HUT KE-58 KOMPAS, Jurnalisme Mencerahkan di Era Teknologi
Perkembangan teknologi meroket cepat. Kombinasi genetik bahkan bisa dilakukan untuk pencegahan penyakit. Telemedicine dan e-health pelayanan kesehatan jarak jauh pun berkembang masif. Robotika diterapkan tidak hanya di industri manufaktur, tetapi juga di jasa pelayanan, bahkan medis. Berbagai perangkat bisa semakin dihubungkan satu sama lain di jaringan internet melalui teknologi internet of things (IoT). Bahkan, transaksi pembayaran sudah serba digital. Teraktual dan terheboh adalah lahirnya teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang memungkinkan perangkat melakukan tugas-tugas yang membutuhkan kecerdasan manusia, seperti pengenalan suara dan gambar, pemrosesan bahasa, pemodelan prediktif, bahkan pengambilan keputusan secara otonom. Dalam sekejap, mesin AI dapat menjawab pertanyaan apa pun, membuat buku, membuat lukisan, bahkan menjadi presenter radio dan televisi.
Ibarat pisau, kemajuan teknologi juga memberikan tantangan dan dampak sekaligus. Digunakan bijak akan membantu, salah digunakan akan merusak. Fenomena isolasi sosial akibat ketergantungan gawai, terjadinya kesenjangan digital antara mereka yang memiliki akses terhadap teknologi dan yang tidak adalah beberapa dampaknya. Beragam persoalan etis pun mengemuka, termasuk penyalahgunaan privasi.Kemajuan teknologi komunikasi juga membawa dampak pada semakin melimpah berita bohong atau palsu. Kembali, manusialah yang harus jadi penentunya. Benar yang dikatakan fisikawan Prof Michio Kaku, ”Teknologi adalah alat yang kuat, tetapi keberhasilan atau kegagalan sebagai masyarakat ditentukan oleh cara kami menggunakan teknologi tersebut.”
Memasuki usia ke-58, harian Kompas yang kini juga terus mengembangkan koran digital, yaitu Kompas.id, berkomitmen mengusung jurnalisme mencerahkan. ”Jurnalisme mencerahkan adalah standar profesional yang harus dijunjung tinggi. Ini melibatkan integritas, ketelitian faktual, analisis yang obyektif, dan komitmen untuk mencerahkan dan melayani masyarakat. Jurnalisme mencerahkan adalah sumber informasi yang dapat dipercaya dan solusi atas penyebaran disinformasi,” kata Prof Geneva Overholser, pengajar jurnalisme. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023