Kue Bingen yang Bikin Kangen
PALEMBANG, SRIPO - Jika kebanyakan orang-orang tua yang sudah berusia diatas 60 tahun menghabiskan waktunya bersama keluarga. Berbeda dengan itu, nenek-nenek di Jln KH Azhari Lorong Waspada Kampung 13 Ulu Palembang ini, masih sangat tekun membuat beragam jenis kue bingen khas Kota Palembang yang sudah menjadi warisan turun temurun. Kue bingen adalah sebutan bagi kue-kue atau makanan khas Kota Palembang yang sudah ada sejak nenek moyang, dan diwariskan hingga ke anak cucu.
Bingen berasal dari bahasa Palembang yang artinya tempo dulu atau masa zaman dahulu.. Nenek-nenek tersebut ialah Aisyah, Cek Dan, Halimah, dan Khodijah yang sudah berusia diatas 60 tahun, dan sangat pandai membuat beragam jenis kue bingen. Uniknya, mereka berempat adalah kerabat yang sejak dahulu tinggal bertetangga dengan rumah yang bersambung dari satu rumah ke rumah lainnya.
Aisyah bercerita bahwa kebanyakan kue bingen terbuat dari tepung beras, yang jika pada zaman dirinya kecil membuat tepung beras harus dibuat secara manual, dengan cara merendam beras beberapa jam, kemudian digiling menggunakan alat bernama isaran. Hingga kini, Aisyah masih pandai membuat kue bingen yaitu kue Gandus, Lumpang, dan Lapis. Dia menerima banyak pesanan setiap harinya, yang biasanya untuk acara arisan, pernikahan atau hajatan keluarga.
Gandus adalah kue yang terbuat dari tepung beras yang dicampur santan dan garam, kemudian dikukus, diatasnya ditaburi potongan daun sop, cabai, dan ebi halus. Hampir sama seperti Gandus, kue Lumpang juga terbuat dari tepung beras, dengan campuran gula merah yang sudah dicairkan, dan gula pasir. Kemudian dikukus, dan ditambahkan kelapa parut diatas kue.
Pembuat kue Pare, yaitu Cek Dan. Kue Pare adalah berbentuk bulat berwarna hijau terang dengan rasa manis didalam kue. Kue Pare terbuat dari ubi kayu atau singkong, yang direbus kemudian dihaluskan dan dicampur tepung tapioka, dicampur air pandan dan kapur sirih. Isinya dimasukkan parutan kelapa yang sudah dioseng dengan gula merah.
Sedangkan Khodijah, membuat kue Mentu yaitu kue yang terbuat dari tepung beras dengan campuran sagu dan santan. Di dalamnya ditambahkan udang ragu, bawang putih, dan jinten, kemudian ditumis, tidak lupa masukkan kelapa dan bungkus menggunakan daun pisang. Rasa kue Mentu cenderung gurih dan asin. Kue bingen lainnya yaitu Klepon, kue berwarna hijau kecil ini dibuat oleh Halimah, dengan berbahan dasar ubi yang diparut kemudian diadon dengan air pandan, ditambahkan sagu agar adonan merekat.
Kemudian masukkan gula batok yang sudah dicairkan, kue Klepon dibentuk bulat dan direbus hingga adonan matang. Setelah matang, diamkan selama beberapa menit, dan baluri dengan kelapa parut..
Hingga kini, nenek-nenek di Kampung 13 Ulu ini masih menerima pesanan secara langsung, hal itu karena mereka pernah ditipu lantaran menerima orderan melalui telpon.
Tidak hanya kue bingen jenis tersebut, keempat nenek ini juga bisa menerima pesanan jenis makanan khas Palembang lainnya untuk acara-acara sesuai permintaan. Kedepan, mereka berharap kue bingen ini terus dilestarikan, hingga anak cucu keturunan masih dapat mengenal dan menikmati kearifan lokal ini.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023