Inflasi Positif, Suku Bunga Jepang Negatif
Bank of Japan (BoJ) mempertahankan kebijakan moneter sangat longgar. Bank sentral Jepang ini menetapkan suku bunga jangka pendek -0,1%. BoJ juga mematok batasan 0% untuk
yield
obligasi tenor 10 tahun, sesuai kebijakan kontrol kurva
yield.
BoJ tetap mengambil keputusan ini kendati inflasi lebih tinggi dari yang diperkirakan. Bank sentral negeri samurai ini bahkan memberi sinyal mempertahankan pandangan
dovish
saat banyak bank sentral negara lain menaikkan suku bunga, demi fokus pada pemulihan ekonomi.
BoJ berekspektasi inflasi naik seiring penguatan aktivitas ekonomi dan makin ketatnya pasar tenaga kerja. Tapi, juga tetap mewaspadai kemungkinan inflasi melambat di akhir tahun.
Karena itu, Jepang akan mempertahankan stimulus sampai ada kejelasan permintaan di masyarakat meningkat.
Inflasi inti Jepang mencapai 3,4% di April, seiring kenaikan harga bahan mentah yang memaksa produsen menaikkan harga barang. Pemberi kerja juga memberi kenaikan gaji dengan persentase tertinggi dalam tiga dekade terakhir. Ini memicu harapan deflasi di Jepang berakhir.
BoJ juga akan meneliti berbagai efek kebijakan moneter untuk melawan deflasi selama ini. Salah satu efek samping yang akan diteliti adalah efek terhadap sistem perbankan. Kajian terhadap efek kebijakan moneter ini diprediksi dilakukan dalam satu atau satu setengah tahun ke depan.
Tags :
#InternasionalPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023