Peternakan Sapi Perlu Jadi Proyek Strategis
Menjelang Idul Adha, pasokan sapi hidup masih menjadi tantangan. Persoalannya sudah terjadi sejak hulu peternakan sapi rakyat. Pemerintah sudah saatnya serius memperhatikan peternakan sapi dan menjadikannya sebagai proyek strategis nasional. Penelusuran tim wartawan Kompas akhir Mei hingga pertengahan Juni 2023 menemukan, masalah terletak pada peternak rakyat skala rumah tangga. Dalam skala peternak rakyat, masalahnya me- nyangkut nilai ekonomi beternak sapi. Di tengah sulitnya mendapatkan pasokan di dalam negeri, impor menjadi pilihan. Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Kementtan Agung Suganda, dalam diskusi swasembada daging Badan Pangan Nasional di Bekasi, Jawbar, Selasa (6/6) mengungkapkan, ketergantungan Indonesia terhadap impor daging sapi dan kerbau di atas 40 %.
Setiap tahun, rata-rata jumlah sapi yang dipotong di Indonesia 2,5 juta ekor, dengan 650.000 ekor di antaranya disembelih saat Idul Adha. Maka, peningkatan jumlah populasi dibutuhkan untuk menekan ketergantungan impor menjadi 10 % pada 2026. Dirut PT Berdikari Harry Warganegara mengusulkan peningkatan populasi sapi menjadi proyek strategis nasional untuk mencapai swasembada daging sapi. Data BPS menunjukkan, populasi sapi potong nasional pada 2022 mencapai 18.610.148 ekor, dibudidayakan oleh usaha peternakan rumah tangga yang cenderung menurun. Merujuk data Statistik Peternakan dan Kesehatan Hewan 2022, jumlah pelaku usaha peternakan sapi potong turun dari 5.078.979 rumah tangga pada 2013 menjadi 4.642.186 rumah tangga pada 2018. (Yoga)
Tags :
#PeternakanPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023