Lingkungan Hidup
( 5816 )Inflasi Beruntun Minyak Goreng Dalam Lima Bulan Terakhir
Minyak goreng mengalami inflasi beruntun dalam lima bulan terakhir, menyebabkan komoditas itu berkontribusi terhadap tingkat inflasi umum dan inti. BPS, Senin (2/12) merilis tingkat inflasi bulanan dan tahunan pada November 2024 sebesar 0,3 % dan 1,55 %. Komoditas utama yang berkontribusi terhadap inflasi bulanan itu adalah bawang merah, tomat, emas perhiasan, daging ayam ras, dan minyak goreng. Plt Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, minyak goreng termasuk dalam delapan komoditas utama yang menjadi penyumbang inflasi pada November 2024. Minyak goreng juga memberikan kontribusi terhadap inflasi inti November 2024 yang sebesar 0,17 % bersamadua komoditas lain, yakni emas perhiasan dan kopi bubuk. Pada bulan tersebut, minyak goreng mengalami inflasi 2,17 % secara bulanan. Andilnya terhadap inflasi umum 0,03 % secara bulanan.
”Tingkat inflasi minyak goreng yang mencapai 2,17 % pada November 2024 itu merupakan inflasi tertinggi komoditas tersebut sepanjang Januari-November 2024,” ujarnya dalam konferensi pers yang digelar secara hibrida di Jakarta. BPS mencatat, pada Januari-November 2024 atau selama 11 bulan, minyak goreng mengalami sembilan kali inflasi dan dua kali deflasi. Pada Juli-November 2024, minyak goreng mengalami inflasi secara beruntun, yakni 0,3 % pada Juli, 0,39 % pada Agustus, 0,38 % pada September, 0,78 % pada Oktober, dan 2,71 % pada November. Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok Kemendag, pada 29 November 2024, harga rerata nasional Minyakita Rp 17.100 per liter, minyak goreng kemasan premium Rp 21.500 per liter, dan minyak goreng curah Rp 17.900 per liter. Sejak 1 Juli 2024, harga rerata Minyakita naik 4,91 %, minyak goreng kemasan premium 2,38 % dan minyak goreng curah 12,58 %. Kenaikan tertinggi terjadi pada minyak goreng curah lantaran Kemendag mengeluarkan minyak tersebut dari program minyak goreng rakyat (MGR). (Yoga)
Wacana Ojol Tak Dapat Subsidi BBM
BMKG Meminta Masyarakat Waspadai Cuaca Ekstrem
Efisiensi Distribusi Jadi Andalan Pertumbuhan
Naik tingginya Produksi dan Harga Gula Petani Tahun Ini
Tahun ini, produksi dan harga gula petani naik signifikan dibanding tahun lalu. Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia menilai situasi itu dapat menjadi modal positif untuk mencapai swasembada gula konsumsi pada 2028. Kementan mencatat, pada 2024 produksi dan produktivitas tebu nasional masing-masing sebesar 33,22 juta ton dan 63,78 ton per hektar, gula konsumsi yang dihasilkan 2,46 juta ton. Pada 2023, produksi dan produktivitas tebu nasional masing-masing sebanyak 31,04 juta ton dan 61,5 ton per hektar. Dari total tebu tersebut, gula konsumsi yang dihasilkan 2,27 juta ton. Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Soemitro Samadikoen, Minggu (1/12) mengatakan, sebenarnya APTRI menyangsikan data produksi tebu dan gula tahun ini, lantaran tanaman tebu petani terdampak El Nino sejak pertengahan 2023 hingga Mei 2024.
