Tekan Biaya Logistik Agar Perekonomian dan Daya Saing RI Meningkat
Transformasi layanan publik berbasis teknologi dibidang ekspor dan impor perlu terus diakselerasi. Ini perlu dilakukan untuk meningkatkan perekonomian dan daya saing Indonesia yang masih terkendala oleh tingginya biaya logistik. Pemerintah memiliki pekerjaan rumah bagi Indonesia untuk memeratakan competitivenes index di tiap daerah. Sebab, tingginya biaya logistik terkendala oleh luasnya wilayah Indonesia dan kondisi negara yang berbentuk kepulauan. Berdasarkan Logistic performance Index (LPI) tahun 2023 yang dipublikasikan Bank Dunia, Indonesia kalah dibandingkan banyak negara yang justru semakin maju. Dari 139 negara, Indonesi menempati peringkat ke 263, kalah dari sejumlah negara Asean lainnya yang kondisi geografisnya tidak serumit Indonesia. Ada enam dimensi yang dihitung dalam LPI, yakni costums, infrastructure, international shipment, logisctics competence dan quality, timelines, serta tracking and tracing. Dari keenam itu, terdapat empat indikator di Indonesia yang mengalami penurunan yakni dimensi timelines tracking and tracing, international shipment, serta logistics competence and quality. "Saya berharap kita bisa terus memperbaiki sistem ini, sehingga Indonesia memiliki sistem logistik yang betuk-betul makin kompetitif. Sebab, logistics performance index Indonesia tahun ini kalah dibanding banyak negara yang justru makin maju,"kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, akhir pekan lalu. (Yetede)
Tags :
#EkonomiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023