Bank Sentral Gelontorkan Rp 508,3 Triliun untuk Pelonggaran Moneter
Bank Indonesia telah melakukan pelonggaran kuantitatif (quantitative easing) sebesar Rp 503,8 triliun sejak awal tahun. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan kebijakan tersebut masih perlu ditunjang oleh kebijakan fiskal untuk bisa menggerakkan ekonomi.
Menurut Perry, kebijakan moneter tidak bisa langsung masuk ke sektor riil dan membutuhkan stimulus fiskal agar langsung menyentuh masyarakat. Saat ini, kata Perry, pemerintah dan OJK sedang menerapkan pelonggaran agar dana perbankan segera mengalir.
Pelonggaran moneter sebesar Rp 386 triliun berasal dari pembelian surat berharga negara di pasar sekunder yang dilepas asing dan dari term repo perbankan.
Tags :
#PerbankanPostingan Terkait
BRI Cetak Laba Rp 15,5 T di Kuartal I-2026
30 Apr 2026
Anggaran 2025 Terancam Membengkak
28 Jun 2025
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
24 Jun 2025
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023