Jaga Gairah Berproduksi
Produksi beras sepanjang Januari-April 2023 diproyeksikan lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Guna menghadapi kecenderungan tersebut di tengah proyeksi El Nino yang berpotensi memicu kekeringan, gairah petani untuk tetap memproduksi padi perlu dijaga, dengan kebijakan harga yang berpihak kepada mereka. Data Badan Pangan Nasional (NFA) yang bersumber dari hasil pengamatan BPS pada April 2023 menunjukkan, produksi beras nasional pada Januari-April 2023 mencapai 12,91 juta ton atau lebih rendah dibandingkan dengan periode sama tahun lalu di 13,71 juta ton. Se mentara produksi beras pada Mei dan Juni 2023 masing-masing diproyeksikan 2,73 juta ton dan 2,49 juta ton. Di sisi lain, konsumsi beras nasional pada Januari-April 2023 mencapai 10,15 juta ton atau lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu di 10,03 juta ton. Konsumsi beras pada Mei juga diperkirakan naik dari 2,51 juta ton (2022) menjadi 2,54 juta ton (2023) dan pada Juni meningkat dari 2,52 juta ton menjadi 2,55 juta ton.
Imbasnya, potensi surplus beras bulanan pada Mei 2023 mencapai 180.000 ton, sedangkan pada Juni 2023 berpotensi defisit sebesar 50.000 ton. Menurut Kepala NFA Arief Prasetyo Adi, situasi produksi beras yang turun di tengah kenaikan konsumsi perlu disikapi secara hati-hati. Pemerintah bisa mengelola kondisi itu. ”Konsumsi beras meningkat karena pertumbuhan penduduk. Dalam situasi ini, faktor-faktor yang meningkatkan produksi perlu didorong,” katanya saat dihubungi, Senin (12/6). Guru Besar Fakultas Pertanian IPB University sekaligus Ketua Umum Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB2TI) Dwi Andreas Santosa mengatakan, petani masih bergairah menanam padi lantaran harga gabah kering panen (GKP) menarik. Dia berharap pemerintah menjaga harga agar tetap berpihak kepada petani sehingga potensi penurunan produksi beras akibat El Nino tidak signifikan. Penurunan produksi beras tahun ini diperkirakan 5 %. ”Artinya, jika kebijakan harga berpihak kepada petani, penurunan produksi bisa kurang dari 5 %,” ujarnya. (Yoga)
Tags :
#PertanianPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023