Penghasilan Aktif dan Penghasilan Pasif, Apa Bedanya?
Secara deskripsi, keamanan finansial adalah kondisi saat penghasilan aktif sebuah rumah tangga dapat memenuhi kebutuhan hidup dasar setiap bulannya. Setelahnya, rumah tangga akan berusaha untuk mencapai tahap merdeka finan- sial, yaitu kondisi saat penghasilan pasif sebuah rumah tangga dapat memenuhi kebutuhan hidup dasar setiap bulannya. Contohnya, sebuah rumah tangga memiliki pengeluaran untuk hidup rutin Rp 7 juta per bulan, lalu cicilan rumah Rp 3 juta per bulan, dan pengeluaran untuk hiburan Rp 2 juta per bulan. Maka, kebutuhan hidup dasar rumah tangga adalah Rp 10 juta per bulan, yang terdiri dari hidup rutin dan cicilan saja. Untuk memperoleh keamanan finansial, diharapkan rumah tangga memiliki penghasilan aktif minimal sejumlah Rp 10 juta per bulan. Karena itu, perencana keuangan akan menyarankan untuk mengumpulkan dana darurat Rp 120 juta atau 12x pengeluaran rutin bulanan.
Harapannya, saat terjadi kondisi pandemi seperti pengurangan pemasukan rumah tangga, setidaknya ada ”bantalan” keuangan yang dapat membantu selama satu tahun ke depan. Untuk menjaga kestabilan keuangan hingga bisa mencapai kemerdekaan finansial, setiap rumah tangga perlu mengevaluasi sumber pemasukan saat ini. Penghasilan aktif adalah semua pemasukan yang berasal dari melakukan tugas dengan imbalan uang, termasuk gaji, komisi, ataupun honor atas pekerjaan, bahkan keuntungan dagang yang dilakukan secara harian. Sementara penghasilan pasif diperoleh dari suatu asset aktif yang dapat berupa keuntungan investasi, hasil sewa atas properti, royalti dari suatu karya yang dibuat, dan seterusnya. Kestabilan keuangan akan terbentuk apabila sebuah rumah tangga tidak menggantungkan pemasukan hanya dari satu sumber. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023