;
Kategori

Teknologi

( 1206 )

Ahmad Kamel, Belajar Al Quran dengan Teknologi AI

30 Mar 2024

Ahmad Kamel (24) tersentak saat membaca data yang menyebutkan banyak Muslim di Indonesia terkendala membaca Al Quran. Menggunakan teknologi kecerdasan buatan, ia mencoba membantu warga mandiri belajar membaca Al Quran lewat aplikasi Qara’a. Ahmad Kamel menunjukkan bagaimana mengoperasikan aplikasi Qara’a di sebuah kedai kopi di Kecamatan Pontianak Timur, Kalbar, Kamis (21/3). Qara’a artinya kegiatan membaca sekaligus memahaminya. Pada salah satu fitur aplikasi Qara’a, muncul huruf alif beserta cara melafalkannya. Setelah itu, fitur meminta pengguna mengucapkannya. Kamel lantas mendekatkan telepon pintar ke mulutnya dan melafalkan huruf alif untuk mengetahui apakah pelafalannya sudah benar. ”Kalau bacaan kita benar, akan muncul bintang lima,” ujarnya. Setelah itu, Kamel menuliskan huruf alif dengan jari di layar ponselnya. Aplikasi tersebut memberi tahu apakah huruf yang ditulis sudah benar atau tidak. Tahapan-tahapan itu bisa diulang berkali-kali.

”Aplikasi Qara’a diharapkan berkontribusi mengatasi buta aksara Al Quran. Ke depan, kami ingin bekerja sama dengan sekolah dan kampus terkait pembelajaran Al Quran,” kata Kamel. ”Pertengahan 2020, saya menemukan data mengejutkan. Institut Ilmu Al Quran menyebutkan, 65 % umat Muslim di Indonesia belum bisa membaca Al Quran,” katanya. Berangkat dari fakta itu, ia ingin berkontribusi. Kamel dan timnya membuat riset sederhana. Kesimpulannya, banyak orang malu belajar karena usia sudah tua. Selain itu, tidak ada waktu karena kesibukan bekerja. ”Dari pemetaan itu, kami memilih kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk menjadi solusinya,” katanya. Lewat AI, Kamel menyebut, penggunanya tidak perlu bertemu langsung dengan ustaz atau orang lain. Hal in menumbuhkan rasa percaya diri terlebih dahulu.

Tidak hanya panduan membaca, aplikasi ini juga dilengkapi dengan video pembelajaran, misalnya pengenalan huruf dalam Al Quran.Tujuannya, orang yang belum pernah membaca Al Quran sama sekali bisa belajar dari nol. Kini, ada 22 fitur dalam aplikasi Qara’a. Selain belajar membaca Al Quran, misalnya, ada fitur setor ayat. Orang bisa belajar dengan AI juga bisa dengan ustaz. Pengguna menyetor ayat yang telah dibaca, ustaz akan memberi masukan di dalam aplikasi itu. ”Dari 22 fitur, hanya satu yang sengaja dibuat berlangganan, yaitu belajar Quran. Biayanya Rp 50.000 per bulan yang digunakan untuk membiayai operasional aplikasi,” katanya. Berkat aplikasi yang dirancangnya, Kamel mendapat berbagai penghargaan sepanjang tahun 2022. Salah satunya, Peringkat 1 Pemuda Pelopor Kota Pontianak bidang Inovasi Teknologi. (Yoga)

UE Hanya Bisa Bertahan

28 Mar 2024

Sejumlah aturan berkait dengan industri digital sudah dikeluarkan Uni Eropa (UE). Akan tetapi, kepentingan mereka belum tercapai. Mereka hanya bertahan. Raksasa teknologi Apple, Google Alphabet, dan Meta Platforms menjadi target pertama pemberlakuan UU Pasar Digital Uni Eropa. UU yang berlaku mulai 7 Maret 2024 itu bertujuan mempermudah masyarakat berpindah layanan digital dan memberi pilihan untuk layanan lebih murah, bahkan gratis. Komisi Eropa pada Senin (25/3) menyatakan, perusahaan-perusahaan yang termasuk sebagai ”penjaga gerbang” itu dapat dikenai denda besar jika terbukti melanggar UU Pasar Digital (DMA). Denda dapat mencapai 10 % omzet tahunan perusahaan secara global (Kompas.id, 26/3). Aturan ini hanyalah satu dari sekian aturan di Uni Eropa yang telah diberlakukan di kawasan itu dan negara-negara di Eropa.

