;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5813 )

BUMN Beramai-ramai Gelar Lelang Pengadaan Pangan

21 Apr 2020

Perum Bulog akan menyerap langsung gabah ke petani untuk menjaga pasokan pangan selama masa pandemi Covid-19. Badan usaha milik negara ini juga akan mengimpor sejumlah komoditas pangan nonberas. Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan Bulog sudah memetakan 10 wilayah produsen gabah. Target pengadaan cadangan beras pemerintah (CBP) sebanyak 950 ribu ton untuk memenuhi kebutuhan penyaluran program ketersediaan pasokan dan stabilitas harga sebanyak 1,2 juta ton.

Bulog juga bekerja sama dengan pihak swasta dan pembelian gula dari Sugar Group Companies Lampung sebesar 15 ribu ton. Selain itu, Bulog mengajukan impor gula mentah melalui PT Gendhis Multi Manis secara bertahap. Bulog juga akan mendatangkan daging kerbau sebanyak 5.000-ton selama Maret-Mei 2020. Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero), Eko Taufik Wibowo, mengatakan RNI mendapat izin impor gula mentah pada pertengahan April lalu, guna mewaspadai keterlambatan realisasi impor gula dari India. Lelang akan digelar pada pertengahan hingga akhir bulan ini dan realisasi impor bisa dilakukan pada awal Mei mendatang. 

Direktur Utama PT Berdikari, Harry Warganegara, mengatakan telah mendapat penugasan impor daging sebanyak 50 ribu ton pada 2020, meliputi daging kerbau dan daging sapi Brasil. Wakil Ketua Komisi BUMN DPR, Aria Bima, meminta pemerintah tak sekadar menyiapkan pasokan jangka pendek, tetapi juga untuk jangka menengah dan panjang untuk menghitung kebutuhan pangan dalam negeri. Pemerintah diminta mengoptimalkan pasokan dalam negeri sebelum mengimpor.

SKK Migas Tinjau Ulang Rencana Kerja Kontraktor

21 Apr 2020

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengkaji permohonan revisi rencana kerja dan anggaran (RKA) tahun 2020 dari sejumlah kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) sektor hulu minyak dan gas. Deputi Operasi SKK Migas, Julius Wiratno, mengatakan wabah Covid-19 membuat pelaku usaha hulu migas kesulitan mencapai target produksi. Hingga pekan lalu, kata dia, SKK Migas telah menerima permintaan evaluasi dari 14 KKKS. Julius mengatakan SKK Migas masih mengkaji perubahan RKA yang diajukan KKKS dengan berbagai asumsi dan skenario. Ketua SKK Migas Dwi Soetjipto menyatakan telah mengajukan sejumlah stimulus untuk menjaga nilai keekonomian proyek hulu migas kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, salah satunya berupa penundaan penempatan dana abandonment site restoration (ASR) tahun 2020. Distribusi material tersendat serta produktivitas juga menurun akibat pergerakan tenaga kerja yang terbatas. 

Di sisi lain, permintaan terhadap minyak dan gas terus menurun di tengah limpahan pasokan. Direktur PT Pertamina EP, Nanang Abdul Manaf, mengatakan tengah mempertimbangkan untuk mengajukan permohonan revisi rencana kerja dan anggaran kepada SKK Migas. Pertamina EP tengah mengkaji ulang rencana pengeboran sumur. Adapun PT Medco Energi Internasional Tbk memangkas target produksi dari 110 ribu BOEPD menjadi 100-150 ribu BOEPD. 


Harga Minyak Mentah Dunia Jatuh Hingga US$ 11 Per Barel

21 Apr 2020

Harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (20/4) jatuh hingga US$ 11 per barel atau terendah dalam 22 tahun. Selain karena pasar kelimpahan pasokan, juga karena permintaan merosot di tengah wabah virus corona Covid-19.

Analis Rystad Bjornar Tonhaugen, mengatakan masalah riilnya adalah produksi terus bertambah sedangkan penggunaan di dunia semakin berkurang, sehingga yang merasakan dampaknya dari sisi harga adalah para produsen. Para investor lebih mencemaskan kondisi fasilitas-fasilitas penyimpanan minyak yang tidak mampu lagi menampung.

Sukrit Vijayakar, analis dari Trifecta Consultants mengatakan, kilang-kilang yang ada juga tidak cukup cepat mengolah minyak mentah itu menjadi produk-produk turunan.

