;
Kategori

Teknologi

( 1206 )

Berapa Besar Peluang Sukses Starlink di Indonesia

08 Apr 2024
STARLINK akan menghadirkan layanan untuk masyarakat Indonesia. Paket Internet unlimited seharga Rp 750 ribu per bulan serta perangkat keras senilai Rp 7,8 juta sudah bisa dipesan di situs web mereka. "Kuota tanpa batas," begitu tertulis di halaman web anak usaha Space Exploration Technologies Corp atau SpaceX, perusahaan milik Elon Musk, tersebut. Starlink menawarkan janji Internet berkecepatan tinggi dan latensi rendah dengan biaya sebesar itu. Perusahaan menyebutkan paket ini cocok untuk keluarga. 

Namun, dibanding layanan Internet domestik, menurut pakar telekomunikasi dari Institut Teknologi Bandung, Ian Joseph Matheus Edward, tawaran Starlink itu masih terhitung mahal. Dia memperkirakan bisnis Elon Musk sulit bersaing di perkotaan dengan harga tersebut. "Mereka harus bersaing dengan serat optik yang kualitasnya lebih bagus," ujar Ian saat dihubungi, Ahad, 7 April 2024. 

Namun lain cerita jika Starlink menyasar layanan di daerah-daerah tertinggal, terdepan, dan terluar alias 3T. Ongkos pengadaan Internet Starlink merupakan opsi yang murah. Perusahaan tidak perlu membangun infrastruktur seperti serat optik atau menara pemancar alias BTS untuk melayani kawasan tersebut. Bisnis penyedia satelit pun terancam lantaran kapasitasnya tak secanggih Starlink. (Yetede)

Mengapa Operator Telekomunikasi Perlu Merger

08 Apr 2024
PENGGUNAAN teknologi komunikasi nirkabel di Indonesia terus berkembang mengikuti evolusi jaringan seluler. Kemunculan jaringan seluler di Indonesia dimulai dengan teknologi 1G, disusul 2G, hingga akhirnya jaringan 5G diluncurkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika pada Mei 2021.

Di tengah perkembangan tersebut, saat ini tersisa empat penyelenggara layanan telekomunikasi besar di Tanah Air. Empat perusahaan itu adalah PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, PT XL Axiata Tbk, PT Indosat Tbk, serta PT Smartfren Telecom Tbk. Perusahaan operator telekomunikasi tersebut sudah beroperasi di Indonesia sejak beberapa dekade lalu.

Seiring dengan berjalannya waktu, jumlah operator seluler terus menyusut. Pada 2015, masih terdapat tujuh perusahaan seluler, yakni PT Hutchison 3 Indonesia atau Tri, XL Axiata, Indosat, PT Sampoerna Telekomunikasi Indonesia atau Ceria, PT Telekomunikasi Selular atau Telkomsel, Smartfren, dan PT Bakrie Telecom Tbk.
Jumlah itu kemudian berkurang akibat bangkrut atau melakukan merger dan akuisisi. XL Axiata, contohnya. Pada 2014, perusahaan tersebut mengakuisisi PT Axis Telekom Indonesia. Hal serupa terjadi pada 2022, Tri menggabungkan diri dengan Indosat. (Yetede)

Satelit Starlink Milik Elon Musk Segera Masuk Segmen Ritel Indonesia

05 Apr 2024

Kemenkominfo memastikan layanan telekomunikasi berbasis satelit orbit rendah milik miliarder Elon Musk, Starlink, akan segera hadir secara ritel di Indonesia. Pendirian badan hukum Indonesia telah selesai dilakukan. Sementara pengurusan izin penyelenggara jasa internet dan izin prinsip penyelenggara jaringan tetap tertutup berbasis satelit/VSAT masih berproses menuju final. Dirjen Pos dan Informatika Kemenkominfo Wayan Toni Supriyanto mengatakan, saat ini sudah berdiri PT Starlink Services Indonesia, badan hukum milik Starlink di Indonesia. Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan bisnis layanan telekomunikasi berbasis satelit dari daftar negatif investasi (DNI).

