;

KENDARAAN LISTRIK, Persaingan di Asia Tenggara Kian Sengit

02 Jun 2023 Kompas
KENDARAAN LISTRIK, Persaingan di Asia
Tenggara Kian Sengit

Persaingan memperebutkan investasi, pasar, serta pusat manufaktur kendaraan listrik antarnegara di Asia Tenggara dinilai semakin sengit. Dengan segenap potensi dan sumber daya yang ada, Indonesia memanfaatkan peluang emas dan berambisi menjadi pusat kendaraan listrik dunia. ”Gagal (menjadi pusat kendaraan listrik) bukan pilihan. Jika gagal, Indonesia hanya menjadi pasar saja, bukan produsen,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves Rachmat Kaimuddin dalam diskusi panel bertajuk ”Kebijakan Percepatan Adopsi EV Guna Mendukung Keberlangsungan Industri Otomotif di Era Transisi Energi” yang digelar Kemenko Marves di Jakarta, Rabu (31/5). Menurut Rachmat, pasar kendaraan listrik terus meningkat seiring dengan kebutuhan global untuk transportasi yang lebih ramah lingkungan.

Situasi ini peluang emas bagi Indonesia untuk bisa menjadi mitra perusahaan kendaraan listrik dunia, khususnya sebagai pusat manufaktur. ”Jangan sampai jutaan lapangan kerja dari industri otomotif Indonesia terancam karena negara terlambat mentransformasi industri,” ujarnya. Mengutip data Federasi Otomotif ASEAN 2022, Indonesia merupakan pasar otomotif terbesar di Asia Tenggara, yakni dengan penjualan mobil mencapai 1,04 juta unit per tahun dan sepeda motor 5,22 juta unit per tahun. Jumlah itu lebih tinggi ketimbang penjualan mobil di Thailand (849.000 unit per tahun). Penjualan sepeda motor Indonesia juga lebih tinggi ketimbang Vietnam (3 juta unit per tahun). Untuk menjadi pusat manufaktur kendaraan listrik dunia, kata Rachmat, sejumlah strategi harus dilakukan untuk mengakomodasi kebutuhan perusahaan kendaraan listrik dalam mengambil keputusan strategi bisnis ke depan. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :