Anggaran K/L Dipangkas, Efektivitas Program Dipertanyakan
Pemerintah melakukan pemangkasan anggaran 2025 secara besar-besaran, dengan total efisiensi mencapai Rp 306,70 triliun, di mana Rp 256,10 triliun berasal dari anggaran kementerian dan lembaga (K/L). Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi yang paling terdampak dengan pemangkasan Rp 4,81 triliun (75,2%), disusul oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Sebaliknya, 16 K/L yang berkaitan dengan penegakan hukum dan pertahanan, seperti Kementerian Pertahanan, Polri, Mahkamah Agung, Kejaksaan Agung, serta DPR dan MPR, tidak mengalami pemangkasan.
Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, efisiensi ini bertujuan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), swasembada pangan, energi, dan sektor kesehatan, dengan tambahan anggaran MBG sebesar Rp 100 triliun menjadi Rp 171 triliun.
Namun, Direktur Eksekutif Indef, Esther Sri Astuti, mengkritik kebijakan ini, karena pemangkasan anggaran infrastruktur dapat menghambat investasi dan ekspor, yang penting untuk pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Sekretaris Jenderal FITRA, Misbah Hasan, menekankan bahwa anggaran yang dihemat seharusnya dialokasikan untuk meningkatkan layanan publik, mengurangi kemiskinan, dan menjaga lingkungan.
Tags :
#AnggaranPostingan Terkait
BRI Cetak Laba Rp 15,5 T di Kuartal I-2026
30 Apr 2026
Anggaran 2025 Terancam Membengkak
28 Jun 2025
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
24 Jun 2025
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
24 Jun 2025
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023