Artinya, investor asing bisa menanamkan modalnya di sektor ini di Tanah Air. Bahkan, kepemilikan saham di sektor ini bisa 100 % oleh investor asing. Izin VSAT yang diajukan PT Starlink Services Indonesia, menurut Wayan, sudah lengkap. Adapun izin ISP masih ada yang kurang karena perusahaan itu masih harus menyelesaikan perjanjian kerja sama dengan perusahaan network access provider (NAP). ”Standardisasi perangkat yang dipakai satelit Starlink sudah diurus Ditjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kemenkominfo,” ujar Wayan, yang ditemui seusai buka puasa bersama Kominfo dengan media, Rabu (3/4) malam, di Jakarta. (Yoga)

Insentif Diskon Biaya Frekuensi Terbit Mei 2024

05 Apr 2024
Menteri Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Budi Arie Setiadi memastikan, insentif diskon biaya hak pengguna (BHP) frekuensi bagi operator  telekomunikasi (telko) nasional akan diterbitkan Mei 2024, sebelum lelang spektrum  frekuensi digelar. Saat ini, Kemenkominfo memantangkan insentif tersebut. Insentif ini diyakini nakal menguntungkan semua pihal, mulai dari negara operator, hingga masyarakat. Dengan peningkatan kualitas  layanan telko, dia mengaskan, masyarakat memiliki potensi pengembangan  usaha yang lebih baik dan berkualitas, khususnya melalui ruang digital. Ini penting, mengingat layanan kecepatan  kecepatan internet rata-rata  nasional saat ini hanya 25,37 Mbps, menurut Spedest by Ookla Januari 2024. "Kalau kecepatan internet meningkat, multiplier effect-nya keekonomi besar. Kami berharap masyarakat meningkat pendapatannya lewat ini," katanya. (Yetede)

Indonesia Bangun Pusat Pengembangan AI Rp 3,1 Triliun

05 Apr 2024
Indonesia bakal memiliki Pusat Pengembangan Teknologi Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelegence (AI) dengan nama Indonesia AI Nation di Kota Solo/Surakarta, Jawa Tengah. Total nilai dari total kolaborasi beberapa perusahaan teknologi tersebut juga diproyeksikan mencapai nilai US$ 200 juta atau sekitar Rp 3,1 triliun. Perusahaan yang berkolaborasi pada tahap awal berdiri atas dua korporasi, yakni perusahaan teknologi informasi asal Amerika Serikat, yakni NVIDIA, dan perusahaan telekomunikasi digital Indonesia, yakni PT Indosat Ooredoo Hutchinson (IOH). "Jadi ini pusat (pengembangan) AI di Indonesia AI Nation dan nilainya gak tanggung-tanggung, yaitu 200 juta AS," ungkap Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie. Dia melanjutkan, Solo Teckho Park dipilih dan menjadi lokasi pengembangan pusat AI Indonesia dalam investasi itu karena dinilai memiliki infrastruktur yang cukup memadai dan punya potensi talenta digital untuk dikembangkan. (Yetede)

TEKNOLOGI KECERDASAN BUATAN : Indosat-NVIDIA Bangun Pusat AI Rp3 Triliun

05 Apr 2024

PT Indosat Tbk. (ISAT) dan NVIDIA, raksasa teknologi global, berencana membangun pusat kecerdasan buatan atau AI di Solo, Jawa Tengah, senilai US$200 juta atau Rp3,18 triliun. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mengatakan Solo dipilih sebagai lokasi investasi karena memiliki sumber daya manusia yang cukup mumpuni di bidang teknologi. Dia melanjutkan, rencana pembangunan pusat AI bernama Indonesian AI Nation itu akan dilakukan dalam waktu dekat. Namun, dia tidak memberi tahu detail waktu pembangunan tersebut. President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha mengatakan Indosat mengadopsi GPU Tensor Core NVIDIA berbasis platform Blackwell untuk berbagai pemanfaatan seperti percepatan pada beban kerja inferensi—proses menjalankan data langsung melalui model AI terlatih untuk membuat prediksi atau menyelesaikan suatu tugas pada sebuah perusahaan.

Communications Indosat Ooredoo Hutchison Steve Saerang menambahkan, kolaborasi strategis perusahaan dengan NVIDIA tidak hanya akan mendorong pertumbuhan infrastruktur teknologi di Indonesia, tetapi juga akan mempersiapkan SDM Indonesia untuk merangkul teknologi masa depan. Sementara itu, Senior Vice President Telecom NVIDIA Ronnie Vasishta mengatakan integrasi platform Blackwell memungkinkan Indosat untuk mengembangkan bisnis lebih jauh, serta mendorong pengembangan Large Language Model yang akan membantu memberdayakan Indonesia dengan AI generatif.

