PROYEK STRATEGIS NASIONAL : MAJU MUNDUR SI KERETA KILAT
Pengoperasian megaproyek kereta cepat Jakarta—Bandung Jawa Barat tak diubah pada pertengahan Agustus 2023, meskipun ada dugaan kendala dalam proses sertifikasi laik operasi dari regulator. Tak putus dirundung malang. Paribahasa yang artinya mendapatkan musibah terus menerus tengah dialami proyek kereta cepat rute Halim Jakarta—Tegalluar, Bandung Jawa Barat. Setelah mengalami masalah teknis akibat pencurian kabel tembaga dan baut yang terpasang di jalur kereta cepat di Karawang baru-baru ini, proyek strategis nasional (PSN) itu kembali didera masalah belum keluarnya sertifikat kelayakan operasi untuk Kereta Cepat Jakarta—Bandung (KCJB). Padahal, operasional perdana KCJB dijadwalkan pada pertengahan Agustus 2023 atau bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun ke-78 Republik Indonesia. Bila merujuk jadwal tersebut, persiapan operasional proyek kereta cepat adalah kurang dari 3 bulan. Belum lagi, beberapa stasiun KCJB masih digarap oleh kontraktor. Pada saat yang sama, kontraktor penggarap yang juga pemegang saham konsorsium Indonesia yaitu PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) tengah mengalami hambatan dengan adanya proses restrukturisasi finansial. Oleh karena itu, regulator yaitu Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan tiga konsultan proyek KCJB yaitu Mott Macdonald, PwC, dan firma hukum Umbra merekomendasikan operasi komersial dilakukan pada Januari 2024.
Manajemen PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) selaku operator KCJB mengumumkan target operasional kereta cepat rute Jakarta—Bandung tetap yaitu pada 18 Agustus 2023. Manager Corporate Communication KCIC Emir Monti mengatakan bahwa periode soft launching untuk masyarakat yang berminat mencoba KCJB dimulai pada Agustus hingga September 2023. Masyarakat juga bisa menjajal integrasi KCJB dengan LRT Jabodebek yang menghubungkan Stasiun KCJB Halim ke semua stasiun pelayanan LRT Jabodebek. Selain itu, masyarakat juga bisa mencoba integrasi KA feeder dengan Stasiun KCJB Padalarang dengan Stasiun KAI Bandung dan Cimahi. Namun, Emir tak membantah bahwa belum semua stasiun KCJB bisa melayani penumpang. “Pada masa pengenalan tersebut, stasiun yang akan melayani naik turun penumpang jumlahnya masih terbatas dan akan ditambah secara bertahap,” katanya dalam keterangan resmi, Kamis (8/6). Juru bicara Kemenhub yang juga Staf Khusus Menhub Bidang Pengembangan SDM dan Kehumasan Adita Irawati menyarankan menanyakan kepada Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi.
Tags :
#TransportasiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023