;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5813 )

Kota Penyumbang Pangan

15 Jul 2022

Dalam proyeksi PBB, dua pertiga populasi dunia tinggal di kota. Meski hanya menempati 2-3 % luas permukaan bumi, dengan gaya hidup dan praktik konsumsi warganya, kota memonopoli tiga perempat atau 75 % SDA dan menyumbang 70 % emisi gas rumah kaca global (UNEP, 2017; Wei dkk, 2021). Hal ini mendorong perlunya transformasi sistem pangan kota sesegera mungkin. Sistem pangan mencakup alur produksi pangan dari lahan ke meja makan beserta segenap pelaku, kelembagaan dan infrastruktur pendukung serta dampaknya terhadap tiga   aspek keberlanjutan, yaitu sosial, ekonomi, dan lingkungan. Sistem pangan kota yang berkelanjutan (sustainable urban food system) adalah sebuah ideal baru yang ingin dicapai oleh kota-kota dunia. Tekanan sistem pangan yang terus meningkat terhadap planet Bumi telah semakin dikenali, bukan saja oleh kalangan ilmiah, melainkan juga oleh para pengambil kebijakan kota.

Salah satu prakarsa global untuk mewujudkan sistem pangan berkelanjutan adalah Pakta Milan (Milan Urban Food Policy Pact) yang diprakarsai oleh kota Milan di Italia. Hingga pertengahan tahun 2022 sudah 225 kota di dunia yang menjadi anggota dari pakta ini, termasuk lima kota di Indonesia. Tercatat ada 370 praktik baik sistem pangan kota yang terdokumentasi di dalam Pakta Milan. pertanian kota (urban farming) mulai berkembang di kota-kota kita dan telah menjangkau berbagai kelompok usia, termasuk kelompok milenial. Yang menjadi tantangan adalah bagaimana mengangkat kegiatan pertanian kota jadi lebih dari sekadar ”riasan” (gimmick) kota yang hanya bertumpu pada hobi warga. Transformasi menuju sistem pangan kota yang berkelanjutan akan memiliki dampak multidimensi. Secara ekonomi: penguatan ketahanan pangan lokal akan dengan sendirinya meningkatkan ketahanan ekonomi kota.

Di Semarang sedang berlangsung proyek Sustainable, Healthy, Inclusive Food System Transformation (SHIFT) Bappenas-UNEP yang dilaksanakan Yayasan Inisiatif Indonesia Biru Lestari (WAIBI) dan Unika Soegijapranata. Semarang adalah sebuah metropolitan yang unik karena watak agrarisnya masih kuat. Hampir 32% kota seluas 373,7 km persegi itu berupa lahan pertanian, dengan luas sawah lebih dari 22 kilometer persegi dan sekitar 16 kilometer persegi telah ditetapkan sebagai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Tahun 2021 Semarang mampu memenuhi 15 % kebutuhan berasnya sendiri, selain daging ayam (67 %), telur ayam (54 %), dan berbagai buah serta sayuran. Apa yang ada di Semarang tentu dijumpai pula di banyak kota negeri ini. (Yoga)


Kebijakan Harga Gas Dukung Perkembangan Industri

14 Jul 2022

Kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu  (HGBT) sebesar US$ 6 per MMBTU yang telah diberlakukan sejak tahun 2020 telah dimanfaatkan dengan baik, serta menimbulkan dampak positif bagi industri, masyarakat sekitar dalam hal penyerapan tenaga kerja dan ekonomi, serta investasi. Hal tersebut terungkap saat Direktur Pembinaan Program Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dwi Anggoro  Ismukurnianto mengunjungi dua industri yang mendapatkan insentif yaitu PT Platinum Ceramic industry dan PT Asahimas Flat Glass yang berlokasi di Jawa Timur ,Selasa (12/7). "Dua industri ini cukup bagus dapat memaksimalkan HGBT. Perusahaan keramik akan menambahkan investasi baru tahun ini, demikian pula Asahimas rencananya akan mengusulkan investasi baru 2024," ungkap Ismu dalam keterangannya. Kedua perusahaan ini merupakan golongan industri yang ditetapkan mendapat harga gas bumi tertentu di titik serah pengguna gas bumi sebesar US$ per MMBTU. (Yetede)