Stephen Innes dari AxiCorp menambahkan, stok terus menumpuk karena tidak ada yang menginginkan pengiriman minyak. Sementara fasilitas penyimpanan di Cushing, AS terus terisi setiap menitnya. Pasar saham juga sebagian besar berada di level rendah, meskipun sebagian pemerintah mulai mempertimbangkan bagaimana dan kapan untuk melonggarkan karantina yang telah melumpuhkan ekonomi global.

Perdana Menteri (PM) Prancis Edouard Philippe melaporkan penurunan angka kematian setiap hari dan laju infeksi melambat, tetapi ia berkeras negaranya belum keluar dari krisis Kesehatan.

Bukti-bukti semakin menunjukkan bahwa langkah-langkah karantina dan jarak sosial telah memperlambat penyebaran virus tersebut.

Pendapatan Pertamina Diperkirakan Jeblok Akibat Covid-19

20 Apr 2020

Direktur PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati menyatakan dalam rapat dengan Komisi Energi DPR bahwa pendapatan perseroan pada tahun ini bakal turun tajam dari rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) akibat dampak wabah Covid-19. Perseroan membuat dua skenario penurunan pendapatan, yakni berat (38%) dan sangat berat (45%) dibanding RKAP.

Untuk mengantisipasi hal ini, Nicke juga mengatakan perseroan sudah menyiapkan beberapa langkah mitigasi termasuk menggenjot impor minyak untuk menambah pasokan dikarenakan harga saat ini yang sedang rendah.

Adapun Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto mengatakan sangat berat mencapai lifting migas sesuai dengan target APBN 2020. Rendahnya harga minyak sejak Februari lalu yang dibarengi dengan penyebaran Covid-19 mulai mempengaruhi kegiatan hulu migas, baik di lingkup operasional, pelaksanaan proyek, maupun penyerapan gas.

Permintaan Minyak 2020 Anjlok 9,3 Juta Bph

19 Apr 2020

Badan Energi International atau International Energy Agency (IEA) menyampaikan tahun ini permintaan minyak global akan mengalami penurunan lebih rendah dibandingkan tahun lalu, bahkan mencapai level yang terakhir terlihat pada 1995, menyusul langkah-langkah karantina (lockdown) di banyak negara guna mencegah penyebaran wabah virus corona Covid-19 yang telah membuat perekonomian mandek. Dalam laporan bulanan terbaru IEA yang dirilis pada Rabu (15/4), Menurut IEA, aktivitas di sektor transportasi hampir menunjukkan penurunan dramatis di mana-mana, seraya mencatat bahwa tindakan karantina telah dilaksanakan di 187 negara dan wilayah sebagai respons terhadap wabah Covid-19. “Bahkan dengan asumsi pembatasan perjalanan telah berkurang pada semester kedua tahun ini, kami memperkirakan permintaan minyak global pada tahun 2020 akan turun 9,3 juta barel per hari dibandingkan 2019, menghapus hampir satu dekade pertumbuhan,” ujar badan yang berkantor pusat di Paris, Prancis seperti dilansir dari CNBC 

Waspada, Beban Keuangan BUMN Tambang Menjulang

19 Apr 2020

Holding BUMN Pertambangan, Mind Id alias Inalum, mesti mewaspadai prospek bisnis dan kondisi keuangan anak usahanya di tengah wabah korona (Covid-19) dan kelesuan ekonomi, Lembaga pemeringkat global, Moody's Investors Service menurunkan outlook Inalum menjadi negatif dari sebelumnya stabil, hal ini dikarenakan pelemahan operasional bisnis kinerja beberapa anak usahanya seperti PT Timbah Tbk (TINS) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), yang terutama dipicu kontraksi margin di tengah kelesuan harga komoditas. Meski begitu, hal ini tidak mengubah peringkat Inalum dan obligasi seniornya, yakni tetap Baa2.

Meski demikian, manajemen Mind Id meyakinkan bahwa kondisi kas holding tetap kuat di tengah tekanan pasar dan harga komoditas. Corporate Secretary Mind Id Rendi A. Witoelar mengatakan, posisi kas holding lebih dari Rp 20 triliun. "Akses ke perbankan dan bond market juga masih bagus," kata dia, kemarin, yang meyakini anak usaha Mind Id mampu mengelola utang dengan baik. Senada dengan ini, Sekretaris Perusahaan TINS, Abdullah Umar juga optimistis mampu mengelola utang "Kami sudah menurunkan utang bank saat ini menjadi sekitar Rp 6,5 triliun," ungkapnya.

