Lingkungan Hidup
( 5813 )PROYEK GRR TUBAN : Pertamina Ajukan Investor Baru
Taufik Aditiyawarman, Direktur Utama Kilang Pertamina Internasional, mengatakan sanksi yang dijatuhkan kepada Rusia mulai terasa dalam penyelesaian keputusan akhir investasi atau final investment decision (FID) salah satu proyek strategis nasional itu. “Kami sudah sampaikan ke pihak Rosneft, apakah kami harus ambil partner lain untuk balance, sudah kami komunikasikan. Kami harus informasikan juga ke pihak Rosneft bahwa konflik dengan Ukraina ada implikasinya,” katanya, Kamis (27/7). Untuk diketahui, Rosneft Singapore Pte Ltd. merupakan perusahaan Rusia yang menjadi rekanan Pertamina dalam mengerjakan infrastruktur Kilang Tuban. Perusahaan tersebut ikut terimbas sanksi akibat perang di Ukraina. Sanksi itu belakangan membuat keputusan FID untuk eksekusi proyek beberapa kali mesti diundur. Taufik menjelaskan, pengajuan investor baru untuk proyek GRR Tuban telah disampaikan direksi Kilang Pertamina Internasional sejak 3 bulan lalu melalui pertemuan secara virtual. Adapun, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan kepastian investasi itu dapat dibuat pada Juni lalu setelah beberapa kali pengunduran. Nantinya, hasil FID itu bakal menjadi penentuan dari nasib salah satu proyek strategis senilai US$13,5 miliar tersebut.
POTENSI DAERAH : KOMPAK BERBURU MIGAS NONKONVENSIONAL
Kontraktor Kontrak Kerja sama atau KKKS, terutama yang beroperasi di Provinsi Riau tengah serius memburu potensi minyak dan gas bumi atau migas nonkonvensional di wilayah ini. Komitmen pelaku usaha industri hulu migas tersebut diharapkan mampu meningkatkan ketahanan energi di masa mendatang. PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) misalnya yang telah melakukan studi potensi migas nonkonvensional (MNK) di kawasan Blok Rokan. Hasilnya, ditemukan peluang MNK di Wilayah Kerja (WK) Rokan yang diharapkan mampu mendukung produksi minyak nasional. Direktur Utama PHR Chalid Said Salim mengatakan bahwa potensi sumber daya MNK di WK Rokan berada di formasi Pematang brown shale, yakni batuan induk utama hidrokarbon yang ada di kawasan Sumatra bagian tengah, dan lower red bed, yakni formasi bebatuan yang berada di bawah brown shale. Potensi ini berada pada kedalaman lebih dari 6.000 kaki.“Di WK Rokan potensi MNK ini ada di wilayah Sumur Gulamo, dengan rencana total kedalaman mencapai 8.559 kaki. Sumur ini merupakan salah satu dari dua sumur eksplorasi vertikal yang direncanakan oleh PT Pertamina Hulu Rokan sebagai operator wilayah kerja Rokan, bagi tahapan eksplorasi MNK Rokan,” ujarnya Kamis (27/7).Rencananya, operasi pengeboran sumur eksplorasi MNK Gulamo akan menggunakan rig berukuran besar dengan tenaga 1.500 horsepower (HP). Sebagai pembanding, operasi eksplorasi dan eksploitasi migas konvensional di WK Rokan umumnya menggunakan rig 350 HP, 550 HP, dan 750 HP.
MNK merupakan minyak dan gas bumi yang diusahakan dari reservoir tempat terbentuknya minyak dan gas bumi dengan permeabilitas yang rendah (low permeability). Dalam melakukan studi evaluasi potensi (teknis) MNK Rokan, PHR melakukan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan perusahaan internasional yang telah terbukti berhasil mengusahakan dan mengembangkan sumber daya MNK di Amerika Serikat. PHR juga melibatkan Tim Percepatan Pengusahaan MNK yang dibentuk oleh Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Sementara itu, Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, pasokan migas dalam negeri saat ini belum dapat memenuhi kebutuhan energi nasional, dan berdampak terhadap impor migas.Oleh karena itu, Arifi n memandang bahwa diperlukan upaya untuk dapat mengurangi kebutuhan impor dengan menambah cadangan hidrokarbon.
