 masih akan positif, seiring dengan ekspansi jaringan 5G di Indonesia," jelas Sukarno, Rabu (10/1). Pemerintah Indonesia menargetkan untuk menjangkau 90% dari populasi Indonesia dengan jaringan 5G pada 2024. Untuk mencapai target tersebut, operator telekomunikasi perlu melakukan ekspansi jaringan 5G yang dapat membawa katalis positif untuk perusahaan menara telekomunikasi seperti TBIG. Analis BRI Danareksa Sekuritas Niko Margaronis melihat, pendapatan dari segmen fiber to the tower (FTTT) meningkat 20,6% secara kuartalan dan melesat 338,3% secara tahunan, serta berkontribusi 6% terhadap total pendapatan di kuartal III 2023. Menurut Niko, TBIG mempunyai kemampuan membangun aliran pendapatan baru dari fiber optik, sehingga menjaga perolehan arus kas. "TBIG juga berada pada posisi yang baik untuk pertumbuhan masa depan di wilayah luar Jawa," tutur Niko. Analis Mirae Asset Sekuritas, Christopher Rusli dan Jonghoon Won mengamati pertumbuhan penyewa baru terpantau melambat, dengan penambahan 137 penyewa pada kuartal ketiga 2023. Sehingga ini menyebabkan sedikit penurunan pada rasio penyewaan menjadi 1,87 kali pada kuartal ketiga 2023 daripada 1,88 kali pada kuartal sebelumnya. Namun, tarif sewa menara tetap stabil di Rp 13,5 juta per bulan, dan TBIG mengelola 22.175 lokasi menara dengan 41.455 penyewa pada akhir September 2023. Christopher menilai, prospek emiten menara ini tetap positif karena hubungan yang erat dengan operator telekomunikasi besar. Basis pelanggan utama TBIG terdiri dari perusahaan-perusahaan telekomunikasi terkemuka di Indonesia, terutama Telkomsel, IOH, dan XL Axiata. Christopher mempertahankan rekomendasi hold dengan target harga Rp 2.270 per saham. Ada risiko tingkat sewa yang rendah, pertumbuhan serat optik yang lebih lambat, serta EPS yang rendah karena tingginya biaya utang.

Pengelolaan Bisnis Pusat Data Dioptimalkan

10 Jan 2024

Operator telekomunikasi seluler ramai-ramai melepas aset fasilitas pusat data. Aksi korporasi ini tidak membuat industri pusat data meredup, tetapi justru bisa lebih optimal. Operator telekomunikasi seluler yang memutuskan melepas aset fasilitas pusat data yaitu PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison) dan PT Smartfren Telecom Tbk (Smartfren). Pada Desember 2023, melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Indosat Ooredoo Hutchison melepas sisa aset fasilitas pusat data pada PT Starone Mitra Telekomunikasi atauBDx Indonesia. Total nilai transaksi yang diperoleh oleh Indosat Rp 2,625 triliun. BDx Indonesia yang bergerak di pusat data adalah perusahaan joint venture antara PT Aplikanusa Lintasarta, anak usaha Indosat Ooredoo Hutchison, dan BDx Asia Data Center Holdings Pte Ltd. Keputusan manajemen Indosat Ooredoo Hutchison melepas sisa aset pusat data mempertimbangkan agar BDx Indo-nesia dapat lebih optimal mengembangkan bisnis pusat data di seluruh Indonesia.

Ketua Umum Indonesia Data Center Provider Organization (Idpro) Hendra Suryakusuma, saat dihubungi terpisah, berpendapat, rata-rata operator telekomunikasi seluler tengah fokus ke bisnis solusi teknologi. Jika bisnis ini mau dikuatkan agar mampu melayani konsumen, bisnis hulu berupa infrastruktur dilepas ke pihak lain. ”Mengembangkan bisnis pusat data perlu keahlian yang berbeda dengan bisnis telekomunikasi,” ujarnya. Menurut Hendra, bisnis pusat data di Indonesia tetap akan kemilau. Sebab, penetrasi peng-guna internet di Indonesia sudah menyentuh 70 % dari total populasi penduduk. Pada akhir Desember 2023, kapasitas pusat data di antara perusahaan pusat data anggota Idpro sudah mencapai 300 MW.

Kapasitas ini diyakini lebih tinggi karena ada perusahaan teknologi bangun sendiri, seperti AWS dan Microsoft. Pada 2024, di antara perusahaan anggota Idpro masih akan menambah 300 MW lagi. Hendra memperkirakan tahun 2030 kapasitas pusat data di Indonesia bisa menyentuh di atas 2 gigawatt (GW). ”Keputusan Pemerintah Singapura untuk melarang pembangunan fasilitas pusat data berkapasitas besar di negaranya akan mendorong investasi di negara-negara sekitar. Tantangan Indonesia cuma perizinan yang masih dianggap investor kalah mudah dengan negara ASEAN lainnya,” ucapnya. Menurut laporan ”2023 Global Data Center Market Comparison” yang dirilis oleh Cushman and Wakefield, pasar pusat data di kawasan Asia Pasifik meningkat, seperti di Bangkok, Johor, Ho Chi Minh, dan Manila. (Yoga)

Kemenkominfo Minta X Turunkan 107 Akun Iklan Judi Daring

10 Jan 2024
Kementerian Komunikasi dan Informatika meminta perusahaan platform X (dulu Twitter) menurunkan 107 akun di X yang ketahuan digunakan untuk iklan judi daring yang dapat merusak ekonomi masyarakat.  Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi, Selasa (9/1/2024), di Jakarta, mengatakan, langkah tersebut diambil dalam rangka mengupayakan ruang digital yang bersih sesuai dengan amanat Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Surat teguran bernomor R-09/M.KOMINFO/AI.05.02/01/2024 itu dikeluarkan Selasa. Sebelumnya, teguran yang sama juga disampaikan pada Meta. (Yoga)