Program JETP Harus Bisa Cegah Pengangguran
Proses peningkatan keterampilan atau up skilling menjadi elemen penting dalam implementasi kerja sama energi transisi yang adil atau just energy transition partnership (JETP). Warga di area tapak pertambangan batubara, misalnya, perlu didampingi agar tidak menganggur akibat penghentian operasi lebih dini pembangkit listrik tenaga uap atau PLTU. Situasi tersebut berkaitan dengan Survei Nasional Opini Publik terkait JETP oleh Center of Economic and Law Studies (Celios) dan Unitrend kepada 1.245 responden yang tersebar di sejumlah daerah di Indonesia. Survei dilakukan selama dua pekan memanfaatkan fitur Facebook Ads dan Instagram Ads.
Direktur Kebijakan Publik Celios Media Wahyudi Askar, dalam peluncuran hasil survei itu, di Jakarta, Rabu (5/7) mengatakan, di daerah tambang, sebagian responden khawatir pemasukan (income) mereka berkurang jika pengakhiran lebih dini operasi PLTU dilakukan. Mereka menggantungkan perekonomian dari operasionalisasi PLTU. Namun, bagaimanapun, pengakhiran operasi PLTU penting guna mencapai target JETP dalam mengurangi emisi gas rumah kaca. ”Yang mereka harapkan ialah up skilling. Dilatih untuk pekerjaan lain,” ujarnya. Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira menambahkan, ”Semakin banyak upaya tuk reskilling di semua rantai pasok yang akan terdampak akan menjadi best practice transisi pekerja. Sebab, transisi energy juga harus berarti ada transisi pekerja yang berkeadilan, termasuk bagi pelaku UMKM.” (Yoga)
Tags :
#Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023