Mengurai Dominasi Platform Digital Global

03 Apr 2024

”Winner takes all market” Ekosistem bermedia hari ini menampakkan struktur yang berlapis-lapis. Bagaimana masyarakat mengonsumsi informasi, kurang lebih ditentukan oleh apa platform media sosial (medsos), platform mesin pencari, platform video, web browser, sistem operasi, serta aplikasi tertanam dalam gawai yang mereka gunakan. Model periklanan yang banyak digunakan pengiklan juga ditentukan oleh perilaku konsumsi media yang terbentuk oleh hal-hal tersebut. Dalam konteks inilah, perusahaan platform digital mengendalikan praktik bermedia. Google secara paripurna menguasai pangsa pasar teknologi mesin pencari (Google Search), platform video (Youtube), web browser (Chrome) dan sistem operasi (Android).

Meta mendominasi jagat medsos dengan mengoperasikan platform medsos terpopuler: Facebook, Instagram, Whatsapp. Dengan dominasi tersebut, Google dan Meta mempraktikkan monopsoni sekaligus monopoli, yakni menguasai pasar secara paripurna karena baik bahan dasar (data perilaku pengguna) maupun produk akhir (teknologi, informasi, dan iklan) dikendalikan pihak yang sama. Semakin kuat winner takes all market, semakin lebar ketimpangan antara penguasa pasar dan pelaku pasar lain. Inilah yang terjadi dalam hubungan antara perusahaan platform digital dan perusahaan media massa, termasuk di Indonesia. Dalam laporan We are Social dan Melwater, dari total belanja iklan Indonesia pada 2023 yang mencapai Rp 103,4 triliun, belanja iklan digital memiliki porsi 46 % (Rp 47,5 triliun).

Dengan pertumbuhan di atas 10 % per tahun, belanja iklan digital diperkirakan akan menyudahi dominasi belanja iklan televisi di Indonesia pada 2025. Sayangnya yang menikmati pertumbuhan ini bukan media massa konvensional, melainkan raksasa digital Google dan Meta. Dalam tiga tahun terakhir, duopoli itu menguasai lebih dari 70 % belanja iklan digital di Indonesia, melalui dua cara. Pertama, mereka adalah pemilik inventori iklan terbesar yang mengoperasikan platform mesin pencarian, video, dan media sosial dengan popularitas yang tak tertandingi. Popularitas ini mampu melahirkan persepsi publik, ”kalau mau mencari informasi, hiburan, dan jejaring, harus ke Google Search, Youtube, Facebook dan Instagram”. Dalam peta belanja iklan digital Indonesia tahun 2023, ketiga jenis periklanan ini memiliki porsi masing-masing: iklan pencarian (32 %/Rp 15,5 triliun), iklan medsos (35 %/Rp 16,7 triliun), iklan video (14,8 %/Rp 10,9 triliun).

Kedua, perusahaan platform digital juga mengoperasikan berbagai teknologi penunjang periklanan digital yang semakin lama semakin sulit dihindari penerapannya oleh para penerbit dan pengiklan, seperti DSP, SSP, Ads Servers, Trading Desk, WebBrowser, analytics software provider, dan data provider. Teknologi-teknologi ini melahirkan mode periklanan programatik di mana perusahaan platform bertindak sebagai broker yang menjembatani hubungan antara pengiklan dan media. Sebagai broker, ”diam-diam” mereka mengambil porsi bagi hasil terbesar, diperkirakan mencapai 61-74 % dari nilai transaksi iklan. Padahal, porsi periklanan programatik sangat dominan dalam pasar periklanan digital di Indonesia, yakni 80 % (Rp 38,6 triliun) dari total belanja iklan digital Indonesia 2023. (Yoga) 

2028, Nilai Pasar Komputer RI Tembus USD 961 Juta

01 Apr 2024

Total nilai pendapatan/pasar/omzet komputer yang didesain untuk penggunaan harian disatu tempat/meja (personal komputer/PC deskstop) Di Indonesia diperkirakan mencapai USD 961,87 juta pada 2028 dari tahun 2023 masih US$ 861,99 juta. Nilainya meningkat US$ 99,9 juta atau bertumbuh 11,59 % dalam lima tahun kedepan. Atau tumbuh dan rata-rata 2,22% setiap tahun (compound growth rate/CAGR).

