Pembangunan PLTN Masih Hadapi Tantangan
Indonesia dinilai mampu untuk mulai membangun pembangkit listrik tenaga nuklir berskala kecil. Namun, pembangunan PLTN belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat lantaran terkendala biaya dan persetujuan masyarakat. Sampai saat ini, pemerintah masih membahas hal itu dalam RUU Energi Baru dan Energi Terbarukan atau RUU EBET. Djarot Sulistio Wisnubroto, peneliti senior tenaga atom BRIN, mengatakan, saat ini Indonesia belum memiliki PLTN. Namun, pemerintah sudah mulai mencanangkan pembangunan pembangkit listrik yang tergolong sebagai energi baru tersebut.
”Indonesia sudah mampu mendesain dan membangun PLTN meski skalanya kecil. Badan Tenaga Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA) juga sudah mengakuinya. Meski berskala kecil, PLTN itu dapat ditingkatkan dari semula 10 megawatt (MW) menjadi 300 MW, dan 600 MW,” ujarnya dalam webinar bertajuk ”Lebih Dekat dengan Teknologi Nuklir” yang diadakan Tunas Hijau ID, Sabtu (17/6/). Walakin, pembangunan PLTN itu masih belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat, karena besarnya biaya membangun reaktor nuklir dan masih adanya penolakan dari sebagian masyarakat. (Yoga)
Tags :
#Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023