Taktik Baru Setelah Usai Pesta Politik
Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 sudah terlaksana. Laju bisnis sektor transportasi dan logistik diproyeksi bakal positif. Presiden Direktur PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA), Prodjo Sunarjanto menjelaskan ASSA tidak terlibat banyak dalam melayani distribusi logistik selama Pemilu 2024. Sebab, pangsa pasar ASSA masih meliputi kebutuhan korporasi dan institusi. "Terkait rencana bisnis ASSA, kami akan menyesuaikan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia pasca pemilu dan pembentukan kabinet," ujarnya kepada KONTAN, Selasa (20/2). Untuk itu Prodjo memprediksi, pendapatan ASSA Group antara Rp 4,7 triliun - Rp 4,8 triliun di tahun 2024 ini. Namun ia tidak merinci proyeksi pendapatan di tahun 2023. Sementara pendapatan ASSA hingga 30 September 2023 sebesar Rp 3,46 triliun. Yang jelas agar bisa mengejar target tersebut, ASSA, menurut Prodjo, sudah menganggarkan belanja modal alias capital expenditure (capex) sekitar Rp 1,5 triliun - Rp 1,6 triliun tahun ini. Salah satunya adalah untuk melakukan peremajaan dan tambahan armada, antara 4.500- 5.000 unit armada tahun ini. Direktur Keuangan PT MPX Logistics International Tbk (MPXL), James S Chandra menyatakan, distribusi pemilu 2024 tidak memiliki pengaruh yang signifikan. Sebab, bisnis MPXL berfokus pada angkutan komoditas infrastruktur. Maka, di tahun 2024 ini, MPXL menargetkan pendapatan Rp 222 miliar. Target ini naik 59% secara tahunan alias year on year (yoy) dibanding pendapatan tahun 2023. Menurut James, target di tahun 2024 sudah sangat realistis. Target tersebut sudah memprediksi dampak langsung maupun tidak langsung selama masa pemilu. Dalam waktu dekat, MPXL akan melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Agendanya adalah membahas beberapa poin terkait kinerja perusahaan tahun 2023, strategi di tahun 2024 dan pembagian deviden. Reza Priyambada, Investment Consultant Reliance Sekuritas Indonesia melihat, pergerakan saham-saham emiten transportasi dan logistik cenderung bervariasi satu sama lainnya. Ini tergantung dari kinerja bisnis dan likuiditas saham para emiten. Di kedua sektor itu, Reza merekomendasikan beli saham Hasnur Internasional Shipping (HAIS) dan ASSA dengan target harga masing-masing Rp 248 dan Rp 750 per saham.
Tags :
#SahamPostingan Terkait
BRI Cetak Laba Rp 15,5 T di Kuartal I-2026
30 Apr 2026
Anggaran 2025 Terancam Membengkak
28 Jun 2025
Aturan Baru Jadi Tantangan Industri
25 Jun 2025
Langkah Ekspansi dan Divestasi Perusahaan
24 Jun 2025
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023