KPR 35 Tahun, Mungkinkah?
Wacana masa kredit pemilikan rumah (KPR) hingga 35 tahun
dimunculkan untuk memperingan konsumen dalam upaya mereka memenuhi kebutuhan kepemilikan
tempat tinggal. Respons generasi muda kebanyakan menolak. KPR 35 tahun ini tak
menarik karena otomatis masa utang menjadi lebih lama, bunga yang dibayar makin
banyak, dan tak manusiawi. Apalagi dalam waktu 35 tahun, spending kita bukan
cuma rumah, justru akan lebih besar karena ada tanggungan, dari anak sampai orangtua.
Selama ini, saya memutuskan belum beli rumah karena harga rumah yang mahal dan
ketakutan terhadap utang. Kalau kondisinya seperti ini, saya lebih baik
ngontrak agar tak terikat utang dan bisa fokus, ujar Theresia Yoslin Tambunan
(26), Karyawan Swasta di Jakarta
Menurut Rakhmat Nur Hakim (34) Praktisi Komunikasi di Jakarta,
skema ini tidak menarik. Memperpanjang tenor sama dengan mempermahal total
biaya KPR. Pemerintah semestinya bangun rusun khusus seperti di Singapura di
tengah kota. Rusunawa untuk masyarakat menengah-bawah, rusunami untuk
masyarakat menengah tetapi dengan harga wajar. Bukan dengan harga dan skema
KPR. Saat ini, kontrak rumah di Jakarta masih menjadi opsi karena ongkos untuk
bekerja dan beraktivitas di pusat kota tidak besar. Angela Shinta Dara (27) Karyawan
Swasta di Jakarta Rasa, mengatakan, untuk punya komitmen berutang jangka
panjang 35 tahun itu menyeramkan. Secara pribadi, selama belum bisa beli rumah
tunai, tidak masalah untuk kontrak (rumah) dulu. Lebih takut komitmen utang jangka
panjang karena belum ada pasokan rumah terjangkau. Pernah tertarik KPR, tetapi
dengan pertimbangan tadi, rasanya urung. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023