AKHIR PANDEMI COVID-19 : Napas Startup Kesehatan Masih Panjang
Pendanaan kepada perusahaan rintisan atau startup sektor kesehatan di Indonesia diprediksi masih akan bertumbuh meskipun pandemi Covid-19 sudah berakhir. Ketua Umum Asosiasi Modal Ventura dan Startup Indonesia (Amvesindo) Eddi Danusaputro mengatakan bahwa berdasarkan data dari DailySocial Research menunjukkan digital health market di Indonesia masih akan tumbuh 20% sampai 10 tahun mendatang. ”Salah satu yang paling cepat akselerasinya di Asia Tenggara,” ujarnya kepada Bisnis, Jumat (2/6). Berdasarkan data CB Insights, perusahaan riset startup, Selasa (30/5), menunjukkan adanya penurunan pendanaan startup kesehatan global mulai terjadi sejak mencapai puncaknya pada kuartal II/2021. Angkanya berangsur merosot hingga mencapai US$3,4 miliar dengan 387 kesepakatan pada kuartal III/2023. Sementara itu, di Indonesia, Eddi menilai regulasi pemerintah dan Kementerian Kesehatan sangat mendukung digitalisasi sektor kesehatan dan akan menjadi titik mula akselerasi digital health startups di Indonesia. Sebelumnya, CB Insights juga melaporkan pendanaan startup kesehatan dengan nilai jumbo senilai US$600 juta pada kuartal I/2023 atau turun 85% dibandingkan dengan kuartal I/2022 senilai US$4 miliar. Di sisi lain, jumlah startup kesehatan yang merger dan akuisisi tercatat sebanyak 39 unit pada kuartal I/2023 atau naik 160% dibandingkan pada kuartal sebelumnya sebanyak 15 unit.
Tags :
#StartupPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023