Presiden Jokowi : Harga BBM Subsidi Tidak Akan Naik

14 Jul 2022

Kabar baik bagi masyarakat. Harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi, seperti Pertalite tidak akan naik sampai akhir tahun ini. Kepastian ini disampaikan Presiden Joko Widodo saat bertemu dengan pimpinan media massa di Istana Negara, Rabu (13/7). Presiden Jokowi menegaskan, pemerintah tetap mempertahankan harga BBM bersubsidi hingga akhir tahun ini. Pertimbangannya, saat ini secara umum penerimaan negara masih mencukupi untuk memberikan subsidi dan mempertahankan harga BBM agar tidak naik. Memang dampak dari keputusan mempertahankan harga BBM bersubsidi ini akan menyebabkan anggaran subsidi membengkak jadi Rp 502 triliun.

Was-was Ambisi Lumbung Pangan Baru

13 Jul 2022

Ditengah compang-campingnya program food estate, pemerintah menyiapkan proyek lumbung pangan baru di sejumlah daerah. Dikhawatirkan hanya menjadi kedok pembangunan infrastruktur yang haus lahan dan anggaran. Ada enam provinsi yang terpampang dalam peta sebaran lokasi pengembangan sentra produksi pangan atau food estate versi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PURP). Tiga lokasi pertama, yakni Sumatera Utara, Kalimantan Tengah, dan Nusa Tenggara Timur, sudah menjadi bagian dari proyek strategis nasional yang dikerjakan pemerintah era Presiden Joko Widodo.  Sedangkan tiga lokasi lainnya dicantumkan dengan status "potensi", yaitu Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, dan Papua. Peta itu terpampang di lembar kedua bahan paparan Direktorat Irigasi dan Rawa pada Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PURP saat bertemu dengan Tempo, Selasa,12 Juli 2022. "Sekarang ditindaklanjuti kementerian dan lembaga, termasuk tim kami yang turun ke lokasi untuk mendeteksi potensi airnya," kata Suparji, Direktur Irigasi dan Rawa. (Yetede)

Biden Minta Arab Saudi Tambah Minyak

13 Jul 2022

Kunjungan Presiden AS Joe Biden ke Arab Saudi pada 13-16 Juli tidak hanya memiliki dimensi politik strategis terkait keamanan  kawasan. Biden punya agenda lain yang tak kalah penting, yaitu meminta Riyadh memproduksi lebih banyak minyak. Langkah ini untuk mencegah harga-harga barang tidak makin meroket. ”Kami percaya perlu ada pasokan memadai di pasar untuk melindungi perekonomian global dan khususnya konsumen minyak di AS,” kata Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Jake Sullivan, Senin (11/7). (Yoga)

Produksi dan Distribusi Bahan Pangan Perlu Diperkuat

12 Jul 2022

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, harga cabai rawit merah pada 18 Mei 2022 masih Rp 47.550 per kg, lalu naik menjadi Rp 65.100 per kg pada 2 Juni 2022. Harga komoditas tersebut terus melonjak hingga Rp 102.000 per kg pada Senin (11/7). Demikian pula bawang merah ukuran sedang, pada 12 Mei 2022, harganya Rp 39.800 per kg, lalu naik, pada 15 Juni mencapai Rp 50.250 per kg. Pada 11 Juli, harganya Rp 64.750 per kg. Kenaikan harga cabai sejak awal Juni 2022, disebabkan produktivitas yang menurun sebagai dampak cuaca ekstrem.