Angin Segar untuk Industri

17 Apr 2020

Kementerian ESDM terbitkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 8 Tahun 2020 tentang Harga Gas Khusus Industri sebesar enam dolar AS per million British thermal unit (MMBTU). Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama menjelaskan, perseroan akan melakukan penyesuaian harga jual gas bumi kepada pelanggan industri yang telah ditetapkan oleh Kementerian ESDM. PGN siap untuk mengemban tugas sebagai mitra pemerintah ke depan dalam mengembangkan infrastruktur dan pemanfaatan gas bumi nasional.

Direktur Komersial PGN Dilo Seno Widagdo mengatakan, penerapan lockdown sejumlah negara turut memengaruhi keberlanjutan sektor industri sebagai salah satu pelanggan PGN. Masa puncak penurunan konsumsi gas hampir menyentuh 10% karena Covid-19 bakal terjadi pada Juni-Juli 2020. Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim mengaku penurunan harga gas akan mendorong penghematan biaya produksi perusahaan sampai 10 persen dan meningkatkan daya saing ekspor. Head of Corporate Communication Pupuk Indonesia Wijaya Laksana mengatakan penurunan harga gas berpengaruh pada biaya produksi perusahaan dalam memproduksi pupuk urea dan mengurangi beban subsidi pemerintah. Wijaya berharap perbaikan kurs juga bisa membantu perusahaan lebih efisien.


Selamatkan Produsen Pangan

16 Apr 2020

Badan Pusat Statistik mencatat penurunan nilai tukar petani terjadi di semua subsektor, yakni mencakup tanaman pangan, hortikultura, perkebunan rakyat, peternakan, dan perikanan. Situasi itu menjadi tanda turunnya kesejahteraan petani yang merupakan produsen pangan. Kondisi itu tidak menguntungkan di tengah potensi krisis pangan akibat pandemi Covid-19. Menurut Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), Dalam laporan "Anticipating The Impacts of Covid-19 in Humanitarian and Food Crisis Contexts", menyebutkan Indonesia bisa mengatasi ancaman krisis pangan melalui strategi yang memprioritaskan kesejahteraanan petani sebagai produsen pangan sebaliknya disrupsi pada produksi dan rantai pasok pangan akibat pandemi Covid-19 bisa menjadi bencana bagi populasi yang tergolong rentan.

Ketua Umum Perkumpulan Insan Tani dan Nelayan Indonesia Guntur Subagja memiliki pendapat yang sama terkait hal ini, dengan menjaga kesejahteraan petani melalui kepastian penyerapan (hasil panen dengan harga layak) maka petani dapat memiliki kemampuan memproduksi pangan. Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Lampung Bustanul Arifin dan Guru Besar Fakultas Pertanian IPB University Dwi Andreas Santosa berpendapat menambahkan, kelancaran logistik pangan memegang peran kunci. Jika terganggu, produk petani tak terserap, sementara harga di tingkat konsumen naik.

Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas tentang penanganan Covid-19 melalui telekonferensi dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin, meminta jajarannya mendorong produksi pangan dalam negeri dan memberi perhatian pada peringatan FAO soal potensi gangguan pangan di banyak negara akibat pandemic. Sejumlah produsen pangan justru menghadapi ironi. Para peternak ayam rakyat, misalnya, justru memangkas produksi untuk menyesuaikan penurunan permintaan. Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Indonesia Singgih Januratmoko menyebutkan, peternak ayam pedaging memotong 50 persen produksinya seiring permintaan yang turun. Situasi tak menguntungkan juga dihadapi para petani tebu. Ketua Umum Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia Soemitro Samadikoen khawatir harga gula produksi petani akan tertekan seiring makin gencarnya impor gula. 

Pemerintah saat ini tengah mengarahkan dana desa untuk bantuan tunai melalui Peraturan Menteri Desa Nomor 6 Tahun 2020 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2020. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar mengatakan, dana desa bisa digunakan untuk bantuan langsung tunai (BLT) ke masyarakat miskin atau kehilangan pekerjaan akibat pandemic . Pihaknya memperkirakan alokasi untuk 74.953 desa mencapai Rp 22,4 triliun.

Harga Gula Tetap Tinggi

15 Apr 2020

Harga gula pasir tetap tinggi, mencapai Rp 18.300 per kilogram meski sebagian gula impor telah tiba dan sebagian dialihkan ke pasar konsumsi. Perencanaan yang tak tepat berpotensi menghancurkan harga gula petani. 