Di sisi lain, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto menjelaskan bahwa sumur MNK menjadi sejarah baru dalam eksplorasi migas di Tanah Air.
Dia menjelaskan bahwa pengeboran sumur Gulamo eksplorasi MNK ini merupakan salah satu dari empat strategi SKK Migas dalam road to giant discovery minyak dan gas bumi di Indonesia. Pasalnya, potensi hidrokarbon di North Sumatera Basindiperkirakan mencapai 1,86 miliar barel minyak dan 2,4 triliun kaki kubik gas.
Gubernur Riau Syamsuar menyatakan bahwa pihaknya menyambut baik beragam strategi yang dijalankan oleh KKKS dalam meningkatkan produksi migas dari Bumi Lancang Kuning. Menurutnya, dukungan yang diberikan pemda kepada para kontraktor adalah dengan memudahkan perizinan yang memang terkait dengan pemerintah daerah tingkat provinsi dan kabupaten/kota.
Minyak dan Gas Nonkonvensional Jadi Tumpuan
Pencarian sumber daya minyak dan gas non konvensional, yakni jenis shale oil dan shale gas, terus dilakukan PT Pertamina (Persero) lewat penajakan sumur eksplorasi di Lapangan Gulamo, Kabupaten Rokan Hilir, Riau. Pencarian migas non konvensional menjadi tumpuan mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor minyak. Menurut Menteri ESDM Arifin Tasrif, kemampuan produksi minyak konvensional Indonesia saat ini 600.000 barel per hari. Padahal, konsumsi BBM nasional mencapai 1,6 juta barel per hari. Dengan demikian, Indonesia masih bergantung pada impor minyak mentah atau BBM sebanyak 1 juta barel per hari.
”Untuk mengurangi impor, diperlukan upaya menambah cadangan minyak di dalam negeri, salah satunya dengan mengoptimalkan potensi minyak dan gas non konvensional. Indonesia masih memiliki potensi yang cukup besar dan harus dieksploitasi demi menjamin keamanan energi masyarakat,” ujar Arifin dalam acara peresmian pengeboran perdana migas nonkonvensional oleh PT Pertamina Hulu Rokan, Kamis (27/7) di Lapangan Gulamo. Menurut rencana, setelah pengeboran perdana eksplorasi migas non konvensional di Lapangan Gulamo, Pertamina akan melanjutkan kegiatan serupa di Lapangan Kelok, yang masih menjadi bagian wilayah kerja Rokan pada November mendatang. (Yoga)
PLN Kelola Limbah Batubara 1,45 Juta Ton
Hingga Juni 2023, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) telah memanfaatkan abu sisa pembakaran batubara pada pembangkit listrik tenaga uap sebanyak 1,45 juta ton. Abu tersebut diolah menjadi beragam manfaat, seperti bahan batu bata, paving block, bahan campuran jalan beton, hingga tetrapod pencegah abrasi pantai. Menurut Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, Kamis (27/7/2023), pemanfaatan abu sisa pembakaran batubara terus meningkat. Pada semester I-2022, tercatat 951.000 ton abu sisa pembakaran yang dimanfaatkan. (Yoga)
Benih Jagung Bioteknologi Diluncurkan di NTB
Pemerintah terus berupaya meningkatkan produksi jagung nasional, salah satunya lewat penggunaan benih varietas unggul hasil rekayasa genetika seperti benih bioteknologi. Koordinator Kelompok Substansi Penilaian dan Penyebaran Varietas, Direktorat Perbenihan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan Andi M Saleh menyampaikan hal itu dalam Peluncuran Benih Bioteknologi DEKLAB DK95R dari Bayer di Desa Banggo, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (26/7/2023). (Yoga)
Pasokan Elpiji Jatim Ditambah 1 Juta Tabung
Pertamina Patra Niaga Jawa Timur Bali Nusa menambah pasokan elpiji kemasan 3 kilogram dengan total 1.023.511 tabung. Menurut Area Manager Communication Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Ahad Rahedi, Kamis (27/7/2023), tambahan pasokan dilakukan selama periode 25-31 Juli 2023. Salah satu tujuannya meredam gejolak di masyarakat, menyusul menyeruaknya isu kelangkaan pasokan. (Yoga)
Kelaparan Landa Papua Tengah
Sedikitnya 7.500 warga di dua distrik atau kecamatan di Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah, menderita kelaparan akibat bencana kekeringan selama dua bulan terakhir. Pemkab Puncak menyatakan enam warga terdampak telah meninggal. Bupati Puncak Willem Wandik dalam keterangan pers di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Kamis (27/7) mengatakan, bencana kekeringan yang terjadi di Distrik Agandugume dan Distrik Lambewi menelan enam korban jiwa. Penanganan bencana terkendala karena bantuan belum tersalurkan ke dua distrik tersebut mengingat situasi keamanan yang tidak mendukung. Korban tewas adalah Yenis Telenggen (38), Yemina Murib (42), Ater Tabuni (46), Tenus Murib (46), Tera Murib (39), dan bayi bernama Ila Telenggen.