Semangat awal yang muncul adalah mereka bertahan di tengah serbuan produk teknologi digital dari luar kawasan itu. Sampai sekarang masih sedikit produk dan inovasi dari UE yang bisa menandingi kemampuan produk dan inovasi dari AS dan China. Dalam posisi seperti itu, pilihan mereka adalah bertahan dan membatasi perluasan pasar mereka sambil mencari peluang. Mereka tentu memahami bahwa UE adalah pasar yang besar. Pemain-pemain raksasa di bidang teknologi tak bisa begitu saja memanfaatkan kawasan itu sebagai pasar semata. UE harus melindungi warganya dan tentu berusaha agar pemain di dalam UE bisa bersaing. Meski demikian, hingga sekarang kemampuan perusahaan-perusahaan teknologi dari kawasan itu belum bisa menandingi pemain dari China dan AS. (Yoga)

Pebisnis Pusat Data RI didorong Go Global

28 Mar 2024

Pelaku bisnis penyimpanan data (pusat data/data center) lokal Indonesia didorong untuk terus memperbesar skala usahanya di dalam negeri dan mau ekspansi hingga ke pasar internasional (go global), pada tahap awal mereka pun didorong untuk ekspansi ke kawasan Asia Tenggara yang potensi pasarnya masih sangat besar dan kemudian dilanjutkan merambah ke pasar global.

Menurut proyeksi Statista, potensi pasar data center Asia Tenggara mencapai USD 9,98 miliar pada 2024, dengan kontribusi didominasi pasar jaringan infrastruktur USD 6,73 miliar. Nilainya diproyeksikan terus naik mencapai USD 13,08 miliar tahun 2028 dengan pertumbuhan tahunan majemuk (compound annual growth rate/CAGR) 7%.

Menkominfo Budi Arie Setiadi mendorong pembangunan ekosistem data di dalam negeri, baik oleh pemerintah maupun swasta agar dapat meningkatkan ekonomi nasional, salah satunya oleh Data Center Internasional (DCI) Indonesia. “Ke depan saya yakin, termasuk DCI akan mendorong pertumbuhan industri pusat data Indonesia untuk makin go global, setidaknya di level Asia Tenggara dulu,” tutur Budi Arie dalam kegiatan E1 Open Days DCI Indonesia, di Jaksel, Rabu (27/3). (Yetede)

DIGITALISASI PELAYANAN PUBLIK : Wadah Aspirasi Masyarakat Jawa Barat

27 Mar 2024

Penyampaian aspirasi, saran, dan keluhan masyarakat Jawa Barat kini kian mudah lantaran hadirnya aplikasi Sapawarga.Kehadiran aplikasi ini diharapkan dapat meningkatkan pelayanan publik Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) ke depannya. Pemprov Jabar meluncurkan Layanan Aduan dan Hotline Terintegrasi Jawa Barat. Layanan ini merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah dalam menyediakan wadah bagi masyarakat yang ingin menyampaikan masukan, keluhan, dan saran terkait pelayanan publik. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Barat Ika Mardiah mengatakan bahwa selama ini masih terdapat kebingungan di kalangan warga mengenai bagaimana mendapatkan informasi atau solusi terkait layanan publik. Setiap fiturnya, imbuhnya, memiliki fungsi yang berbeda yang sudah bisa dimanfaatkan oleh warga Jawa Barat melalui Sapawarga Jabar Super App. Fitur ini atau bisa disebut Sistem Pengaduan Elektronik Terintegrasi sudah terintegrasi dengan aplikasi TRK (Tunjangan Remunerasi Kinerja) Aparatur Sipil negara (ASN). Dengan demikian, imbuhnya, aduan dapat ditindaklanjuti secara langsung dan cepat oleh perangkat daerah terkait. Selain itu, terdapat fitur Hotline Jabar yang menjadi penghubung antara masyarakat dengan pemerintah kota/kabupaten melalui penyediaan informasi yang meliputi layanan kedaruratan, informasi, dan aduan warga dalam bidang prioritas. Bidang itu meliputi kategori layanan kesehatan, kependudukan, ketenagakerjaan, infrastruktur, dan lain-lain. Sementara itu, Penjabat (Pj.) Gubernur Jabar Bey Triadi mengapresiasi hadirnya aplikasi Sapawarga yang telah memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat dengan mengembangkan fitur pengaduan masalah yang langsung ditindaklanjuti oleh setiap perangkat daerah. “Sapawarga menjadi salah satu alat untuk melaporkan kepada kami. Kemudian, diteruskan ke kepala perangkat daerah, untuk ditindaklanjuti. Kalau tidak melaporkan ke Sapawarga, tetap kami tindaklanjuti,” jelasnya. Oleh karena itu, Pemprov Jabar terus berinovasi dalam menyediakan informasi dan layanan publik yang lebih efektif, efisien, serta mudah diakses, di antaranya Sapawarga.

