Demi Memangkas Antrean di Jalan Tol
JAKARTA – Pemakaian sistem transaksi jalan tol nirsentuh atau multi-lane free flow (MLFF) tetap ditunggu-tunggu meski batal diterapkan perdana pada awal Juni lalu. Vice President of Standardization and Monitoring Evaluation Intelligent Transport System (ITS) Indonesia, Resdiansyah, meminta agar uji lapangan dan pembuktian keandalan teknologi yang didukung sensor satelit itu bisa segera dirampungkan.
“Asalkan pengujiannya bisa sesuai dengan target. Prospeknya masih bagus untuk mengurangi kemacetan di pintu tol,” tutur Resdiansyah kepada Tempo, kemarin.
Rancangan implementasi MLFF yang diprakarsai Roatex Zrt Ltd, entitas teknologi asal Hungaria, itu masih jalan di tempat. Teknologi jalan tol senilai US$ 309 juta atau sekitar Rp 4,63 triliun yang digarap Roatex bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ini akan dipakai perdana di ruas jalan tol Bali Mandara pada 1 Juni lalu.
Namun rencana itu batal karena ketidaksesuaian antara hasil uji coba sejumlah perangkat penunjang MLFF dan target keandalan alias key performance indicator (KPI) yang disepakati Indonesia dan Hungaria. Kondisi itu diperparah oleh perbedaan pendapat dalam tubuh PT Roatex Indonesia Toll System (RITS), entitas yang nantinya menjadi operator MLFF. (Yetede)
Tags :
#InfrastrukturPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023