”Lantaran kekurangan air,tanaman tebu tidak tumbuh normal atau lebih pendek darip kondisi normal. Nanti kami hitung kembali produksi tebu petani anggota APTRI,” ujarnya. Meski demikian, Soemitro berpendapat, jika benar produksi tebu dan gula tahun ini meningkat, kemungkinan besar disebabkan kenaikan rendemen. Rerata rendemen nasional tahun ini sebesar 7,42 % atau naik tipis dari rendemen tahun lalu yang hanya 7,32 %. Ada juga faktor lain, yakni bertambahnya luas tanam tebu baik yang dilakukan petani ataupun PT Perkebunan Nusantara (Persero) atau PTPN. Areal tebu di Indonesia pada 2024 seluas 520.823,18 hektar, bertambah dari 2023 di 504.776 hektar. Petani mau memperluas tanaman tebu lantaran Bapanas menaikkan harga acuan pembelian gula ditingkat petani dari Rp 12.500 per kg menjadi Rp 14.500 per kg. Berkat kenaikan harga acuan itu, harga lelang gula petani sepanjang musim giling tebu tahun ini lumayan tinggi. ”Harga lelang gula petani terendah Rp 14.500 per kg dan tertinggi Rp 15.400 per kg. Meski demikian, harga lelang gula yang terbentuk banyak yang berada di level Rp 14.500-Rp 15.000 per kg,” katanya. (Yoga)
Mempertanyakan Kelayakan Subsidi BBM Bagi Pengemudi Ojol
Menko Pangan Zulhas Pastikan Stok dan Harga Pangan Akhir Tahun Aman Terkendali
Prabowo Optimistis RI Tidak Impor Beras Lagi Tahun 2025
Kisah Shell Menambang Minyak Bumi Sejak
Swasembada beras dan jagung ditargetkan tercapai pada 2027
Presiden Prabowo memajukan target swasembada pangan dari 2028 menjadi 2027. Upaya mencapai target itu kian berat. Namun, swasembada pangan nasional tidak boleh ditawar-tawar lagi.Untuk merealisasikannya, pemerintah berfokus menyelesaikan persoalan-persoalan mendasar pertanian dan pangan terlebih dahulu. Adapun kalangan pengusaha mendorong pentingnya kemitraan serta satu data di sektor pertanian dan pangan. Hal itu mengemuka dalam Afternoon Tea-Kompas Collaboration Forum (KCF) di Jakarta, Jumat (29/11). Pertemuan yang menghadirkan Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan itu bertema ”Swasembada Pangan, Strategi Pemerintah dan Dampaknya terhadap Dunia Usaha”. Zulkifli mengatakan, Presiden memajukan lagi target swasembada pangan. Awalnya ditargetkan tercapai pada 2029. Lalu, target program prioritas utama itu berubah menjadi 2028 dan kini menjadi 2027. ”Ini bakal kian berat. Namun, Presiden menegaskan, swasembada pangan tidak boleh ditawar-tawar lagi,” ujarnya.
Menurut Zulkifli, pemerintah akan mengejar dahulu swasembada beras dan jagung pakan pada 2027. Target swasembada kedua komoditas tersebut paling memungkinkan untuk dicapai lantaran program-programnya sudah ada dan mulai digarap sejak akhir 2023. Saat ini, pemerintah tengah membenahi beberapa persoalan mendasar untuk menopang swasembada pangan kedua komoditas itu. Pertama, prosedur panjang petani mendapatkan pupuk subsidi dipersingkat. Kementan akan menjaring dan menentukan data petani penerima pupuk subsidi. Kemudian, pupuk itu langsung diberikan kepada petani melalui gabungan kelompok tani dengan menunjukkan KTP. Kedua, waduk dan irigasi akan dibenahi dan dibangun oleh pemerintah pusat ataupun daerah. Ketiga, BRIN telah diminta untuk mengembangkan benih-benih unggul. Keempat, penyuluh pertanian yang semula diampu daerah bakal langsung dipegang pemerintah pusat. Pemerintah juga tengah berupaya mentransformasi Perum Bulog. Perannya sebagai penstabil harga pangan dan pengelola cadangan pangan pemerintah akan diperkuat. Bulog akan di- jadikan badan otonom yang langsung bertanggung jawab kepada presiden. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023








