;

Ekonomi Tak Pasti, Defisit APBN Berisiko Melebar

Ekonomi Yoga 29 Apr 2024 Kompas
Ekonomi Tak Pasti, Defisit
APBN Berisiko Melebar

Kinerja keuangan negara sepanjang triwulan I-2024 terdampak oleh dinamika politik dalam negeri serta volatilitas keuangan global dan ketidakpastian geopolitik. Tanpa perbaikan di sisi penerimaan dan belanja negara, defisit APBN 2024 berisiko melebar di atas target. Sepanjang Januari-Maret 2024, realisasi penerimaan negara tercatat Rp 620 triliun, turun 4,1 % secara tahunan. Pajak sebagai sumber utama penerimaan negara turun 8,8 % menjadi Rp 393,9 triliun. Sementara kepabeanan dan cukai turun 4,5 % menjadi Rp 69 triliun. Di sisi lain, belanja justru meningkat. Kemenkeu mencatat, belanja pemerintah naik 18 % dibanding 2023 senilai Rp 611,9 triliun akibat penyelenggaraan pemilu dan penyaluran bansos pada awal 2024.

Sebagai perbandingan, belanja pemerintah pada periode yang sama pada 2023 adalah Rp 518,6 triliun. Memasuki triwulan II-2024, kondisi perekonomian global justru makin bergejolak, menyusul sinyal The Fed bahwa mereka akan mempertahankan tingkat suku bunga di level tinggi lebih lama dari rencana awal. Langkah di luar ekspektasi pasar ini menyebabkan penguatan USD terhadap berbagai mata uang lain, termasuk rupiah. Gejolak ekonomi semakin bertambah dengan eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah setelah serangan udara Iran ke Israel pada 14 April 2024.

Kondisi ini semakin menekan nilai tukar rupiah yang sebelumnya sudah melemah terhadap USD akibat keputusan The Fed, serta mendorong risiko kenaikan harga minyak mentah dunia. Peneliti dari Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA), Fajry Akbar, mengatakan, tekanan bertubi-tubi di awal 2024 mesti diantisipasi dengan strategi penerimaan dan belanja yang tepat. Tanpa terobosan penerimaan dan belanja yang lebih berhati-hati, defisit anggaran bisa melebar daritarget 2,29 % terhadap PDB di APBN 2024. ”Jika tidak ada perbaikan, defisit anggaran sudah pasti melebar. Sebab, sampai Maret ini kinerja penerimaan perpajakan (pajak dan bea cukai) terkontraksi sampai minus 8,2 %, sedangkan asumsi kenaikan target penerimaan pajak dalam APBN 2024 sebesar 9 %,” kata Fajry, Minggu (28/4). (Yoga)

Tags :
#Ekonomi #APBN
Download Aplikasi Labirin :