Dilema Internet Cepat

26 Mar 2024

Berdasarkan laporan Speedtest Global Index pada Desember 2023, peringkat kecepatan internet di Indonesia masih rendah di Asia Tenggara. Untuk kategori internet mobile, kecepatan internet rata-rata Indonesia 24,96 Mbps, ada di peringkat ke-97 dari 146 negara di dunia. Di Asia Tenggara, Indonesia hanya menang jika dibandingkan dengan Myanmar dan Timor Leste. Hal yang sama terjadi pada kategori fixed broadband atau internet lewat kabel ke rumah-rumah. Bahkan, per Desember 2023, posisi Indonesia ada di peringkat ke-126 dari 178 negara di dunia. Untuk internet mobile, kecepatan internet rata-rata Indonesia 24,96 Mbps, ada di peringkat ke-97 dari 146 negara.

Menkominfo Budi Arie Setiadi telah bertekad mewujudkan tersedianya internet fixed broadband dengan kecepatan minimal 100 Mbps di Indonesia. Untuk itu, pemerintah, akan melarang setiap operator dan penyedia layanan internet broadband (ISP) menjual paket internet dengan kecepatan di bawah 100 Mbps. Sudah pasti masyarakat dan berbagai kalangan pengguna internet di seantero negeri ini juga akan senang jika internet Indonesia bisa ngebut, tak hanya lebih nyaman menonton video pengaliran konten atau main gim daring, akan banyak peluang bisnis yang berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai bidang.

Namun, menghadirkan internet dengan kecepatan minimal 100 Mbps itu tak mudah. Perlu kolaborasi sejumlah pihak dari ujung ke ujung, tidak hanya pihak operator. Semua operator dan ISP pasti berniat mendukung upaya pemerintah mewujudkan layanan internet berkualitas, cepat, dan merata. Buktinya, puluhan triliun rupiah setiap tahun dialokasikan oleh operator dan ISP untuk membangun jaringan internet beserta teknologi terbaru sebagai pendukungnya. Bagi penyedia layanan internet, kualitas layanan yang prima, cepat, dan stabil merupakan pemenuhan atas kebutuhan pelanggan, juga memperbesar pasar mereka.

Namun, selain masalah teknis dan hitung-hitungan bisnis, operator menghadapi dilema iklim bisnis internet yang belum kondusif, yaitu maraknya penjualan kembali (resale) layanan internet dari operator atau ISP oleh sebagian pelanggan ke masyarakat dengan biaya berlangganan yang murah. Dengan demikian, para oknum itu bisa mengambil keuntungan berlipat dari layanan yang disediakan operator atau ISP. Oleh karena itu, keseriusan pemerintah untuk melarang praktik bisnis layanan internet dengan nyantol layanan milik operator dan ISP ini sangatlah penting bagi perkembangan internet cepat di Indonesia  (Yoga)

Kawasan ASEAN Masih Rentan Kejahatan Siber

26 Mar 2024

Meski ekonomi digital terus berkembang di Asia Tenggara, belum semua masyarakat terliterasi digital secara optimal. Tingkat keterampilan berpikir kritis dan melindungi privasi belum merata antar negara di kawasan ASEAN. Mereka rentan menjadi korban kejahatan siber. Dalam laporan penelitian ”One Divide or Many Divides? Underprivileged ASEAN Communities’ Meaningful Digital Literacy and Response to Disinformation” yang dirilis ASEAN Foundation dan didukung Google.org, akhir pekan lalu, tingkat keterampilan berpikir kritis masih bervariasi di seluruh kawasan ASEAN. Thailand berada di tingkat terendah (25 5) dan Kamboja pada tingkat tertinggi (62,2 %).