Guru Besar Departemen Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University Nunung Nuryartono (11/7) mengatakan, perlu dilihat betul bagaimana produksi dan distribusi pangan selama ini. Lalu, pemerintah bersama semua pihak berwenang mesti menjaga jangan ada spekulan-spekulan yang memanfaatkan. Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, pekan lalu, mengatakan, perang Rusia-Ukraina juga berdampak pada perekonomian Indonesia, sekurang-kurangnya pada sektor pangan dan energi. Pemerintah masih mengabsorpsi dampak kenaikan harga komoditas global melalui kebijakan fiskal, antara lain dengan meningkatkan subsidi untuk menjaga daya beli masyarakat. (Yoga)


BBM Bersubsidi untuk Nelayan

12 Jul 2022

Pemberian BBM bersubsidi kepada nelayan kecil bukanlah hal baru di dunia. Bahkan, China, negara produsen, konsumen, eksportir sekaligus importir makanan laut terbesar di dunia memberikan subsidi BBM kepada  nelayannya. Mereka terus berinovasi melalui desentralisasi pengelolaan BBM bersubsidi dari pusat ke provinsi (Oceana, 2021). Lalu, bertransformasi ke dalam subsidi pengelolaan perikanan berkelanjutan (Song dkk, 2022).

Indonesia adalah satu dari sedikit negara di dunia yang sumbangan protein dari ikan terhadap total asupan protein hewani per kapita penduduknya telah mencapai 54 % (FAO, 2016) yang berasal dari nelayan kecil dan tradisional. Mereka berkontribusi 60 % produksi nasional, di mana 80 persennya adalah untuk pemenuhan kebutuhan pasar domestik.

Maka, pemberian BBM bersubsidi kepada nelayan kecil dan tradisional sejatinya telah melampaui cita-cita (keluarga) nelayan untuk hidup sejahtera. Ragam kepentingan nasional ada di balik ketepatan  pemberian BBM bersubsidi kepada nelayan: mulai dari membuka lapangan pekerjaan, menekan angka kemiskinan, hingga puncaknya melunasi tugas negara untuk mencukupi kebutuhan pangan perikanan berkualitas bagi tiap-tiap anak bangsa. Terlebih, sekitar 60-70 % biaya nelayan melaut habis untuk membeli BBM. (Yoga)


Menciptakan Subsidi Tepat Sasaran Berbasis Digital

12 Jul 2022

Mulai 1 Juli 2022, PT Pertamina membuka pendaftaran bagi kendaraan beroda empat yang berhak mendapatkan  BBM bersubsidi, jenis solar dan bensin tertentu. Secara teknis, pendaftaran dilakukan dengan aplikasi MyPertamina dan mengisi lembaran formulir di situs Subsiditepat.mypertamina.id. Hal tersebut bertujuan untuk memastikan distribusi BBM subsidi menjadi lebih tepat sasaran. Pendaftaran pada aplikasi itu sifatnya baru uji coba dan belum menjadi sebuah ketetapan yang diimplementasikan saat ini. Oleh sebab itu, penerapan pendataan melalui MyPertamina dan situs daringnya diharapkan dapat mengurangi ketimpangan penerima manfaat subsidi sekaligus mengurangi beban subsidi dari APBN. Sosialisasi perlu dimaksimalkan lantaran masih banyak masyarakat yang belum mengetahui informasi dan teknis pengisian seputar pendataan penerima BBM subsidi.

Pada Mei 2022, pemerintah melakukan penyesuaian subsidi dan kompensasi energi dari semula Rp 134 triliun menjadi Rp 208,9 triliun. Jumlah tersebut ditujukan untuk kompensasi BBM Rp 52,5 triliun dan kompensasi listrik Rp 41 triliun. Berdasarkan data BPS, pada periode 2016-2020 jumlah kendaraan bermotor meningkat rata-rata 6,2 juta atau 5,3 % setiap tahunnya. Fenomena peningkatan jumlah kendaraan tersebut berpotensi besar menimbulkan celah kebocoran subsidi. Pada tahun ini, diperkirakan konsumsi BBM bersubsidi melampaui kuota yang ditentukan. Jika tidak dikendalikan, konsumsi pertalite sebagai salah satu jenis BBM bersubsidi bisa mencapai 28 juta kiloliter. Padahal, kuota yang ditetapkan hanyalah 23 juta kiloliter. (Yoga)


