INFRASTRUKTUR TELEKOMUNIKASI : Operator Pilih-pilih Kemitraan
Perusahaan telekomunikasi di Indonesia diperkirakan tidak sepenuh hati bekerja sama dalam penyewaan infrastruktur telekomunikasi guna melindungi pasar yang telah dikuasainya. Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi mengatakan kemungkinan besar perusahaan telekomunikasi hanya membuka infrastruktur yang kurang potensial atau tidak krusial, untuk disewakan kepada operator lain. Menurutnya, hal itu dilakukan untuk melindungi pasar yang telah dikuasai. Sejak dahulu, dia menjelaskan sejumlah operator seluler sudah menyewakan jaringan telekomunikasi ke operator lain. Dari tiga infrastruktur telekomunikasi yaitu jaringan tulang punggung (backbone), jaringan pengalur (backhaul) dan jaringan akses (access), imbuhnya, hanya jaringan tulang punggung dan pengalur saja yang kerap operator sewakan kepada operator lain. Nantinya, operator seluler masih akan berhati-hati dalam mengerjasamakan jaringan akses, khawatir terjadi kompetisi yang makin sengit di daerah. Saat ini, Heru mengatakan XL Axiata dan PT Telkom Indonesia Tbk. memiliki keunggulan masing-masing dalam menyewakan infrastruktur yang dimiliki kepada industri. Sejauh ini, Telkom tidak memiliki jaringan seluler, karena lisensinya ada di Telkomsel. Sebaliknya, XL Axiata memiliki jaringan seluler dan jaringan kabel, tetapi hanya menyewakan menara dan serat optik.
Tags :
#InfrastrukturPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023