Indonesia, yang porsi ekonomi digitalnya berkontribusi 42 % terhadap kawasan Asia Tenggara, disebut dalam penelitian sebagai negara yang menghadapi ketimpangan keterampilan berpikir kritis dan kompetensi perlindungan privasi yang kompleks. Penyebabnya, tantangan geografis serta kesenjangan jender, disabilitas, dan status sosial ekonomi. Salah satu temuan menarik dalam laporan itu adalah 73,4 % responden remaja Indonesia yang diteliti merasa privasi mereka sangat terlindungi. Sementara hanya 13,7 % kelompok lansia berpendapat serupa. Direktur Eksekutif Siber Sehat Indonesia Ibnu Dwi Cahyo mengatakan, ancaman kejahatan siber dan disinformasi terjadi bukan hanya di perkotaan.

Dia mengamati, kerawanan kebocoran data pribadi juga telah sampai perdesaan. Akan tetapi, masyarakat di sana tidak mendapat edukasi tentang keamanan siber yang optimal. ”Korban kejahatan siber dan disinformasi telah merata di perkotaan dan perdesaan. Bagi masyarakat perdesaan, kami mengamati masih ada kecenderungan mereka kebingungan melapor atau mengadu ketika menjadi korban,” ucap Ibnu. Ibnu menyarankan agar pemerintah membuat satuan tugas khusus literasi digital sampai di desa-desa. Selanjutnya pemerintah dapat melibatkan lembaga pendidikan untuk memberikan literasi digital kepada anak-anak usia dini. (Yoga)

97.465 Phishing Keuangan Sasaran Sektor Bisnis RI

19 Mar 2024

Kapersky, perusahaan penyedia solusi dan konsultasi security siber global asal Rusia, mendeteksi 97.465 tautan phishing yang menyasar transaksi keuangan pada sektor perdagangan secara electronic (e-commerce), perbankan dan sistem pembayaran di Indonesia pada 2023. Jumlahnya berkontribusi 21,38 % dari total 455.708 upaya serangan phishing yang menyasar keuangan pada tiga sektor bisnis tersebut di kawasan Asia Tenggara.

Serangan phising ke sektor bisnis tanah air tersebut menempati peringkat ketiga di kawasan Asia Tenggara.  Phishing merupakan upya penjahat siber untuk mencuri data pribadi dengan mengirimkan tautan atau identitas palsu, atau menyamar sebagai institusi yang sah. Aksi mereka lakukan untuk mencuri data terkait keuangan guna menangguk keuntungan, mulai dari kata sandi, nomorkartu kredit, detail rekening bank dan informasi lain dari individe maupun perusahaan. (Yetede)

Samsung Akan Dapat Dana CIp US$ 6 Miliar

16 Mar 2024
Pemerintah Amerika Serikat (AS) akan memberi subsidi lebih dari US$ 6 miliar bagi Samsung Electronics. Ini bagian dari insentif agar perusahaan Korea Selatan (Korsel) tersebut memperluas ekspansi pengembangan bisnis cip di AS. Subsidi ini merupakan bagian dari dana federal yang tertuang dalam undang-undang yang sudah disetujui kongres AS pada 2022 lalu. Dana federal ini ditujukan untuk mendanai produksi semikonduktor, pengembangan penelitian dan lainnya, agar perusahaan cip dapat meningkatkan investasi pembangunan di AS. Pada 2021, Samsung telah mengumumkan rencana investasi US$ 17 miliar untuk pengembangan cip di AS. Dana ini meliputi pembangunan pabrik di Taylor, Texas, berdekatan dengan pabrik Samsung yang ada di Austin. Menurut laporan Bloomberg, Jumat (15/3), Kementerian Perdagangan AS rencananya mengumumkan kepastian dana subsidi tersebut dalam beberapa minggu mendatang. Selain Samsung, akan ada hibah untuk Taiwan Semiconductor Manufacturing Corp (TSMC) sebesar US$ 5 miliar. Sebelumnya, Kementerian Perdagangan AS telah mengumumkan pemberian dana hibah cip kepada produsen semikonduktor generasi lama. Menteri Perdagangan AS Gina Raimondo mengatakan, para pejabat telah melakukan negosiasi selama berbulan-bulan dengan pembuat cip mutakhir yang akan mendorong ledakan kecerdasan buatan. Intel Corp, pesaing utama Samsung dan TSMC di AS, juga berpotensi mendapat paket pendanaan produksi cip lebih dari US$ 10 miliar. Ini mencakup dana hibah dan juga pinjaman. Sumber Bloomberg menyebut, kesepakatan ini akan diumumkan minggu depan.