Rata-rata meninggal dalam kondisi lemas, sakit diare, panas dalam, sariawan, dan sakit kepala. Willem mengatakan, musibah kelaparan dipicu cuaca ekstrem dengan temperatur suhu udara yang sangat dingin dan tanpa hujan., sejak Mei lalu sehingga tanaman warga, seperti ubi dan keladi, gagal panen. Jumlah warga yang mengalami kelaparan di Distrik Agandugume 3.500 orang dan si Distrik Lambewi, ada 4.000 orang. Warga yang kelaparan terpaksa mengonsumsi umbi-umbian yang membusuk sehingga terserang diare. Dalam kondisi kesehatan yang lemah, warga harus berjalan kaki selama dua hari untuk mendapat bantuan makanan yang terdistribusikan ke Distrik Sinak. ”Maskapai penerbangan tak berani membawa bantuan makanan dari Sinak ke Distrik Agandugume yang memiliki fasilitas bandar udara. Mereka takut pesawat ditembaki kelompok kriminal bersenjata di daerah tersebut,” kata Willem. (Yoga)
HULU MIGAS Masela Babak Kedua
Setelah terkatung-katung sejak 2020, kejelasan mitra pengelola Blok Masela menemui titik terang. Di sela-sela hajatan konvensi dan pameran Asosiasi Perminyakan Indonesia atau IPA di ICE BSD, Tangerang, Banten, Selasa (25/7) Shell resmi melepas hak pengelolaannya di Blok Masela sebesar 35 persen. PT Pertamina (Persero) dan Petronas, perusahaan hulu migas milik Malaysia, masuk menggantikan Shell. Pertamina, melalui anak usahanya, yaitu PT Pertamina Hulu Energi, membeli 20% saham Shell di Blok Masela, sementara Petronas lewat Petronas Masela Sdn Bhd mengambil 15% sisanya. Nilai penjualan 35% saham Shell tersebut adalah 650 juta USD atau Rp 9,75 triliun yang dibayarkan 325 juta USD atau Rp 4,875 triliun dalam bentuk tunai dan sisanya dibayarkan saat final investment decision di Blok Masela tercapai.
Keputusan masuknya perusahaan pelat merah di Blok Masela membawa secercah harapan. Ada angan-angan agar sumber daya gas di Masela dapat segera diproduksikan dan memberikan manfaat bagi Indonesia, terutama bagi warga di sekitar lapangan gas tersebut. Pengelola Blok Masela pun diminta SKK Migas untuk segera merevisi kembali rencana pengembangan lapangan (plan of development/POD) sejak revisi pertama POD disetujui pada 2019. Percepatan pengembangan gas Masela amat dibutuhkan. Pasalnya, proyek tersebut diperkirakan akan menyerap 10.000 tenaga kerja baru dan membawa manfaat ikutan lainnya (multiplier effect) dari pembangunan infrastruktur pengolahan gas di darat. Masela diharapkan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Indonesia. (Yoga)
KPK Ungkap Dugaan Korupsi Pengadaan Peralatan Basarnas
KPK menangkap sejumlah orang, termasuk pejabat Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas di Jakarta dan Bekasi, Jabar, Selasa (25/7). Penangkapan tersebut diduga terkait kasus dugaan korupsi pengadaan peralatan pendeteksi korban reruntuhan. Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengatakan, penangkapan yang berlangsung di Jakarta dan Bekasi pada Selasa sekitar pukul 14.00 itu terkait dugaan penyerahan uang dalam kaitan korupsi pengadaan barang dan jasa. Dia menegaskan, pihak-pihak yang ditangkap masih diperiksa. Untuk informasi lebih lengkap, kata Nurul, akan disampaikan KPK setelah memeriksa orang-orang tersebut selama 1x24 jam.