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional, harga gula pasir "konsisten" naik selama empat bulan terakhir, kian jauh meninggalkan acuannya yang ditetapkan melalui Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 7 Tahun 2020 tentang Harga Acuan Pembelian di Tingkat Petani dan Harga Acuan Penjualan di Tingkat Konsumen. 

Sekretaris Jenderal Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) M Nur Khabsyin, menyatakan pemerintah tampak panik dalam mengimpor gula. Kepanikan ini justru berpotensi memukul harga di tingkat petani dan menekan kesejahteraan petani tebu.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, pemerintah sudah melakukan operasi pasar melalui pengalihan gula dari industri dalam negeri dan didistribusikan ke sejumlah kota besar.

Menurut Nur Khabsyin, saat ini panen tebu dan proses giling tebu di Sumatera Utara sudah berjalan, dan hasil gula diperkirakan mencapai 50.000 ton. Adapun panen dan proses giling tebu di wilayah Jawa akan dimulai akhir Mei 2020. Nur menyatakan, petani khawatir harga gula anjlok di bawah ongkos produksi dan mengancam kesejahteraan dengan adanya realisasi impor mencapai puncaknya pada Mei-Juni 2020 dan mengancam daya beli petani sebagai konsumen karena harga pangan meningkat.

Pada rapat kerja dengan Komisi IV DPR, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menyebutkan, Kementerian Perdagangan telah memberikan izin impor Gula Kristal Putih (GKP) sebanyak 50.000 ton, dan 250.000 ton gula mentah yang diimpor oleh industri gula rafinasi agar diolah menjadi GKP.

Ketua Umum Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI) Bernardi Dharmawan menyebutkan, ada sembilan anggota asosiasi dan satu pabrik gula yang akan mengolah gula mentah tersebut menjadi GKP dan akan disalurkan kepada distributor dan pelaku ritel.

Direktur Eksekutif Asosiasi Gula Indonesia (AGI) Budi Hidayat berpendapat, pengadaan GKP dari gula mentah impor berpotensi membanjiri pasar gula dalam negeri. Maka harus didistribusikan langsung ke daerah dengan harga gula yang tinggi, terutama di luar Pulau Jawa.

Menakar Aktivitas Pandemic Bond untuk mengurangi ancaman PHK

15 Apr 2020

Salah satu masalah yang menghantui dunia usaha sejak virus corona atau Covid-19 merebak tak terkendali adalah menurun atau bahkan matinya berbagai aktivitas ekonomi yang berujung terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Satu setengah juta pekerja dilaporkan telah dirumahkan dan hanya menerima gaji atau upah separo atau kurang dari yang biasa mereka terima bulanannya.

Untuk mengurangi jumlah korban PHK dan untuk mencegah agar angka pengangguran tidak kembali bertambah, pemerintah saat ini telah mempersiapkan program prioritas berupa surat utang pemulihan atau recovery bonds dan global bond sebagaimana dijelaskan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati ketika menggelar video conference di Jakarta, Selasa (7/4) dan Presiden Joko Widodo juga telah menjanjikan bahwa pemerintah akan mempercepat penyaluran Kartu Prakerja untuk memastikan agar angka pengangguran tidak bertambah di tengah wabah Covid-19.

Seperti dilaporkan media massa, sejumlah perusahaan besar seperti PT Indosat Tbk, PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) dan sejumlah perusahaan lain terpaksa melakukan PHK ratusan bahkan ribuan pegawainya.

Banyak perusahaan mengalami kesulitan mempertahan performance-nya karena sebab-sebab internal dan kondisi perekonomian global yang memang suram. Sejumlah indikator ekonomi nasional, seperti investasi, daya beli, ekspor-impor, pertumbuhan ekonomi, dan lain sebagainya bisa dilihat cenderung kurang menggembirakan.

Di tengah meluasnya wabah virus corona, target pemerintah tampaknya tidak muluk-muluk. Pemerintah tidak berharap pelaku usaha mampu meningkatkan volume produksi, melainkan cukup mereka bisa bertahan saja itu sudah lebih dari cukup. Yang penting angka pengangguran tidak bertambah dan daftar korban PHK tidak makin panjang.

Program populis seperti menyediakan jaring pengaman, memperkuat penyangga ekonomi keluarga miskin, mencegah perusahaan tidak bangkrut, dan lain sebagainya untuk saat ini adalah program prioritas yang fungsional untuk mencegah masyarakat agar tidak makin terpuruk.