Microsoft Dukung Transformasi Digital Pemerintah

16 Mar 2024

Kemenkominfo baru saja menandatangani kerjasama dengan PT Microsoft Indonesia untuk meningkatkan sinergi penguatan implementasi teknologi informasi dan transformasi digital di sektor pemerintahan. Nota kesepahaman Kemenkominfo dan Microsoft Indonesia mencakup pengembangan SDM bidang digital, penguatan infrastruktur dan digitalisasi pemerintah, penguatan tata kelola kecerdasan buatan (AI) yang bertanggung jawab, penguatan implementasi dan perlindungan data pribadi.

Menkominfo Budi Arie Setiadi menekankan arti penting kolaborasi pemerintah dan sektor swasta, salah satunya dengan Microsoft dalam upaya mewujudkan transformasi digital nasional, termasuk di sektor pemerintahan. “Pmerintah Indonesia meyakini, kolaborasi multistakeholder sangat dibutuhkan termasuk melalui kerja sama antara pemerintah dan sektor privat,” ujar Budi Arie dalam Penandatanganan Nota Kesepahaman Kemenkominfo dengan Microsoft Indonesia di Kantor Kemenkominfo, Jakarta, Jumat (15/3). (Yetede)

Ramadhan dan Momen ”Marketing”

15 Mar 2024

Ramadhan menjadi momen marketing yang dinanti banyak pengiklan. Ragam ide dan gagasan diramu demi menunjukkan kebaruan konten dari waktu ke waktu. Tentu, punch line yang ”menggigit” bisa menancap  pada alam bawah sadar konsumen. Ramadhan pun kini tak melulu dikemas dengan nuansa kekeluargaan sembari berbuka puasa bersama. Sirop Marjan, misalnya, kehadirannya dicari banyak orang, bahkan sebelum Ramadhan tiba. Tiap tahun, jenama ini selalu menghadirkan kisah-kisah bermakna dibalut cerita rakyat. Dalam beberapa tahun terakhir, Marjan makin serius mengemas iklan dengan pencitraan hasil komputer atau computer generated imagery (CGI).

Kehadiran Marjan tiap tahun dengan iklan yang berbeda-beda turut memuaskan ”dahaga” masyarakat sebagai penonton. ”Dalam iklan, ada istilah moment marketing di mana kami menggunakan sebuah momentum untuk jualan. Kalau dari kategori produk, sirop, contohnya, itu memang kategori produk tinggi (konsumsi) saat puasa,” ujar Ketua Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) Devi Attamimi saat dihubungi dari Jakarta, Kamis (14/3). Wajar kala puncak konsumsi masyarakat terhadap sirop diikuti optimalnya pengemasan iklan Marjan. Bentuk promosinya tentu berbeda ketika konsumsi menurun sehingga iklan lebih fokus pada penjualan (direct to sales) dan melalui beragam platform daring dan toko luring.

 ”Sudah mendekati Ramadhan jika melihat iklan Marjan,” celetuk warganet mengomentari unggahan Marjan. Ini menunjukkan citra jenama itu yang erat dengan masa puasa. Masyarakat sebagai konsumen mengasosiasikan produk Marjan dengan momen tertentu. Dalam kacamata periklanan, Marjan berhasil memosisikan diri sebagai pariwara Ramadhan. Walau memanfaatkan beragam CGI, Marjan tetap menyelipkan pesan-pesan yang tak jauh dari kebersamaan dan kepedulian, senada dengan nilai-nilai Ramadhan. Pariwara ini bahkan membagi satu kisah dalam beberapa episode sehingga konsumen tergugah menanti kelanjutan cerita. (Yoga)