New York Salip Hongkong
JAKARTA,ID- Makanan, sarana umum, transportasi umum, dan kebutuhan dasar seperti barang rumah tangga menjadi tolok ukur barang maupun jasa yang biasa dibeli oleh para ekspatriat di dunia. Kota termahal utuk memenuhi kebutuhan hidup itu adalah New York City di Amerika Serikat (AS). Berdasarkan hasil survei terbaru "Cost of Living" oleh ECA International,yang dilansir CNBC pada Rabu (07/06/2023) waktu setempat, New York merebut posisi pertama dari Hongkong, yang telah selama empat tahun menyandang gelar kota termahal di dunia bagi para ekspatriat. Penelitian ini dilakukan guna membantu organisasi-organisasi menghitung tunjangan biaya hidup bagi para pekerja yang ditugaskan di negara-negara tempat penugasan. Hasil dari riset tersebut kemudian memberikan peringkat kepada 207 kota, berdasarkan kelompok barang dan jasa yang biasa dibeli oleh para ekspatriat. Mulai dari makanan, utilitas, transportasi umum dan kebutuhan dasar seperti barang-barang rumah tangga. Meski posisinya si rebut oleh New York, tetapi Hong Kong masih tetap menjadi lokasi termahal di kawasan Asia. "Meksipun demikian, Hong Kong turun dalam peringkat kami karena kenaikan harga barang jasa sehari-hari diredam oleh penurunan biaya akomidasi di kota ini." kata Lee Quane, Direktur Regional Asia di ECA International. (Yetede)
Tags :
#InternasionalPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023