Data pasar computer desktop dari Statista,lembaga konsultan dan riset global untuk berbagai industri tersebut tidak memasukkan laptop dan notebook. “Makin populernya perangkat laptop dan selular yang bisa dibawa kemana-mana mengakibatkan permintaan PC di Indonesia menurun,” ungkap Departemen Riset Statita, Minggu (31/3). (Yetede)

LALU LINTAS DATA : Ramadan, Traffic XL Naik 5%

01 Apr 2024

PT XL Axiata Tbk. (EXCL) mencatat kenaikan lalu lintas data rata-rata hingga 5% sepanjang Ramadan dibandingkan dengan traffic pada hari biasa.Direktur & Chief Teknologi Officer XL Axiata I Gede Darmayusa mengungkapkan peningkatan lalu lintas data itu merupakan konsekuensi dari peningkatan penggunaan internet pada bulan puasa.Oleh karena itu, dia memprediksi traffic data pada Lebaran bisa melonjak hingga sebesar 20% dibandingkan dengan hari biasa. Selain lonjakan lalu lintas data, dia menyebutkan tantangan lain yang dihadapi perusahaan adalah berpindahnya lokasi dengan lalu lintas tinggi ke berbagai area yang tersebar, terutama di kota-kota di Jawa dan lokasi-lokasi wisata. “Untuk itu, selain perlu menambah kapasitas, kami juga harus memiliki strategi rekayasa traffi c yang tepat di jaringan agar tidak terjadi congestion di berbagai lokasi dengan traffi c tinggi,” sambungnya. Langkah antisipasi lainnya yang diterapkan adalah optimasi jaringan dengan melihat kemungkinan pergerakan mobilitas masyarakat atau pelanggan saat masa libur Lebaran. Pada hari normal, jaringan data XL Axiata sudah cukup untuk melayani lalu lintas traffic yang ada. “Meski demikian, untuk menjamin kemampuan jaringan XL Axiata melayani lonjakan traffi c nanti, kapasitas tetap kami naikkan 2–3 kali lipat dari hari normal.” Sejumlah langkah mengkondisikan jaringan dilakukan dengan menyesuaikan tren penggunaan jenis layanan, terutama layanan data, tradisi mudik dan pergerakan pelanggan selama liburan panjang Lebaran.

Kanada Gugat Induk Tiktok dan Facebook

30 Mar 2024

Dewan sekolah pada empat distrik di Ontario, Kanada, menggugat perusahaan induk Tiktok hingga Facebook dan Instagram karena dinilai membahayakan pelajar. Meta, Bytedance, dan Snap diminta membayar ganti rugi 2,96 miliar USD. Gugatan diajukan dari Distrik Toronto, Peel, Katolik Toronto, dan Ottawa-Carleton. Dalam pernyataan pada Kamis (28/3) penggugat menyebut tiga perusahaan media sosial tersebut merancang produk yang mendorong penggunaan kompulsif. Produk itu juga mengubah cara anak-anak belajar, berperilaku, dan belajar. Penggunaan media sosial menyebabkan krisis pembelajaran dan kesehatan mental pada siswa. Dampaknya, sekolah harus berinvestasi lebih banyak untuk menyusun program-program dukungan.

Gugatan diajukan ke Facebook dan Instagram yang dibawahkan Meta. Tiktok yang dibawahkan Bytedance serta Snapchat juga menjadi sasaran gugatan. Meta dan Bytedance belum menanggapi gugatan itu. Sementara jubir Snap Inc, Tanya Johnson, mengatakan, Snapchat membantu pengguna tetap terhubung dengan teman-temannya. ”Snapchat terbuka langsung ke kamera, bukan unggahan konten, dan tidak memiliki tombol tanda suka atau komentar publik,” katanya. Johnson menyebut, Snapchat senantiasa siap membantu remaja menghadapi aneka tantangan.

Anggota Dewan Sekolah Distrik Toronto, Rachel Chernos, mengatakan bahwa guru dan orangtua menyimak masalah anak-anak kurang bergaul dan mudah cemas di media sosial. Selain itu, ada masalah perundungan dan kecenderungan mencari perhatian dengan cara tidak lazim lewat unggahan di media sosial. Tidak kalah penting, ada masalah mental pada anak-anak yang kecanduan media sosial. ”Perusahaan-perusahaan ini secara sadar telah menciptakan program-program yang bersifat adiktif yang ditujukan dan dipasarkan pada kaum muda. Hal ini menyebabkan kerugian yang signifikan sehingga kami tidak bisa diam begitu saja dan tidak angkat bicara mengenai hal ini,” kata Chernos. (Yoga)