Boros Anggaran Cetak Sawah Baru

12 Jul 2022

Seabreg masalah mengiringi pembukaan lahan pertanian baru pada proyek food estate di Kalimantan Tengah yang dilakoni tentara. BPK  menilai biaya kegiatan senilai ratusan miliar rupiah berpotensi menjadi pemborosan anggaran negara. Sudah sebulan Rusli puyeng. Kepala Desa Pilang, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, itu terus-terusan mendapat keluhan dari warganya. Mereka adalah kelompok tani yang lahannya baru kelar dibuka lewat pekerjaan ekstensifikasi, bagian dari proyek food estate Kalimantan Tengah. Masyarakat meminta Rusli memikirkan bagaimana cara agar alat berat yang dulu membuka lahan itu bisa kembali ke lahan lokasi proyek. "Bingung juga saya karena kan enggak semudah itu," kata Rusli kepada Tempo, Senin, 11 Juli 2022. Akar masalahnya ada di lahan seluas 218 hektar yang baru kelar disulap menjadi calon sawah baru beberapa waktu lalu di sisi selatan kawasan pemukiman desa. "Tanggul sawah belum rapi, bekas tebangan kayu masih di lokasi, jalan usaha tani dan irigasi juga belum ada. Sedangkan kontraktor pelaksana sudah pindah ke lokasi pembukaan lahan berikutnya." kata Rusli. (Yetede)

Pedagang dan Konsumen Keluhkan Lonjakan Harga

11 Jul 2022

Harga sejumlah bahan pokok dan bahan pangan, seperti bawang merah dan cabai, terus meroket. Kenaikan harga komoditas tersebut menyebabkan tergerusnya daya beli masyarakat. Di Surabaya, Jatim, harga bawang merah pada Minggu (10/7) menyentuh Rp 70.000 per kg. ”Memang hampir setiap tahun harga bawang merah naik, tetapi paling mahal Rp 30.000 per kg,” kata Kasmo (55), pedagang bawang di wilayah Rungkut, kemarin. Berdasarkan pantauan di Pasar Surya, Surabaya, harga bahan pokok pada sepekan terakhir mengalami  banyak perubahan. Selepas Idul Fitri, hampir semua komoditas pangan terus melambung.

Pantauan di Pasar Raya Padang, Jumat (8/7), harga cabai merah Rp 104.000-Rp 120.000 per kg. Sementara harga bawang merah Rp 50.000-Rp 55.000 per kg. Nasril (50), pedagang di Jalan Pasar Baru, Pasar Raya Padang, mengatakan, harga cabai merah sangat berfluktuasi. Pada Jumat pagi, ia menjual stok cabai seharga Rp 90.000 per kg. Dua jam kemudian, ia menjual stok baru Rp 100.000 per kg, lalu naik menjadi Rp 110.000 per kg, dan Rp 120.000 per kg pada Jumat siang. Tingginya harga komoditas itu berdampak buruk terhadap pedagang. Daya beli  masyarakat berkurang dan angka penjualan cabai serta bawang menurun 30 % dibandingkan kondisi normal.

Zahara (55), warga Kecamatan Nanggalo, Padang, menyebutkan, kenaikan harga bahan pokok membuat pusing. Ia harus memutar otak dalam mengatur biaya belanja rumah tangga. Di rumahnya, cabai merah harus ada. ”Suami saya tidak makan kalau tak ada cabai,” katanya. Yanti (47), pedagang nasi di Padang Timur, mengatakan, margin keuntungannya semakin tipis sejak harga cabai merah, bawang merah, dan bahan pokok lain naik sebulan terakhir.

Kadis Pangan Sumbar Efendi mengatakan, dinas melakukan operasi pasar setiap Senin-Sabtu untuk mengendalikan harga bahan pokok, termasuk cabai merah dan bawang merah. Operasi pasar dilakukan di toko tani milik dinas ataupun dengan mobil keliling ke 19 kabupaten/kota secara bergiliran. ”Kami menjual dan menyediakan sembako murah untuk mengendalikan harga, termasuk cabai merah dan bawang merah. Misalnya, cabai merah kemarin dijual Rp 80.000 per kg,” ucap Efendi. (Yoga)