Diskon Sepeda Motor Listrik Belum Dilirik
Tiga bulan berlalu sejak pemerintah meluncurkan stimulus pembelian 200 ribu unit sepeda motor listrik, tapi peminatnya baru 0,4 persen dari target. Jumlah unit yang tersalurkan hingga ke tangan konsumen pun masih bisa dihitung dengan jari. Pemerintah berupaya mengebut serapannya. Dilansir dari Sistem Informasi Pemberian Bantuan Pembelian Kendaraan Listrik Roda Dua (Sisapira), hingga kemarin siang, baru 818 unit yang terdaftar menerima program potongan harga Rp 7 juta dari pemerintah. Dari jumlah itu pun, baru 18 unit yang masuk tahap verifikasi kesesuaian data transaksi, seperti identitas konsumen serta pengurusan surat tanda nomor kendaraan (STNK) dan tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB). Sedangkan jumlah kendaraan yang tersalurkan ke tangan pembeli baru empat unit.
Juru bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri, mengatakan realisasi subsidi kendaraan listrik terhambat, antara lain, oleh kurang masifnya sosialisasi. "Jadi, masyarakat bersikap wait and see terhadap program ini," katanya kepada Tempo, akhir pekan lalu. Dia juga tak menampik bahwa panjangnya proses verifikasi ikut berkontribusi. Verifikasi dokumen STNK dan TNBK, misalnya, membutuhkan waktu dua pekan hingga satu bulan Menurut Febri, pemerintah juga butuh dukungan dari dealer untuk meningkatkan promosi pembelian sepeda motor listrik dengan skema bantuan pemerintah. Dia menyadari ada kekhawatiran para dealer soal ketidakjelasan penggantian dana potongan harga dari pemerintah. "Tapi tidak perlu khawatir," ujarnya. Pemerintah mengestimasikan waktu 1,5 bulan untuk memproses klaim, dihitung dari proses pendaftaran. Seluruh tahapannya juga bisa dipantau langsung di Sisapira. (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023