”Ini menunjukkan pengadaan barang dan jasa dengan berbagai perbaikan sistem masih tetap dilaksanakan secara prosedural memenuhi ketentuan, tetapi kenyataannya masih diliputi dengan suap. Ini sangat memprihatinkan karena berdampak pada pengadaan yang tidak dibutuhkan atau pengadaan yang di-mark up sehingga merugikan keuangan negara,” kata Ghufron. Saat ditanya soal apakah proyek itu terkait pengadaan pendeteksi korban reruntuhan di Basarnas pada tahun anggaran 2023, Ghufron mengatakan, hal itu masih didata. ”Kami sedang dalami item-nya apa saja,” katanya. Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri membenarkan, penyelenggara negara yang ditangkap KPK merupakan pejabat Basarnas. Selain pejabat Basarnas, KPK juga menangkap pihak swasta dan beberapa orang lain di Cilangkap, Jaktim dan Jatisampurna, Bekasi. (Yoga)
Mengantisipasi Lonjakan Harga Pangan
Tak cukup dengan dampak El Nino, Indonesia kini dibayangi ancaman lonjakan kembali harga pangan dunia akibat mundurnya Rusia dari inisiatif biji-bijian Laut Hitam. Seperti dilaporkan Kompas (25/7/2023), setelah beberapa kali diperpanjang, Rusia pada 17 Juli lalu menarik diri dari kesepakatan yang membolehkan pengiriman komoditas pangan komersial dan pupuk dari Ukraina, melalui Pelabuhan Laut Hitam (Black Sea Grain Initiative/BSGI) tersebut. Langkah Rusia berpotensi menaikkan harga pangan dunia, seperti gandum dan jagung. Ukraina serta Rusia menyumbang 30 % suplai gandum dunia. PBB bahkan mulai bicara kemungkinan bencana kemanusiaan akibat penggunaan pangan sebagai senjata oleh Rusia pada perang Rusia-Ukraina yang melibatkan NATO, yang belum mereda hingga sekarang.
Antisipasi terhadap potensi lonjakan harga pangan di dalam negeri harus segera kita lakukan. Ukraina selama ini menyumbang 20 % pasokan gandum ke Indonesia. Sebagian besar suplai produksi pupuk Indonesia juga dari Belarus dan Rusia. Semua itu dilakukan melalui Laut Hitam. Potensi lonjakan harga pangan dunia ini membuat ketahanan pangan kita kembali dipertaruhkan, di tengah fenomena El Nino yang mengancam pangan global, dan diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus hingga September mengakibatkan musim kemarau lebih panjang dan ekstrem sehingga mengancam produksi pangan kita, serta meningkatkan kebutuhan untuk impor pangan.
Ketergantungan yang besar pada impor pangan selama ini sudah membuat kondisi kita rentan. Selain gandum dan kedelai yang 100 % serta lebih dari 90 % masih harus diimpor, kita juga mengimpor enam dari sembilan bahan pokok, yakni beras, susu, bawang, garam, daging, dan gula. Kenaikan harga pangan yang memunculkan tekanan inflasi pangan akan langsung memukul kesejahteraan masyarakat bawah, dengan separuh lebih pengeluaran rumah tangga masih didominasi pengeluaran untuk makanan. Untuk mengantisipasi dampak El Nino, pemerintah menempuh berbagai langkah memperkuat stok pangan. Ancaman krisis baru pangan ini menjadi momentum bagi kita untuk lebih keras dan serius lagi membenahi ketahanan pangan di dalam negeri, khususnya produksi dan produktivitas. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









